Emergency Boyfriend (Chapter 1)

Title: Emergency Boyfriend (Chapter 1)

Nama Author: Cassandra Ayu

Nama pena : xingxingsii

Main Cast: Kim Sora (OC) dan Park Chanyeol (EXO)

Other Cast: Byun Baekhyun (EXO) Jung Eunji (apink), other EXO and Apink member as cameo

Genre: Romance, Fluff, school life.

Rate: PG-15

Length : Drabble

Chapter 1

“Park Chanyeol, bantulah aku sekali ini saja,” rengek Sora.

“Ugh, tidak mau,” balas Chanyeol dari seberang telepon. “Sudah untuk yang keberapa kalinya kau memanfaatkanku seperti ini, Kim Sora?”

“Kita ini sahabat, Park Chanyeol, sahabat harus saling membantu,” ucap Sora dengan kesal.

“ya saling membantu, bukannya memanfaatkan,” balas Chanyeol sengit. “Ini namanya perbudakan, aku tidak bisa terus berlari kepadamu setiap kali kau ada masalah dengan penggemarmu. Berapa kali sudah kubilang? Stop pergi kencan buta yang tidak jelas, ujung-ujungnya kau hanya akan bertemu lelaki hidung belang,” rungut Chanyeol.

“Ugh, kau cerewet sekali seperti umma,” hardik Sora. “Pokoknya kau harus kesini sekarang, lelaki ini menyeramkan, dia aneh sekali, kau harus membantuku,” rengek Sora kepada Chanyeol lagi.

“Tidak mau, tidak mau,” tolak Chanyeol sambil menggelengkan kepalanya. “aku tidak mau lagi jadi pacar emergency-mu, aku mau main game.”

“Stop bermain game, itu tidak baik bagi matamu, kau hanya akan tambah rabun, lebih baik kau kesini membantu sahabatmu yang cantik ini, kau tidak ingin kalau aku diculikkan, Park Chanyeol?”

“Aku tidak peduli, dia bisa menculik dan membawamu pergi, dengan begitu aku bisa bermain game dengan puas,” balas Chanyeol.

“Park Chanyeol, aku serius. Lelaki satu ini mungkin saja akan menculikku, dia mengatakan kalau aku akan jadi nyonya di rumahnya suatu saat nanti, kalau nanti aku menolaknya, aku bisa mati,” rengek Chora lebih keras.

“Ugh, baiklah baiklah,” gerutu Chanyeol. “Tunggu di sana 15 menit, usahakan jangan kemana-mana dan jangan terima makanan dan minuman darinya,” ujar Chanyeol.

“Park Chanyeol, I love you. Kutunggu kau di sini, Jagi. Beraktinglah seperti biasa,” ujar Sora sambil tersenyum.

Chanyeol tidak mengatakan apa-apa dan langsung menutup telepon. “Tidak sopan,” gerutu Sora pelan, tetapi dia kemudian tersenyum dan keluar dari toilet dengan perasaan lega. Seperti biasa, sahabatnya akan membantunya keluar dari situasi sulit apapun, khususnya situasi sulit yang berhubungan dengan lelaki.

Sora tidak tahu entah untuk yang keberapa kalinya dia merepotkan Chanyeol seperti ini. Sora selalu pergi kencan buta dan bertemu dengan berbagai macam lelaki hidung belang yang aneh, dan Park Chanyeol akan selalu datang menyelamatkannya dengan berpura-pura sebagai pacarnya.

“Kau lama sekali di toilet?” tanya lelaki pasangan kencan Sora.

“Um, aku menerima telpon dari seseorang,” ujar Sora santai.

“seseorang?” tanya sang lelaki. “seseorang yang spesial?”

“mungkin,” ucap Sora sambil mengedikkan bahunya.

“Kau sudah punya pacar? Aku kira orang yang sudah punya pacar tidak boleh ikut kencan buta?”

Sora hanya diam dan berpura-pura tidak mendengar pertanyaan sang lelaki.

“Siapapun pacarmu, Kim Sora, aku bersumpah bahwa kau akan menjadi nyonya Byun suatu saat nanti,” ujar sang lelaki dengan senyum menyeringai yang menurut Sora sangat menyeramkan.

Sora merasa bulu kuduknya berdiri dan dia berdoa agar Chanyeol cepat datang karena sejujurnya dia sangat ketakutan.

“Baekhyun-si, aku tidak pernah mengatakan akan menerimamu, jadi berhentilah berkhayal,” ucap Sora, wajah dan suaranya tampak teguh dan berani, walaupun sebenarnya Sora bisa menangis kapan saja.

“Kita lihat saja nanti,” senyum Baekhyun sambil menyesap kopinya.

“Jagi?,” Sora mendengar seseorang memanggilnya dan Sora bersumpah demi langit dan bumi bahwa tak ada yang lebih membahagiakan selain mendengar suara Park Chanyeol.

“Jagi?” balas Sora, air matanya menetes saat melihat Chanyeol. “Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya, mulai bermain peran.

Chanyeol terkejut melihat Sora yang menangis, karna air mata itu adalah air mata yang hanya dikeluarkan Sora saat dia ketakutan. Chanyeol sudah berteman dengan Sora seumur hidupnya sehingga dia tahu kapan Sora berakting dan tidak, dan saat itu, Sora sangat tidak sedang berakting.

Chanyeol melirik sekilas ke arah Baekhyun dan berjongkong disamping Sora. “aku kesini untuk menjemputmu, pulanglah, aku minta maaf,” ucap Chanyeol lembut.

Mendengar suara Chanyeol yang mengajaknya pulang, tangis Sora pecah. Dia merasakan Chanyeol mendekat dan memeluknya kemudian membisikkan kata-kata yang menenangkan.

“Maaf, kau siapa?” Chanyeol kaget mendengar suara yang bertanya, sejenak dia lupa bahwa mereka tidak hanya berdua.

“Oh, aku Park Chanyeol, pacar Sora. Aku minta maaf kalau Sora merepotkanmu, kami sedang bertengkar karna itu dia memberontak dan setuju bertemu denganmu,” bohong Chanyeol sambil memeluk Sora lebih erat. “Aku benar-benar minta maaf, aku berjanji akan menjaganya agar dia tidak mengulangi hal ini. Kalau kau tidak keberatan, kami permisi,” pamitnya sambil membungkuk.

“Kita pulang ya,” katanya pada Sora yang masih menangis dipelukannya, kemudian beranjak dari cafe, meninggalkan Baekhyun yang kebingungan.

“Huaaa, aku benar-benar takut, si Byun itu benar-benar menakutkan. Aku tidak akan pergi kencan buta lagi,” teriak Sora dalam tangisnya ketika mereka sudah berada di mobil.

Chanyeol tersenyum dan menggelengkan kepalanya, “dia tidak melakukan hal yang macam-macam padamu, kan?” tanya Chanyeol dengan hati-hati.

Sora menggeleng, “Tapi dia benar-benar menakutkan, Chanyeol. Dia terus saja bersumpah akan menjadikanku istrinya, aku tidak ingin menjadi nyonya Byun,” protes Sora.

Chanyeol tertawa, “Jadi kau ingin menjadi nyonya apa?”

Sora memandang Chanyeol dengan dahi berkerut, tangisnya sudah berhenti sekarang. “tidak tau, aku akan mencari lelaki pintar calon dokter seperti oppa,” ucapnya yakin.

Chanyeol tertawa lebih keras, “dan lelaki pintar seperti oppa-mu mau dengan gadis sepertimu?”

“Yah, apa maksudmu, Park Chanyeol?” tanya Sora berang.

Chanyeol hanya tertawa saat Sora memukul pundaknya keras. Dia memelankan mobil ketika tiba di depan rumah Sora, “Nah tuan putri, kita sudah sampai, turunlah dan tidur, kau butuh istirahat,” ucapnya sambil tersenyum lembut.

“Park Chanyeol, kemari,” perintah Sora sambil meminta Chanyeol mendekat dengan jarinya. Chanyeol tersenyum dan mendekat ke arah Sora. Sora meninggalkan ciuman di pipi Chanyeol dan memeluk sahabatnya tersebut. “Park Chanyeol, kau sahabat terbaik yang paling baik yang pernah ada, apa yang bisa aku lakukan tanpamu?”

“Tidak ada, kau akan mati,” canda Chanyeol sambil balik memeluk Sora.

Sora tertawa pelan, “kau benar, aku akan mati. Karna itu Chanyeol, jangan pernah tinggalkan aku, nanti kau menyesal kalau aku mati.”

“Baiklah, Putri Sora, aku akan menjadi budakmu seumur hidup, puas sekarang?”

“Yup,” angguk Sora, “sangat.”

Chanyeol tertawa pelan dan mengacak rambut Sora, “sekarang masuklah. And please, aku mohon jangan bangun terlambat besok, aku tak ingin dihukum lagi.”

Sora tidak menjawab dan hanya mejulurkan lidahnya ke arah Chanyeol, kemudian keluar dari mobil sambil tersenyum.

“Hai Sora, mau kencan malam ini denganku?” Goda Jongdae sambil duduk di meja Sora.

Sora yang sedang duduk melamun mendongak ke arah Jongdae, “Nope.”

“Ada kencan dengan Chanyeol?”

“Yup.”

“Baiklah, hubungi aku kalau kau putus,” ucap Jongdae dan mengedipkan sebelah matanya.

Sora memutar bola matanya dan mengusir Jongdae dari mejanya dengan melambaikan tangan ke arahnya. Tidak, Sora tidak ada janji kencan dengan Chanyeol, dia bahkan tidak pernah kencan dengan Chanyeol. Namun hampir semua orang di sekolah menyangka kalau Sora dan Chanyeol pacaran, karna queen bee seperti Sora hanya mau berbicara dengan Park Chanyeol, dan Park Chanyeol tidak pernah berbicara dengan gadis lain selain Sora. Sora tidak pernah repot memberitahukan teman-teman sekolahnya kalau dia bukanlah pacar Chanyeol, karna Sora akui, lebih baik kalau orang berpikir kalau dia adalah pacar Chanyeol daripada lelaki dari antah berantah datang dan mengajaknya kencan.

Sora menatap sekitarnya dengan bosan, berharap bel masuk segera berbunyi. Dia tidak sekelas dengan Chanyeol, sehingga dia tidak punya teman mengorbrol, dan siswa lain sepertinya enggan berbicara dengan Sora, karena Sora hanya akan menyuruh mereka pergi dan tidak menganggunya.

Bukannya Sora tidak suka punya teman, tapi kebanyakan orang disekitarnya sangat ribut. Teman-teman perempuan akan ribut bertanya kenapa rambut Sora sangat bagus dan kulitnya sangat putih, teman-teman lelaki akan ribut bertanya siapa pacar Sora, dan Sora tidak suka dengan orang ribut. Satu-satunya makhluk ribut yang bisa ditolerir Sora hanyalah Chanyeol, dan satu Chanyeol sudah cukup, dia tidak perlu teman lainnya yang ribut.

Sora bersyukur dalam hati saat bel akhirnya berbunyi. Teman-teman sekelasnya mulai duduk ditempat masing-masing saat Jung seonsangnim memasuki kelas. Sora menunduk untuk mengambil bukunya yang ada di dalam laci, tidak sadar bahwa ada sesosok lain yang mengikuti gurunya dari belakang.

“Anak-anak, hari ini kita kedatangan siswa baru,” sang guru mengumumkan. Sora mendongak untuk melihat siswa baru tersebut, dan Sora merasa kalau dia akan mati karena serangan jantung.

Sora langsung berlari keluar kelas saat bel tanda istirahat berbunyi. Tujuannya tak lain adalah kelas Chanyeol, sahabatnya itu harus benar-benar membantunya kali ini, karena ini sangat gila. Saat melihat tubuh tinggi Chanyeol diantara teman-temannya, Sora langsung berlari menghampiri Chanyeol, memeluk sang raksasa dan membenamkan wajahnya ke dada Chanyeol.

“Byun Baekhyun. Aku mati sekarang. Apa yang harus aku lakukan?” rengeknya.

Chanyeol yang terkejut segera melepaskan pelukan Sora agar dia bisa melihat wajah gadis itu. “apa yang kau bicarakan?”

“Byun Baekhyun, dia pindah kesini, sekarang kami sekelas, dia murid baru di kelasku. aku akan mati, Chanyeol, kau tidak akan punya teman lagi,” Sora memberitahu Chanyeol dengan air mata yang hampir mengalir.

“Byun Baekhyun? Byun Baekhyun teman kencanmu kemarin?” tanya Chanyeol tidak percaya.

Sora hanya menangguk. Dan seperti seolah-olah langit ingin menyiksa Sora, Baekhyun muncul dibelakangnya. “Mrs. Byun, apa yang kau lakukan dipelukan lelaki lain?” tanya Baekhyun santai.

Mata Chayeol membelalak, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sora pindah dan bersembunyi dibelakang punggung Chanyeol.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Chanyeol pada Baekhyun.

“Aku sekolah disini,” jawab Baekhyun, masih santai.

“Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya?”

“Ini hari pertamaku,” ujar Baekhyun, kemudian mengintip ke balik punggung Chanyeol untuk melambaikan tangan kepada Sora. “aku minta pada appa untuk memindahkanku kesini, agar aku bisa menjaga calon istriku,” ucapnya pada Chanyeol.

Chanyeol bersumpah bahwa tidak ada anak yang lebih aneh daripada Byun Baekhyun. Baekhyun bahkan lebih aneh daripada Kim Minseok, si kutu buku yang sering senyum-senyum sendiri.

“Maaf Baekhyun-si, tapi kalau yang kau maksud adalah Sora, dia sudah punya pacar,” Chanyeol menunjuk dirinya sendiri.

Baekhyun mengangkat bahunya dengan santai, “tak masalah, kau boleh pacaran dengan Sora, tapi saat sudah waktunya, Sora hanya akan menikah denganku, jadi bukankah lebih baik kalau kita hentikan lelucon ini dan biarkan aku dan Sora hidup bahagia mulai sekarang?”

Sora mengeluarkan bunyi aneh dari belakang Chanyeol, campuran antara suara tercekik dan berteriak namun dalam desibel yang sangat sangat rendah. Kini Chanyeol merasa bahwa Baekhyun bahkan lebih aneh daripada captain Jack Sparrow, karena Baekhyun tidak nampak seperti orang mabuk, namun kata-katanya sangat tidak masuk akal.

Chanyeol menghela napas panjang, karena dia tetap harus tenang dalam menghadapi orang gila seperti Baekhyun. “Dengar, Byun Baekhyun-sii, Sora ini pacarku, dan dia akan jadi Mrs. Park, jadi bagaimana kalau kita hentikan lelucon ini dan biarkan aku dan Sora melanjutkan hubungan kami yang baik-baik saja?” Chanyeol sengaja mengulang kata-kata Baekhyun.

Muka Sora memerah tanpa alasan saat dia mendengar bahwa dia akan menjadi Mrs. Park. Namun karena ketakutannya terhadap Baekhyun, dia mendekat kepada Chanyeol, walaupun bau parfum Chanyeol membuat dia pusing, well, pusing yang baik, bukan pusing yang membuatnya mual.

“Terserah kau saja, Mister,” ucap Baekhyun. “Yang jelas Sora itu calon istriku,” katanya sebelum berlalu sambil mengedipkan mata ke arah Sora.

“Lihat hasil perbuatanmu?” Bentak Chanyeol pada Sora saat Baekhyun sudah tak lagi bisa mendengar mereka.

“Oh, diamlah, aku tidak butuh dimarahi di hari terakhirku hidup,” protes Sora.

Chanyeol dan Sora memasuki kantin dengan perasaan berat, takut kembali bertemu crazy Baekhyun. Dan apa yang mereka takutkan terjadi saat melihat Baekhyun duduk sendirian, makan dengan lahapnya.

“Ugh,” gerutu Sora, “kenapa ada dia juga di kantin?”

Chanyeol menggandeng tangan Sora dan kemudian mengajaknya mengantri makanan. “Abaikan saja dia, fokus saja padaku, kita harus tetap berakting,” bisiknya.

Sora mendongak menatap Chanyeol, dengan mata berkaca-kaca dia berkata, “Park Chanyeol, apa yang bisa aku lakukan tanpamu?”

Chanyeol tertawa dan mencium pipi Sora, “kau akan mati.”

Dari sudut matanya, Chanyeol melihat bahwa Baekhyun memperhatikan mereka, jadi dia memindahkan tangannya ke pinggang Sora dan menarik gadis itu mendekat padanya. Sora tampak santai dan balik memeluk Chanyeol dari samping.

“Dia masih melihat kesini?” tanya Sora sambil pura-pura tersenyum.

Chanyeol melirik ke arah Baekhyun yang memperhatikan gerak gerik mereka seperti elang. “Yup. Ugh, aku benci sekali bocah itu,” rutuknya.

“Apalagi aku, dan parahnya kami sekelas, aku lebih baik mati saja,” gerutu Sora.

“Jangan mati dulu nyonya Park, nanti aku jadi duda,” goda Chanyeol.

Sora memutar bola matanya dan memukul bahu Chanyeol pelan, “Diamlah, itu tidak lucu,” katanya, namun Chanyeol malah tertawa lebih keras.

Sora membenamkan wajahnya ke dada Chanyeol dengan kesal, “astaga, ini menyebalkan sekali. Aku bisa merasakan dia melototi kita dari balik kepalaku, tidak bisakah dia pergi saja?”

“Itulah yang kita lakukan sekarang, mengusirnya pergi. Kita harus benar-benar meyakinkan sebagai sepasang kekasih, jadi dia tidak bisa lagi menggangumu,” ucap Chanyeol tegas sambil menatap Baekhyun terang-terangan.

Sora mendongak untuk memandang sahabatnya itu, “Baiklah, Park Chanyeol, mari kita lakukan ini. Mari menjadi sepasang kekasih paling hot di sekolah, jadi si Byun Baekhyun itu tau dimana tempatnya,” ucap Sora sambil tersenyum kemudian berjinjit untuk mengecup pipi Chanyeol. “Thank you, my emergency boyfriend, you’re the best.”

“Anything for you, princess,” Chanyeol balas mencium pipi Sora. “So, siap untuk misi ‘mengusir Byun Baekhyun?”

“Yup.”

-TBC-

22 thoughts on “Emergency Boyfriend (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s