When Our Love Came Suddenly (chapter 5a)

Author : Hwang Sung Ji and Xiu Yu Ri

Main Cast   :

  • Lin Da (OC)
  • Ayu (OC)
  • Kim Joon Myun a.k.a Suho EXO
  • Park Chanyeol a.k.a ChanYeol EXO

Other Cast :

  • All EXO Member
  • Shin Yunra a.k.a Chanyeol ex-yeojachingu

Genre : Happy, Romantic, Friendship, School life, Little Comedy

Length : Chapter

Rating : PG 16

“Chanyeol-ah, keuge..” Ayu meletakkan Matilda di atas meja lalu berdiri dan mencoba menjelaskan pada pemiliknya. Chanyeol dengan ekspresi marahnya tidak mau tau apa yang coba Ayu jelaskan. Dia segera menarik tangan Ayu kasar dan membawanya ke suatu tempat.

“Suho-sshi, apa yang dilakukan..”Lin Da juga terkejut ketika tiba-tiba Suho menarik tangannya kasar dan meminta pertanggung jawaban atas apa yang telah mereka berdua lakukan. Lin Da hanya bisa tertunduk merasa bersalah, dia hanya bisa mengikuti kemana Suho menarik tangannya.

.

.

.

.

“Ahn Songsaengnim….. “ Teriak Chanyeol yang berhasil menghentikan langkah Ahn Songsaengnim di koridor sekolah. Chanyeol menghampirinya dengan tangannya yang masih menarik Ayu.

“Ahh Chanyeol-ah. Wae?” Tanya Ahn Seongsaengim.

“Aku sudah menemukan orang yang akan berduet denganku!” ujar Chanyeol dengan mantapnya.

“Jinja? Baguslah. Geunde, nuguyeo?” Tanya Ahn Seongsanim dengan penasaran.

“Ayu. Dia yang akan berduet denganku!” Chanyeol mendorong tubuh Ayu tepat di depan Ahn Seongsanim. Ayu yang tak tahu apa-apa hanya memasang wajah cengonya. Dia menoleh kebelakang menatap Chanyeol seolah meminta penjelasan, sedangkan Chanyeol hanya membalasnya dengan senyum miring.

“ Ahn Seongsaengnim, aku juga menemukan pengganti Jin So Ra!” Ucap Suho tiba-tiba dengan mendorong Lin Da tepat di samping Ayu.

“ Yak!!!” Lin Da berteriak tak terima hingga membuat Ahn Seongsaengnim terlonjak kaget. Lin Da yang menyadari ketidak sopanannya pun segera menunduk dan meminta maaf. Ahn Seongsaengnim menurunkan kacamatanya sampai di atas hidung kemudian melihat penampilan Ayu dan Lin Da dari atas hingga bawah.

“ Geurae, mulai sekarang mulailah berlatih lebih keras! Aku harap kalian tidak mengecawakan! Arraseo??” Pesan Ahn Seongsaengnim dengan tersenyum sebelum meninggalkan mereka.

“ Yak!!! apa-apaan kalian ini?” Lin Da melanjutkan teriakannya yang sempat tertunda tadi. Suho dan Chanyeol segera menutup telinganya.

“ Chanyeol-ah? Ige mwoya? Kenapa kau menjadikanku teman duetmu? Kau pikir aku mau apa?” Ayu melepaskan kekesalannya. Chanyeol memasukkan tangan ke dalam sakunya dan berjalan ke arah Ayu dan Lin Da.

“ Aisshh, ternyata kalian ini yeoja-yeoja cerewet. Telingaku hampir pecah mendengar teriakan kalian!” ujar Suho yang mendapatkan respon tatapan tajam dari Lin Da.

“ Anggap saja ini hukuman untuk kalian karena kalian telah memainkan gitar kesayanganku tanpa izin!” jelas Chanyeol menampakkan senyum evilnya.

“Geundae, aku tidak memainkannya! Ayu lah yang memainkannya. Jadi? Kenapa aku juga ikut dihukum ?” Lin Da berusaha membela dirinya hingga tanpa sadar Ayu menatapnya dengan sinis.

“ Yaa!! Eonnii!!! Kau menyudutkanku? Kau ini teman macam apa, hah? Bukankah kau yang memaksaku untuk memainkannya?” Ayu mengomel tak jelas bagaimana bisa sahabatnya ini tega menyudutkannya. Suho segera melerai keduanya.

“ Sudahlah jangan berdebat sendiri! Pokoknya kalian tetap mendapatkan hukuman. Kalau tidak, kalian akan membayar denda sebesar harga mobilku!” ucap Suho.

“ Hei, mengapa semahal itu? Itu hanya sebuah gitar mengapa kau menyamakannya dengan harga mobilmu itu?” Lin Da tak terima dengan pernyataan Suho.

“ Kalian salah. Gitarku itu memang mahal. Dan kalian tahu? Bahkan gitarku itu lebih mahal dari harga sebuah mobil” ujar Chanyeol. Ayu menyenggol tangan Lin Da.

“ Sudahlah Eonni, turuti saja mereka. Kau kan tahu kita tak punya uang sebanyak itu” bisik Ayu pada Lin Da.

“ Argghhh geurae. Puas kalian?” Ujar Lin Da sewot. Chanyeol dan Suho tersenyum menang.

.

.

.

“ Hari ini saya akan mengadakan ulangan dadakan, harap semua buku dan catatan dalam bentuk apapun di masukkan dalam tas. Kalau ada yang ketahuan mencontek akan mendapatkan hukuman yang sangat berat!” ujar Lee Seongsaengnim, guru bahasa inggris seraya mengedarkan kertas ulangan. Semua murid mengeluh karena kebanyakan dari mereka belum belajar sama sekali.

“ Jinja, eottoke? Aku belum belajar sama sekali!” keluh Lin Da. Lin Da menatap Ayu yang bersikap santai tidak seperti dirinya. Lin Da menggigit jarinya ketika membaca soal yang sama sekali tak ia pahami.

“ Submerged? Peril? Belch? Ahhh…. Ige mwoya?” Lin Da mengacak- acak rambutnya. Dia benar-benar frustasi. Lin Da melirik ke arah Ayu.

“ Ayu! Ayu-ya! Ayu!!” Lin Da memanggil Ayu dengan lirih bahkan nyaris tak terdengar berharap meminta jawaban. Namun sayang Ayu sama sekali tak mendengarnya.

Lin Da POV

45 menit dan kurang 15 menit lagi ulangan harus dikumpulkan. Namun lembar jawabku, hanya terisi lima soal. Ahhh aku benar-benar lemah dalam bahasa Inggris. Aku mengumpat kekesalanku dengan Seongsaengnim kejam itu, dia sungguh menyebalkan. Keringat dinginku mulai keluar, bagaimana ini? Aku terpaku ketika melihat sebuah lembar jawaban mendarat tepat di depanku. Aku menoleh ke arah sampingku, Suho.

“ Lihatlah jawabanku dan segera isi jawabanmu” ujarnya. Aku menatapnya tak percaya. Bagaimana bisa dia memberikanku contekan tanpa aku memintanya? Apa dia malaikat yang akan menyelamatkanku? Aku menatapnya ragu dan di jawabnya dengan anggukan.

“Gwaenchanna? Apa tidak apa-apa aku menyontekmu?” Tanyaku.

“Gwaenchanna jika kau cepat menyalinnya sebelum ketahuan oleh Lee Seongsaengnim.” ujar Suho. Lin Da mengangguk mantap dan mulai menyilang jawabannya sesuai dengan jawaban dari Suho.

“Ekhem….!!!”

(Author POV)

            “ Ekhem….!!!” Deheman singa mulai mengaung.

Lin Da dan Suho menoleh kebelakang dan Bingo!! Yang mereka hadapi kini Lee Seongsaengnim. Lee Seongsaengnim berkacak pinggang dan meluncurkan tatapan mematikannya pada mereka. Lin Da menelan salivanya dengan kasar. Lee Seongsaengnim mengambil lembar jawaban Lin Da dan Suho kemudian menyobeknya.

“ Seongsaengnim!! Andwaaeee!!! ” Lin Da hendak menghentikannya namun sayang ia terlambat.

“ Kalian! Keluar !!! Dan jangan mengikuti pelajaran saya!!!” Ujar Seongsaengnim. Suho berdiri dan mulai berjalan keluar kelas, namun tidak dengan Lin Da dia masih mematung memohon pada Lee Seongsaengnim.

“ Kajja!!” Suho menarik tangan Lin Da tapi ditepis olehnya.

“ Kau mau kemana?” Tanya Lin Da

“ Tidak kah kau dengar tadi? Lee Seongsaengnim meminta kita untuk keluar. Kajja!” Lin Da pun hanya menurut dengan perlakukan Suho. Ayu yang memandang Lin Da dengan iba, sungguh dia tidak tega dengannya.

“Daebakk, mereka telah berani membangunkan singa masae!” ujar Chanyeol. Ayu menoleh ke arahnya – Chan. Ayu tidak tahu apa yang Chanyeol maksud dengan “Singa masae”? Chanyeol menunjuk Lee Seongsaaengnim.

“ Dia Singa di sekolah kita!” Ujar Chanyeol dan berhasil membuat Ayu tertawa lepas.

“ Kalian Diam!!! Atau kalian mau menemani mereka?” Tanya Lee Seongsaengnim murka. Chanyeol dan Ayu menggeleng serempak dengan menahan tawa yang ingin meledak.

.

.

.

“ Suho-ya..mian.” ujar Lin Da tertunduk. Mereka kini tengah berada di atap sekolah. Suho menatap wajah penyesalan Lin Da.

“ Waeyeo? Mengapa kau meminta maaf padaku?” Suho menghampiri Lin Da yang sedang duduk.

“Gara-gara Aku, kau juga ikut dihukum.” Lin Da meremas ujung seragamnya.

“ Hahaha, wae? Ahh ayolah. Ini bukan salahmu, justru ini sangat menyenangkan, aku bosan mengikuti pelajaran Lee Seongsaengnim.” ujar Suho. Lin Da memandang aneh Suho, namun dia senang, setidaknya Suho tidak membencinya.

“ Kalian kenapa disini?” Tanya seorang pemuda di antara mereka. Seketika Suho dan Lin Da menoleh ke arah sumber suara.

“ Sehun?” Lin Da segera berdiri sambil membersihkan roknya.

“ Kau juga kenapa ada di sini? Kau bolos?” Suho memandang Sehun tatapan menuduh.

“ Matta!!! itu ritual rutinku. Kalian???” Sehun menunjuk Suho dan Lin Da.

“ Kita tidak sepertimu. Kita di hukum Lee Seongsaengnim” ujar Suho. Sehun tertawa keras.

“ Singa masaee!!!” Ucap Sehun disela tawanya.

Kruuyuukkkk…..

Mereka terdiam mematung kaku ketika mendengar sebuah bunyi. Sehun menatap Lin Da yang mengusap perutnya dan tersenyum malu.

“ Kajja kita ke kantin!!” Sehun segera menarik tangan Lin Da tanpa persetujuan dari pemiliknya. Sedangkan Suho? Dia sungguh tidak suka dengan perlakuan Sehun pada Lin Da.

“ Kau??? Maknae menyebalkan!!!” umpatnya.

.

.

.

Suho menatap malas pemandangan dimana Lin Da dan Sehun tengah makan bersama bertukar tawa tanpa menghiraukan keberadaannya.

“ Lin Da-ya” Sehun menyodorkan sesuap nasi kearah Lin Da. Lin Da perlahan melahapnya dengan perasaan malu, lihatlah bahkan pipinya kini telah merah merona seperti kepiting.

“ Machita?” Tanya Sehun sambil melirik kearah Suho dan mengeluarkan smirknya. Lin Da mengangguk senang. Suho melahap makannya dengan kasar dan memukul-mukul piringnya hingga berhasil membuat keributan di antara mereka.

“ Suho wae?” Tanya Lin Da dengan polos.

“ Ani aku lapar!” Ujar Suho dan melanjutkan makannya sampai mulutnya penuh dengan makanan. Lin Da mengendikkan bahunya pertanda dia tak paham dengan sikap Suho.

“ Eoonii….” Teriak Ayu yang kini tengah berlari ke arah mereka. Memang jam istirahat telah berbunyi. Ayu mengatur nafasnya yang tak beraturan.

“ Ige!” Sehun memberikan Ayu minuman

“ Gomawo Sehunnie..” Ayu meneguk minuman itu sambil tersenyum manis. Sementara Sehun mengangguk dan membalas senyumannya.

“ Eoonii dan Suho dipanggil Lee Seongsaengnim ke ruangannya” ujar Ayu hingga berhasil membuat Lin Da tersedak.

“ Uhuk…. Uhukk” Lin Da memukul-mukul dadanya . Ayu menyodorkannya minum.

“ Gwaenchannayeo?” Sehun menepuk-nepuk tengkuk Lin Da. Suho segera menepisnya.

“ Kajja kita kesana!” Suho menyeret Lin Da untuk pergi menjauh dari Sehun.

“ Yak! Hyungg!!! kau benar-benar tak punya hati eoh? Dia sedang makan pabo!!” teriak Sehun yang sama sekali tak didengarkan oleh Suho.

“ Ayu-ya” Panggil Sehun pada Ayu.

“ Em..Ne?” Ayu menatap Sehun dengan polos. Sehun tersenyum berusaha beraegyo, dan Ayu tau pasti dia ingin meminta sesuatu dari yeoja itu.

“ Temani aku makan ne..” Pinta Sehun dengan aegyonya yang sukses membuat Ayu merinding. Saat Ayu hendak menjawab, tiba-tiba Chanyeol sudah berada di belakangnya dan merangkulnya hangat.

“ Andwee, dia sudah berjanji makan bersamaku!” Ujar Chanyeol dan menarik Ayu ke tempat duduk lainnya. Sehun hanya menatap mereka dengan wajah cengo nya.

“ Apa mereka pacaran?” Sehun menaruh jari telunjuk di dagunya dengan penasaran.

“ Kau mau makan apa? Biar aku pesankan!” Ujar Chanyeol sambil menarik tempat duduk untuk Ayu. Ayu membalasnya dengan senyum manis.

“ Ani, aku pesan minuman saja. Ehhmmm….. Cola tea” ujar Ayu dengan semangat dengan mengacungkan tangannya sambil memejamkan matanya penuh keanggunan.

“ Geurae tunggu sebentar Nona!” Chanyeol menunduk bak seorang pelayan. Ayu terkekeh pelan dan memukul bahu Chanyeol.

.

.

.

“ Lee Seongsaengnim memanggil kita?” Tanya Suho dengan sopan. Lee Seongsaengnim berdiri dari tempat duduknya, dia berjalan menuju rak dimana tempat buku-buku keramatnya berada. Dia benar-benar menakutkan seperti nenek sihir yang tengah mencari buku mantranya bahkan kini aura hitam telah keluar dari dirinya.

BRAAKKKKK…..

Lee Seongsaengnim melempar buku tebal tepat di depan Lin Da dan Suho. Lin Da terlonjak kaget, tangannya mengelus dadanya yang berdegup kencang akibat olah Lee Seongsaengnim.

“ Hukuman special untuk kalian! Itu buku kumpulan soal-soal. Tugas kalian, kerjakan dari halaman awal sampai akhir dan ingat harus diartikan!!! Paham!!” Lee Seongsaengnim menggebrak meja dengan penggaris kayu kemudian duduk kembali ke singgahsananya. Suho dan Lin Da mengangguk ketakutan.

“ Sekarang kalian keluar, dan satu lagi! Waktu kalian cuman tiga hari, kalau belum selesai hukuman akan saya tambah. Cepat keluar!” Lin Da dan Suho melangkah dengan lesu. Sungguh hari ini adalah hari apesnya mereka. Bagaimana bisa masalah terus datang pada mereka. Mulai dari ketahuan nyontek, dikeluarkan dari kelas, dan satu lagi dapat hukuman hukuman dari Singa sekolah? Mungkin nasib baik sedang tidak berpihak pada mereka.

“ Suho otte?” Tanya Lin Da saat mereka telah keluar dari rangan Lee Seongsaengnim. Tangannya mengusap wajahnya kasar. Suho mengendikkan bahunya.

“ Mau bagaimana lagi? Kita kerjakan saja ini hufftt!” Suho membuka buku tebal itu, membuka halaman demi halaman. Matanya melebar setelah dia mengetahui buku itu berhalaman 265.

“ Jinja ahhh….!” Suho melayangkan buku tebal ke udara. Namun segera di tangkap oleh Lin Da.

.

.

.

Ayu dan Lin Da dua gadis ini tertawa bersama di koridor sekolah sambil menenteng tas mereka masing-masing karena jam pelajaran memang telah usai, sehingga siswa diperkenankan untuk pulang. Sesekali Ayu memukul lengan Lin Da karena terus menggodanya mengenai kedekatannya dengan Chanyeol, pria raksasa dengan badan yang menjulang tinggi.

“ Ahh eonni…. Hajimalagho. Aku hanya berteman dengannya!!” Bantah Ayu dengan rengekannya yang mirip seperti anak TK. Dia menyembunyikan rona merah di pipinya agar tak terlihat oleh Eonninya itu.

“ Aishh…. Akui saja, kau suka kan dengannya? Kau tak bisa bohongi aku adik kecilku!!” Lin Da mengusak rambut Ayu hingga berantakan. Kemudian berlari menghindari Ayu yang akan mengamuk itu. Ayu mempoutkan bibirnya, dia sangat tidak suka jika ada orang yang merusak tatanan rambutnya. Hentakan kaki mungilnya terdengar saat dia mencoba mengejar Lin Da.

.

.

.

Lin Da menyipitkan matanya saat dia melihat seorang pemuda tengah berdiri dengan gagahnya di gerbang sekolah. Badannya dia sandarkan pada gerbang itu hingga semakin membuatnya terlihat lebih keren. Tanganya bersedekap di depan dada dengan sesekali melirik jam tangan yang setia melingkar di pergelangan tangannya. Lin Da mengehentikan langkahnya, dia terpaku dengan sosok pria yang berhasil membuat jantungnya berdegub sangat kencang seperti ini.

Darahnya berdesir hebat saat pemuda tadi melambaikan tangan ke arahnya dan mulai menghampirinya. Lin Da meneguk salivanya untuk menghilangan kegugupannya.

“ Lin Da-ya, hari ini kita akan melaksanakan tugas dari Lee Seongsaengnim di rumahku ok? Karena mulai besok aku tengah sibuk dan tidak bisa mengerjakan tugas kita. Jadi lebih baik tugas itu kita tuntaskan hari ini juga, otte?” Tanya pemuda itu yang ternyata adalah Suho.

“ Ehmm…. Geundae….” Terdengar keraguan dari ucapan Lin Da. Jari jemarinya bergerak tidak tenang, sesekali menggaruk rambutnya.

“ Tenang saja aku akan mengantarkanmu pulang nanti” sergah Suho dengan senyum yang menawannya. Untuk sepersekian detik Lin Da kembali terpesona pada karisma namja bermarga Kim itu. Senyum menawannya membuat yeoja itu mabuk kepayang.

“ Bukan begitu tapi… aku sudah berjanji akan pulang bersama Ayu, Suho.” Lin Da menunduk. Dia juga sebenarnya ingin menyelesaikan tugas mereka dengan cepat, tetapi dia teringat akan Ayu.

“ Lin Da eonni!! Yaa!!! Ku bunuh kau!! ” Mereka seketika menoleh ke arah gadis yang tengah berteriak itu.

“ Oh? Suho?” Ayu menatap heran akan keberadaan Suho. Sedang apa Suho di sini? Apa dia akan mengajak eonni-nya itu peulang bersama?

“ Chanyeol…” bukannya menjawab tetapi Suho malah memanggil teman satu groupnya itu. Chanyeol berlari menghampiri mereka dengan kaki panjangnya.

“ Wae?” Pertanyaan datar keluar dari mulut pria raksasa bertebuh tinggi itu.

“ Bisakah kau mengantarkan Ayu pulang? Hari ini Lin Da tak bisa pulang bersamanya karena harus mengerjakan tugas kita dari Lee Sanegsaengnim. Otte? Kau mau kan?” Pertanyaan Suho berhasil membuat semuanya membolakan mata mereka, terlebih Chanyeol dan Ayu. Ayu membuka sedikit mulutnya menunjukan ekspresi kagetnya, dia menatap tajam Suho.

“ Ahhh kita tak ada waktu, Chanyeol jaga Ayu ya!!! Kajja!!” tanpa mendengar balasan dari Chanyeol, Suho langsung menyeret Linda. Lalu menuntunnya masuk kedalam mobil Ferarinya. Ayu melirik ke arah Chanyeol yang masih menunjukkan wajah cengo-nya. Chanyeol segera sadar dari lamunannnya saat dia menyadari Ayu yang tengah memperhatikannya.

“ Ekhemm…. Ehmmm…. Ayu-ya” Chanyeol menggaruk-garuk tengkuk lehernya dengan canggung. Ayu membalas Chanyeol dengan senyumannnya semanis dan setenang mungkin walau sebenarnya hatinya bertolak belakang seratus delapan puluh derajat dengan senyumannya itu.

“ Kajja, aku akan mengantaranmu pulang.” Chanyeol menggenggam tangan mungil Ayu yang mulai mendingin karena gugup dengan kebaradaannya.

“ Ehhmm… N-Ne” Ayu berusaha menutupi kegugupannya.

TO BE CONTINUED…

3 thoughts on “When Our Love Came Suddenly (chapter 5a)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s