Closer (Chapter 2)

PicStory-2015-09-19-19-08-00

Closer  

Chapter 2.  (Accept Me No Matter What!) – by Angel Devilovely95

Title     : Closer

Author : Angel Devilovely95 (Twitter:@sitimardianas)

Cast     : Oh Sehun

Im Neyna (OC),

Park Chanyeol,

Lee Hyera (OC)

Genre  : Romance, Drama and Psychology

Rating : PG-17 or Mature

Length : Chaptered

Disclaimer: Don’t bash! This story based on my imagination.

When a handsome man force you to be his.

 

 

 

 

 

——- Closer——-

——- Closer——-

The Trapalace Apartment,  Apartment paling mewah yang terletak di Gangman, Seoul menjadi tujuan dua insan yang nampak serasi dengan pesona fisik mereka yang sempurna. Orang-orang yang melihat mereka pasti mengira mereka sepasang kekasih yang tingal bersama di apartment itu atau sepasang suami istri yang baru saja menikah.

Pria tampan yang menjadi objek praduga tersebut nampak sibuk menuntun gadis di belakangnya. Menyeret lebih tepatnya. Dengan paksa tentunya. Pria itu kembali mengulangi tindakannya seperti saat menyeret gadis cantik itu keluar dari Club.

”Sehun-sshi kenapa kita kesini?”

“This is my house” Jawab pria bermarga Oh itu datar.

“Could you let my ha—“

“No” Belum sempat gadis itu merampungkan kalimatnya, bantahan tegas lolos begitu saja dari bibir Sehun.

Sehun menekan tombol lift dan masuk kedalamnya bersama dengan gadis di cengkramannya. Lantai 20 menjadi tujuan dua insan tersebut. Di dalam lift, Sehun melepas cengkramannya pada gadis disampingnya. Sehun hanya diam membisu dengan tetap menampilkan tampang dinginnya, sementara gadis di sampingnya tengah bergumul dengan pikirannya.

Takut, kalut, bingung. Semua berkumpul menjadi satu. Terlihat dari tubuhnya yang bergetar saat ini. Dia harus mengalahkan semua perasaan itu. Kontrol dirimu Neyna-ya. Jangan takut.  Kau harus melakukan sesuatu!’ Batin gadis cantik itu.

Sebisa mungkin Neyna berusaha mengalihkan ketakutannya dengan memikirkan bagaimana caranya dia bisa lepas dari pria bernama Sehun itu. Walaupun pria itu sudah melepaskan cengkramannya, tapi tetap saja dia tidak bisa kabur karna saat ini dia ada di lift dan hanya berdua saja dengan pria itu. Pergerakannya terbatas, tapi dia tetap harus bicara dengan pria itu.

“Sehun-sshi ak-ku tidak mengerti maksudmu membawaku kesini, tapi bisakah kau membiarkanku pergi eoh? Aku tidak me-mengenalmu. Kau ti-tidak boleh—”

Sebisa mungkin Neyna memberanikan diri untuk berbicara dengan pria disampingnya, tapi belum sempat ia merampungkan kalimatnya Sehun sudah menginterupsi dengan menggelengkan kepalanya dan menatapnya tajam penuh intimidasi. Sehun memang tidak mengatakan sepatah katapun kepada gadis cantik itu, tapi tindakannya barusan sudah membuyarkan niat gadis cantik itu untuk sekedar melanjutkan perkataanya.

Skak mat! Neyna benar-benar tidak bisa berkutik. Sehun benar-benar membuatnya kalut saat ini. Suara lift tanda mereka sudah sampai di lantai 20 memecah suasana menegangkan diantara dua insan tersebut. Sehun kembali menyeret Neyna keluar lift menuju apartment nomor 98 yang tidak lain adalah apartment miliknya.

Sehun melepas cengkramannya begitu saja pada gadis yang sedari tadi setia mengikutinya. Bukan gadis itu yang mengikutinya sebenarnya, dialah yang memaksa agar gadis itu mengikutinya dan berakhir di apartmen miliknya saat ini.

Neyna merasa lega pria bernama Sehun itu melepas cengkramannya lagi. Dilihatnya pergelangan tangannya yang memerah akibat perbuatan pria itu. Sehun mencengkramnya terlampau kuat sampai terasa begitu perih saat Neyna memegang pergelangan tangannya.

“Come here” titah Sehun setelah mendudukan dirinya di sofa putih dekat jendela besar apartmentnya.

‘Oh god!Apalagi yang pria ini inginkan?’ keluh Neyna dalam hati. Dia mana mungkin mengeluhkan itu di depan pria sinting di hadapannya sekarang ini.

Neyna menuruti permintaan, perintah lebih tepatnya dari pria bernama Sehun yang sama sekali belum ia kenal itu. Jengah dengan pergerakan lamban gadis itu, Sehun menariknya paksa ke pangkuannya.

Shock itulah yang dirasa Neyna saat ini. Sehun melancarkan aksinya lebih lanjut dengan melingkarkan kedua tangan kekarnya posesif di tubuh mungil gadis yang berhasil mengunci perhatiannya itu.

“Siapa nama lengkapmu hmm?” Belaian lembut melantun di pipi mulus gadis itu karna Sehun membebaskan tangan kirinya dari pelukannya di tubuh Neyna.

“I-im Neyna” jawab gadis di pangkuannya terbata, terlampau nervous karna posisi mereka yang sangat intim, belum lagi tatapan Sehun yang tajam menuntut sekaligus menggoda.

“Nama yang cantik.” puji Sehun sambil mengecup lembut pipi gadis di pangkuannya.

Neyna sekali lagi terkejut dengan tindakan pria tampan itu. Terhitung sudah dua kali pria itu berhasil mencuri kesempatan untuk menciumnya.

“Kau tidak penasaran denganku hmm?” Tanya Sehun seduktif dengan suara beratnya.

“A-aku pena-nasaran. Siapa kau?U-untuk apa kau membawaku kemari?”

“Aku Oh Sehun, kau kemari untuk melayaniku”

“A-apa maksudmu Se-sehun-sshi?”

“Kau kekasihku mulai sekarang!Itu artinya mau tidak mau kau harus melayaniku sayang….”Ucap Sehun dingin, begitu menuntut.

Neyna yang didoktrin seperti itu tidak terima dan berusaha meronta dari pangkuan Sehun.Tapi tangan kekar Sehun sigap menghentikan pergerakan gadis yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu, ya… menurutnya.

“Diam!Jangan menolak karna aku benci penolakan!”Bentak Sehun sarkastik.

Bulir-bulir kristal bening sedikit lagi akan meluncur dari mata indah gadis itu. Bagaimana bisa pria yang tidak ia kenal memperlakukannya seperti ini, memperlakukannya seenaknya. Mendoktrin dan mengekangnya posesif bagaikan mainan.

Pria bernama Sehun yang memaksanya menjadi kekasihnya itu memang sangat tampan tapi tetap saja Neyna tidak mengenalnya. Sulit bagi Neyna untuk protes mengenai status barunya saat ini karna Sehun sudah memperingatkan sebelumnya kalau dia benci penolakan. Itu artinya protes dilarang keras baginya.

Sehun sebenarnya juga tidak tahu kenapa dia bisa bertindak senekat ini pada gadis yang tidak dikenalnya itu.  Ia tidak pernah seperti ini sebelumnya pada seorang gadis. Love at first sight adalah hal yang konyol baginya , tapi sepertinya hal yang dia anggap konyol malah menikamnya sekarang.

Entah kenapa Sehun menginginkan Neyna sejak netra tajamnya menangkap sosok cantik itu. Sehun ingin memilikinya saat ini juga dengan caranya. Cara yang nekat dan tidak wajar. Ia bisa saja menggunakan cara baik-baik, tapi ia tidak cukup sabar untuk itu. Cara baik-baik membutuhkan waktu yang lama. Ia takut kalau ada laki-laki lain yang mendahuluinya. Ia bisa kehilangan gadis itu

 

 

Sehun kini menenggelamkan wajahnya di leher gadis di pangkuannya. Menghirup aroma vanilla lembut yang menguar dari tubuh gadis itu yang entah kenapa membuatnya mabuk kepayang. Pria bermarga Oh itu menggesekan hidung mancungnya di sekitar ceruk leher gadis itu yang membuat gadis bermarga Im di pangkuannya tercekat menahan nafasnya.

“Apa pekerjaanmu sayang?” Tanya Sehun seakan tidak memperdulikan kekalutan gadis di pangkuannya tersebut.

“Gu-guru”

Sehun menelisik gadis di pangkuannya itu dengan mata elangnya yang tajam. Mana mungkin ada guru secantik dia. Hah aku tidak bisa tinggal diam!’ Sehun tidak percaya gadis di pangkuannya itu adalah seorang guru.

“Guru apa hmm?”Sehun membelai lembut pipi Neyna dengan jemari panjangnya.

“Ba-bahasa Inggris, A-aku guru Woo Sam High School” balas Neyna mencoba menjelaskan.

“Berhenti dari pekerjaanmu! Aku tidak suka!” Respons Sehun dingin sambil mempoutkan bibirnya.

Mendengar respons Sehun, Neyna hanya bisa menunduk. Ia bergidik ngeri karna larangan bernada dingin yang terkesan sarkastik itu. Ada perasaan tidak suka yang mendesak batinnya. Neyna baru saja bekerja setahun lalu dan harus berhenti karna permintaan pria asing yang baru dikenalnya. Oh, no!dia tidak sudi!

Larangan pria itu sudah keterlaluan menurutnya dan bagimanapun caranya dia harus protes. Neyna memberanikan diri mendongakan kepalanya, menatap pria di hadapannya itu bersiap melancarkan aksi protesnya.

Tapi apa yang dia lihat sekarang huh?. Pria di hadapannya itu kini tengah mempoutkan bibirnya. Ekspresinya berubah seratus delapan puluh derajat. ‘Kemana ekspresi dingin yang selalu ia tampilkan? Apa pria itu sedang merajuk padanya saat ini eoh?’. Sejumlah pertayaan melintas di benak gadis cantik itu. Ia heran dengan pria itu.

Pria di hadapannya saat ini sungguh aneh, dia bisa bersikap dingin dan otoriter tapi bisa berubah manja bagaikan anak umur lima tahun yang menggemaskan. Aneh, benar-benar aneh! ‘Apa pria ini berkepribadian ganda huh?’ prasangka tentang pria itu menguasai benak Neyna. Kalau begini caranya dia harus cari cara lain. Dia akan protes dengan cara yang halus, mungkin saja kan pria ini mau menurutinya.

“Be-begini Se-sehun-sshi aku baru mulai bekerja, aku tidak mungkin berhenti begitu saja.” Ucap Neyna terbata mencoba menjelaskan keadannya sekaligus menenangkan rajukan pria di hadapannya itu.

“Kau kekasihku, aku tidak suka kalau murid laki-laki di sekolahmu menggodamu. Belum lagi guru laki-laki yang setidaknya ada delapan orang. No, I hate it!”

“Please Sehun-sshi… I’m just working, teaching there.”

Neyna sebenarnya agak sebal dengan larangan-larangan kekasih barunya itu, tapi dia tidak mau terbawa emosi karna dia tahu akan fatal jadinya kalau itu terjadi. Sehun, pria otoriter itu akan melakukan tindakan nekat lainnya yang terlalu mengerikan untuk dibayangkan olehnya.

Sehun mendecak sebal sebelum merespons ucapan gadisnya itu.”Aku bisa memberikan semua fasilitas yang kau butuhkan sayang. Tanpa.kau.harus.bekerja!” Balas sehun tajam penuh penekanan di kalimat terakhir.

“A-aku tahu, ta-tapi profesiku sekarang adalah impianku Sehun-sshi.” Neyna tentu tahu bahwa pria bernama Sehun itu bisa saja membiayai kehidupannya. Dilhat dari mobil mewah yang dikendarai pria itu bahkan apartment yang ditinggalinya yang tidak bisa dikategorikan biasa.

Pria bermarga Oh itu pasti bukan orang sembarangan, tapi tetap saja dia harus mempertahankan profesinya. Neyna tidak boleh membiarkan pria itu menang lagi kali ini. Belum sampai dua puluh empat jam pria itu menculik dan memaksanya menjadi kekasihnya, tapi pria itu sudah kelewat mendominasi kehidupannya.

Sehun nampak tidak suka dengan kenyataan bahwa saat ini gadisnya sedang mencoba membantah perintahnya. Terlihat dari kilatan amarah yang terpancar dari mata elangnya dan rahang tegasnya yang mengeras. Neyna menundukan kepalanya melihat ekspresi Sehun. Ia takut.

Sehun mencoba menetralkan amarahnya, mengehembuskan nafasnya kasar. Ia menyentuh dagu gadis cantik di pangkuannya itu dengan tangan besarnya, mendongakannya, dan memaksanya  menatap wajahnya. Sehun kini bisa menatap wajah gadis cantik itu dengan jelas.

Cantik. Gadisnya sangat cantik. Kulit putih pucat, wajah mungil, mata besar bak boneka yang begitu teduh dengan bulu mata yang lentik, hidung mancung, serta bibir mungil yang ranum membuat Sehun betah berlama-lama memandangi wajah gadis itu.

“Dengar baik-baik! Aku akan memberikanmu tiga permintaan. Kau bisa meminta apapun dariku. Tapi—-

.

.

.

jangan pernah memintaku meninggalkanmu. Itu artinya kau tidak akan pernah bisa putus dariku!”

——- Closer——-

Ellui Club masih meriah karna birthday party yang diadakan Chanyeol belum selesai. Dia memang menyewa Club itu sampai jam dua belas malam. Ini saja baru jam setengah sepuluh. Baru satu setengah jam sejak pestanya dimulai dan setengah jam lamanya terhitung setelah peristiwa penculikan yang dilakukan sahabat sekaligus bosnya, Oh Sehun.

Dia jelas khawatir dengan keadaan bosnya itu tapi dia jauh lebih khawatir dengan keadaan Neyna, sahabat tunangannya yang sudah seperti adik perempuan baginya itu. Bagaimana bisa bosnya itu begitu liar dan gegabah seperti itu.

Menculik bukanlah tindakan sepele, itu tindakan kriminal yang akan membuatnya mendekam di penjara setidaknya lima tahun. Tapi ada perasaan senang karna akhirnya bosnya itu tersihir oleh seorang gadis baik-baik seperti Neyna, bukan gadis penghibur yang biasa bersamanya.

Tapi sepertinya tunangannya, Hyera masih merasa khwatir akan tindakan penculikan Sehun pada Neyna. Terbukti dari puluhan pertanyaan yang diajukannya berulang-ulang tentang kabar Neyna kepada Chanyeol.

“Oppa, Neyna baik-baik saja kan?”

Chanyeol yang ditanya pertanyaan yang sama dari tadi berusaha menenangkan gadisnya itu. Dia memeluk Hyera erat dan mengecup bibir gadisnya lembut.

“Ssst stop it Hyera-ya. Neyna pasti baik-baik saja.”

“Kau yakin Oppa?”

“Sangat.” Chanyeol tidak yakin kalau Neyna akan baik-baik saja sebenarnya. Dia sangat mengenal Sehun. Bossnya itu orang yang nekat. Sangat. Dia hanya ingin menenangkan Hyera. Mungkin saja kan perkataannya benar kalau Neyna baik-baik saja?. Yaa.. mungkin saja. Chanyeol berharap demikian.

“Hyera-ya for now on, just calm down and have fun hmm…. today is my birthday honey.”

Hyera hanya merespons dengan anggukan. Setelahnya Chanyeol lebih mengeratkan pelukannya di tubuh Hyera dan beralih ke leher jenjang tunangannya itu, mengecupinya lembut. Desahan kecil lolos begitu saja dari bibir mungil Hyera membuat si pelaku semakin terpancing untuk melakukan lebih.

Chanyeol nampak tidak perduli dengan tamu-tamunya, kegiatannya bersama Hyera saat ini lebih penting baginya.Tindakannya ini wajar kan? Tentu, iya baginya karna Hyera tunangannya dan come on! Ini di Club.

“Oppa let’s dance there” Ajak Hyera di tengah kegiatan mereka.

Chanyeol langsung menghentikan pergerakannya di leher jenjang Hyera saat mendengar ajakan tunangannya itu. Dia bukannya sudah pernah bilang bahwa dia tidak pandai menari.

“Hyera-ya aku tidak mau. Lagipula bukankah kau sudah tau kalau aku tidak pandai menari eohh?”

“Aku tau, tapi aku ingin menari bersamamu Oppa seperti mereka.” Tunjuk Neyna kearah sekumpulan orang yang tengah asik menari di Hall Club.

“Ti—“ Belum sempat Chanyeol merampungkan kalimatnya Hyera langsung membungkam bibir Chanyeol dengan telapak tanganya.

“Oppa kalau kau tidak menurut, aku akan menari dengan pria lain! Boleh kan?”

Chanyeol langsung melepas dekapan tangan Hyera di bibirnya, tidak terima dengan perkataan tunangannya barusan.

“Tidak boleh. Kau itu tunanganku mana bo—“ Hyera sekali lagi memotong ucapan Chanyeol dan langsung menyeretnya ke Hall Club.

——- Closer——-

Apa aku tidak salah dengar?’

 

’Apa pria ini bergurau?’

 

Sekelebat pertanyaan mengenai ucapan Sehun memenuhi pikiran Neyna. Entah harus senang atau sedih dengan ucapan yang baru saja dilontarkan pria itu, ia bingung. Sehun, pria dingin yang otoriter yang tak terbantahkan itu memberinya tiga permintaan. Oh benar-benar keajaiban! Seperti oasis di padang pasir. Tapi… kalimat terakhir pria itu yang menggantung membuatnya tercekat.

“Kenapa kau diam saja sayang?.” Tanya Sehun membuyarkan lamunan gadisnya.

Neyna langsung mengerjapkan matanya, mengedarkan fokusnya ke kekasih barunya itu. Neyna masih terdiam membuat Sehun berdecak sebal.

“Kau tidak suka dengan tawaranku hmm?”

Neyna menggelengkan kepalanya merespons pertanyaan Sehun.

“A-aku menerima tawaranmu Se-sehun-sshi.”

Entah keberanian dari mana gadis cantik itu nekat menerima tawaran pria sinting yang menjadi kekasih barunya itu. Dia sadar resiko apa yang menantinya. Tidak akan pernah putus dari pria bermarga Oh itu menjadi resiko terberatnya.

Gadis itu berfikir bahwa kalau ia menolak tawaran pria itu, ia akan kehilangan tiga permintaannya dan harus berakhir dengan resiko terberatnya saja. Resiko menjadi kekasih pria itu yang tidak bisa dihindari.

Neyna tidak mengharapkan harta atau apapun yang berbau materi dari pria itu. Dia hanya ingin haknya. Salah satunya, haknya untuk terus bekerja. Dia akan meminta itu kepada Sehun.

“Good”Sehun menyeringai puas.

“Se-Sehun-sshi aku ingin tetap bekerja. Itu permintaan pertamaku.Please…” Mohon Neyna terbata-bata.

Sehun menaikan sebelah alisnya, menimang permintaan pertama gadisnya. Gadis ini benar-benar bersikeras mempertahankan pekerjaanya rupanya’ pikirnya. Sehun menganggukkan kepalanya tanda ia meyetujui permintaan pertama gadisnya itu setelahnya.

Lega. Itulah yang Neyna rasakan mengetahui bahwa permintaannya disetujui pria otoriter itu. Tapi belum sempat Neyna menuntaskan perasaan leganya, Sehun sudah melingkarkan kedua tangan kekarnya di tubuhnya. Sehun menyandarkan kepalanya ke bahu gadisnya dan memeluk tubuh mungil itu begitu erat.

“Iam hungry. Can you cook for me?” Ucap Sehun manja, masih memeluk gadisnya itu.

“Ye-yes, but let go of me first.” Pinta Neyna karna tidak tahan akan pelukan Sehun yang menyiksanya. Pelukan yang begitu erat dan sesak baginya.

Sehun melepaskan pelukannya, membebaskan gadis itu dari pangkuannya. Gadis cantik itupun kini berdiri menghadap kearahnya. Sehun bangun dan menuntun tangan gadisnya menuju ke dapur.

Dapur Sehun sangat luas dan bersih dengan dominasi warna putih dan coklat dilengkapi dengan peralatan dapur yang lengkap. Tidak hanya itu, konter bar yang memajang beberapa wine mahal milik pria itupun ada. Luar biasa. Neyna takjub melihat itu semua.

Neyna melangkahkan kakinya kearah kulkas dan membukanya. Hanya ada daging, keju, susu, beberapa bungkus spageti instan dan air mineral. Isi kulkas dengan peralatan dapur sungguh berbanding terbalik.

Ia heran apa pria itu tidak pernah memasak. Ada rasa miris di benak Neyna seketika itu, tapi ia segera menepisnya. Ia tidak boleh merasa kasihan pada pria sinting itu. Tidak! Tidak boleh!

Gadis itu menggelengkan kepalanya, menepis segala perasaannya pada pria itu, dan mulai menyalakan kompor untuk memasak. Ia memasak menggunakan bahan-bahan seadanya itu, spageti dengan daging dan keju. Ia memasak dengan lihai, mengingat memasak adalah salah satu keahliannya.

——- Closer——-

Tatapan tajam berpusat ke satu titik, pada gadis cantik yang telah ia klaim sebagai kekasihnya. Sehun memperhatikan gadisnya itu lamat-lamat. Gadis yang diculiknya. Gadis yang telah menyedot seluruh atensinya itu tengah memasak untuknya. Ia duduk di kursi konter bar. Memperhatikan gerak-gerik gadisnya itu.

 

Shit!

Ia baru menyadari bahwa gadisnya itu mengenakan pakaian yang sangat minim. Pakaian yang mengekspos bahu putih gadis itu dan….

‘what the hell is that?’

Fokusnya turun ke bagian bawah tubuh gadis itu. Bagian rok dari dress yang dikenakan gadisnya benar-benar pendek. Belum lagi dengan belahan sekitar lima senti yang begitu ketat menampilkan lekukan bokong sintal gadis itu, membuat pria dingin itu meneguk salivanya.

Gadis cantik itu tentu tidak menyadari bahwa ada sepasang mata tajam yang tengah memandanginya nafsu saat ini. Gadis itu terlau sibuk dengan masakannya yang baru selesai ia buat. Ia mengambil piring dan memindahkan masakannya kesana. Ia membawa hasil masakannya ke pria dingin yang telah resmi menjadi kekasihnya itu.

Pria itu menatap gadisnya sebentar dan langsung menyantap makanannya. Enak. Itulah hal yang pertama kali melintas di benaknya saat merasakan masakan gadisnya itu. Ternyata dia pandai memasak. Perfect!pikirnya.

Neyna memandangi pria di hadapannya dengan seksama. Sehun memakan masakannya dengan lahap. ‘Apa seenak itu eoh?’  gumamnya dalam hati.

Minum. Oh….Dia lupa menyiapkannya. Neyna melangkahkan kakinya menuju kulkas, mengambil air mineral di dalamnya, dan menuangkannya ke dalam gelas. Ia terdiam sejenak sampai ia teringat sesuatu. ‘Jam berapa sekarang?Aku harus pulang.’

Neyna melangkahkan kakinya menuju konter bar. Ia memberikan segelas air putih itu kepada pria tampan di hadapannya. Pria itupun meminumnya. Memuaskan dahaganya akibat masakan gadis cantiknya. Belum sempat pria itu menghabiskan minumannya, gadis di hadapannya menginterupsi.

“Sehun-sshi aku rasa aku harus pulang sekarang.”

“No” Sehun berteriak murka saat mendengar ucapan gadisnya. Ia melempar gelas yang ia pegang, membantingnya ke dinding. Suara teriakan pria itu begitu memekakan telinga sama halnya dengan suara gelas yang ia banting. Gelas itu hancur berkeping-keping.

 

Neyna terkejut. Sangat. Pria dingin itu murka. Karnanya.Dia telah membangunkan sisi gelap pria itu. Monster di dalam tubuh pria itu tengah menguasai raga tampannya saat ini.

Sehun begitu mengerikan. Ia takut. Ia harus lari. Ia memundurkan kakinya berusaha menghindari pria itu. Baru beberapa langkah, pria itu sudah lebih dulu menangkapnya. Sehun menangkap tubuh mungil gadisnya itu dari belakang, mengeksekusi, dan merengkuhnya kuat-kuat.

Ia mencengkram kedua tangan gadisnya, lalu membelitkannya di punggung gadis itu dengan sebelah tangan kekarnya. Tindakannya itu sontak menghentikan pergerakan gadis cantiknya. Belum cukup, Sehun memegang dagu gadisnya dengan tangan satunya dan mengarahkannya agar menoleh sedikit kearahnya.

“Berani-beraninya kau meminta pulang huh?” Geram Sehun di telinga Neyna, membuat gadis itu membelalakan matanya panik bukan main.

Sehun melepaskan cengkramannya yang membelit kedua tangan gadis itu. Tangan kekar pria itu beralih mencekal salah satu tangan gadisnya, lalu menyeretnya kasar. Ia  mendorong tubuh gadisnya sampai tubuh mungil itu membentur dinding.

“Akh…” Terdengar ringisan yang lolos begitu saja dari bibir korbannya. Ia menyudutkan gadis cantiknya, membuat gadis itu tidak bisa kabur sama sekali. Matanya berkilat marah menatap gadisnya yang tersudut itu.

“Jangan pernah berfikiran pergi dariku! You are mine now. You must stay with me. Here!”

Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah gadis di hadapannya setelah mengucapkan kalimatnya. Ia tersenyum menyeringai sebentar lalu mencium paksa bibir gadis itu. Neyna refleks membelalakan mata indahnnya, ia meronta di kungkungan Sehun.

Neyna memukul –mukulkan tangannya ke dada bidang Sehun, tapi pria itu tidak bergeming. Merasa terganggu, Sehun meraih tangan mungil gadisnya, menempatkannya di atas kepala gadis itu, dan lagi-lagi mencengkarmnya kuat dengan salah satu tangan kekarnya. Ia semakin memperdalam ciumannya ke bibir gadisnya. Melumatnya kasar tanpa memperdulikan air mata yang kini sudah membanjiri wajah cantik gadisnya itu.

“Hhmpph…” Ciuman panas sepihak penuh paksaan itu semakin menuntut, teriakan yang dilontarkan gadis itu teredam oleh tangisan tertahannya. Sehun belum juga melepaskan tautannya di bibir gadis cantiknya itu. Ia terus melumat kasar bibir gadisnya.

Sehun baru menghentikan ciumannya saat ia merasakan bulir-bulir air mata kian deras menyentuh permukaan kulit wajahnya. Air mata gadisnya. Damn! Ia  melihat keadaan bibir gadisnya yang sudah bengkak akibat perbuatannya.

Dengan nafas tersenggal gadis cantik itu berusaha menghirup oksigen yang baru ia rasakan lagi itu dengan rakus. Dadanya naik turun, Sehun memperhatikan itu dengan tatapan memuja. Ia tergoda. Ekspresi gadisnya itu sangat seksi baginya.

 

Sehun kini beralih ke leher putih gadisnya. Dress dengan bahu terbuka yang dikenakan gadis itu mempermudah Sehun melancarkan aksinya. Ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher gadisnya, menghirup wangi vanila yang menguar dari tubuh mungil itu. Wangi yang ia idam-idamkan. Ia menghembuskan hangatnya di leher gadisnya, mengecup setiap inci kulit putih itu, menjilat, menghisap dan mengigit-gigitnya kasar.

“Aaah…” Lenguhan gadis cantik itupun lolos dengan sempurna dari bibir mungilnya. Membuat ia merutuki tindakannya barusan. Ia tidak tahan. Ini pengalaman pertamanya dan Sehunlah pelakunya. Sehun yang mendengar lenguhan gadisnya itu semakin terangsang. Ia semakin gencar mengecupi, melumat dan mengigit-gigit kasar leher putih gadisnya.

Tanda kepemilikan sudah menghiasi leher gadis itu. Bercak berwarna merah keunguan mewarnai leher putihnya, begitu kontras dengan kulitnya yang seputih susu.

“It hurts.. Akh.. Aaah.. Stop..it” Perih. Begitu perih di bagian sana. Susah payah Neyna berusaha menghentikan serangan Sehun. Tapi sayangnya pria itu menulikan telinganya, pria itu sudah kepalang tenggelam dengan nafsunya. Ia tidak bisa berhenti begitu saja. Terbukti dari serangan yang di lancarkannya di sisi lain leher gadis itu, membuat air mata lagi-lagi lolos dari mata indahnya.

Sehun begitu kasar, ia dikuasai amarah dan nafsu saat ini. Gadis cantik itu sudah lemas dan tidak berdaya karnanya. Terlihat dari tubuh mungil itu yang hampir merosot. Sehun menghentikan sebentar kegiatannya di leher gadis cantik itu. Menatap gadisnya tajam, mengintimidasi.

“I won’t let you go for tonight.” Ia mengucapkannya dengan suara beratnya  dengan nafsu yang masih membara. Ia menggendong tubuh gadis cantiknya itu setelahnya, membawa tubuh mungil itu menuju ke kamarnya. Gadis itu sudah tidak berdaya, ia hanya bisa pasrah ketika lengan kekar itu membawa tubuhnya.

Sehun memasuki kamarnya dengan gadis mungil yang masih berada di gendongannya. Ia menjatuhkan tubuh gadis cantik itu di atas kasur king sizenya. Menindih tubuh mungil itu setelahnya. Mencengkram kedua tangan gadis itu dan menempatkannya di sisi kepala gadisnya.

“Lepaskan aku…lepaskan!” gadis cantik itu memberontak lagi dan lagi di tengah ketidakberdayaanya. Sayangnya, Sehun selalu sigap menghentikan segala pemberontakan gadis di bawah kungkungannya itu. Tatapan Sehun begitu kelam, matanya menatap gadisnya bengis. Benar- benar mengerikan.

“Are you a virgin?” tanya Sehun lekat pada gadisnya.

“Ye-yes. Wha-what do you want?”

“I want it then!”

Neyna membulatkkan matanya mendengar pernyataan Sehun. No! Sehun bukan suaminya. Ia tidak mau melepas keperawanannya untuk pria sinting itu. Neyna menggelengkan kepalanya, ia berusaha menggerakan tubuhnya di bawah kungkungan pria itu. Tapi usahanya percuma, nihil. Sehun mengurungnya begitu kuat, pria itu mengunci pergerakannya dengan sangat sempurna.

Pria itu tidak tinggal diam ia semakin mengeratkan cengkramannya di kedua tangan gadisnya. Sehun mengalihkan perhatiannya, menatap bagian dada gadisnya yang sedikit terekspos. Sehun memperhatikan dada penuh dan besar gadisnya itu, sungguh berbanding terbalik dengan tubuh mungilnya. Sehun menampilkan seringainnya.  Ia mensejajarkan kepalanya di dada gadisnya, menurunkan ciumannya ke permukaan dada gadis itu yang terekspos.

Salah satu tangan kekar pria itu bermain nakal di kaki mulus gadis cantiknya, mengelus kaki mulus itu dengan jemari besarnya. Lama kelamaan elusan itu mengarah ke paha gadis cantiknya itu. Gadis cantiknya itupun melantunkan desahan yang begitu menggiurkan baginya.

“Aa-aah….” Desahan lagi lagi lolos dari bibir gadis cantik itu. Ia tidak boleh terbawa permainan pria itu. Tidak boleh.

Gerakan tangan Sehun semakin keatas, merajai paha gadis cantiknya itu. Tapi belum sempat jemari besarnya mengarah ke pangkal paha gadisnya, gadis cantik di bawah kungkungannya  itu lagi-lagi menginterupsi, memohon padanya untuk menghentikan tindakannya.

“Se-sehun-sshi… Please sto-stop it.” Mohon gadis cantik itu dengan nafasnya yang tersenggal. Sehun tidak perduli dengan permohonan gadisnya. Ia tidak perduli dengan tubuh gadis cantik itu yang bergetar hebat karna ketakutannya. Ia tidak perduli. Ia masih asik dengan kegiatannya. Ia ingin gadis itu menjadi miliknya malam ini.

‘What I want now is you. You are mine. I don’t care with everything, even you hate me.

 

I don’t care with it!’

Neyna terjebak sepenuhnya. Otaknya serasa membeku untuk berfikir. Ia harus menghentikan ini semua. Ingatan tentang tiga permintaan yang diberika pria itu muncul seketika. Ia harus gunakan itu untuk mempertahankan keperawanannya dari Oh Sehun.

“Don’t take m-my virginity please….I-itu permintaan ke-keduaku, please …please” Gadis itu mengucapkan kata demi kata dengan susah payah berharap lawan bicaranya mendengarkan. Dan benar saja, Sehun menhentikan kegiatannya. Ia mensejajarkan pandangannya ke arah gadis di bawah kungkungannya dan menggeram setelahnya. Damn! Senjata makan tuan. Ia tidak menyangka tawaran yang ia berikan ke gadis itu akan begini jadinya. Gadis itu benar-benar!

“Kenapa kau begitu gegabah huh? Ini masih awal, manfaatkan permintaanmu dengan baik sayang… Minta yang lain saja!” Respons pria itu frustasi. Ia mengacak rambutnya dan menghembuskan nafasnya kasar.

“Ka-kau sudah berjanji Se-sehun-sshi” ucap Neyna mengingatkan pria itu.

Shit!Baiklah.” balas Sehun terpaksa. Ia sudah berjanji. Baru kali ini Sehun taat aturan. Takluk dengan seorang gadis. Neyna berhasil membuatnya tidak berdaya.

Ditatapnya gadis di bawahnya yang tengah tersenyum lega. Pria itu bisa melihat dengan jelas kelegaan yang muncul dari wajah cantiknya. Dan ia baru menyadari akan sesuatu…

Gadisnya tersenyum. Tersenyum untuk pertama kakinya. Lesung pipi yang tersembunyi di balik wajah cantik itu terpampang jelas. Cantik. Ia seakan tersihir oleh senyuman indah gadisnya. Detak jantungnya berdetak tidak stabil, berdegup begitu kencang. Ada perasaan aneh yang menjalari tubuh pria itu. Perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Sehun melepas kungkungan gadis di bawahnya, berusaha menyudahi kebingungan yang hinggap dibenaknya. Ia menidurkan dirinya di samping tubuh gadisnya. Mendekapnya erat dan posesif. Menyisakan keterkejutan pada diri gadis di pelukannya.

“Sleep with me tonight. Just sleep. I promise”Ucap pria itu lirih pada gadisnya.

Neyna hanya diam mendengar permintaan pria itu. Lebih baik ia menurut kali ini. Ia takut Sehun murka lagi. Lagipula, pria itu sudah berjanji kan bahwa mereka hanya tidur. Tidak lebih. Dilihatnya wajah tampan Sehun yang kini terpejam. Pria itu benar-benar tampan, tapi sayang dia begitu sinting dan sadis.

Sehun memejamkan matanya sejak merampungkan kalimat terakhirnya itu. Lelah,bingung, dan senang. Perasaan itu bertalu-talu di benaknya. Banyak peristiwa yang terjadi malam ini. Begitu singkat tapi mampu mengubah segalanya.

Di dekapannya kini ada gadis cantik yang menemaninya. Bukan gadis penghibur seperti biasanya, tapi kekasihnya. Kekasih yang belum pernah ia miliki sebelumnya karna kekolotannya akan cinta. Ia tidak percaya akan adanya cinta sebelumnya. Sampai gadis cantik di dekapannya itu mengenalkan apa itu cinta…

TBC

 

 

Hallo, aku mau ngucapin makasih nih buat kalian yang udah mau baca ff aku. Aku seneng banget pas baca komen-komen dari kalian. Aku baca semuanya loh hehe… Oh.. ya maaf ya aku baru update sekarang. Kira-kira aku bakal update ffku sekitar seminggu atau bahkan dua minggu setelah aku update ffku sebelumnya yaa ^^

Soalnya, kesibukan kuliah yang gak memungkinkan dan imajinasi liarku yang terbatas hehe.. Terus di chap1 itu aku minta maaf yaa soalnya banyak typo huhu. .. Dan di chap1 aku sengaja cuma masang foto Sehun aja soalnya aku gak bisa buat poster hehe.. Di chapter ini dan selanjutnya aku cuma ngedit foto Sehun sama Neyna aja huhu tetep gak bisa bikin poster soalnya -_-

 

 

136 thoughts on “Closer (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s