Miracle of love (Chapter 3)

Picture1

Tittle : Miracle of love (chapter 3)

Author : Blue sky

Rating : PG-13

Length : Multichapter

Cast : Park chanyeol, Jung hana(OC) Other cast Kim byul, Xi luhan, & oh sehun

Genre : School life, romance, sad(little), friendship

~MIRACLE OF LOVE~

Annyeonng chagi-ya. Aku merindukanmu”

 

>>>

“cepatlah tumbuh, dan menjadi tanaman yang cantik” gadis kecil berambut kepang dua ini tersenyum sambil menyirami bunga mawar yang belum memekarkan kuncupnya. Rantai kecil mengkilap bergantung di lehernya bertuliskan HANA.

Di lain sisi segerombolan anak laki-laki sedang bermain sepak bola, benda berbentuk bulat ini menggelinding dengan sangat cepat memasuki semak-semak kecil.

YA!! Chan, ambil bolanya”

“Ck, eo arra” anak laki-laki berambut hitam pekat dengan mata yang agak besar ini berlari menuju semak-semak kecil hendak mencari benda berbentuk bulat yang familiar di sebut bola.

“di mana perginya bola tadi?” anak lelaki ini menengok kanan kiri, menunduk dan mencari di antara rerumputan dan bunga-bunga. Hingga ia tersenyum dan mendapatkan benda yang ia cari berada di bawah rerumputan “oh? Ini dia”

jang-ah.. cepatlah ke sini” terdengar suara seseorang anak laki-laki bernama chan ini berbalik dan mendapati seorang gadis kecil dengan kulit putih, rambut hitam pekatnya yang di kepang dua serta memakai dress pink bermotif bunga kecil. Gadis kecil ini mengusap-usap puncak kepala seekor anjing putih “jang-ah.. lihatlah bunga mawarku, sudah tinggi kan?”

“kapan mawarnya mekar? Aku ingin melihat bunganya mekar, pasti cantik. Betulkan jang-ah?” seulas senyum kecil terlukis di bibir mungil gadis kecil ini, “aku akan merawat dan menyiraminya terus sampai bunganya mekar”

Sementara anak lelaki yang bernama chan sedari tadi menatapi si gadis kecil ini dan kemudian ikut tersenyum.

 

>>>

Ontairo, Canada

Downtown luxury apartement

07:10 AM

 

Suara bising menghampiri telinga chanyeol. Ia mengusap-usap matanya dan mengerjap-ngerjap membiaskan diri dengan cahaya, suara bising itu terdengar lagi dan bersumber dari luar pintu apartemennya. “siapa yang bertamu pagi-pagi begini?” chanyeol bangkit dari kasur empuk nyamannya, berdiri dan melakukan senam kecil. Suara bel yang berbunyi tiba-tiba berhenti dan berganti dengan suara dering ponsel, lelaki bertubuh tinggi ini dengan sigap meraih ponselnya dan menekan tombol hijau ~YA!! CHANYEOL !!Cepatlah bangun dan buka pintu sialanmu ini!!~ dengan cepat chanyeol menjauhkan ponsel dari telinganya untuk menyelamatkan pendengarannya.

“eo, tunggu sebentar “ chanyeol membuang ponselnya di atas ranjang “dasar sehun. Untung saja telingaku tidak sampai tuli” sambil mengusap telinga kanannya.

Ia keluar dari kamarnya dan menuruni tangga menuju ruang tengah, ruang apartemen yang bisa di sebut mewah ini terdapat sofa putih yang menghadap pada televisi, karpet bermotif belang zebra, dan sebuah jendela besar yang menghadap pada pemandangan kota Ontairo Canada dengan gorden berwarna abu-abu serta aquarium sedang berisi berbagai macam ikan hias.

Chanyeol melangkahkan kakinya menuju pintu apartemennya dan membuka pintu tersebut, mendapati seorang lelaki berkulit putih dengan tatapan tajamnya yang ia kenali sebagai teman dekatnya OH SEHUN.

sehun memasuki apartemen chanyeol, sementara chanyeol menutup pintu dan mengikuti langkah sehun dari belakang “kau mimpi apa ha? Sampai bunyi bel ratusan kali pun kau tidak dengar!” sehun menduduki sofa “ck, untuk apa kau pagi-pagi ke sini ha?” mata chanyeol masih terlihat sayup dan penampilannya yang masih berantakan dengan rambut menjulang ke sana-sini. Betul-betul pemandangan yang tak enak di lihat.  “aku masih mengantuk kau tahu?”

“ck. aku lapar, apa kau punya makanan?” sehun mengelus-ngelus perutnya yang sedari tadi mengeluarkan suara-suara aneh “APA? Kau datang pagi-pagi begini hanya untuk mencari makanan?”

Sehun mengangguk, sedangkan chanyeol membuang nafasnya dengan kasar tak percaya situasi apa yang dihadapinya pagi ini.

Dengan sigap sehun melompat dari sofa menuju lemari pendingin besar yang berada di dapur apartemen chanyeol. Lelaki berkulit putih layaknya susu ini membuka lemari pendingin, namun ekspresinya seketika berubah “apa-apaan ini” sehun bertolak pinggang menatap isi lemari pendingin “apa anak pengusaha terkaya di korea tak punya makanan di lemari pendingin biar satu pun?”

Chanyeol berbalik menyilangkan tangannya menatap sehun “apa anak nyonya desainer terbaik di korea tak bisa membeli sendiri makanan, eoh?”

sehun menutup lemari pendingin “chingu-ya.. kau teman baikku kan?”
“trus kenapa?”

“belikan aku makanan” sehun merebahkan senyuman berharap chanyeol mengabulkan permintaannya. Sedangkan chanyeol hanya menggeleng sambil menggaruk kepalanya

“YA!! Kau mau temanmu mati kelaparan,eoh?” gerutu sehun

“ck, eo Arra

 

..30 menit kemudian..

Di atas meja ruang tengah telah berhamburan pizza, orange juice & sandwich. Chanyeol dan sehun menduduki sofa putih sambil menonton acara televisi yang disiarkan. sehun melahap sarapan paginya dengan ekspresi bagaikan orang yang tak makan berhari-hari, sementara chanyeol hanya menyeruput minuman orange juice.

“wah.. inilah surga” ujar sehun sambil melahap kembali pizza nya

Chanyeol memutar bola matanya “yah.. karena semua ini aku yang beli”.

“sejak kapan kau jadi sepelit ini, eoh?” ujar sehun dengan ekspresi kesalnya

Chanyeol melemparkan bantal sofa pada sehun, dengan sigap sehun menangkisnya “belilah makanan sendiri dasar bayi” chanyeol menyeruput kembali orange juice nya, membelakangi sehun dan melangkahkan kakinya menuju tangga.

“hei! Apa kau tidak makan?” teriak sehun

Tanpa berbalik pada sehun, chanyeol hanya menggeleng “tidak. Makanlah sendiri” dan kemudian menaiki tangga menuju kamarnya.

Sehun tak percaya kata yang di keluarkan chanyeol, sedetik kemudian lelaki ini tersenyum licik dan menatap lurus makanan di hadapnnya “jinja? Ini betul-betul surga”

 

>>>

Chanyeol memasuki kamarnya dan meletakkan minuman orange juice nya di atas meja computer. Ia kemudian duduk di atas ranjangnya , chanyeol kembali teringat kejadian kemarin yang membuatnya batinnya lumayan shock _chagi-ya.. aku merindukanmu_ dan mengingat lelaki tersebut memeluk tubuh mungil hana. Saking kesalnya Chanyeol menggaruk-garuk kepala hingga rambutnya menjadi acak-acakan “Aish!! Memangnya Siapa dia? Memeluk hana seenaknya”

 

Di lain sisi..

Hana sedang berada di dalam mobil sport Ferrari milik luhan. Ia menatap keluar jendela mobil, melihat luhan yang memasuki café untuk memesan cheese hamburger. Gadis ini beralih menatap jam yang melingkari tangan kirinya -08:00-, tak berselang lama luhan membuka pintu mobil dan memasukinya dengan memegang sebuah kantong berisi cheese hamberger &whitecappucino.

Mian, apa aku lama?”

Hana menggeleng dan tersenyum kecil “Aniyyo. sini makanannya, biar aku yang pegang

Luhan tersenyum dan memberikannya pada hana. Kemudian lelaki ini memegang stir dan bersiap melajukan mobilnya “kita mau ke mana?” Tanya hana

“kita akan pergi ke taman ault park” dengan pasti, luhan melajukan mobilnya menyusuri jalan di ontairo Canada. Ekspresi luhan terlihat sangat bahagia “aku seperti bermimpi jalan-jalan bersama denganmu di Canada” luhan mengajak bicara hana. Hana tersenyum kecil “apa kau senang?”

Luhan mengangguk “tentu saja aku senang, karena bisa bersama dengan yeojachingu ku” lelaki ini memegang puncak kepala hana dan mengacak-acak kecil rambut gadis ini. “Hentikan.. perhatikan jalannya”

eo.. arraseo chagi” sedetik kemudian hana dan luhan tertawa bersama.

 

10 menit kemudian..

Luhan dan hana sampai di tujuan mereka yaitu taman ault park yang berada di ontairo Canada. Luhan segera keluar dari mobil dan berjalan ke pintu mobil sebelahnya, membukakan pintu itu untuk hana. Gadis ini keluar dari mobil sport Ferrari  milik luhan “sini, biar aku yang memegangnya” luhan mengambil sebuah kantong yang berisi cheese hamburger tadi dari tangan hana, memegangnya dengan tangan kirinya.

“ayo, kita ke sana” dengan sigap tangan putih dan kokoh itu menggandeng tangan hana. Gadis ini terkejut dengan wajah merah padam, luhan berjalan sambil menggandeng tangan sang gadis “di sini sepertinya bagus” ujar luhan. mereka menduduki kursi taman, suasana di taman sangat sejuk di pagi hari dengan di penuhi orang-orang yang bersepeda, berlari kecil maupun anak-anak yang sedang bermain.

“uwah.. suasana di Canada memang sangat bagus” ujar luhan. Lelaki ini memberikan cheese burger pada hana “ini makanlah” hana menerima burger itu dan tersenyum pada luhan “eo”

Mereka berdua menikmati makanan dan juga pemandangan di taman ault park Canada.

Tak berselang lama, luhan melirik hana dan kemudian tertawa kecil. Hana bingung melihat luhan yang  tertawa sendiri “kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?” gadis ini mengok kanan kiri. “Aniyy, ada sisa makanan menempel di bibirmu” ujar luhan.

Sontak gadis berkacamata ini terkejut “betulkah? Di mana?” luhan segera membersihkan bibir hana dengan ibu jari tangan kanannya “tak apa-apa, Cuma sedikit” kini wajah hana bertambah merah padam dan ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi kaku.

“a..apa? Cuma sedikit katamu? Terus kenapa kau tertawa?” ujar hana dengan suara yang agak terbata-bata dan mengeluarkan ekspresi agak kesal.

Luhan mencubit pipi gadis ini “apa kau marah? Maafkan aku”

Sementara hana mengelus-ngelus pipinya “aw.. kenapa kau mencubit pipiku?”

Lelaki ini tersenyum lebar dan mencubiti kedua pipi hana “karena kau sangat imut. Apa mau kucubit lebih keras lagi eoh?”

“ahh.. hentikan” hana membalas cubitan pipinya dengan memukul-mukul lengan luhan

aniyy.. aku tidak mau lepaskan, yeojachingu ku memang sangat imut” luhan tertawa kecil dan kemudian melepaskan cubitannya “hehe pipimu jadi merah” lelaki ini menunjuk pipi hana sementara gadis ini mengelus-ngelus kedua pipinya.

“lanjutkan makanmu” gerutu hana. “eo.. Arra”

Hana tersenyum dan seketika ia tertunduk ekspresinya berubah, Gadis ini terdiam seperti tak ada semangat sama sekali. wajahnya menunjukkan ekspresi yang kosong.

>>>

16 willison square, M5T 1E8 (apartement)

Toronto, Canada

Hana’s apartement -10:30AM-

 

Chanyeol menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan tenang. Ia beralih melihat sebuah bel pintu, jari telunjuknya mengarah untuk memencet bel tersebut. Dengan sangat tegang chanyeol memberanikan diri memencet bel tersebut namun ia terherhenti.

“AH! Apa sesulit itu memencet bel eoh?” lelaki ini terlihat seperti orang bodoh memaki jari telunjuknya sendiri. “oke kita coba sekali lagi” chanyeol memasang kuda-kuda, dengan pasti ia memberanikan diri memencet bel untuk kedua kalinya.

Bel pun berbunyi, lelaki ini menunggu respon orang yang berada dalam ruang apartemen nomor 15. Namun sama sekali tak ada jawaban, dan chanyeol menekan bel kedua kalinya. Sama seperti sebelumnya tak ada jawaban sama sekali, lelaki bertubuh tinggi ini pun menekan bel berulang kali dan tetap nihil “apa dia keluar?”

Chanyeol berfikir keras mengingat di mana gadis ini pergi sekarang “ahh.. mungkin dia di perpustakaan kampus” dengan pasti, lelaki ini melangkahkan kakinya menuju lift dan menekan tombol di lantai dasar.

Sekitar beberapa detik saja, ia sudah sampai di lantai dasar dan segera menuju keluar apartemen , namun langkah lelaki ini terhenti menatap ke luar jendela besar yang menghadap tepat di depan jalan besar. Ia mengerutkan keningnya merasa mengenali salah satu di antara dua orang di luar sana, dan kemudian ekspresi chanyeol menjadi terkejut dan matanya terbelalak “hana?”

>>>

Hana dan luhan berada tepat di depan apartemen, yang di tinggali  gadis berkacamata ini. luhan bersandar di mobil sport miliknya “hari ini lumayan menyenangkan”

“eo.. “

“tapi hanya lumayan” hana menatap luhan “maksudmu?”

“lainkali kita jalan-jalan lagi, Arraseo?” luhan mengacungkan jari kelingkingnya “berjanjilah padaku”

Hana membalas acungan jari kelingking luhan dan tersenyum “eo.. arrayo”

Luhan membalas senyuman hana namun dengan sekejap luhan mendekat pada hana dan mendaratkan bibirnya tepat di pipi kanan gadis ini, sementara hana terbelalak dan terkejut merasakan bibir luhan yang menyentuh pipinya. Hanya beberapa detik lelaki ini melepaskan ciumannya di pipi hana. Kemudian beralih mendekatkan bibir mungilnya di telinga gadis ini “aku mencintaimu” bisiknya.

Hana terkejut dan sekarang tubuhnya menjadi kaku tak percaya apa yang di lakukan luhan padanya, sementara di lain sisi seseorang manatap tajam pada hana dan luhan dengan tatapan tajam yang berapi-api.

>>>

 

“hiks.. mana? Di mana?” gadis kecil ini menangis tersedu-sedu sambil menengok kanan kiri dan sesekali menunduk mencari sesuatu. Seorang anak laki-laki melihat gadis ini menangis sendiri dan terlihat kebingungan, anak laki-laki tersebut memutuskan untuk menghampiri si gadis kecil “kau kanapa?” Tanya sang anak laki-laki, sementara si gadis kecil ini mengusap-usap matanya yang sudah penuh dengan air mata “hiks.. kalungku hilang” .

“apa kalungmu jatuh? Di bagian mana?”

“entahlah.. aku rasa bagian sini, tapi aku tidak menemukannya” si gadis kecil terus saja menangis

“aku akan membantumu mencarikannya” anak laki-laki ini mulai mencari kalung milik si gadis kecil ini “bagaimana bentuk kalungmu?”

“rantai putih kecil dan ada tulisan HANA” sementara anak laki-laki ini mengangguk “apa namamu hana?” sang gadis kecil mengangguk “kalau kamu siapa?” si gadis kecil balik bertanya.

dengan mantap anak laki-laki ini menjawab “aku park chanyeol, kau bisa memanggilku channie”

Gomawo channie” si gadis kecil tersenyum “terimakasih untuk apa?”

“karena kau mau membantu mencari kalungku”

Si anak laki-laki tersenyum “aku janji akan menemukan kalungmu”

Senyum lebar terulas di bibir mungil gadis kecil ini “jinja? Gomawoo

 

TO BE CONTINUED

 

Picture1

6 thoughts on “Miracle of love (Chapter 3)

  1. Aduh msh bingung sm Hana-Luhan. Apa disini Luhan penokohannya jd Playboy?😂
    Agak dipanjangin dikit dong Author-nim. Jd kepo berat sm lanjutannya😁
    Ditunggu ya! Fighting!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s