Unconditionally (Chapter 5)

uncondiyionally revisi 1

UNCONDITIONALLY [Chapter 5]

(My Love Grow Together With Time)

Title             :  Unconditionally [chapter 5]

Author          : NuAmaliah

Cast             : -Lee Gakyung        a.k.a Gakyung

-Kim Jong In          a.k.a Jong In (Kai EXO-K)

-Choi Minhwa         a.k.a Minhwa

-Byun Baekhyun      a.k.a Baekhyun (Baekhyun EXO-K)

-Kim Taeha           a.k.a Taeha

-Park Chanyeol       a.k.a Chanyeol (Chanyeol EXO-K)

-Byun Young Ah      a.k.a Young Ah

-Xi Luhan              a.k.a Luhan (Luhan EXO-M)

-Kim HyunKi          a.k.a Hyung Ki

-Kim Joonmyun      a.k.a Suho (Suho EXO K)

Support cast  : Sunjeong

Pairing         : -InKyung,BaekHwa,YeolHa,HanAh,JoonKi

Genre           :  Romance,School life,

Length          : Chapter

Rating          : PG-17

Warning        : Typo dimana-dimana.

Summary       : Fanfic ini mengisahkan tentang gaya pacaran ala anak remaja yang berbeda beda tapi tetep romantis kokk

 

Chapter 5

 

Selepas ulang tahun Taeha,mereka semuapun meninggalkan lokasi pesta kecuali Gakyung. Yeoja ini terpaksa pulang sendiri karena Jong In yang tak bisa mengantarnya pulang. Hal itu disebabkan oleh kegiatan Jong In yang sangat padat akhir-akhir ini. Namun Gakyung tak pernah sedikitpun mengeluh jika harus seperti itu. Toh ini semua demi masa depan namja yang dicintainya.

 

“ kau tidak takut pulang selarut ini sendiri Kyung ah ?” kata Taeha sambil menggenggam tangan sepupunya

 

“ Tangyeonajeo,, di sinikan ramai. Aku bisa naik taxi saat pulang nanti” kata yeoja berambut panjang ini kepada sepupunya.

 

“Mmm.. kalau begitu hati-hati nee”

 

“Nee.. “kata Gakyung seraya pergi meninggalkan Taeha

 

Gakyung akhirnya berjalan sendiri menuju halte Bis. Sudah cukup lama ia menunggu di tengah malam yang dingin itu. Sebenarnya dia bisa saja menginap di rumah Taeha. Namun ada desaign yang harus diselesaikan secepatnya,jadi ia memutuskan untuk pulang saja meskipun harus naik Bus. Sementara Jong In,ia tak bisa menghubungi namjanya itu. Gakyung mengerti kalau jam seperti ini Jong In sedang latihan dengan trainee lainnya dan Gakyung tentu tak ingin menjadi egois dengan mengganggu Jong In.

 

Yeoja ini berjalan menelusuri halte ke kiri dan ke kanan. Begitu seterusnya,sampai ada seseorang yang menawarkan tumpangan padanya. Orang ini tidak terlihat begitu asing bagi Gakyung,jadi ia pun menjawab pertanyaan Namja itu dengan ramah.

 

“Agassii.. anda mau ke mana ?”

 

“Nee..nuguseyeo.?” kata Gakyung sambil menajamkan ingatannya tentang namja yang mengajaknya berbicara

 

“Ahh.. Gakyung ssi,aku temannya Jong In kau ingatkan ?”

 

“Nee… Sunjeong ssi ?”

 

“Nee.. naiklah akan ku beri tumpangan”

 

Gakyungpun naik dan duduk di samping kemudi,tanpa ada perasaan ragu sedikitpun. Gakyung dan Sunjeong berbincang seolah mereka sangat akrab. Saat Gakyung memandangi layar handphonenya Sunjeong tampak hawatir dan menerka apa yang tengah dilakukan yeoja di sampingnya itu.

 

“Kau akan menelpon Jong In yahh.?” Kata Sunjeong datar

 

“ Nee.?? Aniya.. aku tidak mungkin menelpon oppa saat ini.”kata Gakyung memandang ke arah layar handphonennya.

 

Perjalanan terasa sangat jauh bagi Gakyung,yeoja ini mulai gelisah dan memutuskan untuk bertanya pada Sunjeong.

 

“Sunjeong ssi.. apa kau tahu jalan ke rumahku ?” kata Gakyung khawatir

 

“Gereom.. kokjeongmaseyeo. Ini kan malam dan jalan gelap itulah sebabnya kau merasa

perjalanan kita lama.”

Gakyung pun percaya dengan apa yang dikatakan Sunjeong. Namun kepanikan Gakyung akhirnya terjawab saat kendaraan itu tiba-tiba melaju dengan cepat saat melewati wilayah rumahnya. Gakyung berusaha berontak namun dengan sekali pukulan saja yeoja inipun tak sadarkan diri.

 

At other place

 

Gakyung merasa tubuhnya yang sakit dan kotor. Saat ia terbangun telah banyak namja yang mengelilinginya. Namja ini tampak berjaga agar dirinya tak dapat pergi. Gakyung meraba sakunya dan menelpon Minhwa. belum sempat Gakyung berbicara ia terpaksa harus menyembunyikan HP nya karena Sunjeong yang langsung datang menghampirinya. Sementara itu Minhwa terus berusaha berkomunikasi dengan Gakyung. Minhwa berusaha menajamkan pendengarannya

 

“ tempat apa ini..? “Gakyung membuang pandangannya dari Namja menjijikkan itu.

 

“Tenang saja.. tdk ada orang yang tahu tempat ini selain aku dan Jong In “Minhwa semakin menajamkan pendengarannya

 

“ini adalah Pabrik tua milik keluarga Jong In” Minhwa segera bertindak setelah mendengar percakapan mereka.

 

++Minhwa part

 

Yeoja ini langsung beranjak dari duduknya dan menelpon Baekhyun

 

“Yaa.. Baekhyun ah, apa kau sudah bertemu Jong In hari ini?” kata Minhwa panik

 

“anii.. Hpnya tidak bisa dihubungi.” Minhwapun tersentak mendengar perkataan itu

 

“yaa Minhwa yaa.. ada sesuatu yang salah.?” Minhwa diam

 

“ MINHWA…!! “ teriak Baekhyun

 

“Baekhyun ah.. aku pikir Gakyung diculik.”

 

“Mwoo.. “Baekhyun kaget

 

“bagaimana kau tahu..? tanya namja ini kemudian

 

“Ia sempat menelponku dan seseorang mengatakan mereka saat itu ada di pabrik tua milik

keluarga Jong In.”Kata Minhwa dengan nada suara yang panik

 

“Minhwayah sekarang tenangkan dirimu,kita hubungi yang lain. Aku yakin Jong In sudah tahu”

 

++Author pov

 

Namja itu semakin marah dan mendorong tubuh Gakyung ke lantai. Gakyung jatuh tersungkur di depan namja itu. Sunjeong semakin marah ketika Gakyung tak juga menatapnya,Kesal..ia kemudian mengambil sebuah botol kaca dan melemparnya botol itu pecah berkeping  dan mengenai permukaan kilit lengan Gakyung.

 

“ Yaa.. Lee Gakyung,kenapa kau menjauhkan tatapanmu dariku hahh ? kau tahu betapa bencinya aku saat kau melakukan itu. Kau itu milikku hanya saja Jong In brensek itu mengambilmu dariku. Kau tahu kau itu hanya bahan taruhan kami dulu. Tapi aku heran kenapa sekarang Jong In malah sangat menyayangimu. Dia memang licik” kata Sunjeong penuh emosi sambil menunjuk-nunjuk yeoja yang tak berdaya di depannya

 

Gakyung menangis saat itu juga dan coba berbicara secara baik-baik pada Sunjeong.

“ Sunjeong ssi.. kau tidak harus melakukan ini kau hanya cukup berbicara baik-baik pada Oppa” kata Gakyung.

 

Kesal dengan tingkah Gakyung Sunjeong akhirnya mengikat Gakyung pada sebuah kursi kayu. Kedua kakinya terikat. Begitupula kedua lengannya

Sunjeong tampak meraba saku dan mengambil HP nya. Ia kemudian menghubungi Jong In. Jong In langsung menjawab telepon itu.

 

“yeoboseo..” suara berat Jong In pun terdengar

 

“Jong In a eoremmaniyaa..” kata namja ini

 

“Nuguseyeo..?”

 

+++Jong In pov

Saat ini aku sibuk latihan entah kenapa Gakyung tak menelfonku untuk memberi semangat. Tidak biasanya Gakyung lupa denga kebiasaan yang selalu ia lakukan. Ku tatap layar HP ku. Tak lama kemudian HP ku berdering, segera ku angkat mungkin saja itu dari Gakyung. Namun anehnya setelah ku jawab telfon itu,yang berbicara adalah seorang namja yang asing bagiku.

 

“yeoboseo..”

 

“Jong In a eoremmaniyaa..” kata namja ini

 

“Nuguseyeo..?” kataku kemudian

 

“Yaa.. aku Sunjeong.”

 

“Sunjeong.??” Aku berfikir cukup berat dan mengingat seorang dengan nama itu.

 

Tak lama setelah ku bergelut dengan fikiranku,aku mendengar teriakan seorang yeoja yang sangat ku kenal. Teriakannya sangat lirih seakan ia tertekan dan ketakutan ‘ OPPAA !!!’ itu teriakan Gakyung. Benar itu yeojaku,aku seketika mengingat Sunjeong. Teman lama ku dua tahun lalu. Dan sekarang aku benar-benar tersadar tentang keadaan yeojaku. aku berusaha berbicara setenang mungkin pada Sunjeong.

 

“Ibaa.. kenapa Gakyung ada bersama mu.?” Kataku

 

“Hahaha.. kau berpura-pura atau kau bodoh Kim Jong In dia sedang bersamaku. Dan kami akan bersenang-senang ?”

 

“Kalau kau menyakitinya kau berurusan dengan ku ?” kataku geram

“Mwoo.. mana mungkin aku menyakiti yeoja yang ku cintai hahh..” katanya meremehkan peringatan dariku

 

“Mwoo…”

 

“Temui aku kalau kau benar-benar menginginkannya…”

 

“OPPA hajimaa.. (Plaakk) “ itu suara Gakyung. Dan mereka memukulnya,aku benar-benar frustasi saat ini. Benar benar kurang ajar namja itu

 

“Sunjeong aa di mana aku harus menemuimu?”

 

“Di tempat kau pertama kali mengajariku menjadi seorang Casanova,tapi ingat kau harus datang sendiri. Kalau aku tahu kau bersama seseorang aku akan membuat Gakyung menjadi milikku selamanya.”

 

“Yaa.. kalau kau menyentuh sehelaipun rambut Gakyung aku akan membuat kematianmu tidak akan mudah..” belum sempat aku menyelesaikan perkataanku tapi keparat itu sudah menutup teleponnya.

 

+++

Setelah menerima telepon dari Sunjeong Jong In langsung berlari menuju mobilnya dan pergi ke tempat dimana Gakyung ada di sana. Ia mengemudikan mobilnya cepat tanpa memperhatikan kendaraan di sekitarnya yang tak henti-hentinya menegur dirinya. Namun Jong In tak lagi memperhatikan hal itu yang menjadi proritas utamanya saat ini adalah Gakyung yeoja yang sangat ia cintai.

 

Sementara itu,Gakyung yang terduduk lemah tak henti-hentinya meneteskan air mata. Dan tak terima dengan perlakuan Sunjeong padanya. Setiap kali Sunjeong bertanya padanya dan ia tak menjawab satu pukulan akan mendarat di pipi mulus yeoja cantik ini. Memang ia sering menerima perlakuan seperti itu dari Jong In,tapi entah kenapa perasaan itu jauh lebih perih daripada perasaannya sebelumnya.

 

Sedangkan Minhwa setelah mendengar kabar itu yeoja ini langsung mendatangi Baekhyun di rumahnya. Merekapun berangkat bersama. Dan menghubungi yang lainnya. Betapa kagetnya Taeha saat mengetahui sepupunya itu dalam keadaan bahaya.Taeha langsung memeluk Chanyeol saat itu juga.

 

“Chanyeol aa.. apa yang akan terjadi pada Gakyung.? Kata Taeha terisak Chanyeol mengeratkan pelukannya pada yeoja ini

“Kwenchana tak akan ada yang terjadi” cahanyeol mengecup puncak kepala Taeha seolah olah ia tak ingin hal yang sama terjadi pada Taeha.

 

Keduanya memutuskan segera berangkat, Taeha tampak sangat ketakutan dan memeluk dirinya sendiri. Bibirnya bergetar menandakan ia ketakutan. Melihat hal itu Chanyeol langsung meraih tangan Taeha dan menggeggamnya tanpa berkata apa-apa memandang ke arah Taehapun tidak,namja ini hanya fokus terhadap kemudinya dan memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa membantu Jong In tanpa mencelakakan Gakyung

 

sementara Young Ah dan Luhan saat ini sedang berdebat satu sama lain. Tentang siapa yang harus tetap tinggal dan siapa yang harus ikut serta.

 

“Luhan ah,, aku akan ikut bersama mu eohh” kata yeong ah mengejar Luhan yang berjalan di depannya

 

“ Andwee..!!” kata Luhan dengan suara yang meninggi.

 

“wee andwe..? Gakyung ii nae chinggu ya Luhan ah.” Kata Young Ah meraih lengan namjanya

 

“ini bahaya Young Ah ya. Kau harus tinggal aku tak ingin kau ikut bersama ku ini terlalu berbahaya mungkin saja bukan hanya Gakyung yang akan mereka sakiti,tapi kau juga.” Suara Luhan kembali meninggi

 

“mideoyeo..!!! aku yakin mereka tidak akan.. Luhan ah. Jebal” Young Ah meneteskan air mata.

 

Tanpa berkata apapun Luhan langsung menarik tengkuk Young Ah dan menarik Young Ah dalam pelukannya. Sebenarnya Luhan tak ingi yeoja ini ikut karena alasan yang sangat jelas. Sementara Young ah ingin ikut karena ia berniat membantu Luhan saat namjanya kesulitan

 

“aku ingin ada di manapun kau ada Luhan ah, aku ingin membantumu walaupn mungkin aku tak bisa.”Merekapun berangkat sesegera mungkin

 

Sementara suho yang juga menerima kabar itu langsung saja mengajak Hyunki. Ia sepenuhnya percaya pada yeoja ini. Bagaimana tidak 5 tahun rasanya cukup untuk belajar bela diri..

 

+++ at Gakyung place

 

“yaa.. neon ara. Sebenarnya kau adalah yeoja yang Jong In jadikan sebagai bonekaku dulu. Tapi entah kenapa ia langsung terpikat dengan yeoja sepertimu. Tapi sekarang tidak masalah. Toh aku bisa saja memilikimu segera jika aku ingin” kata namja ini sambil mencengkram kuat rambut Gakyung

 

“Aniya.. nan oppa mideo” mendengar kata-kata Gakyung Sunjoeong kembali geram dan menampar yeoja ini. Sementara orang-orang di sekitarnya tak satupun yang tampak iba pada Gakyung.mereka hanya berdiri seakan-akan siap untuk membunuh Jong In. Saat mendengar suara mobil jong in, sunjong dan kedua namja tadi pergi dan meninggalkan gakyung yang masih terduduk lemah tanpa alasan yang jelas.

 

Tak lama kemudian Jong In datang. Betapa kegetnya namja ini saat menyaksikan pemandangan di hadapannya, Gakyung tepat berada di depan matanya saat ini dengan kaki yang terikat pada kedua kaki kursi yang didudukinya. Sedangkan kedua tangannya terikat pada bagian belakang bangku dengan kepala yang tertunduk tak berdaya. Jong In seketika merasakan kakinya lemah dan tubuhnya bergetar saat melihat Gakyung dengan keadaannya.

 

“Chagiya…” panggil Jong In lirih. Namun Gakyung tak mendengarnya saat itu

 

“Chagii.. Gakyung ahh” Jong In berjalan menuju arah Gakyung.

 

Kakinya begitu berat. Saat Jong In memanggilnya kembali. Gakyungpun mengangkat kepalanya pelan dan mencari sosok yang memanggilnya. Yeoja ini langsung melihat namja yang tepat berdiri di hadapannya. Ekspresi Jong In kembali berubah saat ia melihat wajah Gakyung yang kotor dan lebam karena pukulan dari tangan Sunjeong.

 

“Chagiya..hhhikss.” Jong In menangis saat itu juga

 

“Opphaa.. hiikss… hikss..”tangis Gakyung saat memandangi Jong In yang berada jauh darinya

 

“Gakyung ahh” tangisan Gakyung seketika berhenti saat mengingat ancaman Sunjeong.

 

“oppa kakkayeojima..”kata Gakyung menggeleng kuat.

 

Belum sempat Jong In mendekat tapi kedua tangannya telah di pegang kuat oleh dua orang namja yang sedari tadi berada di tempat itu.Jong In mencoba berontak dan memukul ke dua nemja itu. Namun Jong In seketika berhenti saat mendengar suara Sunjeong.

 

“hentikan..” kata Sunjeong yang sudah menarik rambut Gakyung.

 

Jong In yang berusaha memberontak pun dipukuli oleh kedua namja yang sedari tadi menahannya. Sementara Gakyung yang menyaksikan hal itu hanya menangis dan memanggil Jong In yang sudah tampak tak berdaya.

Tak cukup sampai di situ,setelah melihat keadaan Jong In yang benar-benar lemah Sunjeong kembali mempermainkan Jong In melalui Gakyung. Atau lebih tepatnya menghukum Jong In melalui yeojanya.

 

“Jong In ah.. kau ingat 2 tahun lalu kau mengajakku ke clab malam. Saat kita kembali kita bertemu yeoja ini kan.? Dan kau memintaku untuk pergi bersamanya malam itu. Dan saat ini aku mewujudkan keinginanmu Jong Inah” kata Sunjeong sambil memegang pipi Gakyung.

 

“jangan sentuh dia sekkiaa !!!” kata Jong In berteriak ke arah Sunjeong. Namun Sunjeong tak menghiraukan Jong In ia malah menarik gaun Gakyung dan merobeknya. Gakyung berteriak saat itu juga memanggil Jong In seolah-olah ia meminta bantuan namja yang ia panggil Oppa itu.

 

“Oppa…” teriak Gakyung pada Jong In

 

“andwee… hajima, jebal” Jong In pun tak segan memhon pada Sunjeong. Namun sayang semuanya telah terjadi, bagian atas tubuh Gakyung hampir terbuka sepenuhnya. Tak ada yang mampu berbuat sesuatu untuk membantu sepasang kekasih ini. Setiap kali Jong In berontak, Sunjeong dengan bebas menyentuh bagian tubuh Gakyung sesuai yang ia inginkan. Gakyung tak berani lagi menatap Jong In saat itu. Hanya air mata yang terus mengalir.

 

Menyaksikan hal itu Jong In terdiam dan mengingat kejadian dua tahun lalu, mungkin ini semua adalah kesalahannya. Dulu ia yang sangat menginginan sujoog berlaku serupa pada Gakyung. Namun saat ini status mereka berbeda . Jong In yang sebelumnya adalah seorang chasanova kini menjadi namja yang hanya menyayangi Gakyung saja.

 

+++flashback

Tak hanya bagian depan club malam yang ramai saat itu, bagian luarnya pun dipenuhi oleh namja yang nampak menunggu sesuatu. Kim Jong In namja yang terkenal sebagai casanova sejati. Tak ada seorang gadispun yang mampu menolak pesonanya. Sementara Sunjeong siswa sma yang baru saja bergabung bersama kelompok casanova yang lainnya.

Malam itu Jong In berniat mengajarkan Sunjeong menjadi seorang casanova. Tepat saja, seorang yeoja berambut panjang dengan dres selutut serta heels meintasi mereka. Jong In kemudian membisik Sunjeong

 

“ yaa imma.. bagaimana kalau yeoja itu. Ia tampaknya cantik. Haha” mereka semuapun tertawa saat itu.

 

“arasseo Jong In ah..kau lihat ini”

 

“Haebwa..” kata Jong In

 

Sunjeong pun berjalan menuju arah Gakyung dan menghalangi langkah yeoja ini. Gakyung tampak kaget saat itu.

 

“kau mau kemana..” kata Sunjeong pada Gakyung

 

“nee.. saya mau pulang, maaf saya sedang terburu-buru” kata Gakyung ketakutan

 

Namun Sunjeong tak membiarkan Gakyung saat itu. Sementara Jong In yang memperhatikan Gakyung sedari tadi merasa iba  terhadap yeoja ini. Saat Sunjeong menarik Gakyung, tiba-tiba saja Gakyung berbalik ke arah Jong In. Kedua mata merekapnun bertemu. Seketika jantung Jong In berdebar memandangi mata Gakyung yang berbinar. Jong In berjalan menuju arah Gakyung dan Sunjeong.

 

“yaa.. ini milikku. Kau pergi sana” Sunjeong merasa tersinggung akan hal itu. Namun jong  In tak menghiraukan hal itu yang ia pandang sedari tadi hanya Gakyung.

 

Jong In menarik tangan Gakyung dan memasukkannya paksa ke dalam mobilnya. Di mobil Gakyung tak sedikitpun berbalik memandang Jong In. Sedari tadi ia hanya menggenggam sabuk pengaman dengan jemari dan bibir yang bergetar. Sementara kim Jong In hanya bergeleng melihat yeoja ini.

 

Beberapa saat kemudian Gakyung memberanikan diri untuk berbicara pada Jong In. Meski dengan suara yang sangat pelan.

 

“Cheoo.. urii eodigaseyeo” tanya Gakyung ketakutan

 

“ menurutmu..” jawab Jong In singkat. Hanya itu yang mereka bicarakan.

 

Setelah beberapa menit mereka kembali terdiam dan tak saling memandang sedikitpun.

Tapi anehnya. Bukan malah membawa Gakyung ke resto atau tempat semacamnya,ia malah memulangkan Gakyung ke rumahnya. Gakyung terheran saat mobil Jong In tiba-tiba berhenti di depan rumahnya

 

“kenapa kita berhenti di sini ?” tanya Gakyung

 

“ wee,ini bukan rumahmu?” kata Jong In kembali bertanya pada Gakyung

 

“anii.. ini benar rumahku.”

 

“baguslah aku kira aku salah jalan.” Canda Jong In

 

Gakyungpun turun dari mobil Jong In, Jong In menurunkan kaca jendela mobilnya dan berbicara pada Gakyung.

 

“Lain kali jangan lewat di depan gedung itu saat kau pulang sendiri” Jong In yang akan melajukan mobilnya tertahan oleh Gakyung

 

“chakkanmannyeo..” Jong In pun menghentikan mobilnya dan memandangi Gakyung

 

“nee,, buseunniriyeo..” kata Jong In seraya senyum pada Gakyung

 

“Kim Jong In ssi,,matjjo ?” tanya Gakyung

 

“nee.. we yeo ?”

 

“Gomaweoyeo.. towajeoseo.” Kata Gakyung tersenyum pada Jong In

 

Jong In seketika terpikat oleh senyuman Gakyung. Dan dari saat itu Jong In selalu mengantar dan menjemput Gakyung dimanapun Gakyung akan pergi. Gakyung juga tampak sangat nyaman ketika bersama Jong In. Gakyung sempat berfikir untuk menerima pernyataan cinta Jong In,karena semua orang mengatakan bahwa Jong In itu berkepribadian yang kasar. Namun karena dukungan dari Taeha sepupunya Gakyung akhirnya bersama Jong In. Meskipun Jong In sebenarnya kasar,namun jelas tergambar jika perasaan sayang Jong In jauh lebih besar dari perasaan Gakyung padanya begitulah awal hubungan mereka

 

+++flashback end

Gakyung selalu mengindarkan kontak mata dengan Jong In. Bukan karena Gakyung tak ingin melihat Jong In saat itu. Hanya saja ia terlalu malu jika harus membiarkan dirinya dilecehkan di depan namjanya sendiri. Jong In tak tahan akan perlakuan Sunjeong pada Gakyung Jong In berteriak saat itu. Dan memukuli semua namja di sekitarnya

 

Tak lama kemudian Baekhyun, Chanyeol, Luhan, Suho, Minhwa dan Hyunki datang dan membantu mereka sementara Young Ah dan Taeha hanya menunggu di dalam mobil dan berharap tak terjadi apapun dengan namja mereka. Bukan hanya yeoja ini yang cemas tapi namja merekapun cemas. Meski terlihat tegar Luhan pun berfikir keras tentang keadaan Young Ah yang ia tinggalkan bersama Taeha,begitu pula dengan Chanyeol meninggalkan Taeha dalam keadaan terisak sangat berat untuknya ditambah lagi taeha yang terus saja mengatakan kalau semua ini adalah kesalahannya. Tapi lebih berat lagi jika ia harus membawa Taeha saat ia harus melawan beberapa namja dalam sana. Jangan kalian fikir jika Baekhyun tak cemas dengan Minhwa. Baekhyun menggenggam tangan Minhwa dengan erat dan menjauhkan Minhwa dari namja yang ada di sana. Bahkan Baekhyun rela dipukuli dengan balok kayu demi melindungi Minhwa. setelah beberapa saat mereka berjuang menyelamatkan Gakyung dan Jong In beberapa namja meninggalkan lokasi itu kecuali Sunjeong yang saat ini telah ditangani oleh hyunki dan Chanyeol. Sementara Baekhyun yang menangkup kedua pipi Minhwapun meminta Minhwa melepas ikatan di tangan dan kaki Gakyung

 

“Baekhyun ah.. mianhae. Karena aku kau”

 

“kwencahana.. mungkin ini memang sakit. Tapi lebih sakit lagi jika aku melihat kau yang merasakannya Minhwa ya”

 

Minhwapun berlari ke arah Gakyung, sementara Jong In yang terus merangkak menuju arah Gakyung ditahan oleh kedua yeoja yang tiba-tiba masuk. Taeha memegang tangan Jong In begitupun Young Ah.

 

“Jong In ah.. sebaiknya kau pulihkan keadaanmu” kata Taeha terisak

 

“nee.. benar Jong In ssi. Kita sebaiknya pergi dari sini segera” kata Young Ah

 

“Pikkyeoo..” Jong In mendorong kedua yeoja ini dan kembali berdiri dan berjalan menuju Gakyung

 

Sementara Minhwa yang berniat melepas ikatan Gakyung tertahan oleh perkataan Gakyung yang membuatnya tersentak

 

“Minhwa yahh.. apa yang kau lakukan?”

 

“Gakyung ah kita harus pergi dari sini”

 

“mwoo..Minhwa yah jangan katakan pada oppa tentang keadaanku seperti ini. Dia pasti akan malu. Eohhh jebal ”kaa gakyung seraya memandangi sekujur tubuhnya

 

“Gakyung ah.. apa maksudmu ? Jong In tak akan malu”

 

“anii.. aku kotor saat ini Minhwa ya.. naega neomu deroweo !!. “ teriak Gakyung

 

“Minhwa terduduk dan menangis begitu pula dengan yang lainnya.

Bahkan para namjapun ikut meneteskan air mata menyaksikan kisah cinta yang begitu berat antara Jong In dan Gakyung. Namja ini tak kuasa melihat lebam yang tergambar jelas di wajah Gakyung tak hanya itu,lengan gakyung serta kakinya penuh luka goresan bekas botol kaca yang dipecahkan Sunjeong. Sementara Jong In yang mendengarkan hal itu langsung berlari dan melepaskan tali yang masih membelenggu Gakyung.

 

“Gakyung ahh.. jjib kaja” kata Jong In saat melepas tali di kaki Gakyung. Ia terlihat seperti orang gila sekarang Namun Jong In terhenti ketika mendengar Gakyung memanggilnya.

 

“Oppaa.. mianhe.” Kata Gakyung sambil memandang kosong ke arah Jong In.

 

Jong In bangkit dan memeluk Gakyung yang sedari tadi menjambak rambutnya sendiri serta menggosok badannya seakan-akan ingin menghilangkan semua bekas sentuhan namja kotor tadi. Gakyung menangis dan berteriak meminta maaf pada Jong In saat itu

 

“Aaaaaaa…!!! oppaaa!! Hiks hiks,,, mianhee… Oppaa jalmuttasseoyeo… mianheee!!” teriakan Gakyung memenuhi ruangan itu. Sementara Jong In hanya memeluk dan mengecup setiap bagian wajah yeojanya itu menandakan bahwa yeojanya tak bersalah.

 

“araa.. kwenchana. Nan neol saranghae kyung aa” Jong In berusaha meyakinkan Gakyung.

 

Sementara yang lainnya yang juga ikut menyaksikan hal itu hanya mampu memandangi mereka. Taeha yang menangis membenamkan kepalanya ke pelukan dada pidang Park canyeol. Luhan yang membelai lembut rambut Young Ah. Baekhyun yang memeluk Minhwa yang terduduk. Serta suho yang memeluk hyunki setelah menyerahkan Sunjeong pada kawan hyunki.

 

Kelelahan Gakyung akhirnya pingsan dalam pelukan namjanya. Luhan dan Chanyeol mendekat ke arah Jong In saat suasana sedikit lebih tenang.

 

“Jong In ah.. sebaiknya kita pergi dari sini” kata Luhan membisik Jong In

 

“mmm majayeo Jong In ah.. kita harus memikirkan kesehatanmu dan Gakyung.

 

“Sebaiknya kalian ke rumah sakit terlebih dahulu”.

Gakyung digendong oleh Chanyeol sementara Taeha mengikut dan bergelayut di lengan namjanya itu tak sedikitpun menunjukkan kecemburuan begitu pula dengan Jong In yang hanya menggenggam tangan yeojanya. Saat tiba di luar merekapun menuju rumah sakit Hyunki yang mengemudikan mobil Jong In saat itu sementara Taeha dan Chanyeol serta Jong In dan Gakyung berangkat dalam satu mobil. Jong In memeluk Gakyung begitu erat saat berada di dalam mobil. Chanyeolpun menggenggam tangan Taeha yang tampak panik

 

Kelima pasangan ini tiba di rumah sakit setelah 30 menit perjalanan. Jong In menggendong Gakyung memasuki ruang ICU. Jong In menolak untuk dirawat sementara ia sendiri terluka ia tak ingin jatuh sakit disaat ia harus menjaga Gakyung. Jong In hanya membersihkan lukanya dan memasangkan perban selain itu ia menolak semua jenis perawatan.

 

Dua jam sudah Gakyung tertidur. Jong In yang tak sabarpun tak henti-hentinya menanyakan kabar yeojanya itu. Jong In menunggui Gakyung malam itu sampai keesokan harinya Gakyung tersadar dan melihat seorang namja di dekatnya. Saat itu juga Gakyung berteriak dan menolak untuk bertemu Jong In. Jong In bertanya mengapa Gakyung bertindak seperti itu padanya. Namun dokter hanya berkata Gakyung masih mengalami trauma.

Oppa Gakyung tiba pagi itu sementara omma Gakyung tak datang karena ia ada di luar negeri mengurusi pameran busana Gakyung yang tertunda. Meski berat hati omma Gakyung pun pergi dengan rasa sedih yang mendalam. Seandainya saja ini bukan untuk masa depan Gakyung omma Gakyung memilih untuk membatalkannya.

 

Jinki akhirnya membawa Gakyung pulang ke rumah. Selama hampir sebulan Gakyung tak masuk sekolah,selama sebulan itu pula Jong In datang ke rumah Gakyung. Begitu pula yang lainnya. Bukan karena Gakyung sakit melainkan ia terlalu malu jika harus bertemu dengan temannya dan seluruh isi sekolah. Terlebih lagi jika ia harus bertemu Jong In,Gakyung terlalu malu mengingat kejadian itu saja Gakyung rasanya ingin mati saja.

 

Hanya Minhwa yang ia biarkan memasuki kamarnya saat itu. Meskipun Jong In setiap hari datang dan ingin bertemu Gakyung namun Gakyung selalu menolak untuk bertemu Jong In

 

“Gakyung ah kau tidak kasihan melihat Jong In,dia bilang dia sangat merindukanmu.”

 

“araa.. nado bogoshippeo. Geunde aku malu Minhwa ya”

 

“wee..ahh mianhee nal ara.”

 

+++ one week later

Jong In yang putus asa kembali mengunjungi rumah Gakyung. Jong In menemuai oppa Gakyung dan berbicara padanya.

 

“Hyung…aku ingin menemui Gakyung. Mungkin ini yang terakhir kalinya aku tahu aku memang mencintai Gakyung tapi aku juga tidak bisa memaksakan jika Gakyung tidak ingin menemui ku hyung” kata Gakyung pada jinki

 

“Eoo.. aku akan menemui Gakyung” jinki berjalan ke kamar Gakyung dan menyampaikan niat Jong In

 

“Gakyung ah,Jong In ada di bawah dan dia ingin menemuimu”

 

“mianhae oppa.. aku tidak bisa” jinki yang kesalpun membentak Gakyung

 

“Wee andwe.. kau bodoh Gakyung ah!! Jangan menjadi yeoja yang munafik akan perasaanmu sendiri. Kau telah menyia-nyiakan Jong In kau tahu katanya ini adalah terakhir kalinya dia menemuimu. Tapi kau tak berniat untuk itu” jinki pun putus asa melihat Gakyung seperti itu. Jinki keluar dari kamar Gakyung dan menutup pintu. Terdengar suara debaman pintu dan seketika membuat Gakyung kaget tersentak..

 

Gakyung berpikir keras. Gakyung tahu kalau ia juga merindukan namjanya sementara Jong In pun pamit dan meninggalkan rumah Gakyung. Sementara Gakyung yang sedari tadi bergelut dalam pikirannya seketika berlari menuju lantai bawah. Betapa kagetnya Gakyung saat tak menemukan Jong In di sana

 

“Jinki oppa.. oppa eodii.”

 

“mianhe Gakyung ia sudah pergi”

 

“mwoo..?

 

Gakyung kaget dan berlari mengejar Jong In yang sudah pergi dengan mobilnya. Namun manik mata Gakyung menangkap bayangan mobil sport merah milik Jong In. Gakyung berlari sekuat tenaga dan meneriaki Jong In meski tak didengar

 

“Oppaa… oppaa” Gakyung berlari sekuat tenaga, namun sayang Gakyung terjatuh tersungkur dan menangis terisak. Sementara Jong In langsung megerem mobilnya ketika melihat bayangan Gakyung yang jatuh melalui pantulan  kaca spionnya.

Jong In berbalik dan turun dari mobilnya. Jong In semakin yakin kalau itu Gakyung saat mendengar panggilan yang selalu dilontarkan Gakyung untuknya.

 

“Gakyung a.. wee yeogi “ kata Jong In memeluk Gakyung

 

“Nan.. oppa bogoshippo” kata Gakyung terisak

 

“nado bigoshippo Gakyung ah”

 

“oppaa.. gajima. Eohh..”Jong In memeluk Gakyung

Keduanya berpandangan dan mempersempit jarak diantara mereka. Jong In mencium bibir Gakyung menunjukkan rasa sayangnya. Gakyungpun memeluk tengkuk Jong In saat itu juga. Gakyung menangis di sela- sela aktivitasnya begitupula dengan Jong In. Jong in pun membawa gakyung ke mobilnya dan tak henti-hentinya memandangi gakyung. Sampai mereka tiba di apartemen Jong In.

 

To be continue

4 thoughts on “Unconditionally (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s