When Our Love Came Suddenly (Chapter 5b)

Picture2

When Our Love Came Suddenly

(chapter 5b)
Main Cast    :Author : Hwang Sung Ji and Xiu Yu Ri

  • Lin Da (OC)
  • Ayu (OC)
  • Kim Joon Myun a.k.a Suho EXO
  • Park Chanyeol a.k.a ChanYeol EXO

Other Cast :

  • All EXO Member
  • Shin Yunra a.k.a Chanyeol ex-yeojachingu

Genre : Happy, Romantic, Friendship, School life, Little Comedy

Length : Chapter

Rating : PG 16

“ Ekhemm…. Ehmmm…. Ayu-ya” Chanyeol menggaruk-garuk tengkuk lehernya dengan canggung. Ayu membalas Chanyeol dengan senyumannnya semanis dan setenang mungkin walau sebenarnya hatinya bertolak belakang seratus delapan puluh derajat dengan senyumannya itu.

“ Kajja, aku akan mengantaranmu pulang.” Chanyeol menggenggam tangan mungil Ayu yang mulai mendingin karena gugup dengan kebaradaannya.

“ Ehhmm… N-Ne” Ayu berusaha menutupi kegugupannya.

(Chapter 5b)

(Author POV)

Chanyeol menatap kagum dengan gadis di sampingnya ini. Senyumnya sedari tadi terus mengembang, dia bersyukur karena Tuhan telah menciptakan gadis seindah Ayu. Chanyeol tak pernah mengalihkan pandangannya dari pahatan wajah cantik milik Ayu. Bibirnya yang mungil mampu membuat hati Chanyeol berdebar hebat saat memandangnya. Chanyeol semakin mengeratkan genggamannya seakan tak mau kehilangan Ayu walau hanya satu detik sekalipun.

“ Chakaman….” Chanyeol menghentikan langkah mereka. Manik mata Ayu membulat saat Chanyeol berjongkok tepat di hadapannya. Senyum haru nan malu terlukis jelas di wajah Ayu saat dia menyadari Chanyeol tengah menalikan tali sepatunya yang sempat lepas.

Chanyeol mendongakkan kepalanya hingga membuat matanya bertemu langsung dengan mata indah Ayu. Cukup lama mereka saling melempar tatapan yang hangat. Ayu meremas blazer seragamnya untuk meredamkan kegugupannya. Semoga saja Chanyeol tak menyadari kegugupannya itu. Chanyeol berdiri lalu tangannya terangkat untuk meraih kepala Ayu.

Ribuan kupu-kupu serasa berterbangan di perut Ayu saat tangan Chanyeol mengusap lembut poni Ayu.

“ Ada daun kering di rambutmu” Jelas Chanyeol dengan suara bassnya. Ayu menggeleng menormalkan degupan jantungnya.

(Chanyeol POV)

Aku mulai melajukan mobilku meninggalkan sekolah. Ku lihat dia terus memandangi ponselnya lalu menengok ke arah jalanan kanan dan kiri. Aku penasaran apa yang dilakukannya, tapi aku berusaha tidak perduli.

“Chanyeol-ah. Maukah kau menemaniku ke Sungai Han? Aku benar-benar ingin pergi kesana, tapi aku tak tau jalannya. Bisakah kau mengajakku kesana?” Ayu memandangiku dengan tatapan penuh harapan. Ck, dasar yeoja. Kalau ada maunya pasti bersikap manis.

“Geurae, kita ke sana!” Aku menganggukan kepalaku. Bisa ku lihat wajahnya yang terlihat bahagia sekarang.

“Aaahh!! Jinjayooo!!! Gumawo Chanyeol-ah!! Jeongmal gumawoyeo!! Aku berhutang padamu!!” dia berteriak histeris sambil menghentakkan kaki-kakinya. Dia terlalu berlebihan, hahaha.

(Author POV)

Suasana damai dirasakan oleh dua orang yang sedang menyusuri pinggiran sungan Han itu. Hanya diam yang mendominasi semenjak kaki-kaki mereka menuruni mobil. Sesekali keduanya saling pandang dan sedetik kemudian membuang muka mereka masing-masing karena canggung.

“Aku mau membeli minuman. Kau mau?” tawar Chanyeol dengan ekpresi datar. Ayu memandanginya aneh dan mengangguk ragu. Chanyeol segera berlari melesat meninggalkan Ayu yang masih berdiri mematung memandang gelagat aneh namja itu.

Ayu tidak ambil pusing dengan sifat Chanyeol yang labil. Sejujurnya dia sudah biasa dengan sikapnya yang terkadang manis dan perhatian, namun dalam satu kedipan mata sifatnya menjadi garang, dan menyebalkan. Ayu hanya bisa menarik nafasnya berat dan membuangnya kasar, dia menggidikkan bahunya.

Kembali dia melangkahkan kakinya yang berbalut sepatu berwarna pink dan ungu itu menyusuri Sungai Han yang hari ini berarus tenang. Dia terus memandangi langkah-langkah kakinya kemudian memandangi langit berwarna biru terang. Di depannya sedang duduk seorang yeoja yang sedang membawa dua es krim di tangannya.

“Ah..kau menunggu seseorang?” Ayu mendekati yeoja itu. Rambutnya lurus panjang dikuncir kuda dengan pita hijau menghiasinya, poni yang menutupi seluruh jidatnya tersapu oleh angin yang berhembus kencang.

“Ne? Ah geurae.” Jawabnya malu-malu. Ayu kemudian duduk di sebelah yeoja itu dan meletakkan tasnya di sampingnya. Ayu membuang nafasnya lega dan menatap yeoja di sampingnya. Lebih tepatnya memandangi yeoja itu dari atas ke bawah.

“Annyeonghaseyeo! Nan Septia Ayu Permatasari imnida. Bangapseumnida!!” Ayu memperkenalkan dirinya dengan semangat yang membara dan senyum ceria. Yeoja itu tersenyum ramah padanya.

“Annyeong, Oh Xiu Ri imnida. Nado, bangapseumnida. Tapi namamu terlalu panjang. Aku harus memanggilmu apa?” yeoja bernama Xiuri itu menggaruk tengkuknya malu. Ayu hanya tertawa menanggapi pertanyaan Xiuri yang bagi Xiuri bahkan tidak ada unsur komedinya sedikit pun.

“Ahaha..mian..mian..aku suka jika orang kebingungan dengan namaku yg panjang. Aku dari Indonesia hihihi. Kau boleh memanggilku Ayu.” Kata gadis itu diselingi tawa yang masih menggelitik perutnya.

“Ahh..pantas saja. Hahaha.” Xiuri tertawa bersama Ayu. Mereka berdua terlarut dengan candaan dan obrolan mereka sampai-sampai Ayu tak sadar jika Chanyeol dari tadi belum kembali.

“Geundae, apa kau sedang menunggu seorang namja? Apa pacarmu?” pertanyaan Ayu membuat Xiuri mengingat orang yang ditunggunya. Senyumnya perlahan mulai menghilang.

“Ne. Tapi, aku menunggu sahabatku. Mungkin sebentar lagi akan datang.” Xiuri tersenyum sambil melihat jam tangan berwarna biru melingkari pergelangan tangan kirinya. Ayu memandang senyuman Xiuri yang terkesan dipaksa.

“Eihh!! Jinja? Hanya sahabat tapi kau menunggu disini dengan setia. Aku tidak yakin dia hanya sahabatmu Xiuri. Kau menyukainya kan?” goda Ayu pada teman barunya itu. Sementara Xiuri hanya tersenyum sambil menutupi semburat pipinya yang memerah. Ayu tertawa melihat kelucuan Xiuri.

“Lebih baik kau pulang Xiuri-ya. Mungkin dia sedang sibuk sehingga tidak bisa memberi tahumu. Sebentar lagi sudah gelap. Lihatlah, es krimmu bahkan sudah mencair.” Ayu menatap khawatir teman barunya. Namun Xiuri tetap bersikukuh untuk menunggunya.

“Ya!! Pabo ya!! Kau kemana saja?? Aku mencarimu!!” teriak seorang namja yang terlihat membawa dua buah kaleng minuman bersoda. Ayu dan Xiuri memandangi namja itu yang tengah tersengal-sengal nafasnya.

“Ah…mianhae. Aku kira kau akan mudah mencariku. Ah kenalkan Xiuri, ini Park Chanyeol.” Ayu berdiri dari tempat duduknya diikuti Xiuri yang lantas membungkukkan tubuhnya ke arah Park Chanyeol.

“Apa ini namjachingumu? Kalian terlihat cocok. Hihihi.” Xiuri membuat mata Ayu terbelalak.

“Ah..aniya..dia bukan..Mmmppffhh” Chanyeol membekap mulut Ayu dengan telapak tangannya yang besar. Ayu meronta-ronta berusaha menarik tangan Chanyeol yang membuat tidak bisa bernafas.

“Ne..Aku  namjachingunya. Mianhae, sepertinya aku harus mengajaknya dia pulang karena dia harus meminum obatnya. Dia sedikit..” Chanyeol memutar telunjuk di samping kepalanya seolah berkata jika Ayu “gila”.

“Mwoya??? Yaa!! Neo!!” Ayu segera ditarik paksa oleh Chanyeol yang masih membekap mulutnya dengan kencang. Sementara Xiuri tertawa melihat kelakuan mereka berdua. Chanyeol segera pamit pada Xiuri dan membawa Ayu bersamanya.

“Xiuri-ya..segera pulang ne!! jangan malam-malam!! Hubungi aku jika kau rindu padaku!!!!!!” Ayu berteriak dari kejauhan sambil melambai-lambaikan tangannya pada teman barunya yang masih mematung di depan tempat duduknya.

“Nee!! Sampai ketemuu!!!” Xiuri juga melambaikan tangannya pada Ayu yang sekarang menjadi pusat perhatian seluruh wisatawan Sungai Han karena sedang ribut dengan *ehm namjachingu jadi-jadiannya.

.

.

.

“Yaa!! Kau ini kenapa sih?? Aku baru saja bertemu teman baru, kenapa kau ganggu!! Aiishhh” Ayu mendengus kesal pada Chanyeol. Tenaganya berkurang karena berusaha memberontak dan melepaskan bekapan Chanyeol di wajahnya.

Chanyeol tidak menjawab ocehan Ayu, dia masih asyik berfantasi di dalam benaknya. Ayu menghentakkan kakinya karena Chanyeol yang bersikap acuh padanya. Dia segera berlari ke arah Chanyeol yang hanya beberapa langkah di depannya. Dengan sekali hentakan, tangan Ayu mendorong kepala Chanyeol ke depan dengan kasar lalu dia berlari sekencang mungkin menjauh dari namja yang mulai bangun dari tidur sadarnya.

“Yaa!! Kau mau kemana?? Ku habisi kau!!! Kembali kesiniii!!!” Chanyeol berteriak dendam sementara orang yang di kejar hanya menjulurkan lidahnya meledek Chanyeol.

“Shireo!! Shireo!! Week!! Meerooongg!!!” Ayu menjulurkan lidahnya dan terus berlari menjauh dari Chanyeol. Chanyeol? Tentu saja tidak diam saja, dia terus mengejar yeoja itu.

Semua mata menatap tingkah dua orang yang tengah bermain kejar tangkap di sepanjang pinggiran Sungai Han. Mereka menunjukkan berbagai macam reaksi. Mulai dari menggelengkan kepalanya, tertawa karena tingkah mereka seperti anak kecil, bahkan ada juga yang sampai mencibir mereka. Namun semua itu tidak dihiraukan dua orang yang menjadi pusat perhatian, mereka terus berlari dan tertawa.

“Aahhh…mianhae..mianhae!! Appo!!!” rintih Ayu ketika kepalanya yang berada di jepitan lengan Chanyeol sedang dijitak berkali-kali oleh si empunya lengan. Dengan geram Chanyeol menjitaki kepala Ayu tanpa ampun. Sementara Ayu hanya bisa berteriak meminta maaf dan merintih ke sakitan.

Setelah merasa puas dendamnya terbalaskan, dia melepaskan kepala yeoja itu. Nafas mereka berdua masih memburu. Chanyeol berkacak pinggang sementara Ayu membungkukkan badannya sambil memegangi dadanya.

“Chanyeol-ah. Aku ingin jujur padamu sesuatu.” nada bicara Ayu menjadi serius. Chanyeol memandangnya heran sambil masih mencoba mengatur nafas.

“Bolehkah aku mengatakan padamu apa yang kurasakan sejujurnya?” Ayu memandangnya malu. Ini baru pertama kalinya bagi Chanyeol mengetahui keseriusan dari yeoja Indonesia itu.

“Emm..katakanlah.” Chanyeol memalingkan wajahnya karena tidak ingin kegugupannya diketahui oleh Ayu.

“Sebenarnya..Aku..Aku rasa..” Ayu menatap mata Chanyeol lekat-lekat, sementara Chanyeol mengerjapkan matanya menunjukkan kepolosan seorang bocah yang ada di dirinya.

“Aku rasa jika…” darah Chanyeol berdesir, keringat dingin yang bercampur dengan keringatnya karena lari tadi kini mulai membasahi seragam Chanyeol untuk kesekian kalinya.

“Aku rasa jika…kau butuh mandi. Karena ketiakmu itu bau sekali Chanyeol!! Haahahahaha” tawa Ayu menggelegar karena berhasil membuat Chanyeol bermandikan keringat dingin.

“Neo jinjja!! Baiklah!! Inii!! Ciuum sepuasmu!!! Haaah!!!” Chanyeol menarik tengkuk Ayu dan mendekatkan wajahnya pada ketiak yang berkeringat itu. Ayu meronta-ronta karena dia tidak bisa bernafas.

Mereka terus saja bercanda sampai tiba-tiba kaki Chanyeol tersandung sebuah ember yang membuatnya terjatuh di lumpur yang kotor. Ayu terkejut melihatnya, ada rasa ingin tertawa namun kasihan ketika melihat sesosok namja yang sangat tinggi kini tersungkur di atas lumpur yang menjijikkan. Namun dia berusaha menahan tawanya.

Tangannya diulurkan pada Chanyeol yang masih terduduk di sana. Bukannya berdiri, dia malah menarik Ayu untuk turut jatuh di atas lumpur-lumpur itu. Tawa bass Chanyeol segera menggelegar ketika melihat yeoja itu juga memiliki nasib yang sama dengannya.

.

.

.

(Lin Da POV)

            Takjub. Itulah yang aku rasakan saat ini. Bagaimana tidak? sebuah rumah yang besar bergaya ala eropa terpampang jelas disepasang mataku. Dengan halaman yang luas, di sampingnya dimana terdapat taman dengan berbagai tanaman dan bunga. Terjejer beberapa mobil mewah di sisi rumah ini. Di depan Rumah ini terdapat air mancur di tambah patung seorang pemuda tengah manunggang kuda sehingga menimbulkan kesan elegant.

“ Lin Da-ya” Panggil Suho sehingga berhasil menghamburkan lamunanku yang mulai berfantasi layaknya seorang putri di kerajaannya.

“ Ne?” Suho mengeluarkan senyum angelicnya. Kemudian dalam hitungan detik dia berhasil menggiringku memasuki rumahnya yang megah itu. Nampak dua orang bodyguard membungkuk sembilan puluh derajat ke arah kami dan kubalas dengangan senyuman.

(Author POV)

            “ Eomma…. Aku pulang” Teriak Suho menuju ke arah dapur dengan tangannya yang masih setia bertengger indah di pergelangan tangan Lin Da.

“ Ahh Suho-ya. Eh…..” Nyonya Kim yang semula sibuk dengan acara dapurnya seketika berhenti saat melihat kedatangan putranya yang tak sendiri melainkan bersama orang lain terlebih orang itu adalah yeoja. Dahinya mengkerut bingung, pasalnya teman Suho ini bukanlah teman-teman Suho yang biasanya,. Nyonya Kim melepaskan celemeknya kemudian mendekati putra tunggalnya itu.

“ Suho, Nugu? Apa dia yeojachingu-mu? Namanya siapa? Apa dia pandai memasak? Oh apa dia juga penyuka warna pink seperti eomma? Apa dia satu kelas denganmu?” Suho memutar bola matanya jengah, dia sungguh malas mendengar kicauan pertanyaan dari eomma-nya itu. Lin Da menundukkan kepalanya hormat, jujur saat ini dia gugup dan takut menghadapi Suho eomma.

“ Aissh eomma hentikan, biasakah eomma melontarkan pertanyaan satu-satu dan lebih bermutu?” Suho menatap kesal ke arah eomma-nya yang menurutnya sangat berlebihan.

“ Dia Lin Da, teman sekelasku, dia kesini karena akan mengerjakan tugas denganku” Lanjut Suho. Mata Nyonya Kim menatap Lin Da dari atas hingga bawah, kemudian senyum merekah terlukis dibibirnya.

“ Ahhh teman satu kelasnya? Neomu yappeoda….. “

(Di tempat lain)

Lagi-lagi hanya suasana hening yang ada di dalam mobil sport putih milik Park Chanyeol. Suasana canggung kembali pada mereka setelah apa yang terjadi di Sungai Han tadi. Untung Chanyeol memiliki handuk yang bisa digunakan mereka agar lumpur-lumpur itu tidak mengotori mobil Chanyeol walaupun beberapa tetes terlihat di bagian pintu dan jok mobilnya. Tidak ada satupun yang berniat memulai pembicaraan di mobil itu. Sampai akhirnya

“Di perempatan itu belok kanan.” Ayu menunjuk jalanan yang masih dipenuhi banyak orang berlalu lalang. Chanyeol tanpa sepatah kata pun segera membelokkan mobilnya karena lampu masih hijau.

“Ayo masuklah.” Tawar Ayu sebelum keluar dari mobil. Chanyeol hanya menggeleng padanya.

“Ya!! Setidaknya bersihkan dirimu!! Kau terlalu kotor untuk pulang! Lihatlah, bahkan kulitmu terlihat seperti Kai dan aku.” Ayu bersikukuh memaksa Chanyeol agar mau membersihkan dirinya. Chanyeol tampak berpikir keras.

“Baiklah. Aku akan mengambil bajuku di belakang.” kata Chanyeol setelah beberapa saat selalu diam.

Kemudian dia melangkahkan kakinya keluar dari mobil diikuti Ayu. Chanyeol mengambil sepasang baju dan celana yang memang ia persiapkan sewaktu-waktu ada latihan dance mendadak. Hal itu sangat berguna kali ini. Kaki mereka mulai melangkah memasuki apartement yang Ayu dan Lin Da tinggali.

Dengan beberapa digit password yang dimasukkan Ayu, pintu apartement terbuka. Terlihat beberapa pasang sandal yang masih sama seperti saat pagi tadi di tinggalkan. Itu berarti bahwa sahabat karibnya belum pulang. Ayu mempersilahkan Chanyeol masuk, kemudian dia kembali menutup pintunya.

“Disini ada dua kamar mandi. Kau bisa memakainya yang di sebelah sana. Aku akan memakai yang sebelah sini. Arraseo?” Ayu menyambar handuknya. Chanyeol hanya mengangguk kemudian menatap Ayu yang sudah hilang dari pandangannya.

Beberapa menit berlalu. Ayu sudah keluar dari kamar mandinya dengan handuk yang melilit di kepalanya. Dia membuang pandangannya ke suluruh sudut apartementnya mencari seonggok(?) namja, namun hasilnya nihil. Dia berjalan ke arah dapur hendak memasak sesuatu.

“Oh..Chanyeol-ah..kau mau makan??..Omo!!” Ayu membelalakkan matanya ketika melihat di depannya tengah berdiri seorang namja hanya berbalut handuk yang melilit tubuhnya dari pinggang ke bawah.

“Aku meninggalkan bajuku di sofa.” Ekpresinya bahkan datar seolah-olah sudah terbiasa tubuh abs-nya dilihat oleh yeoja. Dia segera mengambil bajunya dan kembali ke kamar mandi.

Jantung ayu berdetak tak normal, tenggorokannya terasa sulit menelan saliva yang hanya setetes itu, tangannya yang memegang spatula hanya bisa gemetar karena pemandangan(?) tadi. Baru pertama kalinya dia melihat seorang namja bertelanjang dada bahkan hanya berbalut handuk yang menutupi bagian bawahnya dan bersikap sesantai itu. Bahkan jantung yeoja itu nyaris copot memandang tubuh perfect Chanyeol.

“Ini. Kau makanlah. Aku mau menonton tv di depan. Minumnya ambil sendiri.” Ayu segera berlari ke depan berusaha menutupi kegugupannya akibat abs Chanyeol. Sementara orang yang duduk di meja makan hanya cengar cengir karena menyadari kegugupan yeoja itu.

Cukup lama Chanyeol menghabiskan makanannya. Selama ini dia mengira jika Ayu tidak bisa memasak, tapi perkiraannya meleset. Nasi goreng yang dibuatnya walaupun hanya berhiaskan telur mata sapi setengah matang, tapi mampu membuat namja itu tidak berhenti mengunyah.

Dia menghampiri Ayu yang berada di depan. Sifat jahilnya mulai keluar, dia berniat mengagetkan Ayu. Namun niatnya di urungkan ketika melihat yeoja itu sedang mengistirahatkan kepalanya dengan dagu yang disangga tangan kanannya. Chanyeol duduk di sampingnya, tersenyum melihat wajah polos yeoja itu dengan kacamata yang kini turun di hidungnya.

Chanyeol berdiri dari duduknya. Dia berusaha menggendong tubuh yeoja itu berniat memindahkannya ke kamar. Dengan gaya gendong bridal style, dia susah payah menggendongnya memasuki kamar. Sangat hati-hati Chanyeol meletakkan tubuh yeoja itu, terkadang yeoja itu menggeliat membuat Chanyeol harus mematung. Geliatan yeoja itu membuat kacamatanya sekarang berada di bibirnya.

“Ck..Pabo-ya!” Chanyeol tersenyum hangat melihat yeoja itu. Dia berusaha mengambil kacamata Ayu dengan berhati-hati berusaha tidak membuatnya terbangun. Lalu meletakkan benda itu di atas meja sebelah lampu tidur.

“Kau cantik Ayu-ah.” Hanya kalimat itu yang keluar dari bibir merah Chanyeol. Dia memandang lekat-lekat yeoja yang sedang bergulat dengan mimpinya di bawah alam sadarnya. Wajahnya yang tenang membuat Chanyeol enggan berpaling. Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Ayu.

CHUU~

Sebuah ciuman hangat mendarat di bibir Ayu. Cukup lama Chanyeol bertahan dengan posisi itu sampai seseorang tiba-tiba membuka kamar apartement yang mampu membuat Chanyeol terlonjak kaget.

“Chanyeol-ah. Apa yang kau lakukan??” Lin Da berteriak di depan pintu membuat Chanyeol menutup telinganya. Dia memberi isyarat agar Lin Da memelankan suaranya.

“Lin Da. Aku mohon jangan beritahu dia soal ini.” Chanyeol memasang mata puppy eyesnya pada Lin Da. Lin Da tampak berpikir keras dengan permintaan Chanyeol.

“Arraseo. Aku tidak akan mengatakannya.” Chanyeol bernafas lega mendengar ucapan Lin Da yang setuju menutupi rahasianya malam itu.

“Gumawo chingu~. Joha, aku lebih baik pulang. Kalian butuh istirahat. Sekali lagi terimakasih. Annyeong!!” Chanyeol mengenakan sepatunya dan keluar dari apartement.

“Mianhae Ayu. Tapi ini akan ku simpan sampai waktunya. Pada saat itu tiba, aku akan merekam ekpresimu. Hahaha!” Lin Da tertawa membayangkan apa yang terjadi pada sahabatnya ketika dia mengetahui kejadian malam ini.

TO BE CONTINUED…

2 thoughts on “When Our Love Came Suddenly (Chapter 5b)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s