When Our Love Came Suddenly (Chapter 6)

Picture2

When Our Love Came Suddenly

(chapter 6)

Author : Hwang Sung Ji and Xiu Yu Ri

Main Cast    :

  • Lin Da (OC)
  • Ayu (OC)
  • Kim Joon Myun a.k.a Suho EXO
  • Park Chanyeol a.k.a ChanYeol EXO

Other Cast :

  • All EXO Member
  • Shin Yunra a.k.a Chanyeol ex-yeojachingu

Genre : Happy, Romantic, Friendship, School life, Little Comedy

Length : Chapter

Rating : PG 16

(Author POV)

Pagi ini terdengar keributan di apartemen milik dua orang gadis ini, bagaimana tidak ribut jika salah seorang gadis mengobrak-abrik kamar mereka, melempar bantal, guling, bahkan seperangkat alat mandi melayang tepat pada gadis bernama Ayu ini. Ayu semakin merapatkan selimutnya dia mengambil bantal dan menutupi telinganya.

“ Yak!! Palli ireonawa…” Lin Da menarik pergelangan kaki Ayu, namun sayang tenaganya tak cukup. Dengan kasar dia menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Ayu.

“ Bagaimana bisa ibumu melahirkan manusia sepertimuuu eoh!!!” Lin Da memukul Ayu dengan guling. Ayu membalikkan badannya tapi bukan berniat bangun melainkan mencari kenyamanan dalam tidurnya.

“ Ahhhh eonniii brisikkk!!!!!” Ayu menggeliat hingga tak sengaja kakinya menendang muka Lin Da. Lin Da tak kehabisan akal, perlahan Lin Da mendekati Ayu dan membisikkan sebuah kalimat yang berhasil membuat Ayu membuka matanya lebar-lebar.

“ Ayu-ya, mwonga algo itni? Chanyeol sudah menunggumu di depan apartemen kita. Apa perlu aku menyuruhnya pergi?” Goda Lin Da dengan smirk yang disertai lesung pipi. Ayu bangun dari tidurnya, tanpa ba-bi-bu dia masuk ke kamar mandi. Lin Da tersenyum licik dan melanjutkan kegiatan masaknya yang sempat tertunda.

“ Ternyata….”

.

.

.

Ayu memakai sepatunya dengan terburu-buru dan menyambar tasnya, dia berlari menuju ruang makan.

“ Eoonii, aku pergi dulu ne! Annyeong!!! ” Ujar Ayu seraya mengambil sehelai roti dan membawanya dengan cara menggigitnya.

“ Eoh? Kenapa kau terburu-buru?” Tanya Lin Da sambil meneguk susunya.

“ Eonni….. kau lupa, Chanyeol sudah menungguku di depan!”  Saat Ayu hendak meninggalkan eonninya tiba-tiba dia mendengar ledakan tawa. Ayu menatap polos Lin Da yang masih terbahak-bahak.

“ Ahahahaha, Ayu-ya” Lin Da tetap mengularkan tawanya hingga berhasil membuatnya mengeluarkan air mata. Ayu tetap memasang wajah dungunya, dia berulang kali mengerjapkan matanya.

“Waegeurae?? Kenapa kau tertawa eoh?? Tak ada yang lucu arra!!!” Ayu mulai kesal karena Lin Da tetap setia dengan tawa ledek nan jahatnya. Perlahan yeoja yang masih memegangi perutnya itu mendekati dongsaengnya yang menggerutu tanpa suara. Dia menarik tangan Ayu lalu mengajaknya keluar apartement lalu mengunci pintunya.

“ Arrayeo? Tak ada Chanyeol PABO!!! Buaaakakakakakakak!!!” Lin Da menggetok kepala Ayu lalu mengambil langkah seribu menjauhi dongsaengnya yang merasa ditipu.

“ Eoonnii!!!!! Neo Jinjja!!!” Ayu yang berapi-api mengejar Lin Da yang tak jauh darinya.

“ Yak awass kau!!!” umpat Ayu melempar kedua sepatunya namun segera di tangkap oleh Lin Da.

“ Hahaha!!! Annyeong!!!” Lin Da membawa lari kedua sepatu Ayu yang dilemparkan ke arahnya tadi.

“Ya kembalikan sepatuku….!!!!!! Eonni gilaaa!!!!!! ” yeoja itu mengumpat dan berteriak tak jelas di lorong apartement. Sementara orang yang membawa sepatunya sudah lari terbirit-birit keluar gedung apartement.

“Kemana orang ini? Aku akan membunuhnya!! Eonni-ya!! Ku habisi kau!! Ah..jinjja!! kaos kakiku jadi kotor kan!!” Ayu memandang ke bawah, ke arah kaos kaki putihnya yang sudah berubah kecoklatan. Tak lama kemudian, seseorang melambai-lambaikan tangannya yang memegang sepatu milik yeoja Indonesia itu, siapa lagi jika bukan eonninya.

“Ayu-yaa!!!! Hati-hati nee!!! Aku pergi duluu!! Annyeeongg!!” Lin Da dengan senyum jahilnya melambai-lambaikan sepatu Ayu yang ada di tangannya. Dia sudah menaiki bus yang menuju ke sekolahnya tanpa menunggu Ayu, dan dengan teganya yeoja itu membawa kabur kedua sepatu Ayu.

“Geure..eonnii tak waless kuweee!!!” Ayu menghentakkan kakinya kesal di halte bus. Semua orang memandanginya karena dia mengumpat, berteriak tak jelas dengan menggunakan bahasa Jawa.

.

.

.

“Hoshh, hosh….” Ayu mengatur nafasnya yang terengah-engah karena mencari seseorang yang telah mengambil sepatunya, Lin Da.

“Neo gwaenchanna?” Tanya Pemuda yang bernama Chanyeol ini.

“Gwaenchannayeo” Ayu menekan dadanya yang masih sesak. Sesekali yeoja itu terbatuk di sela-sela nafasnya yang tersengal karena tenggorokannya kering, bahkan mulutnya tidak bisa menghasilkan saliva.

“ Siapa yang telah membuatmu seperti ini hmm?” Dengan lembut Chanyeol mengusap peluh Ayu. Ayu terdiam, jantungnya berdetak ketika dia menyadari bahwa wajahnya kini sangat dekat dengan wajah Chanyeol.

“ Kakimu? “ Chanyeol jongkok di depan Ayu. Perlahan dia memasangkan sepatunya pada kaki mungil Ayu, kelihatan kebesaran memang.

“ Chan… Chanyeol-ah. Nan gwaenchana. Jangan begitu, mereka melihat kita.” Ayu menatap sekelilingnya, terlihat tatapan mengerikan dari beberapa yeoja di sekolahnya.

“ Diamlah. Apa kau tak kesakitan hanya memakai kaos kaki?”Chanyeol beranjak lagi dan menggandeng tangan Ayu untuk menuju kelas mereka.

.

.

.

“ Uhh?” Ayu kaget saat melihat sepasang sepatunya sudah terpampang dengan jelas di atas mejanya.

“ Ku kembalikkan sepatu busukmu itu!” Ujar Lin Da yang sudah duduk manis di bangkunya. Lin Da menjulurkan lidahnya ke arah Ayu yang masih memasang wajah sangarnya.

“ Awas kau….” Umpat Ayu dalam hati. Ayu melangkahkan kakinya yang berlapis sepatu kedodoran milik Chanyeol, ia berniat berlari ke arah eonninya. Namun niatnya dihentikan oleh Chanyeol yang segera menarik tangannya.

“Ya!! Geumanhae!! Kalian seperti anak kecil.”Chanyeol menyipitkan sebelah matanya sedikit. Ayu yang tadi memasang wajah sangarnya, kini beralih ke wajah cengo sambil menatap Chanyeol yang tetap menggenggam tangannya.

“Ya..sepertinya kita akan mempunyai pasangan baru disini.” Chen memiringkan bibirnya dan menatap dua orang yang tengah bergandengan tangan. Chen membuat semua mata di kelas ini tertuju pada Ayu dan Chanyeol.

“Neo..wae..” Tao memiringkan kepalanya. Chanyeol yang baru sadar jika tangannya masih menggenggam erat tangan yeoja Indonesia itu, kini melepaskan tangannya. Mereka berdua tertunduk malu dan berjalan ke tempat duduk mereka.

“Ayu-ya,  sepertinya kulitmu sedikit lebih cerah daripada saat pertama kau datang kemari. Hahhaha!!” Sehun memecahkan keheningan. Tatapan mematikan Ayu diberikan begitu saja pada Sehun.

“Mwoooraguyeo!! Yakk!!!” Ayu melempar tinjunya pada namja berdagu lancip bernama Sehun itu. Sehun hanya bisa menyergitkan wajahnya dan menggosok-gosok lengannya. Dia semakin terlihat lucu ketika mempoutkan bibir kecilnya.

.

.

.

(Suho POV)

“Chanyeol-ah, kapan kau akan berlatih dengan Ayu?” aku menghela nafas berat dan menghempaskan tubuhku di samping dongsaeng jangkung kesayanganku.

“Mollayeo. Ck!! Aku tidak yakin bisa berlatih dengan benar bersamanya. Hyung, kau tau? Sifatnya selalu berubah-ubah. Auhh!!” Chanyeol melipat tangannya ke depan dada bidangnya dan menghentakkan kaki panjangnya.

“Haha..ya, jangan seperti itu. Siapa yang tau jika kalian belum mencoba. Cobalah bersikap lebih halus padanya.” Aku tersenyum melihat namja ini. Aku tau jika sebenarnya namja bermarga Park ini menyukai yeoja Indonesia itu. Hanya mereka saja yang belum menyadarinya.

“Haah..lebih baik aku mencari Lin Da daripada mengurus namja labil yang sedang jatuh cinta sepertimu. Annyeong!!”Aku mengacak-acak rambut Chanyeol dan segera berlari meninggalkannya.

.

.

.

“Eonni, aku ke Kantin dulu ne. Kau tidak ingin aku belikan sesuatu?” aku mendengar suara yeoja yang sedari tadi aku bicarakan dengan Chanyeol di dalam kelas. Aku mengintip dua yeoja dari Indonesia itu, menunggu untuk menemukan timing yang pas.

“Emm..joha..annyeong.” aku segera bersembunyi di balik pintu kelas ketika melihat Ayu berjalan keluar. Aku berusaha merapatkan tubuhku di belakang pintu agar Ayu tidak melihatku. Saat aku melihat yeoja itu sudah menjauh dari kelas, aku mulai meninggalkan tempat persembunyiannya dan menghampiri yeojaku *eh. Maksudku calon yeojaku.

“Lin Da-ah, bagaimana jika kita..” aku mengangkat kedua alisku dan mendekati yeoja yang sedang meletakkan kepalanya di atas lipatan tangannya. Dengkuran halus di sela-sela tidurnya membuatku tanpa sadar menyunggingkan senyumku.

“Kau tidur?” aku duduk di sampingnya. Rambut hitamnya menutupi wajah manisnya. Tanganku bergerak refleks menyingkirkan rambutnya ke belakang telinganya.

“Neo, Neon jeongmal yeppeoda.” Bisikku pelan. Aku menyandarkan daguku pada kepalan tanganku yang berada di atas meja. Memandanginya dengan jarak sedekat ini membuat jantungku terus berdetak dengan kencang.

Tanganku bergerak membelai pipi yang biasanya berlesung itu. Aku tidak pernah melihat yeoja yang terlihat secantik dan semanis ini ketika dia terlelap. Wajah itu seperti mempunyai daya tarik tersendiri yang membuatku semakin mendekatkan wajahku padanya.

(Author POV)

“Suho-ya..” Lin Da tiba-tiba membelalakkan matanya ketika bibir mereka berdua hanya berjarak 5 cm.

Suho yang dari tadi matanya terpejam sekarang juga mulai membelalakkan matanya dan segera menegakkan badannya. Tanpa yeoja itu sadari, tangannya segera menarik lengan Suho agar kembali ke posisi semula bahkan lebih dekat dari sebelumnya. Mata yeoja itu menatap lekat mata Suho, keringat dingin pun seakan-akan berlomba-lomba keluar dari permukaan kulit Suho.

“ Apa yang tadi kau lakukan?” Tanya Lin Da seraya mendorong pelan dada Suho. Suho menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali. Dia mencoba mencari berbagai alasan yang tepat.

“ Ahh, ani, emm…. Oh ya jangan lupa sepulang sekolah nanti kita ada kelas dance, jangan terlambat. Ok!!!! Annyong….” Suho segera meninggalkan Lin Da, kakinya seolah-olah memerintahkan agar cepat menjauh dari yeoja yang berhasil membuatnya malu setengah mati itu.

Lin Da menatap kepergian Suho, kedua alisnya menyatu, otaknya berfikir mencoba mencari tahu apa yang telah Suho lakukan padanya. Lin Da menggeleng dengan cepat hingga membuat poninya bergoyang ke kanan dan ke kiri, dia mencoba menghilangkan pikiran negativnya terhadap Suho.

.

.

.

(Chanyeol POV)

“Cih..di hari pertama mereka masuk ke club ini, mereka malah telat. Dasar tidak disiplin!” Kataku sambil menghadap dua yeoja yang nafasnya sedang memburu. Peluh mereka membasahi baju yang mereka kenakan.

“Ya!! Kalian memang teman kami, tapi bukan berarti kalian bisa berangkat seenaknya di club ini. Arraseo!!” Xiumin hyung membentak dua yeoja yang wajahnya memerah ini. Baru kali ini aku melihat hyung marah seperti itu. Bahkan saat Sehun menyuruhnya melakukan gwiyeomi dia tidak marah. Geunde? Dia hanya berpura-pura?

“Mianhae..kami tidak tahu jika clubnya mulai lebih awal.” Kata Lin Da sambil masih mengatur nafasnya. Mereka bercanda? Bahkan dengan jelas jika Chen sudah mengumumkannya lewat speaker sekolah.

“Neo michyeoseo?? Chen sudah mengumumkannya di speaker tadi. Ka!!! kami tidak mau menerima orang yang tidak disiplin disini.” Aku membalikkan badanku. Aku melihat tatapan tidak terima dari salah satu yeoja itu yang sudah berpindah di depanku. Dia memiringkan kepalanya kesal lalu melipat tangannya di depan dada.

“Ya!! Namja jangkung. Bagaimana jika kita battle? Kau dan aku!!”Ayu melipat tangannya dan berjalan ke arahku. Apa dia tidak bisa berpikir? Aku Park Chanyeol battle dance dengan seorang yeoja.

“Shireo!! Kau hanya membuang waktuku. Ka!!” aku menjitak kepalanya. Semua orang di ruangan ini seketika memperhatikan kami.

“Mwo!! Apa kau takut?? Ku dengar jika dancemu yang paling payah. Eotteokhae? Aku tidak bisa membayangkan jika kau kalah dariku.” Dia menyunggingkan senyum miringnya. Yeoja ini benar-benar minta pelajaran. Baiklah!!

(Author POV)

Perang panas dingin antara Chanyeol dan Ayu akan segera dimulai. Semua pasang mata di ruang dance ini menantikan battle seorang Park Chanyeol anggota multitalent EXO melawan yeoja Indonesia bernama Ayu.

“Kau siap?” Chanyeol memberikan evil smirknya.

“Ya! harusnya yang bersiap-siap itu kau. Kau harus mempersiapkan dirimu saat kalah dariku.” Ayu menyisir rambutnya yang digerai bebas ke arah belakang menambah pesonanya. Memperlihatkan sisi tomboy yang dimilikinya namun tidak menghilangkan sisi anggunnya. Chanyeol untuk sepersekian detik terpukau olehnya.

“Ya!! Apa taruhan kalian? Jika tidak ada yang ditaruhkan, ini..tidak akan jadi menarik.” Baekhyun memecah ketegangan di ruangan itu.

“Joha. Jika aku kalah, kau dan Lin Da boleh bergabung dengan kami. Lalu aku akan menjadi pesuruhmu selama 2 minggu penuh. Otte??” Chanyeol memberikan saran sambil tetap memasang smirknya.

“Okey!! Kita lihat siapa yang menang!!” Ayu memiringkan kepalanya. Tangannya menyisingkin lengan bajunya yang panjang.

Dengan celana training yang salah satunya dilipat ke atas, Ayu menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia siap. Xiumin mangacungkan jempolnya dan segera memainkan music.

Ayu mulai berjalan ke arah Chanyeol dengan gaya sweg nya. Kepalanya mengangguk-anguk mengikuti alunan lagu. Mata Chanyeol berbinar, bibirnya terbuka saat melihat Ayu mulai meliuk-liukkan badannya. Chanyeol tak habis pikir bagaimana bisa yeoja yang berasal dari Indonesia ini begitu pandai dan lihai dalam menggerakkan badanya.

Chanyeol segara tersadar saat dia merasakan kerah bajunya di tarik oleh Ayu. Dapat ia lihat senyum evil tercetak jelas di bibir Ayu. Ayu menghempaskan kerah Chanyeol dan memberikan Chanyeol sebuah jempol mengarah ke arah bawah. Ayu tersenyum ke arah Lin Da yang bersorak gembira memberinya semangat.

“ Aaaaa!!!! Ayu-ya saranghae!!” teriak Lin Da seraya membentuk tanda love di atas kepalanya. Member EXO lainnya pun hanya mlongo cengo melihat ke alayan gadis yang satu ini.

Chanyeol tentu tak mau kalah. Dengan percaya diri dia mulai melancarkan aksinya. Terlihat member lain menahan ketegangan mereka. Bagaimana bisa mereka memberikan kepercayaan pada Chanyeol yang pada dasarnya kemampuannyan bisa dikatakan di bawah standart. Apalagi setelah melihat bagaimana cara yeoja itu menunjukkan kemampuannya dalam dance.

“Hyung, kau sadar? Ayu itu seperti Lay hyung versi yeoja. Bwaa!! Daeebaak!!” Tao mulai berbicara disela-sela panasnya battle antara Ayu dan Chanyeol. Ucapan Tao langsung mengundang member lain untuk menguraikan pendapatnya.

“Ya!! Geuge museun malijyo? Bagaimana dia bisa dibandingkan dengan Lay?” Suho mengangkat satu alisnya.

“Aku kira, ucapan Tao benar hyung. Coba bandingkan, Lay hyung pandai bermain gitar, dia juga. Lay hyung seorang dancer, dia juga. Soal bernyanyi, keduanya juga bisa melakukannya. Geurae hyung?” Baekhyun melontarkan pendapatnya pada semua member EXO lalu segera merangkul Lay yang berada disampingnya. Pendapat Tao dan Baekhyun langsung mendapat anggukan dari semua member kecuali Lay yang kurang mengerti dan Chanyeol yang masih berperang di medan pertempuran.

“Akkkhhhhh….” D.O memejamkan matanya ketika mendengar teriakkan dari Chanyeol. Jika kalian dapat melihat, kini Chanyeol tengah terkapar tepat di depan Ayu. Dia terpeleset saat tengah melakukan dance.

“ Ck, Cishh. PABO!!!” Ucapan Ayu berhasil membuat Chanyeol meluncurkan tatapan tajamnya. Ayu mengulurkan tangannya ke arah Chanyeol. Chanyeol bungkam, dia tak bergeming sama sekali. Chanyeol merasakan sebuah sentuhan hangat saat Ayu berhasil menariknya paksa hingga dapat membuatnya berdiri tegap.

“ See, tanpa aku memberitahu, kalian pasti tahu pemenangnya siapa.” Ayu memainkan kuku-kukunya. Matanya menatap Chanyeol dengan remeh.

“ Arraseo,!!!! Kau menang!!! Puas!!”Chanyeol mengehempaskan tangannya ke udara. Kakinya melangkah keluar dari ruangan bertuliskan dance room itu, mungkin dia minder😀

“Ya..eodiga!! Ya!! Park Chanyeol!! Chanyeol-ah” Baekhyun terus memanggil nama sahabatnya itu. Dia mengejar sahabatnya dan ikut keluar. Ayu yang merasa bersalah padanya juga menguntit mereka dari belakang

TO BE CONTINUED…

2 thoughts on “When Our Love Came Suddenly (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s