Miracle in December

Miracle in December

mid-copy

Title : Miracle in December

Author : Gecee

Genre : Friendship

Length : Oneshot

Rating : T

Casts : EXO members (but focused on Suho)

Poster by : Lightlogy @ Indo Fanfictions Arts

Disclaimer : The casts belong to God, their family, and their agency. I just own the story line.

~Happy reading~

***

Suasana ruang rawat inap rumah sakit itu masih sama. Dingin, bau obat-obatan yang menusuk, dan suara mesin peralatan medis. Sudah lima hari Suho terbaring dalam keadaan koma dan belum ada terlihat tanda-tanda kesadarannya akan kembali.

Lima hari yang lalu sang leader terlihat sangat sehat. Bahkan para member EXO masih sempat mengadakan pertemuan di gedung SM untuk membahas comeback mereka berikutnya awal tahun depan. Setelah pertemuan itu Suho berkata bahwa ia hendak pergi keluar sejenak untuk membeli makan siang mereka, dan rencananya sesudah makan siang mereka akan berlatih untuk koreografi baru mereka. Namun ternyata kepergian Suho itulah yang menjadi awal dari mimpi buruk mereka ini.

Para member EXO tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka sedang menunggu makan siang datang ketika tiba-tiba manager mereka masuk ke ruang dance practice dan mengatakan bahwa Suho mengalami kecelakaan. Panik dan kalut, mereka cepat-cepat pergi ke Hankook National Hospital. Sesuai kabar yang didapat oleh manager mereka, Suho telah dibawa oleh ambulance ke rumah sakit tersebut.Itulah rumah sakit tempat Suho dirawat sampai sekarang.

Di sana, para member EXO bertemu dengan seorang ahjumma yang mengaku menjadi saksi mata dari kecelakaan ini. Ia berkata bahwa Suho menjadi korban tabrak lari. Suho sedang menyebrang jalan ketika tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang dan menabrak Suho. Parahnya, mobil itu langsung melaju tanpa mau bertanggung jawab, meninggalkan Suho yang terluka parah.

Setelah cerita dari ahjumma tersebut, seorang dokter keluar dan mengatakan pada member EXO bahwa Suho mengalami pendarahan yang cukup banyak, terutama pada bagian kepala. Kondisi tubuhnya belum stabil. Dan kemungkinan terburuk yang akan dialami Suho adalah kehilangan ingatannya. Mendengar hal itu, beberapa member EXO meneteskan air matanya.

Lima hari berlalu. Sejauh ini, kondisi tubuh Suho mulai membaik. Hanya saja kesadaran sang leader masih belum kembali. Selain itu, masih belum bisa dipastikan apakah Suho benar-benar kehilangan ingatannya atau tidak.

Baekhyun mendesah ketika ia teringat cerita tersebut. Ia yang duduk di samping tempat tidur Suho menelungkupkan wajahnya di pinggir tempat tidur. Sejak kemarin malam hingga pagi ini Baekhyun dan Xiumin berada di rumah sakit karena kali ini adalah giliran mereka menjaga Suho. Xiumin sendiri sedang pergi membeli makan pagi. Jujur saja, Baekhyun merasa was-was karena Xiumin belum kembali. Ia takut hal yang dialami Suho terjadi juga pada Xiumin.

Terdengar suara ketukan dari pintu, dan kemudian pintu terbuka. Baekhyun mengangkat kepalanya sedikit untuk melihat siapa yang datang, sambil setengah berharap bahwa itu adalah Xiumin yang telah kembali. Namun yang didapatinya adalah D.O dan 94 line, Kai dan Sehun.

“Oh, annyeong D.O-ya, Kai-ya, Sehun-ah…” sapa Baekhyun muram.

Mereka bertiga berjalan ke samping tempat tidur Suho. Leader itu masih terbaring dengan mata terpejam, kepala yang diperban, selang oksigen serta selang-selang peralatan medis lainnya.

“Bagaimana keadaan Suho hyung?” tanya D.O pelan.

Baekhyun tersenyum pahit. Ia menunjuk Suho dengan dagunya. “Seperti yang bisa kau lihat sendiri. Ia sama sekali belum bangun.”

Terdengar suara isakan pelan. Ternyata sang maknae EXO menangis. Di sebelahnya Kai sibuk menepuk-nepuk punggung Sehun berusaha menenangkannya. “Uljima… Aku yakin Suho hyung baik-baik saja.”

Pintu kamar rawat terbuka. Kemudian Xiumin masuk dengan membawa beberapa kantong plastik. “Oh, D.O-ya, Kai-ya, Sehun-ah. Kalian sudah datang? Ya, Sehun-ah. Wae geurae?” tanya member tertua itu. Xiumin menghampiri Baekhyun. “Suho belum bangun?”

Baekhyun menggelengkan kepala dengan sedih.

“Oh, hyung!” ujar Kai. “Chanyeol hyung baru saja mengirimkan pesan. Katanya ia dan Chen hyung akan kemari siang ini.”

Xiumin mengangguk. “Lay juga menghubungiku tadi. Katanya ia akan memesan jadwal penerbangan dari China sore ini dan mungkin akan tiba di Korea nanti malam. Ngomong-ngomong, kalian sudah makan? Aku membeli enam porsi jjajangmyeon dan dua kotak ayam goreng bumbu.”

Siang harinya, seperti yang sudah disampaikan, Chanyeol dan Chen menyusul ke rumah sakit tersebut. Chen membawa sebuah rantang besar yang diselimuti dengan kain besar berwarna merah muda.

“Kalian sudah makan?” tanya Chen begitu pintu kamar inap dibuka oleh D.O. “Ibuku mengantarkan ini untuk kita. Kata beliau ini untuk makan siang kita.”

Chanyeol meletakkan topinya di meja kecil di samping tempat tidur Suho, lalu menghampiri Xiumin. “Hyung, bagaimana keadaan Suho hyung? Apakah ada perkembangan?”

Xiumin menepuk pundak Chanyeol dua kali. “Tadi dokter berkata bahwa secara umum kondisi tubuh Suho telah membaik. Kita hanya perlu menunggunya sadar dan berharap bahwa ingatannya baik-baik saja.”

Chen berjalan menghampiri mereka dan bergabung dalam percakapan. “Ya, setidaknya hal yang melegakan adalah kondisi tubuhnya yang membaik. Aish… siapa yang berani menabrak leader kita dan meninggalkannya begitu saja? Orang itu harus diberi pelajaran!”

Xiumin tertawa kecil melihat ekspresi wajah Chen yang terlihat begitu emosi. “Kudengar pelakunya sudah tertangkap.”

D.O yang duduk di sudut ruangan rupanya diam-diam mendengarkan percakapan itu juga. Ia ikut menyahut. “Ah, jinjja?”

Xiumin mengangguk cepat. “Katanya saat itu ia mendapat kabar bahwa anaknya juga mengalami kecelakaan. Maka dari itu ia mengendarai mobil dengan terburu-buru hingga akhirnya menabrak Suho.”

Terdengar suara dengusan dari Sehun. “Tetap saja itu bukan alasan,” kata maknae itu.

Kai berjalan mendekat member yang seumur dengannya tersebut. “Aigoo Sehun-ah… Ada apa denganmu hari ini?” tanya Kai sambil menepuk-nepuk pundah Sehun. Kai menoleh kembali ke arah para hyungnya. “Jadi, bagaimana kelanjutan cerita ahjusshi itu?”

Xiumin mengangkat bahu. “Molla. Aku juga tidak terlalu peduli.”

Chen membuka rantang pemberian ibunya. “Bagaimana kalau kita makan dulu? Kalian pasi sudah lapar, kan? Nanti makanannya keburu dingin.”

Mereka duduk di sofa sambil menikmati makan siang yang dimasak oleh ibunya Chen. Semua, kecuali Sehun. Maknae itu hanya duduk di kursi di samping tempat tidur Suho dan menangis. Tangannya berulang kali meremas tangan Suho, berharap dengan itu sang leader akan terbangun.

“Hyung.. ireonaseyo…” ujar Sehun di sela-sela tangisnya. Ajakan member lain untuk makan bersama tak dihiraukannya. “Hyung, aku janji aku akan selalu mendengarkan kata-kata hyung setelah ini. Aku tidak akan iseng lagi, aku akan menjadi maknae yang penurut.”

Baekhyun yang sejak tadi memperhatikan Sehun menggelengkan kepalanya. Ia akhirnya berdiri dan berjalan menghampiri Sehun. Di tangannya terdapat semangkuk sup selada buatan ibu Chen yang masih hangat.

“Aigoo… Nae dongsaeng.. Berhentilah menangis seperti itu. Menangis seperti itu tidak akan membuat Suho hyung terbangun. Lebih baik kau cicipi sup selada buatan ibu Jongdae. Ayo, nanti keburu dingin.” Baekhyun menyuapkan satu sendok sup ke mulut Sehun. “Aaa… Ayo buka mulutmu. Nah..enak kan? Kau juga harus mencoba kimchinya.”

“Aku takut terjadi sesuatu pada Suho hyung..” isak Sehun.

Baekhyun merangkul pundak Sehun. “Berdoa saja untuk yang terbaik.”

Menjelang malam, Lay juga datang ke rumah sakit tersebut. Ternyata ia tidak hanya datang sendiri. Lay membawa Kris, Luhan, dan Tao serta. Kedatangan tiga orang itu membuat tujuh member lain terkejut dan senang. Mereka berpelukan melepas rindu satu sama lain. Untung saja mereka berada di kamar rawat VVIP, sehingga mereka tidak akan mengganggu pasien lain.

“Kami menerima kabar bahwa Suho mengalami kecelakaan dari Weibo.Kebetulan kami berempat sedang bertemu di acara Bazaar. Kami meminta Yixing untuk membawa kami serta ke Korea,” jelas Luhan. Lay mengangguk mengiyakan.

Kris berjalan ke samping tempat tidur Suho. Sejenak pandangan matanya menyapu berbagai peralatan medis di sekeliling tempat tidur. Kemudian pandangannya tertumbuk pada Suho yang sedang berbaring dengan mata terpejam. Mendadak rasa rindu menghampiri Kris. Ia merindukan saat dimana mereka bahu-membahu memimpin EXO dengan 12 member dulu. Kris mendesah. Ia pun menoleh kepada Kai. “Sudah berapa lama dia seperti ini? Bagaimana keadaannya sekarang?”

“Seperti yang bisa hyung lihat sendiri. Sejak lima hari yang lalu Suho hyung belum sadar sama sekali,” jawab Kai.

“Bagaimana kejadiannya?” tanya Luhan ikut menimpali.

Kali ini Chanyeol yang menjawab. “Kami juga tidak tahu pasti. Suho hyung pergi membeli makan siang dan kami menunggu di ruang dance practice. Tiba-tiba manager kami masuk dan mengabakan bahwa Suho mengalami kecelakaan. Kami cepat-cepat pergi ke rumah sakit ini. Tabrak lari, mobil yang menabrak Suho hyung langsung melaju begitu saja. Seorang ahjumma yang melihat kejadian itulah yang menghubungi ambulance.”

“Ngomong-ngomong, Tao-ya, mengapa sedari tadi kau hanya diam saja?” tanya Chen.

Lay membisikkan sesuatu kepada Tao, lalu Tao balas berbisik pada Lay. Setelah itu Lay tersenyum kecil.

“Apa katanya?” tanya Baekhyun penasaran.

“Katanya ia sudah tidak fasih lagi bahasa korea…”

Mendengar itu para member tertawa.

“Astaga, Tao… padahal kau belum lama meninggalkan Korea… Aigoo…” ujar D.O. Tao hanya tersenyum malu.

Lay memandang sekeliling, lalu merasa aneh karena sejak tadi ia tidak menemukan Sehun. “Mana maknae kita?” tanya Lay.

“Aku menyuruhnya membeli makan malam, mungkin sekalian mencari udara segar. Asal kalian tahu, sejak tadi ia tidak berhenti menangis,” jawab Xiumin. Beberapa saat kemudian pintu terbuka, kemudian maknae EXO itu masuk. Xiumin menoleh. “Oh, itu dia. Ya, Sehun-ah! Apa saja yang kau beli?”

Sehun menyerahkan kantong-kantong plastik yang ia pegang pada Xiumin tanpa banyak bicara. Kemudian ia merebahkan dirinya di atas sofa rumah sakit. Ia sudah terlalu banyak menangis hari ini, dan itu membuatnya lelah.

Melihat perilaku Sehun, Tao berinisiatif untuk menghibur Sehun. Tao berjalan menghampiri maknae itu, lalu menepuk pundaknya beberapa kali. Tao juga mengatakan ‘semua akan baik-baik saja’ dalam bahasa mandarin. Tao mengedarkan pandangannya ke luar jendela. Tiba-tiba ia terkejut melihat titik-titik putih yang berterbangan. Setengah berlari Tao menghampiri jendela kamar rawat inap tersebut. Matanya menatap takjub benda seperti kapas yang berjatuhan dari langit itu. Tao menoleh kepada para hyungnya. “Salju!!!” serunya dalam bahasa mandarin.

Kris dan Luhan segera menghampiri Tao dan sama-sama menatap keluar jendela dengan takjub. Sementara untuk sejenak para member Korea tidak mengerti apa yang terjadi. “Dia ngomong apa, sih?” tanya Chanyeol pada Lay.

Lay menunjuk Tao dengan dagunya. “Dia bilang ada salju.” Mendengar itu para member Korea ikut melihat keluar jendela.Semua, termasuk Xiumin yang merupakan member tertua. Yang tersisa hanyalah Suho dan Lay yang geleng-geleng kepala melihat tingkah teman-temannya.

“Suho hyung suka salju…” ujar Sehun tiba-tiba.

“Ya, sayang sekali ia tidak bisa menikmati pemandangan indah ini,” sahut Kai.

Baekhyun menepuk bahu teman-temannya. “Aku punya ide!” katanya. “Bagaimana kalau di malam salju pertama turun ini kita berdoa untuk Suho hyung?”

“Ide bagus!” sahut yang lainnya. Mereka berkumpul di sekeliling tempat tidur Suho. Berpuluh-puluh doa mereka panjatkan, mengharapkan keajaiban bagi sang leader. Dan tiba-tiba keajaiban benar-benar terjadi.Kris yang menggenggam tangan Suho merasakan tangan dalam genggamannya itu bergerak. Untuk sejenak, Kris merasa terkejut. Beberapa saat kemudian, leader EXO itu membuka matanya.

“Suho hyung!” seru Sehun. Kalau tidak ingat peralatan medis yang mengelilingi Suho, maknae EXO itu sudah ingin memeluk sang leader erat-erat.

Anehnya, Suho hanya menatap sekelilingnya dengan pandangan bingung. Keningnya berkerut. Terakhir, Suho bergumam, “Nuguseyo?”

Tentu saja pertanyaan Suho tersebut membuat para member terkejut. Sehun dan Kai meneteskan air matanya. Baekhyun menutup mulutnya dengan tangan, tidak percaya. Semuanya terkejut begitu mendapat bahwa Suho benar-benar kehilangan ingatannya.

“Ini aku, hyung.D.O. Hyung tidak ingat?” ujar D.O sambil menunjuk dirinya sendiri. “Lihat, Lay hyung membawa Kris hyung, Luhan hyung, dan Tao kemari.”

Masing-masing mereka berusaha memperkenalkan diri pada Suho, bahkan Kris, Luhan, dan juga Tao yang memperkenalkan diri dalam bahasa mandarin. Namun Suho hanya menatap mereka dengan tatapan bingung. Ia tidak merasa mengenal satu pun dari mereka.

Malam itu kedua belas orang tersebut memutuskan untuk menginap di kamar rawat inap Suho. Sehun dan Baekhyun tertidur di kursi di samping tempat tidur Suho, sementara member lain tidur di sofa atau menggelar tikar di lantai. Tengah malam, Suho menggoyangkan lengan Baekhyun, membangunkan namja tersebut.

“Oh hyung. Waeyo?” gumam Baekhyun dengan mata masih setengah terpejam.

“Kau…” Suho mengernyitkan dahi. “Kau Baekhyun… benar?”

Seketika kantuk Baekhyun menghilang. “Hyung sudah ingat?”

Suho mengangguk samar. “Sepertinya…” Ia menunjuk Sehun yang sedang tertidur dengan wajah tertelungkup. “Itu Sehun, benar? Maknae kita?”

Tanpa bisa dicegah, mata Baekhyun memanas. Air mata berkumpul di pelupuk matanya. Cepat-cepat ia bangkit berdiri dan membangunkan para member satu per satu. Mendengar penjelasan Baekhyun, rasa kantung mereka hilang dan mereka segera berkumpul di sekeliling tempat tidur Suho.

Suho mengamati wajah-wajah yang sedang menatapnya itu. Ia memejamkan matanya sejenak, berusaha memanggil memorinya walau kepalanya terasa sakit. “Kau….” Suho menunjuk Kai. “Kim Jongin, benar kan? Main dancer? Dan kau…” Suho menunjuk D.O yang berada di sebelah Kai. “Do Kyungsoo, main vocal. Aku benar kan?”

Suho menyebutkan nama member lain dengan tepat, bahkan ia juga menyebutkan nama Kris, Luhan, dan Tao, tak lupa juga ia menunjukkan rasa gembiranya karena ketiga orang itu datang mengunjunginya. Ketika Chen menanyakan nomor telepon dan alamat yang mungkin Suho ingat, leader EXO itu dapat menjawab dengan benar. Melihat hal tersebut, mereka menitikkan air matanya, mengucap syukur karena ingatan sang leader telah pulih.

Malam itu, keajaiban telah terjadi di malam salju bulan Desember.

END

A/N

Oke sebelumnya maafkan karena fanfic ini super duper geje… Kalau dipikir-pikir kenapa rasanya aku buat member EXOnya kayak cengeng banget gitu ya? Wkwkwkk fanfic ini kubuat untuk menghabiskan waktu di pelajaran sejarah, habis bosen banget hahaha *curhat* Mian ya nggak nyambung banget sama lagu aslinya… Tapi tetep walaupun nggak jelas gini, komentar dan saran yang membangun sangat ditunggu ya.. Boleh komen di sini atau nggak mention aja ke twitterku @GC_Christina … Gamsahabnida😀

2 thoughts on “Miracle in December

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s