[EXOFF Drabble] My Father and His Bestfriend

Judul : My Father and His Bestfriend

Prompt : Han

Length : 460 words

Rating : General

Sudah beberapa jam yang lalu Kyungsoo mengurung diri di kamarnya. Masih dengan kemeja hitam dan celana jeans melekat di tubuh tegapnya. Kombinasi asap putih dengan udara pengap merayap menelusuri penciuman pemuda bermarga Do itu. Terdiam di pojok kamar tanpa mengeluh akan sesak. Remang-remang hanya bisa memperlihatkan meja dengan lampu duduk di atasnya, itu pun hanya lampu dengan tingkat kecerahan 5 whatt.

Kekehan halus kadang terdengar dari bibir ranumnya namun beberapa waktu kemudian akan ada isakan pilu di sela tawanya. Lusuh. Meniupi batang rokok yang kian habis dimakan bara. Sudah satu bungkus rokok terbakar tanpa ia hisap. Memaki setiap kali membuang putung ke asbak.

“Untuk apa dirimu ada? Sedangkan kehadiranmu hanya bisa merenggut nyawa?” sirat gulana terbersit dalam suara lirihnya.

“Kami memang hidup untuk mati, nantinya. Namun bukan bersamamu!” di ujung kalimat ia mulai membentak. Entah pada siapa.

“Sudah berapa nyawa terenggut olehmu, hm?? Tidakkah dirimu bosan?!” untuk seluruh kata yang ia lontarkan kali ini penuh dengan amarah. Membuang putung rokok dengan gerakan kasar, namun tetap pada tempatnya. Asbak.

Kaki jenjangnya mulai ia tekuk, menelusupkan wajah di selanya. Terisak lagi dengan gumaman seakan memanggil seseorang.

“Ayah.. Ayah.. Kembalilah” Sebuah pertanyaan menggantung – kemana ayahnya?

Kepulan asap kecil terbentuk di depannya, berasal dari tempat dimana ini membuang putung yang ia bakar sia-sia. Hey, kita tahu bagaimana bau asap ‘sialan’ itu. Memuakkan. Bagaimana bisa ia bertahan cukup lama di dalam ruangan tanpa cahaya bahkan ventilasi itu? Satu jawaban pasti. Kesedihan. Pemuda itu ditemani kesedihan medalam hingga ia lupa akan segarnya udara di alam bebas –dibandingkan ruangan yang saat ini ia ratapi–.

“Ayah, tak bisa jika tanpa ini.”

“Dengan mengisapnya setiap hari, ayah merasa beban terlepas dari tbuh ayah. Mengertilah.”

Ia teringat bagaimana setiap kali ayahnya memberi sebuah alibi ketika ia mengatakan betapa benda yang sedari tadi ia bakar–buang adalah benda kecil tak bernilai yang hanya bisa menciptakan ribuan penyakit mematikan.

“Ayah.. bahkan sampai sekarang aku tak mengerti, bagaimana benda ini ada?” Kepalanya terangkat. Matanya merah dan basah.

Tubuhnya berorama sama dengan bau asap hasil pembakaran rokok-rokok tadi. Ia menyesapi bau yang melekat pada kaosnya. Memuaskan dirinya berbaur dengan bau yang paling ia benci selama ini.

Tenggorokannya meronta tak kuat. Panas terasa seakan meminta untuk dibasahi dengan segelas air. Dadanya kembang kempis menolak aroma asap yang masuk paksa ke dalam lubang hidungnya.

“Aku menyerah, ayah. Aku tak bisa bersahabat dengan apa yang ayah sebut teman baik selama ini.” “Maafkan aku..” Ia berhenti menciumi tubuhnya. Mulai berdiri menuju jendela yang tertutup rapat oleh gordyn. Membukanya dan mulai mengirup udara di sekitar.

Menutup mata merasakan ketenangan serta berbisik pada angin –mungkin–. Diam lagi. membiarkan angin bertiup membelai wajah mudanya.

Ayah.. terimakasih. Karenamu aku sadar, membakar batang rokok sama halnya membakar uang, membakar jerih payah, membiarkan keringatku terkucur sia-sia.

Ayah.. penyesalanku bukan pada dirimu yang selalu membakar uang, namun lebih pada menyesal tak mampu meyakinkanmu bahwa ayah amatlah berharga bagiku.

-END-

Baca FF lainnya di sini.

4 thoughts on “[EXOFF Drabble] My Father and His Bestfriend

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s