[EXOFF Drabble] Pit-A-Pat

Title                : Pit-A-Pat
Prompt            : Deugeun deugeun
Length             : 499 words
Genre              : Fluff
Rating             : General
 
Drap.. drap.. drap..
Derap kaki yang tergesa menggema di seantero koridor sekolah. Sambil memeluk buku, ia clingak-clinguk bingung mencari sebuah ruangan.
Ruang Sains 3. Itu dia.

Dengan mantap ia membuka daun pintu. Tapi tunggu, ada yang mengganjal. Suara benturan yang terdengar tepat didepannya.
Bodoh.
Disana, Luhan. Murid populer idaman para gadis dan anak emas para guru, tinggi, atletis, tampan dan ramah. Kini sedang di depanya mengaduh kesakitan sebelum ia memberikan tatapan yang sinis.
“Kau yang melakukannya?” sembur Luhan tiba-tiba. Gadis ini bisa apa selain terperajat kaget. Namun ia memilih untuk tetap jaga image. Ia membalasnya santai dengan memberi Luhan tatapan ‘Apa?’
“Yang membenturku lah.”
“Aku tidak sengaja. Aku minta maaf.”
Luhan menatap gadis itu sekali lagi dengan tatapan menilai. Namun selanjutnya ia hanya berlalu sambil bergumam sebal. Gadis itu menatap Luhan heran dan bergegas memasuki ruangan menemui guru sains yang memanggilnya. Ia dipersilakan untuk duduk dan diberi penjelasan mengapa ia dipanggil.
Jadi begini. Ia diberi kepercayaan untuk membimbing murid yang kurang dalam Sains. Ya, ia dinilai mampu membimbing karena ia pandai dan rajin. Tipikal gadis kutu buku yang menghabiskan waktu istirahatnya di perpustakaan. Ia merasa sedikit ragu. Ia memang pandai tetapi ia kurang komunikatif dengan orang lain. Sekali lagi—tipikal—kuper.
“Yang terpenting kau pandai. Aku yakin kau bisa.” Begitu jawaban guru saat ia berkata ia kurang komunikatif. Baiklah, mau tak mau.
Sehari kemudian, tepat sehabis sekolah, adalah jadwal ia membimbing ‘klien’nya. Ia menunggu selama 15 menit di ruang favoritnya, perpustakaan. Namun murid tersebut—yang ia bahkan tak tahu siapa, tak kunjung datang. Ia memutuskan untuk membaca novel. Selembar ia membuka halaman, tiba-tiba ada tangan hangat yang menyentuh pundaknya lembut.
“Jadi kau?”
Ya tuhan.
“Kau..” sambil mengacungkan jari telunjuk ke arah Luhan yang kini tepat di depannya. Mereka saling bertukar pandang. Terdengar konyol, namun, gadis ini merasakan geli di perutnya. Ditambah lagi, mata Luhan yang jernih berbinar sedang memakukan tatapan padanya. Kini dia mengerti, mengapa para gadis jatuh bangun pada pria ini.
Sungguh mata yang indah.
“Matamu indah..”
Tunggu. Apa baru saja ia berkata seperti itu? Bisa fatal jika memang. Apa baru saja tanpa ia sadari pita suaranya bergetar seiring bergetarnya hatinya sekarang?
“Matamu indah..” ucapan itu terulang.
Bukan. Luhan. Dia yang mengucapkannya.
Dia yang mengucapkannya.
“Hah? A-Apa?” gadis itu mengutuki dirinya yang salah tingkah. Ia gugup sekarang.
Untuk mengurangi kegugupannya, ia mengedarkan pandangan keseluruh ruangan, menghindari tatapan Luhan.
“Baik, kita mulai belajarnya ya?” samar ia berucap sambil sibuk membuka buku Sains secara acak. Namun masih bisa ia rasakan, sorot mata Luhan masih lurus teratur padanya.
“Kau jangan menghindariku.” Luhan berujar.
“Mm? M-Menghindar apa?” ia kan memainkan jarinya. Salah tingkah.
“Kau tak mau menatapku. Itu tidak sopan. Aku sedang berbicara padamu.”
Dengan sedikit ragu, ia mendongakkan kepala untuk beradu pandang dengan Luhan.
1 detik.. 2 detik.. 3 detik.. Jarak diantara mereka semakin sempit.
“Guru, let’s get closer.” Luhan membiarkan ekspektasi tergantung dalam satu inchi jarak mereka.
Setelah itu, si gadis terbangun dari tidur dengan novel menimbun kepalanya karena seseorang baru saja menepuk pundaknya cukup keras.
Luhan.
“Jadi kau?”
 
Fin

One thought on “[EXOFF Drabble] Pit-A-Pat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s