[EXOFF Drabble] 014, Cafe’s Corner

014, Café’s Corner2
Title: 014, Café’s Corner
Prompt: Dugeun-dugeun (두근두근)
Author: Kyeongline (@kyeopta_yeoja)
Genre: Slice of Life, Drama
Length: Drabble (487 words)
Rating: General
Cast: Kim Jong In (EXO)
 
***
 
Aku tahu namanya. Ditilik dari label nama yang menggantung disisi kiri blazer merah tua yang dia pakai. Aku tidak tahu, apa alasan pria itu, sehingga kerap kali mengunjungi café ini. Dia menyukai desain yang artistik, barangkali? Hah, mustahil. Café yang di pelihara seorang pemuda bergaya eksklusif bernama Byun Baek Hyun ini, hanya memiliki empatbelas meja, satu counter pembayaran, dan sebuah stand kusam. Kecil. Aku beri nilai enampuluh lima.

Hari itu, salju masih mengemuli Seoul. Kim Jong In kembali bertandang. Aku hanya mendapati mimik wajah yang menggembirakan terpampang, disana -dibalik riap surai cokelat, bibir penuh memukau, dan tatapan elang memikat-. Detik selanjutnya setelah Jong In memesan secangkir Espresso Double Shots kepada pelayan senior bernama Do Kyung Soo, kerjapan matanya kembali liar, seperti hari sebelumnya, kala pria itu dieram nestapa.
Melancong pada pekan lalu. Aku bagai dianugerahi Tuhan penghargaan luar biasa, karena dapat menelaah lebih rinci, apa yang sedang dipikirkan seorang pria, ditengah cuaca ekstream yang membuat aliran listrik kerap padam. Siang itu, seorang gadis dengan mantel turquoise menenggelamkan diri dalam hangatnya perbincangan bersama Kim Jong In, sosok yang mengudara. Aku mencuri dengar, bahwa gadis dengan gelagat angkuh itu bernama Park Soo Young. Aku juga tehu, jika Soo Young adalah kekasih Jong In.
“Kita putus!” kalimat pendukung penat, keluar dari keping lisut milik si wanita.
“Kita baru saja merayakan hari jadi yang ke-2 tahun. Bagaimana mungkin kautidak lagi memikirkan hari sakral itu?” Jong In mencoba meraup jemari Soo Young, untuk ia genggam.
Gadis itu menepis, sebrutal ia bisa. “Baek Hyun Oppa lebih memperhatikanku! Kau hanya pelajar kelas sebelas yang manja! Minggir!”
Aku baru tahu. Byun Baek Hyun dapat pula ‘menikung’, salah satu pelanggan setianya. Hah.
Espresso pesanan datang. Jong In seolah kehilangan nyawa. Hidup pria itu terlalu berkelit. Andai saja, aku dapat memantaunya setiap hari, hingga seorang Kim Jong In hilang dibalik pintu rumah. Aku penasaran, bagaimana kehidupan pria itu diluar? Apakah begitu berkelit? Serumit sweater yang berpilin, kah?
Banyak tanya yang membumbung. Apa yang membuat Kim Jong In selalu memilih meja nomor 014, yang ditakdirkan sebagai meja terakhir yang Baek Hyun pesan, lantas diberi nomor 014. Mungkin 014 adalah angka keberuntungan Jong In? Astaga! Aku tidak yakin. Sebab, yang aku dapati selama mengamatinya adalah, di meja 014 dia selalu mendapatkan kesedihan. Jong In, sebaiknya kaupindah. Andai saja aku memiliki mulut untuk menyulutkan pendapat konyol itu.
Aku. Dalam mimpi samar dengan penerangan lentera, hanya berharap pada detik berikutnya Tuhan takdirkan sebuah CCTV sepertiku, untuk hidup, lantas dapat berbaur. Aku. Mengagumi Kim Jong In dalam diam. Dalam keheningan waktu senja. Kupikir, Jong In berada dalam titik terapuhnya, sekarang. Aku ingin mendapati bibir penuh itu mengumbar senyum, terpukau gembira kala menelaah pejalan kaki siang yang beringsut makan siang. Nyatanya, Tuhan menjadikan pria itu seorang Kim Jong In, dengan alur hidup terlampau berkelit.
Kauharus tahu namaku. CCTV yang diproduksi perusahaan Jepang. Aku tinggal di sudut café milik Byun Baek Hyun, dekat meja 014, tempat favorit pria yang aku kagumi, Kim Jong In.
 
 
-end-

5 thoughts on “[EXOFF Drabble] 014, Cafe’s Corner

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s