[EXOFF Drabble] Light

Judul : Light

Prompt : Han
Length : 482 words
Genre : Sad (?)
Rating : G
Tak ada satu pun partikel cahaya yang menjamah mataku. Gelap, sunyi, hening, tanpa suara. Aku sudah tak peduli di mana gerangan aku berpijak. Sekarang, fokusku hanya mencari cahaya.

Ke mana aku harus mencari? Pupilku membesar, mengecil. Percuma, hanya nyeri yang kudapatkan.

Namun, ketika aku berhenti, berputus asa untuk bersusah payah mencari-cari, kau hadir tepat di depanku, dengan cahaya yang secara tiba-tiba melawat mata, mengejutkan saraf yang memberi refleks pembeku.

Aku membeku, dan jelas kulihat kau tersenyum. Manis.

Apalah dayaku sekarang?

Aku meleleh.

Membeku dan meleleh secara bersamaan akan menyakitkan. Dan, sakitlah aku. Ketika ku mengerang dalam hati, ketika dadaku penuh sesak hingga berasa ingin mati – karenamu, kau mendekat hingga tak satu langkah pun kulewatkan dalam kejap kelopak mata, membelai lembut helai-helai rambutku dengan jemarimu. Tak kurasakan cahaya lagi karena mataku erat terpejam, menikmati belai demi belai jemari bak magnetnya, yang rasanya tak mungkin lepas dari rambut bak besiku. Entah mengapa aku merasa bahwa waktumu tak banyak di sini, dan seketika jemariku bergerak menyentuh pipimu, sekaligus memberi refleks pada jemarimu untuk turun pada pipiku juga. Dan jelas kulihat kau tersenyum dari jarak yang tak banyak. Membuatku membeku sekali lagi.

“Jangan menyerah. Aku akan selalu di sini.”

Cukup satu kalimat itu yang melelehkan air mataku. Entah mengapa. Tak perlu banyak kata lagi, karena senyummu kali ini sudah membuat air mataku menderai, menjalar di pipi. Dengan senyum yang sama, kau menghapusnya. Mengubah air mataku menjadi isak tangis yang sekali lagi tak kuketahui sebabnya.

“Jangan menangis. Satu tetes air matamu adalah banjuran es untukku.”

Mulutku terbuka, ingin berujar sepatah kata, namun tetap isakkan yang terdengar. Membuatmu lebih dekat dengan wajahku.

“Kim Jongdae, aku mencintaimu.”

Isak tangisku berhenti, berganti dengan sebuah raungan. Aku tercekat memanggil namamu, beriringan dengan langkah dan bayangmu yang semakin menjauh. Kau tidak berhenti, hanya melempar sekelebat senyum yang mulai pudar oleh cahaya yang menyelubungimu. Namun, aku tahu, senyuman itu kau tujukan untukku.

Ketika kepalaku terkulai, dan kupejamkan mataku untuk sekedar membiarkan setetes air mataku jatuh, kesadaranku seakan tersedot habis sekuat gravitasi menarik tubuhku.

Dan, ketika mataku terbuka kembali, bukan kegelapan yang menyambutku, namun ruangan yang tak asing. Mataku memicing heran sambil merasa bahwa betapa berbedanya tempat ini dengan tempat di mana aku berada sebelumnya, dan memaksaku untuk membiasakan mata dengan banyaknya cahaya.

Sebelum aku sempat mengerjap, seseorang yang tak asing menerobos pintu kamarku tanpa permisi. “Eomma?”

Eomma menatapku dengan sendu, seakan beban dunia ada di atas kepalanya. “Jongdae-ya … Miyeon. Dia …. menyerah.”

Tak ada kesempatan untukku mengerjap karena waktu berhenti. Tak ada ruang untuk bernapas, tak ada lagi kekuatan untuk menopang.

Jadi, terang dalam gelap tadi …. adalah salam perpisahannya?

Aku kembali dalam gelap ketika kurasa tubuhku ambruk. Dan di sana, secercah cahaya kecil melambai ke arahku.

“Aku berjanji, Miyeon-ah. Aku tidak akan menyerah. Aku tidak akan menangis. Aku juga mencintaimu.”

Kubalas lambaiannya, dan tersenyum. Setetes air mata kembali jatuh. Namun, seperti janjiku tadi, Nam Miyeon-ku. Ini adalah air mata terakhirku untukmu.

END

Baca FF lainnya di sini.

2 thoughts on “[EXOFF Drabble] Light

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s