[EXOFF Drabble] The Last Confession

Title : The Last Confession

Prompth : Han

Length : 475 words

Genre : Angst

Rating : General

Character :

  • Kim Jong In
  • Lim Hyun Joo

“Seberapa dalam?” aku bertanya sembari menatap manik mata teduhnya, menyelami perasaan gadis yang sudah kusakiti hatinya. Alih-alih menjawab, dia memutar pandangannya menghadap jendela besar kafeku. Pejalan kaki diluar sana mungkin lebih menenangkan hatinya ketimbang menatapku, lelaki brengsek yang meluluh lantakan perasaannya tanpa ampun. Membuatnya tak berharga, menghempaskan kepercayaannya yang sudah sepenuhnya sudah diberikan kepadaku. Hanya untukku. Dan bodohnya aku justru membuangnya, menyia-nyiakan tanpa berpikir kesakitan yang harus ditanggungnya seorang diri.

“Seberapa dalam luka itu, Hyun Joo?”

Katakanlah aku bodoh bertanya seperti itu. Karena seberapa kuat dia didepanku aku sudah tahu dia menderita. Sebanyak apapun dia tersenyum didepan orang-orang—termasuk didepanku—dia sedang membohongi dirinya, menyembunyikan luka yang mungkin tak akan pernah bisa aku jangkau.

Tangan mungilnya yang sedari tadi saling bertautan berpindah, menyelipkan sebagian rambutnya ke belakang telinganya. Dulu tangankulah yang selalu melakukannya. Yah, dulu sebelum aku menorehkan luka yang sangat dalam didalam hatinya.

Menarik napas dalam, dia kemudian menatapku. Wajahnya tak menunjukan kebencian ataupun kemarahan tapi matanya memberitahuku bahwa pertanyaanku membuatnya kembali membuka lembar kesakitannya. Membuatnya kembali sedih. Aku tahu itu. Aku mengenalnya dari siapapun. Dia seperti buku kosong tanpa sampul yang sangat mudah dibaca. Setidaknya hanya akulah yang beranggapan seperti itu.

Hanya aku. Hanya aku yang memahaminya.

“Kau tahu aku tidak hanya sekedar mencintaimu. Aku bahkan sudah mempercayakan hidupku kepadamu. Setelah masa-masa sulit yang kualami di panti asuhan hanya kau dan Ah Reum eonni yang membuatku bisa kembali menatap dunia yang sebelumnya begitu kejam. Aku sangat menyayangi Ah Reum sebagaimana seorang adik menyayangi kakak perempuannya. Satu-satunya orang yang kuanggap keluargaku setelah orang tuaku meninggal.”

“Dan kemudian keluargamu hadir dihidupku membuatku merasakan kembali hangatnya sebuah keluarga. Kau yang begitu baik, tidak hanya sebagai tunanganku. Kau seperti ayah yang selalu melindungiku, seperti kakak lelaki yang menunjukan jalan apa yang harus kulalui saat aku menemui kebuntuan. Kalian orang yang paling ingin aku bahagiakan, kalian yang paling berharga untukku dan kalian bermain api dibelakangku? Duniaku hancur mengetahui itu, Jong In.”

“Maaf…”

Maafkan aku si brengsek ini. Aku seperti menemukan kakak perempuanku—yang sudah lama meninggal—kembali saat bersama Ah Reum. Melupakan peranmu yang tak pernah lelah menemaniku disaat paling buruk itu—saat aku kehilangan kakak perempuanku.

“Meski aku tidak akan pernah bisa menghapus luka itu tapi aku mohon maafkan aku”

Permohonan sinting!

Kau pernah mendengar sebuah kalimat usang “Saat kau menancapkan paku pada sebuah papan kemudian mencabutnya kembali. Papan itu tidak akan sama seperti sedia kala. Ada lubang yang tersisa disana sampai kapanpun. Seperti itulah saat kau menorehkan luka terhadap seseorang”. Seperti apapun aku memohon maaf kepadanya tetap tidak akan bisa menghilangakan lukanya. Luka itu akan terus ada sampai kapanpun.

“Sebelum kau meminta maaf, aku sudah memaafkanmu. Berhenti menyesalinya, Jong In. Kau harus hidup bahagia” hatiku semakin perih mendengarnya, semakin dalam saat dia berlalu meninggalkanku dengan penyesalanku yang tak berujung.

Kau juga harus bahagia bersamanya, Hyun Joo. Aku masih menatap punggungnya yang dilingkari tangan kekasihnya menjauhiku..menjauhi kehidupanku.

The End

3 thoughts on “[EXOFF Drabble] The Last Confession

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s