Lie to Leave Me

layyyyy copy

Title : Lie to Leave Me

Author : unicornslight

Lenght : Ficlet

Cast : Byun Baekhyun, Park Yena(OC)

Genre : Fantasy, Drama, Hurt

Rating : PG-16

You Hurt Me

Seperti selembar kertas putih yang basah.
Tipis dan transparan.
Dan berakhir dengan hancur tak berbentuk.

Warna yang mulanya terlihat cerah.
Kini pudar bercampur hitam.

Seperti mengadahkan wajah keterik matahari.
Perih dan sakit disaat yang bersamaan.

=======HappyReading=======

” Ibu Noona itu kasihan sekali, pakaianya banyak tanah.”

” sstt, biarkan saja. Dia orang gila Jinhae-ya.”

Langkah kakinya terhenti seketika, mendengar orang lain memanggilnya gila membuatnya tersenyum sinis.

‘Ya, aku memang gila.’

Bibirnya tertawa hampa dan kembali menampilkan wajah sinis yang mampu membuat orang kembali meralat kata ‘gila’ menjadi ‘monster’.

Kakinya kembali terseret dan dipaksa untuk melangkah tanpa arah yang jelas, sepatu coklat dengan tumpukkan lumpur dimana-mana, baju dress selutut dengan noda kehitaman dan bahkan nyaris koyak di sebahagian.

Tidak perduli hidup macam apa yang dijalankanya saat ini, yang dia inginkan hanyalah Lelaki itu, lelaki yang tega meninggalkan kekasihnya seperti ini.

Disaat semuanya mulai terasa melengkapi, ketika seluruh hati dan jiwa seorang gadis yang diberikan dengan perasaan tulus akan kepercayaan lelaki itu harus kembali dengan kepingan hitam yang tidak berbentuk.

Percayakah kalian tentang cerita dongeng penghantar tidur, seorang malaikat akan selalu menemani kalian dan menjaga kalian dimanapun dan kapanpun itu terjadi.

Tentu, kurasa kalian akan mempercayai itu ketika umur kalian menginjak tiga sampai lima tahun, lalu bagaimana dengan umur hampir seperempat dari abad, tentu tidak akan ada yang mempercayainya.

‘Logikanya, seorang malaikat hanya ada dicerita dongeng.’

” Tidak, itu benar Yena. Percayalah.”

Langkah kakinya kembali terhenti, jantungnya kembali bedegup kencang ketika harus mendengar suara yang paling dirindukanya.

Air mata yang sudah dijanjikan tak aka lagi turun, runtuh sudah. Ya, untuk sekian kalinya Yena menangis ‘lagi’ karna lelaki itu.

Seorang lelaki pembohong besar, yang tidak pernah muncul tapi tetap menyerukan suaranya dipendengaran gadis itu. Tapi, untuk kali ini Yena cukup tau untuk asal dari suara itu.

Baekhyun tidak jauh dari sini.

” Kenapa? Kau marah ketika aku mengatai makhluk seperti kalian hanya ada dicerita dongeng?.”

Yena berteriak lantang menyerukan kalimat mendesak, entah kepada siapa.
Netranya menelisik mencari sosok yang mungkin saja akan terlihat meskipun itu tidaklah mungkin.

Lagi, orang-orang menatapnya heran dan tertawa mengejek dihadapan Yena. Ini bukanlah taman dengan penghuni sepasang kekasih dengan sejuta moment romantis yang akan terbentuk meskipun itu disengaja ataupun tidak.

Salah besar jika ada seorang gadis normal yang akan berteriak, menangis, dan tertawa di tempat seperti ini. Jadi, apakah Yena pantas untuk disebut ‘gila’.

” Keluarlah Baekhyun, pukul aku jika kau marah.”

Ya, mungkin Yena pantas untuk menyandang gelar itu saat ini.

” Kenapa tidak keluar? Apa kau takut malaikat pembohong.”

Monster kecil dengan penuturan kata yang menyedihkan.

” Aku tau akan seperti ini, dasar makhluk seperti kalian hanya bualan cih.”

Skenario cinta yang paling menyedihkan. Menghempaskan hati dari tebing beribu kilometer, hancur dan tak berbentuk.

” Hey gadis gila, apa kau tidak liat disini jalan raya, jadi jangan berteriak-teriak seperti itu. Menyusahkan saja.”

Tentu, bukan Yena jika tidak akan menambah bensin dikobaran api.

” Jadi apa masalahnya huh? Kau iri pada ku Ahjussi tua.”

Geram dengan penuturan Yena membuat Ahjussi itu maju tergesa dan menampar wajah Yena dengan keras. Yena jatuh tersungkur dengan wajah menghadap ke tanah dan lutut menompang tubuhnya keras mengasilkan darah segar di kedua lututnya.

” Bangun kau gadis sialan, akan ku hajar mulut mu.”

Cengkraman tangan kuat dilehernya kembali menariknya paksa untuk berdiri, dan kali ini Ahjissi itu benar-benar akan menghabiskan gadis yang hidupnya sudah lebih dari kara berantakan.

‘Plakk’

Yena kembali tersungkur, dan tamparan kedua sukses membuat seluruh wajahnya remuk dan nyeri disaat bersamaan. Tanganya terangkat untuk menyentuh sudut bibirnya, dan darah segar mengalir kental meninggalkan jejak kepedihan disaana. Yena tersenyum sinis

‘Bahkan, Baekhyun tidak akan datang sekarang’

” Kau puas, mau lagi huh? Cih dasar gadis gila.”

Ahjussi itu berbalik meninggalkan Yena begitu saja, puluhan pasang mata hanya menatapnya iba tanpa berniat membantu untuk menompang tubuhnya berdiri sedikitpun.

Yena menangis menahan perih dihatinya yang bahkan lebih sakit dibandingkang luka disekujur tubuhnya, kenyataan lelaki itu tidak akan datang dan tidak akan pernah datang meskipun tubuhnya lumpuh sekalipun.

‘Tidak Yena, kau salah’

Saat ini Baekhyun kembali mempertaruhkan takdirnya untuk membalas siapa saja yang berbuat buruk terhadap gadisnya. Ya, hanya untuk seorang gadis yang mampu membuat hidupnya menjadi jungkir balik seperti ini.

Sebuah mobil hitam berjalan dengan kecepatan diatas rata-rata, menghalau benda apa pun yang mungkin saja bisa menghalangi penglihatanya.

Dan Baekhyun sudah merencanakan semua ini, Ahjussi dengan emosi yang masih meluap didalam hatinya berjalan menuju sisi jalan raya.

” Waktunya tidak banyak, sial.”

Baekhyun mengepakkan sayapnya dan tebang menuju sisi jalan, disentuhnya punggung Ahjussi itu dan disaat yang bersamaan mobil tadi melaju tepat dihadapan mereka.

” Tidak ada yang boleh menyakiti Yena, inilah balasanmu paman.”

Dan Baekhyun benar-benar melakukanya, melawan takdir seorang malaikat dengan membunuh orang yang belum sampai batas waktu kehidupanya.

Tabrakan tak terhindari, mobil yang pada awalnya melaju dengan mulus, kini harus berlumuran darah ketika harus melangkah. Semua orang berteriak histeris dan berlari menuju tempat terjadinya tabrakan.

” Tarik Ahjussi ini dari bawah mobil.”

” Cepat, panggil Ambulance.”

Semua orang berkumpul dan mencoba membantu menyelamatkan siapa saja yang menjadi korban dari kecelakaan yang di buat oleh Baekhyun sendiri.

Seorang malaikat yang membawa arwah menuju surga, dan tentu saja Baekhyun tau jika arwah Ahjussi itu tidak akan ditempatkan kesurga, jadi dia tidak akan repot-repot menuntunya dan membawanya kehadapan pemimpin mereka.

Baekhyun kembali teringat kepada Yena, dan memutar tubuhnya untuk mencari Yena yang mengkin saja masih meringsut kesakitan. Dan benar saja, Yena masih dengan posisi tadi, Baekhyun kembali mengepakkan sayapnya dan terbang kehadapan Yena.

Dilihatnya tubuh Yena dengan pandangan penyesalan.
‘Seberapa sakitkah, ketika aku meninggalkanmu Yena’

Baekhyun melepaskan kontak matanya dari tubuh gadis itu, dan melihat sekitar dan memastikan bahwa tidak ada yang melihat posisi Yena untuk saat ini. Dan saat ini Baekhyun kembali terlihat untuk Yena

Yena masih menundukkan wajahnya dan menangis dalam diam, ketika sebuah tangan menyentuh lembut pipinya barulah tangisan itu berhenti.

” Baekhyun…”

“ Ini aku, dasar gadis bodoh. Apa kau bahagia ketika menyakiti diri sendiri seperti ini huh?.”

Yena menggeleng lemah dan hanya dapat tersenyum menanggapi perkataan Baekhyun untuk saat ini. Sungguh seluruh tubuhnya benar-benar sangat sakit saat ini. Tanganya terangkat untuk menyentuh punggung tangan Baekhyun yang masih berada di pipinya, mengelusnya dan menggenggamnya erat. Takut Baekhyun akan kembali menghilang.

“ Aku tidak akan pergi.”

Sulit untuk mempercayai perkataan Baekhyun lagi, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa hatinya masih mengharapkan Baekhyun mengucapkan kalimat itu dihadapanya.

“ Aku tidak akan membiarkanmu menderita lagi Yena, sungguh itu sangat menyakitkan untukku.”

Baekhyun berkata tegas untuk meyakinkan gadis yang berada dihadapanya.

‘Tidak, tidak akan pergi untuk kedua kalinya kan Baekhyun’

“ Kau tidak akan pergi dengan gadis itu Baekhyun.”

Baekhyun terpaku mendengar suara menggema tersirat kemarahan dipendengaranya, rasa takut tiba-tiba muncul dan menggertakkan hatinya, wajahnya pucat dan keringat dingin turun membasuh wajah pasi miliknya.

“ Pe- pemimpin Suho.”

“ Pulanglah, jika kau tidak ingin takdir yang lebih menyakitkan datang kepada gadis itu.”

Baekhyun melebarkan matanya, sungguh ini tidak dapat diterima. Tapi ia tau, setiap perkataan Pemimpinya adalah sebuah Realita. Pikiranya beradu, terlalu bingung untuk mengambil keputusan saat ini.

Netranya kembali menatap sendu Yena yang masih menggenggam tanganya kuat, Wajah lelah dengan sudut bibir yang terluka membuat hati Baekhyun kembali tertancap belati panas menembus keluar tubuhnya.

Yena menatap Baekhyun dengan pandangan curiga.

“ Kau kenapa Baekhyun.”

Diucapkan kalimat itu dengan seluruh tenaganya, melihat Baekhyun seperti sedang berpikir membuat Yena merasa curiga. Tentu, Yena tidak akan mendengar suara percakapan Baekhyun dengan sang pemimpin Suho.

“ Aku tidak apa-apa Yena, tapiㅡ”

“ Kau akan pergi?.”

Tepat!

Ugghh Baekhyun benci ketika Yena akan salah paham tentang dirinya.

“ Maafkan aku. tapi, aku harus pergi Yena.”

Baekhyun melepaskan tanganya dari Yena dan berdiri tegap untuk mengambil langkah pergi, tubuhnya berbalik dan matanya yang terpejam kuat. Takut jika pikiranya akan berubah dan kembali memasukkan gadis itu kepada takdir yang lebih menyakitkan.

Yena mendorong tubuhnya dengan tertatih menuju serpihan kaca yang tak jauh dari tempatnya berdiri, tanganya terulur meraih serpihan kaca dan menggenggamnya kuat. Menghadapkan tanganya kedepan kaca yang siap untuk menusuk urat nadinya hingga kedasar.

“ Berhenti Baekhyun.”

Tepat setelah itu Baekhyun berhenti, tubuhnya tidak berbali dan tetap menghadap kedepan. Dan Yena menatap Baekhyun dengan air mata yang penuh penekanan.

“ Jika kau pergi, maka panggilah makhluk sesama mu dan bawa jiwaku kepada mereka.”

‘Apa yang dibicarakan olehnya’

Baekhyun berbalik dan terkejut mendapati pecahan kaca berada diatas tangan gadis itu.

“ Tidak, tunggu Yena. Tidak!.”

======TBC======

FF ini bisa dibilang ficlet series, jadi setiap chapter hanya sedikit ^^

Dimohon untuk meninggalkan komentar setelah membaca FF ini ya ^^ terimakasih.

One thought on “Lie to Leave Me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s