Love In Seoul (Chapter 3)

Love In Seoul

Chapter 3 (Apakah kopi pagi itu beraroma cinta?)

Main Cast:

Ø  Oh Sehun    

Ø  Kim Cheonsa         

Ø  Park Chanyeol       

Other Cast:

Ø  Oh Sejun / Donsaeng Oh Sehun

Ø  Kim Jong Suk / Appa Cheonsa

Ø  Oh Jung Won / Appa Sehun

Ø  Oh Ha Young / Eomma Sehun

Ø  Choi Semi / Sahabat Cheonsa

Ø  Park Min Young / Sahabat Cheonsa

Ø  Kai / Sahabat Chanyeol

Ø  Tao / Sahabat Chanyeol

Ø  Chen / Sahabat Chanyeol

Rating:

Ø  General

Genre:

Ø  Friendship

Ø  Comedy

Ø  Romance

Ø  School Life

Length:

Ø  Chapter

Author:

Ø  Aihara Naomi/@asmie_22/Asmie amier

Disclaimer:

  • Mian kalau di chapter 2 makin banyak typo dichapter 3 juga saya g jamin kalau g banyak typo juga J. Makasih buat yg udah comment di Chap 1 dan Chap 2

Chapter 1Chapter 2

Sebelumnya Chapter 2

Cheonsa yang masih Shock dengan Sehun yang berteriak padanya. Sementara Semi dan Min Young terus membagikan selebaran dengan maksud mendukung cinta Cheonsa.

Sehun masih marah, tentu saja. Cheonsa mencoba minta maaf dengan menunggu Sehun di tangga. Tapi Sehun tak menyapanya.

”Sejak kau menulis surat cinta, mungkin kau tidak peduli dengan rumor itu. Tapi itu sangat menganggangguku”. Kata Sehun tanpa melihat ke arah Cheonsa,

“Jangan merusak hidupku lagi”. Lanjut sehun terus melangkah menaiki tangga

Cheonsa terluka dengan ucapan Sehun. Cheonsa tak menyadari air matanya mengalir. Ia menghapusnya dan terdiam.

“Aku…. Kenapa aku menangis?”. Kata Cheonsa tersenyum sambil menangis
Cheonsa masih berdiri di dekat tangga sendirian.

 

“Happy Reading” J Chapter 3

Sepanjang jalan pulang Cheonsa sangat bersedih dengan hubungannya bersama Sehun.

“dengan dia menolakku beberapa waktu yang lalu. Aku pikir aku akan baik-baik saja mendengar dia berkata jahat padaku. Lalu kenapa aku harus menangis?” batin Cheonsa.

Cheonsa menengadah menatap langit dan ia melihat sebuah bintang jatuh lagi.

“tapi setelah semua ini.. aku masih saja mencintai Sehun” kata cheonsa sedih. Sampai rumah Cheonsa langsung disambut Eomma Sehun yang khawatir padanya.

“Cheonsa, kau terlambat. Aku khawatir padamu. “

“maaf aku lupa menghubungimu”. Kata Cheonsa

Setelah ijin ke kamarnya dulu, ia langsung berjalan meninggalkan Eomma Sehun. Didalam kamarnya Cheonsa mengambil surat yang ditulisnya untuk Sehun. Ia terus menatap surat itu dan akhirnya membuka surat itu. Cheonsa langsung membacanya suratnya lagi.

“surat cinta pertama yang pernah aku buat dalam hidupku. Surat yang tidak akan pernah terbaca. Aku tau dia tidak baik padaku.. tapi aku masih mencintainya.” Batin Cheonsa.

Sehun keluar kamar mandi dan mengetuk pintu Cheonsa. Maksud dia adalah untuk gantian mandi karena kamar mandi lantai 2 hanya ada 1.

“oiyy.. kamar mandi sudah kosong.” Seru Sehun tapi tak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar Cheonsa, Sehun jadi penasaran.

“aku masuk ya”. Kata Sehun ijin membuka pintu kamar Cheonsa.

“Eommaku bilang kamar mandi sudah kosong”. Seru Sehun sambil membuka pintu kamar Cheonsa dan dari pintu ia melihat Cheonsa tertidur di meja belajarnya.

Cheonsa tertidur pulas sampai tak menyadari Sehun memasuki kamarnya. Sehun melihat disebelah Cheonsa ada kertas yang dibuka, ia mendekati Cheonsa dan meraih kertas yang ternyata surat yang pernah diberikan padanya. Karena Sehun ingin tau isi surat itu, ia meraihnya dan membacanya.

Senang berkenalan denganmu Oh Sehun
Namaku Kim Cheonsa
Aku dari kelas F
Kau tak tau aku, tapi aku tau kamu.
Sejak kau pidato di upacara masuk sekolah 2 tahun yang lalu, 
aku sudah mengagumi kepandaianmu dan wajah tampanmu. 
Sejak pertama bertemu denganmu, 
aku merasa seperti tertimpa bintang jatuh

Aku mulai punya rasa special untukmu.
Yang ingin aku katakan pada irie-kun adalah.. aku mecintaimu.

Pagi harinya Cheonsa terkejut karenn terbangun diatas meja belajarnya. Saat ia melihat jam ia terkejut karena hampir jam sekolah. Cheonsa pergi ke ruang makan dengan terburu-buru.

“Annyeonghaseyo..”. Sapa Cheonsa kembali ceria.

“kau selalu saja kesiangan Cheonsa. Kenapa kau tak bangun awal dan membantu ibu irie?”. Kata Appanya mengingatkan Cheonsa.

“maaf” ucap Cheonsa

“jangan khawatir Sehun dan Sejun juga tidak membantuku”. Jawab Eomma Sehun, ia menarik Cheonsa dan mendudukkan Cheonsa ke kursi

“kau cepatlah dan segera makan”. Kata Eomma Sehun

Cheonsa duduk dan mengambil rotinya dan seperti biasa didepannya ada Sehun sedang membaca Koran. Cheonsa terus menatap wajah Sehun sampai suara Appanya mengagetkannya.

“Cheonsa bisakah kau pulang awal hari ini?”. Kata Appanya

“baiklah.. kenapa?”. Kata Cheonsa

“Oh-Chan dan keluarganya sudah begitu baik kepada kita jadi aku akan membuatkan dinner malam ini dan menunjukkan terima kasih kita pada mereka. Apakah kau bisa membantuku ?”. Lanjut Appa Cheonsa

“iya benar. Lagian restauran kan tutup hari ini, Appa” jawab Cheonsa

“sudahlah Tuan Kim, kau tak perlu melakukan itu”. sahut Eomma Sehun

“iya ini setidaknya yang bisa kami lakukan”. Kata Appa Cheonsa

“yah Kim-chan adalah koki terbaik didunia, ini patut kita tunggukan Sehun dan Sejun?”. kata Appa Sehun tertawa

“iya “ jawab Sehun

“terima kasih untuk makanannya”. Sehun pun pamit.

Eomma Sehun lalu meminta Cheonsa juga segera pergi. Cheonsa buru-buru menghabiskan rotinya. Setelah habis Cheonsa mengejar Sehun di pintu depan. Sehun sedang memakai sepatu sekolahnya saat ia datang. Sehun tau Cheonsa dibelakangnya dan ia menoleh. Ia menatap Cheonsa lama membuat Cheonsa bertanya-tanya

“ada apa?” Tanya Cheonsa.

Sehun berbalik mendekatinya, tangan Sehun terulur ke bibir Cheonsa dan mengambil sesuatu.

“oh ada potongan roti disini.” Ucap Sehun. Ia menunjukkan pada Cheonsa setelah itu berbalik pergi.

Cheonsa jadi sangat malu, ia membersihkan mukanya biar tidak ada sisa-sisa roti dimukanya. Tapi Cheonsa masih saja kaget dengan perlakuan Sehun tadi yang agak perhatian padanya

“apa itu tadi”. Gumamnya heran.

Di sekolahan, Chanyeol merasa Cheonsa dalam bahaya jika bertemu Sehun jadi kemanapun Cheonsa pergi maka Chanyeol CS segera mengawalnya. Sebenarnya Cheonsa merasa itu justru mengganggunya tapi apa daya, itulah sahabatnya.

Tanpa mereka sadari ternyata musuh mereka ada dibelakang mereka. Sehun melihat ulah Cheonsa dan 3 teman cowoknya itu.

“bukankah gadis itu yang tinggal dirumahmu?”. Tanya Baekhyun.

“aku tak peduli“. ucap Sehun terus berjalan.

Malam harinya Chanyeol mengajak Semi, Min Young dan 2 sahabatnya untuk mengawasi rumah Cheonsa. Semi dan Min Young terkagum melihat rumah besar keluarga Oh itu. Diam-diam mereka memasuki halaman rumah keluarga irie dan melihat kedalam rumah.

Malam itu Appa Cheonsa yang memasak seperti janjinya. Semua terhidang diatas meja makan, lengkap, penuh dengan makanan enak-enak.

Sejun melihat ada 1 makanan yang bentuknya sama sekali tidak menarik.

“apa ini?”. Tanyanya Sejun menujuk masakan Cheonsa

“haha.. itu tahu goreng yang aku buat”. jawab Cheonsa tersenyum. “keliatan jelek tapi enak kok rasanya”. lanjutnya.

“aku tak mau memakannya!”. Ejek Sejun.

“aku juga tidak mau makan!”. Sehun juga melihat bentuk makanan Cheonsa

”Sehun, Sejun.. jangan bilang seperti itu”. Eomma Sehun jadi tidak enak

“iya benar.. ayo kita makan”. Sahut Appa Sehun.

Diluar Chanyeol kesal karena melihat makanan Cheonsa dihina Sehun dan Sejun. Appa Sehun yang pertama-tama mengambil tahu yang dibuat Cheonsa. Semua menatap bapak irie yang memakannya.

“jika aku memakannya kalian berdua juga harus makan okay?”. Kata Appa Sehun memakan masih dengan tersenyum.

Melihat Appanya makan, semua menunggu perubahan yang terjadi pada Appa Sehun, tapi sepertinya enak-enak saja. Sejun lalu ikut mengambil tahu goreng iitu dengan sumpitnya dan memakannya.

Tak lama setelah tahu goreng masuk ke mulut Sejun, wajah Appa Sehun berubah.. ia seperti menahan sesuatu.

“rasanya tidak enak”. Seru Sejun memuntahkan masakan Cheonsa.

“sudah kuduga”. Sahut Appa Cheonsa.

“tidak, ini enak”. Kata Appa Sehun berbohong meski ia harus minum air putih banyak untuk mengusir rasa makanan Cheonsa. Cheonsa tertunduk malu dengan hasil makanannya.

“ah kau tak perlu berbohong seperti itu Oh-chan. Masakannya selalu tidak enak. Aku tak percaya dia anakku. Jika dia seperti ini, dia tidak akan punya keluarga yang bisa dinikahinya”. Kata Appa Cheonsa

“Mianhae” ucap Cheonsa malu

“jangan khawatir, Cheonsa akan menikah dengan anggota keluarga kami” sahut Eomma Sehun tersenyum. Semua langsung menghentikan makannya dan menatap Eomma Sehun shock., apalagi Sehun dan Sejun. Dari luar Chanyeol CS juga terkejut dengan apa yang diucapkan Eomma Sehun.

“maksud perkataanku tadi adalah Sehun akan menikahi Cheonsa.” Lanjut Eomma Sehun menjelaskan. Cheonsa langsung tersenyum-senyum bahagia dapat restu kartu hijau dari calon mertua langsung. Sementara itu Sehun melihat ke expresi Cheonsa yang tampak senang itu.

“aku menolak! Aku tidak setuju” teriak Sejun tidak rela kakaknya yang cerdas menikah dengan Cheonsa yang bodoh.

“dia benar. Tolong jangan putuskan tanpa bertanya pada kami!” kata Cheonsa

“berhenti bermain-main dengan hidup kami.” Kata Sehun.

“benarkah? Aku pikir Cheonsa adalah typemu Sehun.” Sahut ibu.

“benarkah itu” Tanya Cheonsa berbunga-bunga.

“itu tidak benar.” Sanggah Sehun

“aku tak menginginkanmu” lanjut Sehun menatap Cheonsa.

“aku juga tak menginginkanmu” sahut Cheonsa

Diluar Chanyeol yang mendengar langsung tertawa senang “bagus kotoko”

Sehun tertawa mendengar ucapan Cheonsa yang ia tau pasti itu bohong      “benarkah begitu? Tapi kau mengirimkanku sebuah pesan cinta membara. Ejek Sehun tertawa dihadapan semuanya. Lalu Sehun mengulang kata-kata disurat yang pernah dibacanya itu

senang berkenalan denganmu Oh Sehun
Namaku Kim Cheonsa

Aku dari kelas F
Kau tak tau aku, tapi aku tau kamu.

Cheonsa terlonjak berdiri dari kursinya, ia terkejut Sehun tau isi suratnya. Sehun tetap menatap wajah Cheonsa yang kaget itu dan terus mengucapkan isi surat Cheonsa.

Sejak kau pidato di upacara masuk sekolah 2 tahun yang lalu,
aku sudah mengagumi kepandaianmu dan wajah tampanmu.

Saking kesalnya Cheonsa menampar wajah Sehun keras. Semua terkejut melihatnya. Sehun sangat marah ditampar Cheonsa didepan semuanya

“mengapa kau lakukan itu!”. Teriak Sehun menggebrak meja makan. Mereka sama-sama berdiri, menatap dan wajah penuh amarah.

“jahat! Kau membaca suratku?”. Isak Cheonsa

“itu kan ditulis untukku”. Teriak Sehun

“tapi kau tak perlu mengingat semua kata-katanya!”. Teriak balik Cheonsa.

“aku tak bisa apa-apa! Jika aku baca sekali saja maka aku akan ingat semuanya!”. Sahut Sehun membela diri.

“tapi kau tak perlu mengucapkannya didepan semua orang!”. Kata Cheonsa lagi. Suasana kedua makin panas saja, mereka saling berteriak.

“tunggu.. tunggu.. apa yang kalian maksudkan? Apakah itu artinya Cheonsa menyukai Sehun sejak lama?”. Kata Eomma Sehun langsung menengahi

“ya..” jawab Sehun dan sadar mereka bertengkar dihadapan keluarga mereka. Sehun kembali duduk dikursinya tapi masih menatap Cheonsa kesal.

“katakan pada semuanya kebenarannya.” Paksa Sehun.

”iya aku pernah menulis sebuah surat cinta”. Kata Cheonsa tertunduk lemas dan mengaku

“jadi itu benar kotoko?”. Tanya Appanya. Cheonsa duduk dikursinya dengan tertunduk malu.

“berarti saranku bukan sekedar mimpi”. ucap eomma Sehun senang.

“tapi aku menulis surat itu sebelum kami pindah kerumah ini. Sekarang aku tidak suka padanya”. Elak Cheonsa.

“jangan berkata seperti itu. Kau harus mulai menyukai Sehun lagi, benar kan sayang?”. Tanya Eomma Sehun pada suaminya.

Appa Sehun terkejut dengan pertanyaan istrinya tapi ia segan sama Appa Cheonsa kalau menolaknya.

“baiklah, jika itu membuat mereka bahagia”. Jawab Appa Sehun melirik Sehun. Sehun tertunduk tak menanggapi lagi omongan kedua orang tuanya.

“tunggu.. tolong buka pintu ini”. Teriak Chanyeol dari luar. Semua terkejut melihat siapa yang diluar.

“siapa anak-anak itu?” seru Appa Sehun terkejut.

“Oppa?” kata Cheonsa terkejut melihat Chanyeol disana.

“Cheonsa buka ini”. Teriak Chanyeol.

“ah mereka temanku”. Kata Cheonsa berlari untuk membuka pintu.

“apa yang kalian lakukan dirumah orang lain?”. Tanya Cheonsa.

“maaf dia ingin mencari tau apa yang terjadi denganmu”. Min Youngminta maaf. Chanyeol masuk seenaknya tanpa permisi dan langsung mendekati naoki.

“Sehun memang genius tapi dia adalah seorang pria, dia bisa jadi binatang liar setiap waktu. Untuk itulah aku disini”. Seru Chanyeol marah.

“aku dengar dia berkata seenaknya”. Sehun masih cool saja tidak melihat ke Chanyeol.

“kau ini siapa?”. Tanya Sejun

“heiii!”. Teriak Chanyeol tapi ia tersadar kalau ia penyusup dirumah orang.

Chanyeol menatap orang-orang yang ada disekeliling. Chanyeol lalu memberi hormat pada para orang tua dan tersenyum

“senang bertemu denganmu keluarga Oh. Saya Chan, Park Chanyeol. Saya teman sekelasnya Cheonsa”. Katanya memperkenalkan diri.

“berarti kau juga bodoh!”. Teriak Sejun.

”hahhh!!”. Chanyeol langsung mngeram marah, kotoko langsung memegangi tangan Chanyeol yang seperti mau menerkam Sejun itu.

“yuki jangan bilang seperti itu” kata Eomma Sehun

“aku dan Cheonsa punya hubungan spesial dikelas”. Lanjut Chanyeol.

“Oppa, itu tidak benar!”. Sanggah Cheonsa.

“Cheonsa kau benar-benar popular ya”. Puji Eomma Sehun senang.

“iya dia memang begitu”. Sahut Chanyeol.

“maaf atas semua ini”. Kata Cheonsa pada semuanya.

“tolong jangan coba melakukan apapun kepadanya, okay? Menikah?? Lupakan saja! Mengerti Sehun-ssi!”. Kata Chanyeol menatap Sehun yang hanya diam saja itu.

“aku tak bisa berjanji untuk itu” sahut Sehun santai. Semua menatap Sehun tak mengerti.

“apa maksud kata-katamu itu?”. Tanya Chanyeol.

“orang bisa berubah pemikirannya, kau benci orang saat ini, tapi besok mungkin kau menyukai orang itu”. Jawab Sehun menoleh pada Chanyeol. Cheonsa terkejut.

“apa? Jadi maksudmu kau menyukai Cheonsa?”. Tanya Chanyeol kesal.

“aku belum yakin itu tapi jangan lupa kalau dia menyukaiku lebih dari dia menyukaimu”. Jawab Sehun dengan pedenya. Ia berdiri dari kursi makannya dan berdiri didepan Chanyeol.

“aku pergi keatas dulu, nikmati saja disini”. Pamit Sehun dan segera pergi.

“apa ? itu tadi apa? Apa maksud dia”. batin Cheonsa menatap punggung Sehun yang menjauh.

“apa itu berarti aku bisa mengharapkan hal yang baik?”. Batin Cheonsa tersenyum senang.

Summer vacation pun tiba, ini adalah liburan summer terakhir mereka di SMA. Cheonsa menuruni ditangga dengan kedua sahabatnya. Mereka bertemu dengan Sehun dan Baekhyun. Sehun melihat Cheonsa tapi tanpa menyapa Sehun langsung pergi begitu saja.

“kau beruntung kau bisa bersama dengan Sehun selama liburan”. Bisik Semi

“tidak akan ada yang terjadi”. Jawab Cheonsa.

“kau tak pernah tau. Hari yang lalu kan dia bilang perasaannya padamu”. Kata Semi.

“dia berkata begitu karena ia ingin melawan Oppa Chanyeol”. Sahut Cheonsa

“benar.. Sehun bahkan tidak ingin makan makanan yang Cheonsa buat” kata Min Young

“itu karena masakanku tidak enak”. Kata Cheonsa

“bukan itu alasannya”. Kata Min Young

“seorang pria pasti ingin makan makanan yang dibuat gadis yang disukainya, rasa bukan masalah”. Lanjut Min Young

“dia benar, bukankah sangat mudah untukmu memasak untuknya kan kalian tinggal bersama?”. Kata Semi memberi semangat.

“iya, setidaknya kau akan ada kenangan seperti itu selama summer ini”. Lanjut Semi.

“iya aku akan memasakan untuknya”. Kata Cheonsa bersemangat.

Chanyeol gelisah karena nanti selama liburan ini Cheonsa dan Sehun akan jadi semakin dekat. kai berkata kalau

“perasaan gadis akan berkembang jika dia dekat dengan pria yang disukainya”. Kata Kai yang semakin membuat Chanyeol gelisah, Chanyeol langsung melotot padanya.

“kau juga harus tetap mendekati Cheonsa sebanyak Sehun dekat dengan Cheonsa”. Kata Tao memberi saran.

Hari pertama libur summer ternyata Cheonsa harus ikut kelas extra karena nilainnya saat midtest. Cheonsa malu saat pamit pada keluarga Oh dengan alas an kelas extra tapi karena Chanyeol menjemputnya semua jadi tahu kalau Cheonsa ikut kelas extra.

~skip~

Didalam kelas saat sedang bicara dengan teman-temannya salah satu temannya berkata kalau ia melihat Sehun.

“aku dan Min young melihat naoki sedang bermain tenis”. Kata Semi

Saat pelajaran dimulai, Cheonsa terus menatap kelapangan sekolahan dan tidak mendengarkan gurunya. Chanyeol pun sama ia terus menatap Cheonsa yang sedang melihat Sehun.

       “dia benar-benar ganteng”. Batin Cheonsa menatap Sehun dari jauh

“aku rasa dia akan kecapean saat habis latihan. Saat dia pulang ke rumah, dia akan mendapatkan makanan yang aku buatkan dan jadi pulih”. Cheonsa melamun dan tersenyum-senyum sendiri sampai ia tak menyadari kalau guru memanggilnya.

Karena tidak konsen dikelas, Cheonsa mendapat hukuman berlari di halaman sekolah. Cheonsa terus berlari memutari lapangan. Dari dalam lapangan tenis, Sehun heran melihat Cheonsa berlari-lari dilapangan. Saat memukul bola tenis bolanya melayang jauh dan tepat mengenai dahi Cheonsa.

Cheonsa kesakitan kena bola itu sampai dahinya memerah. Sehun datang dan meminta maaf.

“ahh Mian, aku tak sengaja melakukannya.apakah kelas sudah selesai?” Tanya Sehun.

“pergi sana. Aku hanya ingin berlari-lari saja”. Jawab Cheonsa bohong.

Wali kelasnya datang dan menyuruh Cheonsa berlari lagi. Cheonsa malu ketauan bohong pada Sehun. Ia langsung berlari meninggalkan naoki

“ohhhhh…hhhhaha”. Sehun tertawa sendiri melihat ulah Cheonsa itu.

Sehun, Sejun, Cheonsa dan Appa Sehun duduk dimeja makan, sementara Eomma Sehun membuatkan minuman untuk ketiganya. Ia melihat dahi Cheonsa sedang dikompres. Eomma Sehun melihat Cheonsa penasaran

“Cheonsa, apa kau berjemur? Apa kau ikut kelas olahraga?”. Tanya Eomma Sehun penasaran, Sehun dan Sejun juga melihat wajah Cheonsa.

“ahh ini.. hehhe”. Cheonsa bingung menjawabnya, Sehun menertawakannya dikursinya.

“dia mengacau dikelasnya jadi dia harus berlari dilapangan.” Sahut Sejun sok tahu.

“kau tahu darimana, Sejun?”. Tanya Cheonsa

“taruh saja pencuri untuk menangkap pencuri”. Kata Sejun, Cheonsa bingung dengan perkataan Sejun.

“kau tak tau artinya itu? Apa kau bodoh?”. Kata Sejun mengejek Cheonsa lagi.

“Sejun jangan berkata seperti itu.” Sahut Eomma Sehun.

“ini summer jadi tidak apa-apa kalau berjemur kan?” kata Appa Sehun menengahi. Appa Sehun lalu bercerita kalau summer ini dia kan pergi reuni bersama Appa Cheonsa di pulau Jeju, kota semasa SMA mereka. Eomma Sehun tidak bisa ikut reuni karena harus menjaga anak-anak dirumah.

Saat Eomma Sehun pergi ke dapur dan Appa Sehun pergi juga. Sehun dan Sejun langsung ikut pergi meninggalkan Cheonsa sendiri. Cheonsa pergi ke dapur untuk membantu Eomma Sehun. Eomma Sehun sedang menyiapkan makanan untuk besok dibawa Cheonsa dan Sehun. Kotoko tia-tiba punya ide.

“Ahjumma”. Kata Cheonsa

“ya?”. Jawab eomma Sehun

“apakah kau bisa mengajariku memasak?”. Kata Cheonsa memohon.

“bisa.. tapi bukankah Appamu chef professional”. Jawab Eomma Sehun heran.

“iya.. tapi aku ingin belajar masakan rumah, makanan dengan sentuhan seorang ibu”. Lanjut Cheonsa

“kau ingin belajar “masakan keluarga irie?”. Eomma Sehun tersenyum. Cheonsa hanya mengangguk malu.

“Cheonsa, apa kau masih suka Sehun?”. Tanya Eomma Sehun menyelidik.

“ohhh.. heheh.. mengapa kauu berpikir begitu?”. Jawab Cheonsa malu.

“dari melihatmu aku sudah tau”. Eomma Sehun menyentuh kedua lengan Cheonsa.

“kau harus menikah dengan keluarga kami”. Lanjut Eomma Sehun

“aku tidak cukup baik untuknya”. Kata Cheonsa merendah.

“aku berumur 19 tahun saat aku menikahi suamiku. Banyak yang melamarku, mereka banyak yang ganteng, kaya dan muda. Tapi kau tahu sendiri wajah suamiku. Dan dia lebih tua dariku, ditambah dia baru mulai bisnisnya, jadi dia tak punya uang banyak juga. Orang tuaku tidak menyetujui hubungan kami”. Kata Eomma Sehunmengenang masa lalu dengan suaminya.

“tapi Ahjumma memilih Ahjussi. Kenapa kau lakukan itu?”. Tanya Cheonsa penasaran.

Eomma Sehun menatap suaminya yang sedang membaca Koran, Eomma Sehun tersenyum membayangkan masa lalunya

“dia jujur, pekerja keras, dan dia perhatian padaku. Itu bukan pilihanku, uang ataupun usia muda tapi itu karena aku yang dicintainya. Kau mengingatkanku pada suami dimasa lalu”. Lanjut Eomma Sehun.

~1 minggu kemudian~

Semua merayakan keberhasilan Sehun memenangkan turnamen tenis. Semua tos minuman, yang tua minum wine sedang yang muda diberi jus jeruk sama Eomma Sehun. Mereka duduk diruang tamu dan menikmati makanan lainnya.

“Sehun hebat, tidak saja pintar tapi juga pintar bermain tenis dan juga kau memenangkannya 3 tahun berturut-turut”. Puji Appa Cheonsa.

“iya..”. Jawab Sehun.

“bahkan kau tak perlu latihan banyak, aku kagum padamu”. Lanjut Appa Cheonsa.

“itu mudah saja. Aku menemukan kebiasaan lawan secepatnya lalu aku perhitungkan kemana bola akan datang”. Kata Sehun

“naoki benar-benar tidak manis ya” sahut Eomma Sehun, maksudnya Sehun terlalu menghitung segala sesuatu.

“itu karena dia pintar”. Kata Appa Cheonsa

“dia tidak mirip Oh-chan tapi kepandaiannya benar-benar mirip dia”. Lanjut Appa Cheonsa.

“ah tidak.. aku tak sepandai dia”. Jawab Appa Sehun. Lalu kedua Appa itu bercerita masa lalu mereka.

~Hari terakhir libur summer~

Cheonsa, Sejun dan Eomma Sehun mengantar kepergian kedua Appa dihalaman rumah. Kedua Appa tampaknya sangat ingin segera bertemu dengan teman lama mereka. Mereka lalu masuk kedalam.

Saat sedang berbicara tiba-tiba ada telpon masuk. Eomma Sehun tampak kaget dengan berita ditelpon itu. Sehun, Sejun dan Cheonsa mendekati Eomma Sehun.

“apa yang terjadi?”. Tanya Sehun.

“Halmoni sakit, tidak serius tapi dia harus tinggal dirumah sakit malam ini dan aku harus tinggal bersamanya dirumah sakit”. Jawab Eomma Sehun.

“ya sudah temani saja dia” jawab Cheonsa.

“gomawo Cheonsa”. Kata Eomma Sehun terharu.

“tolong jaga rumah dengan Sehun ya?”. Lanjut Eomma Sehun.

“iya” jawab Cheonsa. Tapi ia langsung ingat apa artinya itu

“eihhh.. kami berdua???”. teriak Cheonsa.

“aku akan membawa Sejun. Kalian berdua kan harus sekolah besok pagi”. Kata Eomma Sehun

“aku mengerti, tidak apa-apa”. Jawab Sehun menenangkan Eommanya.

Eomma Sehun lalu mengajak Sejun segera beres-beres untuk pergi meninggalkan Cheonsa dan Sehun berdua.

“apakah ini berarti hanya kami berdua yang ada didalam rumah?”. Batin Cheonsa. Sehun melihat Cheonsa yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. Cheonsa melirik Sehun

aku sangat gugup tapi mungkin saja aku dapat…”. Batin Cheonsa membayangkan sesuatu terjadi padanya dan Sehun.

Didapur Cheonsa membuka buku masakan dengan tersenyum-senyum

“ini adalah kesempatan bagus untuk membuatkann makanan bagi naoki! Aku akan membuata kenangan terindah summer ini!”. Cheonsa menemukan resep sepertinya enak bifteck en bourgeoise.

Sehun masuk kedapur dan terkejut melihat asap yang banyak

“apa yang terjadi?”. Tanya Sehun terbatuk-batuk.

Ia mendekati Cheonsa untuk melihat apa yang sedang dikerjakan Cheonsa. Ia melihat dapurnya sangat kacau balau. Cheonsa menaruh makanan yang dibuatnya kedalam piring. Karena kebanyakan kuah jadi tumpah kelantai saat Cheonsa berbalik untuk menghadap Sehun.

“apa itu ?”. Tanya Cheonsa

“bifteck en bourgeoise”. Jawab Cheonsa mengangkat piringnya biar bisa dilihat Sehun, dan kuah tumpah lagi membuat Sehun jadi jijik melihatnya.

Karena ketidak berhasilan Cheonsa membuat makanan, akhirnya Sehun yang gantian memasak. Cheonsa hanya melihat disampinng Sehun. Sehun memotong-motong sayur dan menaruhnya rapi dikotak-kotak. Cheonsa heran karena Sehun tidak membuka resep makanan lagi

“kenapa tidak melihat resepnya?”. Tanya Cheonsa heran.

“jika aku melihat sekalli, aku sudah langsung mengingatnya”. Jawab Sehun

Cheonsa melihat potongan sayur Sehun, semua terlihat sama, seukuran. Sehun lalu memasak daging.

“hmm baunya enak”. Kata Cheonsa disamping Sehun.

Ditempat lain Sejun bersama Eommanya makan direstaurant, ternyata Eomma Sehun sengaja berbohong agar Sehun dan Cheonsa hubungannya dekat. Begitu tahu Eommanya bohong, Sejun sempat mau pulang tapi disuap Eommanya dengan es cream yang sangat besar dan keliatan enak.

Dirumah, masakan sudah selesai dibuat Sehun dan terhidang dimeja makan. Cheonsa memandang makanan dimeja dan yang dibuku, bentuknya sama persis.

“menakjubkan bentuknya sama persis difoto”. Puji Cheonsa.

“selamat makan”. Ucap Sehun untuk memakan makanannya.

“selamat makan”. Kata Cheonsa. ia memotong daging dan memakannya. Cheonsa merasakan makanan buatan Sehun itu dan rasanya ternyata enak juga.

“meski berakhir dengan Sehun yang memasak. Tapi aku punya dinner yang menyenangkan bersama Sehun. Aku merasa kami seperti pengantin baru. “. Batin Cheonsa.

“maaf kalau kau harus memasak”. Kata Cheonsa menatap Sehun didepannya.

“baiklah, kalau begitu aku ingin desert (pencuci mulut) manis darimu.” Sahut Sehun menggoda. Cheonsa tak mengerti maksud Sehun.

Tapi saat Sehun bangkit berdiri dari kursinya dan membungkuk mendekatkan wajahnya pada wajah Cheonsa. Cheonsa segera memejamkan matanya dan siap untuk menerima ciuman dari Cheonsa.

“oiyyy..”. Seru Sehun..

Cheonsa membuka matanya terkejut, ternyata ciuman Sehun tadi hanya hayalannya saja. Sehun memang berdiri didepannya, tapi Sehun ini berwajah dingin menatapnya.

“kau setidaknya mencuci piring-piring itu dan bersihkan dapur sampai seperti sediakala”. Perintah Sehun.

“baiklah..”. Sahut Cheonsa. Sehun berbalik untuk pergi dari situ.

“Sehun apakah kau sudah mengerjakan PRmu? Maukah kau melakukannya denganku”. Tanya Cheonsa.

“PR? Aku sudah menyelesaikannya di hari pertama libur”. Kata Sehun.

“apa? Hari pertama? Hebat”. Puji Cheonsa.

“jangan bilang kau belum mengerjakannya?”. Kata Sehun menyelidik.

”haha.. belum. Aku belum mengerjakannya”. Kata Cheonsa ketawa malu

“untukmu itu akan butuh waktu seminggu tanpa tidur untuk mengerjakannya”. Ejek Sehun.

“eihhh?”. Cheonsa sadar kalau diejek oleh Sehun.

“semoga beruntung”. Kata Sehun pergi meninggalkan Cheonsa didapur sendiri.

Seperti perkiraan Sehun, setelah selesai membersihkan dapur Cheonsa segera pergi ke kamarnya untuk mengerjakan PR. Tapi setelah beberapa, ia tidak berhasil mengerjakan PRnya. Cheonsa punya ide untuk menyelesaikan PRnya. Cheonsa keluar kamarnya dengan mengendap-endap. sampai didepan kamar Sehun, Cheonsa membuka pintu diam-diam. Ia melihat Sehun tertidur lelap dan kamar gelap gulita hanya terkena sinar dari jendela. Cheonsa berjalan sangat pelan mendekati meja belajar Sehun, sialnya ia menabrak kursi belajar Sehun. Sehun yang tertidur bergerak sebentar tapi kemudian tertidur lagi. Cheonsa berjalan mendekati meja belajar Sehun lagi dan mencari buku Sehun.

“ini dia”. Gumam Cheonsa senang menemukan buku PR Sehun.

“Aku akan pinjam buku matematika dan fisika”. Cheonsa segera mengendap-endap keluar kamar Sehun. Tapi sebuah tangan menarik Cheonsa.

“ahhh…”. Jerit Cheonsa.

“apa yang kau lakukan? Membuat gaduh kamarku ditengah malam”. Tanya Sehun yang menariknya.

“tidak ada! Selamat tinggal! Selamat tidur!”. Kata Cheonsa gugup ketakutan.

“itu tak akan terjadi”. Tangan Sehun masih memegangi pergelangan tangan Cheonsa. Cheonsa takut melihat Sehun berpikiran buruk padanya. Ia mengambil buku Sehun yang terjatuh saat Sehun menariknya tadi.

“ini..”. Kata Cheonsa gugup memperlihatkan buku Sehun

“aku tau. Kau kesini untuk bercinta denganku kan? “. Tanya Sehun menatap Cheonsa tajam. Cheonsa menatap Sehun heran dengan prasangka Sehun.

“bukan.. bukan seperti itu”. Jawab Cheonsa gugup. Sehun tiba-tiba menarik Cheonsa ke tempat tidurnya dan Sehun langsung mengunci Cheonsa agar tidak bisa bergerak dengan tangannya di tangan Cheonsa.

Mereka sangat dekat dan saling menatap dalam kegelapan. Sehun jadi seperti penggoda, sementara Cheonsa jadi ketakutan. Badan Sehun membungkuk dan menatap Cheonsa tajam.

“tidak seperti itu? Tidak ada alasan lain untuk datang ke kamar laki-laki ditengah malam. Jangan khawatir aku tidak akan mempermalukanmu”. Kata Sehun.

“mempermalukan? Apa maksudmu tentang hal itu?”. Tanya Cheonsa takut

“tidak ada orang lain dirumah ini selain kita”. Lanjut Sehun.

“ahh.. ahhh.. tapi..”. Cheonsa semakin ketakutan melihat Sehun.

“temanmu juga pernah berkata. “bahkan orang genius dapat berubah jadi binatang puas sewaktu-waktu”. Sehun membungkuk untuk mencium Cheonsa. Cheonsa memalingkan wajahnya

“ahhh tung.. tunggu..”. Teriak Cheonsa berpaling tidak melihat wajah Sehun.

“aku memang mencintaimu Sehun… tapi ini terlalu cepat.. aku rasa kita harus memulainya dengan hubungan yang sehat”. Kata Cheonsa ketakutan. Sehun tertawa keras mendengar kata-kata Cheonsa. Cheonsa langsung melihat ke Sehun.

“hubungan yang sehat?”. Tawa Sehun melihat Cheonsa. Ia lalu melepaskan tangannya ditubuh Cheonsa dan bersadar pada sandaran tempat tidur

“oh begitu.. jadi kau masih mencintaiku”. Goda Sehun. Cheonsa melompat bangun dari posisi tidurnya. Ia duduk dan melihat Sehun

“jadi kau menyindirku?”. Kata Cheonsa marah, Sehun masih tersenyum mengejek.

“jangan khawatir. Aku tak ada niat untuk punya hubungan denganmu”. Kata Sehun, Cheonsa mendelik marah mendengarnya.

“ aku akan beritahu semua orang kalau kau mencoba menyentuhku! Aku akan bilang pada semua orang”. Kata Cheonsa kesal turun dari tempat tidur Sehun.

“katakan saja. Sudah ada rumor juga tentang kita. Aku yakin orang-orang akan berimajinasi tentang ini”. Kata Sehun santai.

“ahh aku kalah”. Kata Cheonsa membenarkan ucapan Sehun. Cheonsa buru-buru meninggalkan kamar Sehun.

“oiyyy… kau melupakan ini”. Seru Sehun menunjukkan bukunya yang tadi diambil Cheonsa. Cheonsa mau menjawab ia tidak butuh, tapi mengingat ia tidak bisa mengerjakan PRnya, Cheonsa jadi bingung. Ia mengulurkan tangannya untuk meminjam buku PR Sehun.

Ternyata Sehun tidak meminjamkan bukunya begitu saja. Ia malah mengajari Cheonsa menyelesaikan PRnya padahal itu sudah tengah malam.

“bisakah aku mengcopynya saja”. Kata Cheonsa menguap.

“lalu nanti tidak akan ada artinya mengerjakan PR itu”. Jawab Sehun.

”cepat selesaikan masalah ini”. Lanjut Sehun menyodorkan buku PR Cheonsa.

Cheonsa terpaksa mengerjakan PRnya dengan malas-malasan, menyandarkan dagunya ke meja.

“mengerjakan PR adalah satu-satunya kenangan yang aku punya di summer terakhir SMA. Tidak ada yang terjadi seperti yang aku ingin”. Batin Cheonsa melirik wajah Sehun.

“tapi aku sangat bahagia” .batinnya lagi.

Sehun merasa Cheonsa menatapnya, ia melirik Cheonsa dan mata mereka bertemu.

“berhenti bermalas-malasan. Cepat selesaikan”. Perintah Sehun galak.

“iya”. Jawab Cheonsa mengerjakan PRnya lagi.

Tanpa terasa mereka mengerjakan PR Cheonsa sampai pagi hari. Mereka berdua duduk diruang keluarga.

“kita berakhir dengan begadang sepanjang malam”. Ucap Cheonsa.

“sebagai permintaan maafku, aku akan membuatkan breakfast untukmu.” Lanjut Cheonsa.

“ahh tolong jangan”. Tolak Sehun yang tahu benar keahlian Cheonsa dalam hal memasak itu.

“aku tak mau jadi sakit perut di hari pertama semester baru ini”. Kata Sehun. Cheonsa kesal mendengarnya dan pasang muka cemberutnya. Sehun melirik wajah Cheonsa yang kesal padanya itu.

“kopi”. Kata Sehun pelan.

“apa?”. Tanya Cheonsa tidak begitu mendengar jelas perkataan Sehun.

“bisakah kau membuatkanku kopi?”. Kata Sehun dengan gayanya yang masih cool.

Cheonsa agak geli sebenarnya melihat Sehun yang pura-pura tidak membutuhkannya tapi sebenarnya butuh.

“baiklah”. Jawab Cheonsa setuju.

Cheonsa lalu ke dapur untuk membuatkan kopi Sehun. sepertinya Sehun sudah ketagihan kopi buatan Cheonsa sejak pertama kali dibuatkan Cheonsa. Cheonsa memang ahli kalau membuat kopi. Dilihat dari pintarnya dia memakai alat pembuat Kopi.

Cheonsa menghidangkannya didepan Sehun dan cowok itu langsung mengambil cangkirnya dan meminumnya pelan. Cheonsa menatap Sehun yang sedang minum kopinya. Ia lega melihat Sehun sepertinya sangat menikmati kopi buatannya itu. Cheonsa mengambil cangkirnya sendiri dan meminumnya. Ia ingat sesuatu, ia menatap Sehun

“Sehun annyeongachimnika” sapanya tersenyum. Sehun menatap Cheonsa dengan herannya

“kita kan begadang sepanjang malam”. Sahut Sehun santai.

Cheonsa hanya tertawa malu menatap Sehun yang menikmati kopinya lagi. 

“tidak ada yang special di summer terakhir SMA. tapi aku tak akan pernah melupakan aroma kopi yang aku nikamti bersama Sehun dipagi itu.”

3 thoughts on “Love In Seoul (Chapter 3)

  1. Panjangnya udah passs tapi kalo bisa alurnya dilambatiiin hehehehe
    Gasabar kalo2 nanti si Sehun bnrn suka sama Cheonsa! Ah😂😂😂
    Ditunggu lanjutannya, fighting Author-nim!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s