The Secret of Snow

Main Cast : Kim Joon Myeon
Kim Taeyon
Genre : Romance and School life
Rate : PG – 13
Author : wK
AN :
Hy .. Hy ini FF Oneshoot pertama auhtor jadi, mian kalau alurnya mungkin kecepetan dan mungkin nggak ada feelnya. Tapi, auhtor mohon rasa simpatik dari kalian karena emang author nggak ada bakat buat bikin FF oneshoot dan hargailah kerja keras author sebagai manusia biasa yang banyak kekurangan ini.
Seperti biasa mulut auhtor udah berbusa bilang jangan pernah nge – copas, memposting ulang FF ini. Dan jadilah readers sejati dengan mengcomment FF ini. Happy reading for you …

-W-

Apa yang pertama kali akan kau pikirkan, jika melihat sebuah salju putih yang menyejukkan mata ?
Rasa senang mungkin. Inilah yang dialami seorang gadis berusia 16 tahun, yang sedang berjalan disebuah taman sambil merapatkan jaket musim dinginnya yang hangat.

-W-

Taeyeon berjalan kearah sebuah kursi taman yang kosong, ia duduk disana kemudian membuka lembaran halaman demi halaman buku yang sedang ia baca. Sebersit pertanyaan dengan sendirinya muncul dibenaknya.
“ Apa yang disukai orang dari salju, kenapa orang bahkan rela berlama – lama duduk didepan teras rumahnya hanya untuk menatap gundukan benda putih itu. Yang sewaktu – waktu pasti akan mencair ? “ ujarnya sambil sesekali menatap salju yang ada dihadapannya kini.
Tiba – tiba sebuah suara menginterupsi kegiatan mengamati Taeyeon. Yeoja inipun membalikkan badanya namun tidak menemukan seorang pun disana.
“ astaga apa karena salju – salju ini aku mulia berhalusinasi jika disini ada seseorang ! “ ujar Taeyeon sedikit takut, apalagi dengan hawa dingin musim salju yang menusuk masuk melewati selah – selah jaket hangatnya membuat tubuhnya sedikit bergetar kedinginan.
“ kau tidak gila. Disini memang ada seseorang, dan bisakah kau menolongku ? “ ucap suara itu lemah.
Taeyeon semakin merapatkan jaket hangatnya, dan mulai mencari siapa sebenarnya pemilik dari sumber suara yang ia dengar tadi.
“ neo nugu, nuguya ..? “
“ aku disini “ ujar suara itu lagi.
“ oh omona “ ucap Taeyeon ketika ia berhasil menemukan ‘sisumber suara’.
Iapun segera menolong orang tersebut, yang ternyata bukanlah halusinasinya melainkan seorang namja yang kini tengah terjebak dengan berbagai tumpukan salju dihampir seluruh tubuhnya, bahkan yang kelihatan hanya mata dan rambut namja itu saja.
Dari pandangan matanya, dapat Taeyeon lihat bahwa namja itu telah terjebak didalam tumpukan salju itu sejak tadi. Karena namja itu menunjukkan kelelahan dari sorot matanya. ‘Mungkin ia sudah lelah berusaha melepaskan diri dari timbunan salju itu’ batin Taeyeon. Dengan segera Taeyeon menyingkirkan salju – salju itu dari namja tersebut dan menolongnya.

-W-

Kini mereka berdua berada disebuah cafe kecil yang letaknya tak jauh dari taman tadi. Taeyeon kini sedang memperhatikan namja yang ada dihadapannya tersebut, tampan pikirnya. Namja itu menyesap cappucino yang ada dihadapannya sampai habis tak bersisa membuat Taeyeon merasa cukup iba padanya.
“ minumnya pelan – pelan saja ajusshi, jika kau mau aku bisa membelikan satu gelas cappucino lagi untuk mu “ ujar Taeyeon.
“ ah ani, aku sudah cukup merepotkanmu. Emm … Dari tadi kita belum berkenalan, perkenalkan aku Suho dan kau ? “ ujap namja itu – suho.
“ ne, aku Taeyeon. Kim Taeyeon. Jadi, mengapa kau bisa terjebak dalam timbunan salju tadi Suho -ssi ? “ tanya Taeyeon bingung.
“ ah itu,, tadi aku terpeleset karena menginjak salju yang licin, alhasil aku jatuh terhuyung dan menabrak sebuh pohon yang ternyata didahan pohon itu ada begitu banyak salju. Jadi ketika aku menabrak pohon itu, salju yang ada diatas pohonpun ikut terjatuh dan menimpahku. “
“ ah, kecelakaan yang lucu. Sebaiknya kau berhati – hati Suho – ssi “ ujar Taeyeon tertawa renyah.
“ hehehe. .. Emm sebaiknya kau memanggilku Suho saja, aku tidak suka dipanggil dengan sebutan formal. Baik kalau begitu sampai berjumpa lagi Taeyeon – ah. Mungkin jika berjodoh kita pasti akan bertemu lagi “ ujar Suho sambil tersenyum manis kearah Taeyeon sebelum melenggang pergi meninggalkan cafe tersebut.
Entah apa yang merasukinya, Taeyeon merasa senang dengan itu dan tanpa permisi sebuah senyum menghiasi wajahnya. ‘jika berjodoh kita pasti akan bertemu lagi’ ucapan Suho masih terperangkap dengan jelas didalam memori otaknya, membuat ia terus tersenyum – senyum sendiri.
‘apa ini cinta pada pandangan pertama kenapa rasanya seperti ini, astaga Tuhan. Namun kemungkinan untuk bertemu dengan namja itu hanya 1% saja’ batin Taeyeon. Yang membuat ia menghembuskan napasnya dengan kasar.

-W-

Udara pagi yang begitu dingin, menusuk – nusuk kulit Taeyoen meski yeoja ini mengenakan jaket yang cukup tebal namun sepertinya musim dingin kali ini benar – benar dingin, dan seolah – olah memaksa tiap orang untuk terus duduk didepan perapian.
Dengan langkah gontai Taeyeon melangkahkan kakinya memasuki SM High School, sesampainya didalam kelas yeoja yang satu ini segera duduk disatu kursi yang selalu ia tempati setiap harinya. Hingga lima menit kemudian bel masuk berbunyi. Dan Im Songsenim memasuki ruang kelas.
“ pagi anak – anak, kebetulan hari ini kita kedatangan teman baru pindahan dari Tokyo “ ucap Im Songsenim kemudian mempersilahkan murid baru itu masuk kedalam kelas.
Melihat siswa baru itu memasuki kelas membuat Taeyeon nampak kaget. Ia bahkan terus bertanya pada dirinya sendiri apakah ini mimpi, ? atau ini hanya khayalannya saja. Ia memukul pipinya sekilas, rasanya sakit dan itu pertanda ini nyata.
Otaknya kemudian kembali memutarkan rekaman kejadian beberapa hari yang lalu ‘jika berjodoh kita pasti akan bertemu lagi’. Kini seulas senyum tipis terbit dibibirnya.
“ Kim Joon Myeon imnida “ ujac murid baru tersebut yang adalah Suho.
Setelah memperkenalkan dirinya Im Songsenim mempersilahkan Suho untuk duduk, namun karena hanya ada satu bangku yang kosong dan itu tepat disebelah Taeyeon, alhasil Suho pun duduk disitu.
Selang beberapa menit bel istirahat berbunyi, menandakan pelajaran usai. Kini didalam kelas hanya ada Taeyeon yang sedang membaca novel kesukaannya dan Suho yang sedang mengerjakan tugas tambahan dari Im Songsenim untuk mengejar pelajaran, karena ia telah tertinggal pelajaran cukup jauh. Dan kebetulan Taeyeon lah yang diperintahkan Im Songsenim untuk membantu Suho mengejar ketertinggalannya, karena ia adalah murid yang cukup pandai dikelas.
“ jadi, kau bersekolah disini ? “ ucap Suho memecah keheningan, dan membaut Taeyeon berpaling dari novelnya menatap Suho yang masih mengerjakan soal – soalnya.
“ ne aku sekolah disini, jadi kau murid pindahan dari Tokyo. Kenapa kau pindah kesini ? “ tanya Taeyeon berhasil membuat Suho menatapnya.
“ ayahku dipindah tugaskan ke Seoul “
“ begitu, apa kau tidak lapar ..? Aku sangat lapar bagaimana kalau kita kekantin ? “ ujar Taeyeon.
“ ide yang bagus, tapi bisakah kau tunggu beberapa menit lagi. Sepertinya tinggal 4 soal lagi yang harus kuselesaikan! “ ucap Suho, yang diikuti anggukan Taeyeon.

Sejak itu, Taeyeon dan Suho semakin akrab mereka selalu bersama – sama setiap kali berada disekolah. Bahkan tak jarang Suho dan Taeyeon pulang bersama – sama, beberapa murid bahkan menggosipkan mereka berpacaran. Suho bahkan telah mengenal keluarga Taeyeon cukup dekat, karena Suho yang selalu datang tiap sore untuk membeli roti di Bakery Yeon milik nenek Taeyeon.
Bahkan Suho pun kadang sengaja datang ketoko roti milik nenek Taeyeon hanya untuk bertemu dengan Taeyeon. Entah sejak kapan Suho memiliki perasaan ini, namun ia pikir sepertinya ia mulai jatuh cinta dan membutuhkan Taeyeon disisinya.
Hari – hari terus berlalu, menyisahkan kebahagian diantara kedua remaja itu, yang tanpa mereka sadari mereka kini sama – sama saling membutuhkan. Tak jarang pula mereka selalu bertemu ditempat yang tertuga, mungkin 2 orang ini memang berjodoh dan ditakdirkan bersama.
Seperti beberapa hari yang lalu saat Taeyeon sedang asyik melempar – lemparkan bola salju kearah sebuh pohon, namun lemparannya meleset dan malah mengenai kepala seseorang yang ternyata itu adalah kepala Suho.
Lalu kejadian yang lain pula, kali ini Taeyeon berjalan pulang menuju kerumahnya tapi ditengah jalan ia hampir saja ditimpah runtuhan salju dari atas pohon jika Suho tak menolongnya.
Dan yang lebih aneh kedua orang ini selalu bertemu hanya karena sebuah salju, aneh bukan. Sesuatu yang terkadang membuat Taeyeon bingung kenapa ia selalu bertemu dengan Suho hanya karena salju. Ia terus memikirkan itu, dan sebuah hal bodoh muncul didalam pikirannya.
‘ apa mungkin salju itu memiliki semacam kekuatan magic atau rahasia sampai – sampai ia terus bertemu Suho hanya karena salju. ‘ batin Taeyeon memikirkan pertemuannya dengan Suho yang setiap kali diakibatkan oleh salju.

-W-

“ kau tak merasa risih Suho – ah ? “ ujar Taeyeon, sambil sesekali menatap beberapa siswi yang menatap aneh kearahnya dan Suho.
“ sudahlah jangan memikirkan mereka ! “ ujar Suho dengan tenang berjalan dikoridor sekolah, meski hampir seluruh siswa dan siswi kini memperhatikan mereka berdua.
“ apa kau tahu gosip yang beredar, bahwa kkk..ita- “ belum sempat Taeyeon menyelesaikan ucapannya, Suho telah menyelah ucapan yeoja itu.
“ berpacaran, kau tahu aku berharap gosip itu benar Taeyeon – ah “ ucap Suho dengan lugasnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Taeyeon.
Meski hanya sebuah ucapan, namun itu berdampak besar bagi hati Taeyeon kini. Ia bahkan terus memikirkan kata – kata Suho, sambil sesekali melirik Suho yang tersenyum ramah pada beberapa murid dikoridor.
Kedua orang itu telah tiba dikelas mereka. Tapi, sepertinya Taeyeon masih berada didunia khayalannya sendiri. Buktinya ia bahkan tak menyadari bahwa sejak tadi Suho memperhatikannya dengan intens sambil mengerutkan dahinya.
“ hey .. Kim Taeyeon kau kenapa ? “ ujar Suho melambai – lambaikan tangannya didepan wajah Taeyeon. Dan akhirnya yeoja itu kembali kedua nyata.
“ ah ne .. “ ujarnya sedikit kikuk. Membuat Suho tertawa.
“ kau itu lucu sekali “ ucap Suho mencubiti kedua pipi Taeyeon. Kali ini, tindakan Suho benar – benar memberikan dampak besar bagi hatinya. Dan ia yakin pipinya kini telah memerah seperti buah tomat yang telah matang sempurna. Dengan cepat Taeyeon berlari menuju kamar mandi, tanpa memikirkan Suho yang menatapnya aneh.

“ aku bisa mati muda, jika terus berada disekitar namja itu “ ucap Taeyeon memegangi kedua pipinya yang merah.
‘ apa benar aku jatuh cinta padanya, astaga Tuhan tolong aku. Aku bingung dengan perasaanku sendiri, apa yang kurasakan ini adalah cinta ? Eomma tolong aku! “ batin Taeyeon, kemudian ia kembali kekelasnya.

-W-

Sebuah jalan setapak yang sepi, dengan tumpukan salju disekitar jalan tersebut. Yang kini dilalui oleh 2 orang manusia, yang bahkan tak mau jujur dengan perasaannya masing – masing bahwa mereka sebenarnya saling membutuhkan. Sungguh egois memang, namun mereka sama – sama ragu inikah yang orang sebut cinta ?.
Berbagai pertanyaan yang bodoh dan konyol memenuhi otak Taeyeon dan Suho. Mereka masing – masing sibuk dengan pikirannya. Tidak ada yang ingin memulai percakapan terlebih dahulu.

1 menit …

2 menit …

3 menit …

“ ada yang ingin kukatakan … “ ucap mereka berdua bersamaan.
“ kau saja duluan .. “ ujar Taeyeon gugup.
“ tidak, kau wanita dan aku mengalah padamu .. “
“ kau saja “ ujar Suho.
“ tidak kau saja “
“ aku menyukaimu … “ ujar Suho, yang sukses membuat Taeyeon berhenti melangkah dan mengalihkan fokusnya pada seorang namja yang baru beberapa menit lalu menyatakan perasaannya padanya itu.
“ aku ingin kau menjadi yeojachinguku ? Tapi kau tidak perlu menjawabnya sekarang ! “ ujar Suho. Membuat Taeyeon menundukkan kepalanya.
“ aku lega mengatakan semua perasaanku padamu. Kau tahu ? Beberapa hari ini aku terus memikirkan apakah aku menyukaimu ? Hingga aku melihat sebuah salju putih yang ada dihalaman rumahku. Itu mengingatkanku padamu, tepatnya pertemuan pertama kita. Dan aku yakin aku menyukaimu Taeyeon – ah ! “

Semua yang diucapkan Suho, bagaikan sebuah emas yang jatuh dihadapannya, ia bahkan tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya kali ini, membuat Suho menatapnya dengan sedikit bingung. Dan semua ini meluruskan semua pikiran Taeyeon selama ini … Bahwa ia, ia menyukai namja disampingnya ini.

“ Suho – ah apakah kau pernah berpikir bahwa salju ini menyimpan rahasia untuk kita berdua. Kita selalu bertemu hanya karena salju. “ ujar Taeyeon tersenyum satelah lama terdiam.
“ emmm … Aku baru menyadari itu, kau benar. “ ujar Suho mengembangkan senyumnya, bahwa selama ini mereka selalu bertemu hanya karena salju. Lucu, menurutnya.
“ Salju ini punya rahasia, warnanya yang putih selalu memberikan kesejukan bagi orang yang memandangnya. Saat menyentuh salju, kau akan merasakan kelembutan ditanganmu. Dan walaupun salju terasa dingin namun sebenarnya salju itu hangat. Dan harus dijaga dengan baik, agar matahari tidak segera mencairkannya “
“ sama seperti perasaan manusia, saat kau memandang wajah orang yang kau sukai maka kau akan merasa tenang dan teduh sama seperti salju. Kau akan merasakan kelembutan menerpah hatimu, membuat kau merasa hangat walaupun salju itu dingin. Namun, karena cinta yang kau rasakan semua hal akan terasa hangat dihatimu dan menuntunmu untuk terus tersenyum. Dan kau akan berusaha menjaga senyum itu, agar terus mengembang dan tak pernah padam. Dan tak akan membiarkan siapapun memadamkan senyum itu “ ucap Suho yang masih terus berjalan beriringan bersama Taeyeon.
“ itulah rahasia salju diantara kita, meski salju hanya sebuah benda putih yang tak berharga namun karena saljulah kini aku bertemu denganmu. Membuat aku sadar mengapa semua orang selalu setia berada diteras rumahnya hanya untuk menatap benda putih yang dapat mencair sewaktu – waktu itu. Salju itu bukanlah benda biasa, namun benda yang membuat kita untuk mencari arti didalamnya. Satu arti bahwa aku juga menyukaimu Suho – ah ! “ ucap Taeyeon memeluk Suho.
“ aku mau menjadi yeojachingumu oppa “
Mendengar semua itu membuat Suho kembali tersenyum, ternyata perasaannya terbalaskan.
‘ terima kasih salju untuk rahasia yang kau beritahu padaku ‘ batin Suho, yang masih memeluk erat yeoja yang telah menjadi yeojachingunya sejak beberapa menit yang lalu itu.

-W-

Awalnya hanya sebuah benda putih yang tak berharga, namun kini benda itu membuat 2 orang yang tak pernah bertemu sebelumnya menyatuh menjadi satu. Benda dingin namun hangat, terlihat tak berarti namun berharga dan dapat mencair sewaktu – waktu namun jika kau menjaganya dengan baik dengan menjauhi sinar matahari.
Benda itu akan terus menjadi benda putih yang utuh dan bersih.
Hingga waktu yang nantinya akan mencairkan salju itu, namun sebelum waktu mencairkannya sebaiknya lindungi salju itu dan sayangilah seperti dirimu sendiri.

END

-W-

See you ….
Thanks for you because read this FF.
…^-^…

Note: makasih buat para admin exofanfiction apabila menerima cerita saya ini. Terima kasih banyak!!!

Twitter: krusita_windy

Facebook: windy krusita

Blog: gingercream31.wordpress.com

winwes.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s