Who Are You?

whoare you3_nn1

Title : Who Are You?

Author : HYRPark

Starring by : Irene ‒ ̶ Oh Sehun ‒ ̶ Bae Yoo Ra

Genre : Dark Romance, School Life, Fantasy, Little Bit Crime

Rating : General

Lenght : Oneshot

Disclaimer : This story is mine! Big NO for PLAGIARISM!! Semua cast adalah milik Tuhan, orang tua mereka serta agensi. Sedangkan OC adalah hasil karangan author

WARNING : Typo bertebaran, Don’t be silent readers!! happy reading ^^

.

.

.

Sebuah kenyataan yang ternyata jauh dari apa yang kita kira. Sebuah kenyataan yang ternyata bukanlah harapan kita. Kenyataan yang datang bersamaan dengan perasaan yang muncul begitu terlambat. Namun di tengah penyesalan itu… dia datang kembali

.

.

.

Pria berkulit putih pucat bernama Oh Sehun itu tampak tak memperhatikan pelajaran yang disampaikan oleh guru di depan kelas. Pandangan matanya berkhianat pada kelas 3-B yang dapat ia lihat dari jendela kelas di sampingnya. Dan kedua manik itu tak pernah teralih dari bangku kosong yang berada tepat di tengah kelas 3-B itu. Bangku yang tak berpenghuni selama dua minggu ini memang menjadi perhatian dari Sehun. Bagaimana tidak, pemilik bangku itu adalah salah seorang kakak kelas yang menjadi ‘penggilanya’ selama ini. Dan sekarang, berhari-hari gadis itu tak masuk tanpa keterangan.

Sehun tak tahu persis bagaimana gadis itu. Yang ia tahu, noona itu cantik, ceria, dan sedikit pendek. Yeah, noona itu memang benar-benar cantik. Namun Sehun tak pernah tertarik dengannya karena noona itu bodoh, sangat ceroboh, dan yang paling utama.. selalu mengikutinya kemanapun ia pergi. Oh.. ayolah, siapa yang tidak risih jika selalu diuntit kemana-mana. Kalau Sehun tak salah ingat, namanya adalah… Irene. Ya, noona itu bernama Irene. Entah itu nama aslinya atau bukan, Sehun tak tahu dan tak mau tahu.

Setelah terdengar deringan bel pulang sekolah, seluruh murid segera bergegas membereskan barang-barangnya dan pulang. Rencananya hari ini Sehun langsung pulang ke rumah tanpa mampir ke suatu tempat sebelum akhirnya rencana tersebut berubah setelah ia melihat Bae Yoo Ra.

“Hai, Yoo Ra” sapa Sehun dengan ceria pada Yoo Ra yang tengah berdiri di halte menunggu bus. Yoo Ra hanya tersenyum tipis menangapi Sehun. Sebenarnya gadis itu sudah tahu bahwa Sehun menyukainya.. bahkan ia sudah menolak dengan jelas cinta lelaki bermata sipit itu. Namun bukan seorang Oh Sehun namanya jika ia menyerah begitu saja.

“Ingin pulang bersama? atau makan ramyeon bersamaku?” Yoo Ra sama sekali tak mengindahkan ajakan Sehun. Karena Yoo Ra tak menjawab, akhirnya Sehun sendiri yang memilih opsi pertama. Ia berdiri di samping Yoo Ra dengan senyum yang tak henti-hentinya terpatri di wajah lonjongnya.

Tiba-tiba Sehun dikejutkan dengan suara seorang gadis yang selama dua minggu ini tak pernah ia dengar sama sekali. Mata sipitnya membulat ketika mendapati wajah cantik nan bersih seorang noona yang tengah memandangnya berbinar-binar. Mungkin bagi pria lain itu akan terlihat sangat imut dan menggemaskan, namun bagi Sehun dua kata itu telah pergi jauh-jauh.

“Anyeong.. Oh Sehun”

Sehun menghela napas panjang. Noona itu akan kembali mengacaukan hari-harinya. Irene noona kembali.

Suara decitan sebuah bus terdengar menandakan bahwa benda persegi itu telah datang menjemput. Saat Sehun akan masuk ke dalam, ia menoleh ke belakang.

“Kau tidak naik?” tanya Sehun. Bukan pada Irene, melainkan pada Bae Yoo Ra. Oh, akan menjadi sebuah keajaiban jika Sehun menanyakannya pada Irene. Gadis bermarga Bae itu menggeleng dan mengatakan bahwa ia akan pulang sendiri. Akhirnya dengan berat hati, Sehun melangkahkan kakinya masuk ke dalam bus sendirian. Tapi mungkin ia tak benar-benar sendiri karena Irene mengikutinya.

Di dalam bus, Irene harus menghindari beberapa orang yang hampir menabraknya “Aish, aku bisa menghilang jika menabrak mereka” gumam Irene. Setelah berhasil menghindari orang-orang itu, ia duduk di bangku kosong sebelah Sehun. Seakan telah terbiasa, Sehun hanya memandang Irene sekilas lalu memasang earphone di telinganya. Walau tak dianggap seperti itu, Irene tetap tersenyum riang. Baginya, hanya berada di samping Sehun saat ini saja sudah menjadi sebuah keberuntungan yang membahagiakan. Yeah, kalau dipikir-pikir ini memang ia masih beruntung. Setelah mengalami kejadian ‘itu’ dan ia masih bisa melihat Sehun.. sungguh sebuah keberuntungan.

Bus kembali berjalan. Pada awalnya bus berjalan denga perlahan, sehingga Irene masih dapat melihat Yoo Ra diam berdiri di depan halte. Tatapan matanya berubah sayu. Irene mencoba menyunggingkan senyum, namun karena dipaksakan, senyum itu terlihat menyedihkan.

“Ya! kau kenapa?” Sehun yang merasa Irene diam‒tak seperti biasanya‒menoleh dan melihat raut wajah Irene yang terlihat aneh. Baru pertama kali ini Sehun melihat gadis itu menampilkan wajah menyedihkan.

“Tidak. Tidak apa-apa. Tapi.. Apa sekarang kau mulai memperhatikanku?” goda Irene yang membuat Sehun memutar bola matanya malas. Bahkan sekarang Sehun ingin menarik kembali kata-katanya. Ia lalu kembali berkutat pada ponselnya membiarkan suasana hening melingkupi mereka berdua. Tak ada percakapan hingga akhirnya Irene membuka suara “Bagaimana perasaanmu jika ternyata aku tidak nyata?”

Sebuah pertanyaan yang membuat kening Sehun berkerut “Apa maksudmu?”

“Jawab saja”

Tampak Sehun berpikir “Kau tidak nyata? Eemm.. aku akan bahagia. Karena pada kenyataannya, kau tidak ada. Jadi tidak ada yang menggangguku”

Irene tersenyum sembari ber-oh oh ria. “Jadi begitu”

.

.

.

Sehun melemparkan tasnya di atas ranjang berikut tubuhnya yang ikut ia lempar untuk merasakan empuk dan nyamannya ranjang tersebut. Ia memejamkan matanya untuk melepas lelah setelah seharian mendengar ocehan Han-ssaem. Bagaimana tidak? Jam pelajaran yang berlangsung selama empat jam diisi oleh guru killer paling menyebalkan satu sekolah. Ah, namun satu yang ia sukai dari Han-ssaem. Dia adalah guru paling rajin untuk menghukum seorang gadis bodoh bernama Irene..

Clek. Kedua kelopak mata Sehun langsung terbuka mengingat Irene. Ia kemudian mengambil posisi duduk dan termenung beberapa saat. Hari ini, Irene noona tak seperti biasanya. Dia lebih banyak diam, tak cerewet seperti dulu. Noona itu juga mengatakan hal-hal aneh yang tak bisa ia mengerti.

“Ada apa dengannya?” Sehun terus berpikir dan berpikir, namun tetap saja tak kunjung menemukan jawabannya… oh tidak, apa sekarang ia mulai memperdulikan Irene noona? Sehun mengacak-ngacak rambutnya frustasi sembari menjatuhkan kembali tubuhnya “Aku pasti sudah gila”

.

.

.

Saat pelajaran, Sehun sama sekali tak dapat fokus. Di ingatannya terus terbayang sosok Irene, noona yang sangat menggilainya. Sosok itu terus saja mengganggu dan bergentayangan di ingatannya. Kemudian Sehun memandang kelas 3-B dari bangkunya yang masih tetap terlihat melalui jendela transparan di sampingnya. Lagi, bangku yang seharusnya ditempati oleh Irene kosong. Kemana dia? Dia bolos lagi? sekelebat Sehun kembali membayangkan Irene. Noona itu tengah tersenyum ceria dalam ingatannya.. cantik. Tanpa sadar Sehun tersenyum mengingat berbagai kebodohan Irene. Mengingat bagaimana noona itu menunduk ketika orang lain memarahinya lantaran saus yang ta sengaja ia tumpahkan di baju putih orang tersebut, saat dia terjatuh ketika tersandung batu kecil sewatu mengikutinya.. wajahnya benar-benar terlihat lucu.. tunggu, lucu? Kenapa ia jadi seperti ini? jangan-jangan.. “Aku menyukai wanita gila itu?”

“Sehun, pipimu kenapa merah seperti itu?” tanya teman Sehun yang sontak saja membuat tangannya memegang pipi

Pipi? Merah? Blush? Sepertinya ia benar-benar menyukai wanita gila itu.

.

.

.

Sejak kejadian tadi, sekarang bahkan hatinya semakin tak karuan. Setiap mengingat Irene, maka jantungnya akan berpacu lebih cepat. Berulang kali Sehun menarik napas panjang untuk menenangkan diri, namun percuma.

Ketika ia melihat Bae Yoo Ra yang sedang berdiri di halte menunggu bus seperti biasa. Sehun baru menyadari sesuatu. Hatinya tak pernah bergetar jika bertemu dan bersama gadis itu. Ia bau menyadari bahwa ia tak benar-benar menyukai Yoo Ra layaknya ia tengah menyukai Irene noona seperti saat ini.

Sehun terus berjalan menuju halte, namun langkahnya terhenti ketika sosok Irene tiba-tiba muncul menghadangnya.

“Anyeong.. Oh Sehun” sapanya disertai senyum ceria.. seperti biasa. Dan betapa terkejutnya Irene ketika melihat Sehun menarik sudut bibirnya. Biasanya, jika ia menyapa pria itu, dia sama sekali tak menghiraukan. Namun kali ini Sehun merespon dengan senyum termanis yang tak pernah pria itu lakukan di depannya.

“Kau tersenyum padaku? Tumben sekali”

“Kenapa? Tidak mau?”

“Tentu saja aku mau!”

Sekilas Irene melihat Sehun tersenyum sebelum pria itu kembali melangkahkan kakinya. Kemudian Irene mengikuti Sehun dari belakang dan berhenti di halte bus seperti biasa. Tak seperti biasa, Sehun hanya mengucapkan ‘hai’ pada Yoo Ra lalu setelah itu, hening. Irene hanya memandang Sehun heran tanpa mau bertanya. Mungkin ia terlalu malas untuk melakukannya.

Akhirnya bus datang. Namun tak ada yang bergerak maju untuk menaikinya “Kau naiklah bus dulu. Aku ingin pulang sendiri” ujar Yoo Ra

“Tidak, tidak. Apa kau ingat kata pepatah? Ladies first” tutur Sehun, kemudian ia melanjutkan “Lagipula aku akan pulang bersama Irene noona”

“M.mwo? I..irene?”

“Iya. Kenapa?”

Yoo Ra mencoba melihat sekitar dengan wajah tegang dan berkeringat. Lalu ia menunduk dengan kepalan tangan yang tak disadari oleh Sehun “Ti.tidak. tidak apa-apa. Aku.. pergi dulu” Yoo Ra seperti.. ketakutan akan sesuatu.

Sehun hanya memandang Yoo Ra heran. Dia kenapa? Apa karena sekarang ia telah berpaling Yoo Ra jadi seperti itu? Lalu Sehun mengangkat kedua bahunya berusaha tak peduli.

“Kenapa kau jadi seperti ini? tidak seperti biasanya. Kau tidak ingin pulang bersama Yoo Ra lagi?” tanya Irene dengan suara yang dibuat-buat seakan tengah menyindir Sehun.

Sehun menoleh lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Irene yang secara reflek membuat gadis itu menjauhkan wajahnya, namun tetap saja terasa sangat dekat dengan wajah mempesona Sehun “Aku ingin lebih lama di sini.. bersama noona”

Tepat setelah kata terakhir Sehun dan lelaki itu menjauhkan wajahnya, raut wajah Irene berubah sedih. Ia menunduk berusaha menyembunyikan kepedihan yang pasti tengah tegambar jelas di wajah putihnya. ‘aku ingin lebih lama di sini… bersama noona’ kalimat itu terasa menjadi sesuatu yang mustahil. Karena sebentar lagi…

“Sehun..” panggil Irene dengan suara paraunya masih menunduk menatap aspal di bawahnya.

“Em?” jawab Sehun tanpa menoleh

“Sekarang jam berapa?”

“Jam 4”

Hening. Sebelum akhirnya Irene kembali berbicara “Kau… ingin kuberitahu sebuah rahasia?”

Sehun menoleh pada Iene dengan antusias sekaligus penasaran. Rahasia? Rahasia apa?

“Rahasia siapa? apa? Cepat beritahu aku”

Terlihat Irene tersenyum dalam tundukannya lalu ia mendongak menatap jalanan ramai di depannya “Bae Yoo Ra.. dia adikku.”

“Mworago?! Dia adikmu?! Jinja? Woah daebak. Pantas saja wajahnya mirip denganmu. Tapi, bagaimana dia bisa menjadi adikmu? Kalian punya marga yang ber..” Sehun termenung tak melanjutkan kata-katanya. Mereka memang tak memiliki marga yang sama, namun nama Irene.. bukanlah nama aslinya

“Nama asliku adalah Bae Joo Hyun. Jika kau lebih pintar dariku, aku tidak perlu menjelaskannya lagi kan?”

Sehun manggut-manggut mengerti dengan apa yang dikatakan Irene. Lagi, Irene tersenyum tetap menatap jalanan padat di depannya nanar “Ingin kuberitahu satu rahasia lagi?”

Untuk kali ini, Sehun makin bersemangat untuk mendengar rahasia apa lagi yang akan dibongkar Irene, karena rahasia pertama cukup membuatnya terkejut, apalagi yang kedua.. pasti lebih mengejutkan. “Apa? katakan”

Cukup lama bagi Sehun untuk menunggu Irene. Dan setelah gadis itu mengatakan rahasia kedua, ia sangat terkejut sekaligus tak mengerti

“Aku… dibunuh oleh adikku” kata-katanya begitu dalam dan tersirat kesedihan luar biasa di dalamnya. Sehun dapat merasakan itu. Namun ia tetap tak mengerti. Jika Irene benar telah dibunuh oleh adiknya, Yoo Ra seharusnya ia tak dapat melihat Irene dalam bentuk yang baik-baik saja seperti ini.

“Apa maksudmu?” kini suara Sehun bergetar. Ia terus memandang Irene dengan mata yang mulai memarah dan air yang terlihat mengintip di sudut mata sipitnya.

Irene menghela napas panjang lalu membalas tatapan Sehun. Saat itulah Sehun merasakan semua yang dikatakan Irene adalah kenyataan.. tanpa ada kebohongan yang menutupinya “Aku… sudah mati.. di tangan adikku.. Baek Yoo Ra”

Sehun merasa kedua kakinya lemas dan membuatnya hampir terjatuh, namun Sehun masih memiliki kekuatan untuk menahannya. Air yang sedari tadi tertahan akhirnya lolos dari kedua bola matanya. Hatinya terasa begitu perih mengetahui kenyataan bahwa… Irene.. gadis yang baru saja merebut hatinya.. meninggal.

“Tapi kenapa?”

Sesungging senyum perih terpatri di wajah Irene yang berangsur berubah pucat “Karena aku adalah saksi pembunuhan yang dilakukannya… terhadap orang tua kami. Lalu.. dia membunuhku” tak begitu berbeda dengan Sehun, Irene tak lagi mampu menahan air matanya. Ia biarkan air itu meluncur bebas menelusuri pipi mungilnya

Ckiiit..! Brak! Terdengar suara tabrakan yang mengalihkan pandangan Sehun. Ternyata sebuah mobil menabrak tangki minyak hingga membuat tangki tersebut terguling dan menabrak mobil-mobil lain yang berada di sekitarnya

“Sehun..” suara parau Irene kembali membuatnya menoleh. Namun yang ia dapati adalah, Irene yang memakai seragam sekolah dengan darah yang berlinang di sekujur tubuhnya. Wajah cantik itu terlihat lebih pucat dari sebelumnya. Irene.. gadis itu tersenyum pada Sehun. Bukan lagi senyum pahit, namun senyum penuh ketulusan dan kelembutan “I..irene noona”

“Tuhan memberiku waktu dua hari untuk bisa bersamamu. Dua hari yang sangat berharga bagiku… sekarang telah berakhir”

“Noona..” Sehun perlahan mendekat dengan tangan terangkat berusaha menggapai Irene. Namun hanya angin yang ia sentuh. Tangannya sama sekali tak dapat memegang tubuh itu

“Mianhae.. aku benar-benar.. minta maaf karena selalu menyusahkanmu”

Tangannya masih mencoba menggapai.. namun nihil “Noona.. jangan..”

“Jaga dirimu, perhatikan apa yang diterangkan oleh gurumu. Saranghae.. Oh Sehun”

“Jangan.. jangan pergi!! noona..!!” Sehun menangis semakin tersedu ketika melihat tubuh Irene menghilang secara perlahan.

“Sampai jumpa lagi… Oh Sehun” tepat setelah kata terakhir, akhirnya gadis itu benar-benar menghilang. Meninggalkan senyum cerianya, binar matanya.. ia meninggalkan keceriaan itu bersama Sehun. Sehun menangis.. seorang diri. Kini ia tak lagi mampu menopang tubuhnya sendiri. Hatinya terlalu sakit hingga sendi-sendi tubuhnya tak ingin bekerja dengan baik. Tangannya memegang dada yang terasa sangat sesak. Irene.. noona itu benar-benar menyebalkan. Meninggalkannya seperti ini.. benar-benar menyebalkan. Namun, ada satu hal yang paling disesalkan Sehun. Ia terlambat untuk mencintai seseorang.. bahkan ia belum sempat menyatakannya. Sehun merasa benar-benar pria paling bodoh. Ia benar-benar menyesali keterlambatan ini… sebuah keterlambatan yang tak akan pernah bisa ia perbaiki lagi…

BUM!! Ledakan yang diakibatkan kecelakaan tadi menghanguskan semua yang ada di sana, ledakan itu jugalah yang melahap Sehun..

“YA! Oh Sehun!!”

Clek!

“Ya! Sehun! Kau kenapa?”

Sehun mengerjap-ngerjapkan matanya yang terasa berat. Rasa kantuk yang teramat menguasainya membuatnya tak dapat melihat dengan jelas untuk beberapa saat. Hingga beberapa menit kemudian barulah ia dapat melihat jelas wajah teman-teman satu kelas yang mengerubunginya

“Sehun! Kau kenapa?”

“kau mimpi buruk?”

Sehun masih diam menatap teman-temannya ling-lung “Memang aku kenapa?”

“Kau terus berteriak dan menangis tadi. Untung saja sekarang sedang jam kosong. Kau kenapa? Mimpi buruk?” tanya salah satu teman Sehun. Lelaki itu kembali teringat dengan kejadian menyedihkan yang ia lalui beberapa saat lalu. Jadi itu semua hanya mimpi?

“Sepertinya aku memang mimpi… mimpi yang benar-benar buruk” tutur Sehun yang membuat teman-temannya bernapas lega. Kemudian satu-persatu dari mereka mulai pergi meninggalkan Sehun yang masih antara percaya dan tidak percaya bahwa ia hanya bermimpi. Yang benar saja, kejadian tadi terlihat sangat nyata!

“Sehun, kudengar hari ini akan ada murid pindahan di kelas 3. Katanya dia super cantik!” pekik teman Sehun yang selama ini duduk sebangku dengannya

“Lalu aku harus apa?”

“Ck. Kau ini tidak asik. Eemm.. namanya siapa ya? aku lupa. Bae.. Bae.. Ya, Minhyuk! Nama murid pindahan kelas 3 itu siapa? aku lupa?” teriak teman Sehun pada lelaki bernama Minhyuk

Tampak Minhyuk sempat berpikir dan setelah mengingat ia menjawab dengan wajah berseri-seri “Bae Joo Hyun”

“…!!”

‘Nama asliku adalah Bae Joo Hyun’ Bae Joo Hyun, Sehun ingat betul nama itu. Nama seorang noona yang sempat mencuri segalanya dari seorang Oh Sehun. Apa.. mereka adalah gadis yang sama?

Terdengar suara riuh dari teman-teman Sehun yang langsung bergerombol di jendela. Mereka semua saling bersorak melihat ‘pemandangan’ di luar sana “Apa dia orangnya? Woah dia benar-benar cantik!” “Yang mana? Yang turun dari bus itu?” “Woah dia benar-benar cantik!”

Turun dari bus. Sehun tahu di mana itu. Ia segera berdiri lalu berlari secepat mungkin menuju tempat tersebut. Ia ingin bertemu dengan gadis itu.. gadis dalam mimpinya.. gadis yang telah mencuri hatinya dari dalam mimpi.. ia tak ingin kehilangan gadis itu..

Kakinya berhenti ketika berada beberapa meter di depan gadis itu. Benar, mereka gadis yang sama.. Irene.. di dunia nyata. Tubuhnya terasa kaku untuk digerakkan. Sehun hanya berdiri terdiam memandang Irene yang melangkah semakin mendekatinya.. satu langkah.. dua langkah.. tiga langkah.. empat langkah… lima langkah.. langkah terakhir.

Sehun dapat melihat dengan jelas wajah cantik berseri itu tersenyum padanya. Irene..

“Anyeong… Oh Sehun”

END

Anyeong😀 yeah, ff pertama yang dibintangi oleh uri maknae, karena selama ini author Cuma bikin ff dengan cast Kai atau kalo enggak D.O *gadayangtanya*

Okelah.. RCL nee ^^

3 thoughts on “Who Are You?

  1. Kereeen>.< untung cuman mimpi , tapi kok irene kenal sehun? Ooww ending yang gini nih yang bikin greget .
    Di tunggu another storynya Keep writing;-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s