Miracle of Love (Chapter 4)

Tittle : Miracle of love (chapter 4)
Author : Blue sky
Rating : PG-13
Length : Multichapter
Cast : Park chanyeol, Jung hana(OC) Other cast Kim byul, Xi luhan, & oh sehun
Genre : School life, romance, sad(little), friendship

~MIRACLE OF LOVE~

Chanyeol hendak memasuki apartemennya, ia menekan password pada panel tombol dan pintu apartemennya pun terbuka. Chanyeol memasuki apartemennya dengan langkah yang lesu dan ekspresi kosong, kemudian menduduki sofa putih yang terletak di ruang tengah apartemennya. Lelaki ini mendengus, ia meraih sesuatu pada saku jaketnya, sesuatu yang mengkilap dan bertuliskan HANA di ujung rantai putih tersebut “apa yang ku lakukan

selama ini?”
Chanyeol menyandarkan kepalanya di lengan sofa dan menatap lekat kalung tersebut “menunggumu adalah hal yang tak mudah, apa kau tahu?”

..20 Menit yang lalu..
Hana memasuki lantai dasar apartemen yang ia tinggali, gadis ini melangkah menuju lift namun langkahnya terhenti seketika karena sebuah tangan yang kokoh mencengkram tangan kanannya. Sontak Hana berbalik dan menemukan wajah yang tak asing baginya yaitu Park Chanyeol “Apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganku!!”
“Siapa dia?”
Gadis ini mengerutkan kening “apa maksudmu?”
“Lelaki yang bersamamu beberapa detik yang lalu” Ujar Chanyeol
“Kau tidak perlu tahu” Hana memberontak karena tangannya yang di cekram oleh Chanyeol “Lepaskan tanganku!!” Chanyeol mengabulkan permintaan hana dan melepaskan tangan gadis tersebut.
“Aku bertanya baik-baik, Siapa dia?” Chanyeol bertanya dengan tatapan tajam, namun bukannya di jawab, gadis ini malah mengeluarkan bulir-bulir Kristal dari sudut matanya.
Chanyeol terlihat panik, melihat gadis yang berada di hadapannya kini menangis “Kau kenapa? Apa aku terlalu kasar memegang tanganmu?”
“Pergilah dari sini” Hana meninggalkan Chanyeol dan memasuki lift, sementara Chanyeol masih berdiri tegak menatap gadis yang telah berlalu dari hadapannya.
Lelaki ini benar merasa bersalah, ia mungkin telah berbuat kasar pada gadis yang di cintainya selama ini sehingga membuatnya menangis.
>>>
Hana memasuki apartemennya, ia lalu menutup dan mengunci pintu apartemennya. Air mata masih membasahi pipinya, Gadis ini menuju kamarnya dan membuka laci nakas yang terletak di tepat samping ranjangnya. Ia mengambil sebuah Foto dirinya dan seorang perempuan cantik di sampingnya, di dalam foto tersebut terlihat dua gadis mengenakan seragam sekolah dan memasang pose V serta tersenyum manis “Byul-ah.. Mianee”
Hana mengusap pipinya yang sudah kebanjiran air mata “Apa yang harus kulakukan? Seandainya kau di sini”
“kau tahu? Aku merindukanmu chingu-ya, kau jahat meninggalkanku sendiri” sedetik kemudian Hana tertunduk dan menangis tersedu, bulir Kristal menetes di foto yang gadis ini genggam.
.. Sementara Itu di lain sisi..
Chanyeol masih dengan perasaan yang bercampur aduk antara kesal dan rasa bersalah, Lelaki ini menatap telapak tangan kirinya “Aissh! Jinja Pabo!! Kenapa kau memegang tangannya terlalu keras,eoh?” Chanyeol kembali terlihat seperti orang bodoh yang memaki tangannya sendiri. Ia beranjak dari sofa dan menuju jendela besar yang terletak di ruang tengah apartemennya, memandangi luasnya kota Ontairo. Lelaki ini memejamkan mata sejenak dan teringat memori masa lalu.
~~
“Channie-ah” suara lembut gadis kecil ini terdengar, sontak Chanyeol kecil yang sedang sibuk menunduk di semak-semak langsung berbalik “Ada apa?”
“ottoke? Ibuku menyuruhku pulang jika sudah sore” ujar si gadis kecil dengan ekspresi kecewa
Sedangkan si Chanyeol kecil tersenyum “pulanglah! Biar aku yang mencari kalungmu”
“Jinja?” dan Chanyeol kecil mengangguk “Bukankah aku sudah janji mencarikannya untukmu?”
“Tapi, ini sudah mulai Sore” Ujar si gadis kecil sambil melihat matahari yang hampir terbenam.
“Gwencanha, jika aku sudah menemukan kalungmu, dengan cepat aku akan mengembalikaanya” Ujar Chanyeol kecil dengan gaya sok pahlawan.
“Apa kau tahu rumahku?”
“eo.. Aku tahu”
Seulas senyum manis terlukis di wajah mungil gadis kecil ini “kalau begitu aku pulang duluan, jaga dirimu baik-baik channie ,gomawoo” kemudian si gadis kecil melambaikan tangannya “annyeongg”
Dan hari pun sudah mulai gelap, matahari telah terbenam beberapa menit yang lalu. Seorang pria dengan jas hitam menghampiri Chanyeol kecil “Tuan, Ini sudah mulai malam. Kita harus segera pulang ke rumah”
Sementara anak laki-laki berambut hitam ini berbalik “Tunggu, sebentar lagi Zitao Ahjussi”
“Tapi tuan, nanti Ayah anda akan khawatir” ujar pengawal setia Chanyeol yang bernama Zitao
Chanyeol kecil menepuk-nepuk tangannya yang sudah terselimuti tanah “Ne.. Arraseo Ahjussi”
Ia pun berjalan dan di ikuti oleh pengawal setianya Zitao. Langit sekarang sudah gelap, Namun langkah anak laki-laki ini terhenti saat melihat sesuatu yang mengkilap di balik semak-semak. Dengan sigap Ia menghampiri sesuatu yang mengkilap tersebut dan meraihnya “oh? Ini dia” Chanyeol kecil tersenyum memandangi apa yang Ia cari sedari tadi.
“Tuan, Ada apa?”
“Zitao Ahjussi, aku sudah mendapatkan yang kucari” ujarnya sambil menunjukkan kalung rantai putih tersebut.
Zitao tersenyum “Syukurlah Tuan, Kita harus segera pulang”
“Tunggu dulu, aku ingin mengembalikan kalung ini”
“Tapi tuan, Ayah anda bisa marah besar jika anda pulang jam segini. Besok saja Tuan Lagipula ini sudah malam”
Anak laki-laki ini mengangguk kecil dan mengikuti saran Zitao pengawalnya.
Namun hingga keesokan harinya Ia tak bertemu dengan si gadis kecil pemilik kalung tersebut, seseorang mengatakan bahwa pemilik rumah telah pindah sejak pagi.___
>>>

..Keesokan Harinya..
-07:00 PM-

Chanyeol masih dengan suasana hati yang tak baik, Ia tak ingin beraktivitas sama sekali. Lelaki ini hanya hanya bisa terbaring di sofa sambil memencet tombol remote televisi. Namun sedetik kemudian suara bising dari luar pintu apartemen terdengar, “ck, pasti dia lagi” Chanyeol dengan sigap melangkah menuju pintu apartemennya dan membuka pintu tersebut. Mendapati seseorang yang sejak kemarin mengganggu hidupnya “Apa lagi maumu sekarang, eoh?”
“Chingu-ya”
“Berhenti memanggilku chingu, kau tahu? Uangku habis terkuras karenamu” chanyeol memasang ekspresi datarnya.
“chingu-ya aku serius, temani aku sekarang”
Chanyeol menggaruk kepalanya “Temani apa? Membelikanmu makan siang?”
Sehun menggeleng “saudara tiriku, dia akan bertemu denganku di sebuah café”
Sementara Chanyeol mengerutkan keningnya “terus? Apa hubungannya denganku?”
“ck, aku tidak ingin berbicara banyak dengannya, palli ikutlah denganku”
Sekarang Chanyeol mengerti maksud perkataan Sehun “Aku lagi malas keluar”
“YA!! Apa ini namanya chingu, eoh?”
Chanyeol tak bisa menolak dan kemudian lelaki ini mengangguk “Baiklah.. dan berhenti memanggilku chingu, aku geli mendengar suaramu”
Chanyeol mengambil jaketnya yang terletak di sofa “kenapa aku selalu mengiyakan permintaan Sehun Aisshh!!” Chanyeol menggeleng membuyarkan pikirannya dan segera menutup pintu apartemennya, kemudian dua lelaki ini menuju ke salah satu café yang terletak di Canada.
>>>
-Mobil Sehun-
Sehun mengendarai mobilnya dengan mantap menyusuri jalan di Ontairo, sementara chanyeol hanya menatap kosong mobil yang berlalu-lalang.
“Chanyeol” Sehun mengeluarkan suaranya untuk memecah keheningan
“Apa?” jawab Chanyeol dengan nada lesu
“Kau kenapa? Kau terlihat seperti Ikan mati hari ini”
Chanyeol memutar bola matanya dan mendengus “Uangku terkuras”
“YA!! Berhentilah bahas uang” gerutu sehun.
Chanyeol mulai membuka pembicaraan “Sehun, Tumbenan kau berbicara langsung dengan saudara tirimu, bukannya kalian tidak akrab?”
“Ia kehilangan ingatan 2 Tahun yang lalu” Chanyeol berbalik menatap Sehun dan mengerutkan keningnya “Apa maksudmu?”
“Semua Ingatannya hilang akibat kecelakaan. Yang dia tahu hanyalah Ibuku adalah ibunya, dan aku saudaranya. Meskipun beberapa waktu lalu dia sudah tahu bahwa aku bukan saudara kandungnya dan ibuku bukan ibu kandungnya, tapi dia berubah drastis dan sangat baik pada ibuku maupun aku. Tapi aku tetap membencinya”
“Kenapa dia ke Canada?”
“Dia ingin menemui kekasihnya dan sekaligus melanjutkan kuliahnya di sini”
Chanyeol hanya bisa mengangguk “oh? Jadi begitu?”
Tak berselang lama Sehun dan Chanyeol telah sampai di tempat tujuan mereka, “okey” sehun memasuki parkiran yang terletak tepat di samping café tersebut dan dengan mantap memarkir mobil miliknya.
Sehun dan chanyeol keluar dari mobil dan melangkah memasuki café yang bergaya Italy ini. Dua lelaki ini menduduki salah satu kursi “Di mana dia?” ujar sehun sambil meraih ponselnya dari saku celana jeansnya. Ia menghubungi seseorang yang tak asing lagi yaitu saudara tirinya.
“Kau di mana?”
“…….”
Chanyeol hanya menatap sehun yang sedang menghubungi saudara tirinya di ujung sana
“Okey” sedetik kemudian sehun menutup teleponnya
“bagaimana?” Tanya Chanyeol
Sehun hanya mendengus “Dia akan datang beberapa menit lagi”
Chanyeol menatap tajam sehun, sementara sehun mengerutkan keningnya “Kenapa kau menatapku seperti itu?”
Chanyeol menyilangkan tangannya dan meluruskan pandangannya pada meja di hadapannya yang hanya berdiri sebuah vas dan bunga Lili putih. Sedangkan Sehun mengangkat kedua alisnya, tak mengerti maksud Chanyeol.
Sedetik kemudian Chanyeol memukul jidatnya “Kau memang bodoh”
“Apanya?” Tanya Sehun dengan ekspresi 100% bingung.
“Kau datang ke café dan tak memesan apa-apa eoh?”
Sehun tersenyum cengir “Mian, chingu-ya”
“Bawakan aku sesuatu yang enak” ujar chanyeol. Sehun berdiri dari kursi yang ia duduki “eo.. arra” dan kemudian pergi.
Tak berselang lama, pesanan dua lelaki ini telah sampai di meja. Panino & spaghetti makanan ciri khas negara Italy, “Apa ini sudah cukup?” ujar sehun. “Good, ini baru namanya chingu”
“kurasa pertemanan kita hanya sebatas makanan”
Chanyeol mengangguk dan menyambung perkataan sehun “Yah, dan juga sebatas Menguras Uang” lelaki ini tertawa dan melahap Panino miliknya, sedangkan sehun memasang ekspresi kecut kemudian meraih garpu dan melahap spaghetti pesanannya.
>>>
“Kenapa dia lama sekali?” ujar sehun
Chanyeol hanya bisa mengangkat kedua bahunya sambil menyeruput minuman Cappucino.
Tak berselang lama seorang lelaki putih dan berambut coklat memasuki café, Chanyeol melihat lelaki tersebut dan seketika matanya terbelalak _bukankah dia yang bersama hana kemarin?_ ujarnya dalam hati.
Namun seketika Sehun berdiri “Luhan”, lelaki tersebut tersenyum dan menghampiri Sehun. Sementara Chanyeol menatap bingung. Lelaki berambut coklat ini meraih kursi yang tepat berada di samping Chanyeol, _heol,jangan bilang dia adalah saudara tiri Sehun_
“Tampaknya kalian sedang sibuk” ujar Luhan, dan seketika melirik lelaki yang berada di sampingnya. Ekspresi lelaki tersebut jelas seperti orang kebingungan, mungkin orang ini tidak mengerti bahasa korea pikir Luhan.
“Are you Sehun’s friend?” Luhan bertanya menggunakan bahasa inggris pada Chanyeol,
Sehun memutar bola matanya “Dia orang korea, berbicara biasa saja”
Luhan terkejut dan mengangguk kecil “Oh? Annyeong haseyo, Aku Luhan” sambil membungkukan badannya sedikit. Chanyeol masih terlihat bingung dan kemudian membungkukan badannya dengan cepat “Ne.. Annyeong, Aku Park Chanyeol”
Sehun memotong Perkenalan Luhan dan Chanyeol “Ada apa kau memintaku bertemu di sini?”
“eomma besok akan datang ke Canada, kau harus menjemputnya”
Sehun terkejut “MWO?? Apa yang dia lakukan di sini”
Luhan menyilangkan tangannya tepat di dadanya “Appa akan berangkat ke Canada minggu depan, Tapi eomma ingin datang besok”
“Ada urusan apa Xi Zhoumi & eomma di Canada?”
Chanyeol sedikit terkejut mendengar Sehun yang masih saja memanggil Ayah tirinya dengan sebutan Xi Zhoumi
“Urusan perusahaan, cabang perusahaan Appa akan di resmikan di Canada”. Sementara Sehun hanya bisa mendengus “Jemputlah Eomma besok sekitar jam 4 sore, Arraseo?” ujar Luhan dan seketika lelaki ini berdiri dari kursi yang ia duduki. Luhan pun tersenyum “Aku harus pergi, Anyyeong” lelaki ini membungkukan badan pada Chanyeol dan Sehun Kemudian berlalu begitu saja.
Sehun membuang nafas dengan kasar “Heol, Dia memperlakukanku seperti adik kecil saja”, seketika Sehun menatap Chanyeol yang masih terlihat mematung menatapi pintu café, Ia mengerutkan kening dan melambai-lambaikan tangannya pada chanyeol “YA!! Chanyeol”
Chanyeol tersadar dari lamunannya “eo?”
“Kau ini kenapa, eoh?”
Chanyeol mengusap belakang lehernya dan menggeleng kecil “Anniy”
Sehun menyeruput minuman Cappucino “Sepertinya aku memesankanmu makanan yang salah untukmu”
“Sehun”
“Mwo?” jawab Sehun dengan singkat
“Apa kau tahu Hana?” suara Chanyeol terdengar serius ditambah dengan tatapan tajamnya.
Ekspresi di wajah sehun seketika berubah, Lelaki berkulit putih ini mengerutkan keningnya “Dari mana kau tahu Hana?”
Sementara Lelaki berambut hitam di hadapan Sehun ini mendengus “Jawab saja! Apa kau tahu Hana?”
Sehun mengangguk dan segera menjawab “Tentu saja, Dia kekasihnya Luhan saudara tiriku”
“MWO???” suara Chanyeol keluar begitu saja, hal ini membuat Sehun terlonjak dari kursinya dan pengunjung di sekitar mereka berbalik menatap Dua lelaki ini.
“YA!! Apa kau gila? Pelankan suaramu” suara Sehun terdengar bergumam
Chanyeol berdehem “I’m sorry” mengucapkan maaf pada pengunjung di sekitar mereka.
“Apa-apaan kau ini,eoh?” Sehun memegang dada kanannya, memastikan jantungnya masih berada di sana “Heol, kau hampir membuat jantungku copot”
“Sejak kapan mereka berpacaran?” Chanyeol memberikan pertanyaan lagi pada sehun, “Kenapa kau jadi bertanya hal ini?
“YA!! Palli, Jawab saja pertanyaanku” kini Chanyeol mengeluarkan ekspresi kesalnya dengan mata tajam seakan ingin membunuh. Hal ini membuat Sehun menjadi ketakutan “2 Tahun yang lalu”
Ekspresi Chanyeol kini berubah menjadi lesu, lelaki ini tertunduk dan menggaruk-garuk kepalanya dengan kasar.
“Kau ini sebenarnya kenapa, eoh? Tadi kau lesu seperti ikan mati dan sekarang kau gila layaknya sapi”
Chanyeol mengangkat kepalanya “Aku tidak dalam suasana bercanda, kau tahu?”
Sehun mengangkat kedua bahunya tak perduli apa yang di pikirkan oleh temannya Park Chanyeol.
>>>
Gadis ini memperbaiki letak kacamatanya, Ia sekarang berada di perpustakaan besar Toronto Canada. Membaca buku dan membuka halaman demi halaman, Namun dering ponselnya menghancurkan kefokusan gadis ini. Dengan sigap Ia mengangkat telepon tersebut.
“Yeoboseyo”
“Kau terlalu sibuk membaca”
Hana menengok kanan kiri, Ia mencari sosok yang meneleponnya.
“Aku di belakangmu”
Sontak gadis berkacamata ini berbalik, tepat di belakangnya ia mendapati seorang lelaki yang tak asing baginya. “Luhan?”
Lelaki bernama Luhan ini tersenyum dan beralih menduduki kursi tepat di samping Hana “Sedang baca apa?”
Hana tersenyum tipis “Oh, ini hanya sebuah novel”
Luhan bertopang dagu dan mengangguk kecil “Apa kau sudah makan?” Tanya Luhan. Gadis berkacamata ini hanya menggeleng kecil.
Lelaki ini tersenyum “Kalau begitu, Ayo kita pergi mencari makan” dengan sigap tangan kokoh Luhan meraih tangan kanan Hana menuruni tangga dan menuju pintu keluar dari perpustakaan tersebut
..Di lain sisi..
“Chanyeol, apa kau mengenal Hana?” Ujar Sehun memecah keheningan di antara dua lelaki ini. “hm, aku mengenalnya sejak kecil” Jawab lelaki bertubuh tinggi ini dengan singkat
Sehun mengangguk kecil “Hana menjadi pengganti Gadis itu”
“pengganti? Apa maksudmu?”
“Kau ingatkan yang kuceritakan tadi? Tentang kecelakaan Luhan yang membuatnya hilang ingatan?”
Chanyeol hanya mengangguk kecil
“Luhan kecelakaan bersama seorang gadis” Chanyeol mengerutkan keningnya “Maksudmu?”
“Gadis itu.. Dia kekasihnya Luhan”
Chanyeol benar-benar tak mengerti apa yang di maksud Sehun “Kekasih Luhan? Yang kau maksud Hana?”
Sehun menggeleng “Bukan Hana”, Chanyeol semakin bingung apa yang di maksud Teman dekatnya ini “Lalu siapa?”
“Namanya Byul, Gadis yang menurutku spesial bagi Luhan” Ujar Sehun
Chanyeol semakin serius mendengar kata yang di keluarkan dari mulut Sehun “Di mana gadis itu sekarang?”
Sehun mendengus dan menatap tajam Chanyeol “Gadis itu..” Sehun menjeda perkataanya.
“Dia telah meninggal akibat kecelakaan”
Seketika mata Chanyeol terbelalak.
>>>
Luhan dan Hana sedang berada di sebuah restoran kecil yang terletak di Toronto,
“Besok eomma ku akan datang ke Canada” Ujar Lelaki berambut cokelat ini.
Hana sedikit terkejut “Ada maksud apa dia datang ke Canada?”
“Dia ingin cepat bertemu adikku Sehun, dan juga..” Luhan menjeda perkataannya dan tersenyum kecil. “Dia ingin bertemu denganmu lagi”
Hana kini mematung, berhenti menyeruput minuman Apple juice nya. Namun sedetik kemudian gadis ini tersenyum kecil “Oh. Begitu”
Suara dering ponsel memotong pembicaraan Hana dan Luhan, dering ponsel tersebut berasal dari ponsel Luhan. “Aku keluar sebentar, Ini Appa ku” sambil menunjukkan pada hana layar ponselnya. Hana mengangguk kecil “eo”, Dan Luhan pun berlalu.
Seketika raut wajah Hana berubah, Ia tertunduk dengan tatapan yang kosong.

TO BE CONTINUED

Hello readers ^^)/ Lanjut lagi nih MIRACLE OF LOVE CHAPTER 4, oh iya, thank you yah yang udah comment, Author jadi semangat nih ngelanjutin ff nya hehe. Di MIRACLE OF LOVE CHAPTER 4 ini aku harap kalian nambah suka. Udah di panjangin dikit, SELAMAT MEMBACA I LOVE YOU READERS ^^

4 thoughts on “Miracle of Love (Chapter 4)

  1. Wadooooh complicated!!!
    Ah cpt2 lanjutin aja deh Author-nim ditungguuu!
    Tp kalo bisa alurnya sedikit dilambatin, sama penulisannya agak dirapihin misal percakapannya jgn diketik terusin gitu, beda baris di enter hahaha tp udah bagusss. Fighting!😎

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s