Sehun, I’m Pregnant (Chapter 4)

Tittle: Sehun, I’m Pregnant (4)
Author: Park Sunghyo
Genre: AU-Romance-Marriage Life
Length: Chapter
Rating: PG-17+
Main Cast: Oh Sehun-Park Sungra

Mimin exofanfiction makasih mau publish ffku ini. Makasih juga buat yang mau ngeluangin waktu buat baca ff SIP dari awal ya, yang komen kasih big hug pokoknya. Selamat membaca/

~*~

“Lama tak bertemu. Park Sungra”
Sungra menelan ludahnya susah payah.
Bingung harus bersikap seperti apa, Sungra memilih untuk tersenyum walau terlihat sangat dipaksakan.
“Kalian saling kenal?”
Yixing tersenyum sesaat.
“Ya”
Sehun mengangguk sekilas.
“Bagaimana awalnya?”
Beberapa detik pria itu menatap Sungra penuh arti.
“Dua tahun yang lalu aku dekat dengan Chanyeol sebagai teman kuliah, kebetulan kami di jurusan yang sama dan sering bermain ke rumah satu sama lain. Kemudian aku melanjutkan studi di luar negeri hingga kami putus kontak, itulah mengapa aku bisa kenal dengan Sungra”
“Begitu” Tanggap Sehun setengah tersenyum.
Sungra hanya diam tanpa respons apapun.
“Sungra, kau mau ikut? Tuan Choi ingin menyapaku”
“Baiklah ayo ki—“
“Maaf, Sehun-sshi. Bisakah aku meminjam istrimu sebentar? Aku sudah lama tak bertemu dengannya. Setidaknya kami harus memiliki percakapan sebelum kalian pulang” Sela Yixing memutus perkataan Sungra.
Sehun terlihat berfikir dan menatap Sungra sebentar.
Mata Sungra mengirimkan sinyal pada Sehun agar pria itu tak setuju, namun Sungra rasa kepekaan Sehun berada di bawah rata-rata.
“Baiklah” Jawab Sehun dan meninggalkan Sungra bersama Yixing.
Yixing tersenyum dan memutar kepala melihat wajah kaku Sungra.
“Bisa kita ke balkon sebentar, Sungra-sshi?”
Telinga Sungra berdengung mendengar namanya dipanggil oleh pria ini, terlebih dengan bahasa formal. Hatinya berkata iya namun otaknya menyuruh untuk berhenti. Sungra bingung.
Banyak pasang mata menatap Sungra dengan penasaran. Istri dari Oh Sehun yang notabenenya adalah orang terpandang di dunia bisnis bahkan mengenal Tuan Zhang dari perusahaan ternama pula.
Sungra diam sebentar sebelum mengangguk tanda setuju.
Sesampainya disana, mereka saling diam beberapa menit, sibuk dengan fikiran masing-masing.
Yixing hafal benar dengan Park Sungra. Gadis itu tak akan membuka mulut sebelum lawan bicaranya yang memulai duluan.
“Jadi, berapa lama?”
Sungra diam dengan posisi menatap lurus ke depan. Ia tak nyaman walau hanya sekedar untuk mengalihkan pandangan pada pria di sebelahnya.
“Maksudnya?”
“Kalian menikah”
“Hampir sebulan”
Dada Yixing bergolak mendengar nada lirih Sungra. Mimik wajah gadis itu terlihat sangat menderita, entah karena kehadiran Yixing yang tiba-tiba atau memang karena pernikahannya.
Yixing juga tak menyangka akan bertemu dengan Sungra disini terlebih dalam gandengan pewaris Oh Corporation kelak.
Sebuah kebetulan yang sangat sulit untuk diterima.
“Lupa memakai kondom ‘huh?”
Sungra memutar matanya dan beralih menatap lantai dengan hampa.
Ekspresi Yixing sama sekali tak berubah, begitu tenang dan dingin.
“Sebuah kecelakaan?”
Sungra menghela nafas panjang dan mengangguk, “Ya”
Hati Yixing bertalu-talu tak karuan. Jadi Sungra menikah karena sebuah insiden bodoh seperti itu?
Tiba-tiba rasa bersalah merayapi seluruh tubuh Yixing. Meninggalkan gadisnya sendiri dan saat ia kembali, Yixing justru menemukan fakta bahwa gadisnya telah menikah dengan orang lain.
Sungra hanya seorang gadis kecil yang hidup dalam sangkar emasnya. Gadis tertutup dan sangat kaku yang hidup dalam taatnya peraturan kehidupan.
Lalu bagaimana bisa ‘kecelakaan’ itu terjadi pada Sungra? Yixing tak habis fikir. Pria itu masih sulit mencerna dan menerima keadaan.
Hati Sungra seperti dipukul sangat keras. Ingin sekali ia memeluk tubuh Yixing dan menangis sejadi-jadinya. Rasa rindu bercampur putus asa telah menghinggapi Sungra sejak lama.
Tapi, Sungra bukanlah Sehun yang bisa semaunya. Sungra tahu batas-batas saat ia sudah menjadi istri orang lain. Lebih baik ia menahan perasaan walau mungkin hal itu akan menyiksanya sebentar lagi.
“Kau tak bertanya mengapa aku pergi dua tahun lalu?”
“Tentu saja mengejar cita-citamu”
Yixing menghembuskan nafas berat. Fakta bahwa ia masih mencintai gadis ini adalah hal terburuk di antara semuanya.
Ingin sekali Sungra berteriak dan menampar wajah Yixing atas tindakannya dua tahun yang lalu. Yixing pergi begitu saja tanpa satupun kalimat perpisahan.
Jantung Sungra terasa diremas-remas seketika melihat guratan prihatin dari pria itu. Sungra benci dikasihani.
Jika saja Yixing tahu bagaimana pedih dan hancurnya Sungra saat pria itu pergi meninggalkannya, mungkin Yixing akan berfikir dua kali untuk beranjak dari Korea.
“Kenapa kau kembali?” Lirih Sungra.
Terdapat jeda beberapa saat, Yixing mengusap wajahnya frustasi.
Tidak mungkin ia jujur jika alasan ia kembali karena pernikahan dadakan Sungra dengan pria pewaris Oh Corp.
Desakan pekerjaan begitu menuntutnya hingga ia baru bisa pulang dua hari yang lalu. Namun saat itu Yixing belum berani untuk menemui Sungra, terlebih melihat gadisnya telah mengandung anak orang lain.
Yixing tahu berita tersebut dari Chanyeol. Hanya kebohongan belaka jika mereka berdua putus kontak. Selama ini Yixing selalu menanyakan kabar Sungra lewat Chanyeol, memilih diam-diam mengawasi gadisnya.
Karena Zhang Yixing pergi bukan untuk melupakan Park Sungra.
Chanyeol sudah berkali-kali menyuruh Yixing untuk menghubungi Sungra secara langsung, namun Yixing selalu menolak dengan alasan hal itu hanya akan menyakiti Sungra lebih dalam.
Jangan dikira Yixing tak tahu apa-apa mengenai Sungra setelah kepergiannya. Sampai gadisnya yang menangis setiap malam hingga mogok makan pun Yixing mengetahui semuanya.
Pasti sangat berat penderitaan yang dialami gadis itu. Dengan egois Yixing pergi tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu perasaan Sungra kedepannya.
Saat itu jiwanya penuh dengan ambisi dan rencana pencapaian yang sempurna, lupa dengan seseorang yang selalu mendukungnya saat berada dalam kesulitan.
Yixing kadang menangis dalam diam saat tak mampu lagi menahan rasa rindu, juga rasa bersalah. Hatinya selalu tak tenang dan dirundung rasa benci mendalam pada dirinya sendiri.
Sungra mendesah pelan. Yixing sama sekali tak merespons ucapannya. Dia tahu akan seperti ini. Mungkin Yixing sudah tak perduli lagi, dan pria itu kembali bukan untuk dirinya.
“Bisakah aku pergi? Sehun mungkin menungguku”
Yixing menaruh tatapan pada Sungra. Begitu banyak perasaan yang bercampur dalam hati Yixing dan sulit untuk dijelaskan.
“Ya, sampai bertemu lagi. Park Sungra”
Sungra berjalan pergi dengan tangis yang ia tahan. Seperti ada lubang besar yang kembali terbuka dalam hatinya, hati yang sudah ia jaga dan obati dengan baik, malah dengan mudahnya terobek kembali hanya dalam sekejap waktu.
~*~

Tubuh Sehun berada dalam posisi menyetir tapi tidak dengan fikirannya. Semenjak kepulangan mereka dari acara amal itu Sungra menjadi berubah 180 derajat.
Terlebih setelah bertemu dengan rekan bisnisnya, Zhang Yixing.
“Kau melamun”
Sungra terperanjat dan mengerjap sebentar. Gadis itu menghela nafas tanpa ia sadari.
Sehun tahu ada yang tak beres dalam diri Sungra sekarang. Mungkin benar gadis itu suka melamun di manapun ia mau tapi kali ini terlihat berbeda. Dan ini bukan sekedar perasaan Sehun belaka.
Sungra mengunci rapat mulutnya dan melempar pandangan keluar jendela. Terdapat ribuan titik air di luar kaca jendela mobil, malam ini kota Seoul tengah diguyur hujan. Dramatisnya terletak pada hati Sungra yang mirip seperti langit Seoul malam ini.
Sehun mencoba fokus menyetir walau banyak pertanyaan menimpa kepalanya. Pasti ada sesuatu antara Zhang Yixing dengan istrinya, bukan hanya hubungan biasa.
“Sungra, kita belum pernah ke dokter kandungan. Haruskah kita mengeceknya besok?”
Darah Sungra mendesir ke seluruh tubuhnya. Nada Sehun begitu hangat seolah mendekapnya secara langsung. Pipi gadis itu kontan memerah tanpa ia sadari.
Melihat itu, Sehun dibuat bingung sesaat sebelum mengerti dan tersenyum.
“Kenapa? Kau malu?”
“Ha? Tidak”
Akhirnya gadis ini buka mulut juga.
“Jadi, besok kita pergi?”
“Tidak usah. Aku belum mau kesana” Dingin Sungra.
Ingin sekali Sehun bertanya alasan Sungra tak ingin memeriksakan kandungan namun segera ia tahan. Mood gadis itu terlihat buruk, yah walau sebenarnya ekspresi Sungra memang selalu datar dan tak ramah, tapi ada aura yang berbeda.
Sehun merespons dengan menganggukkan kepalanya dan berhenti berbicara.
~*~

Usai Sehun memencet beberapa digit angka pada pintu apartemen, Sungra langsung menerobos masuk dan menidurkan dirinya di atas sofa ruang utama.
Sehun tersenyum samar dan melangkah maju mendekati gadis itu.
“Tidak mau ganti baju dulu?”
Bukannya apa, hanya saja gadis itu masih memakai gaun pendeknya dan tiba-tiba langsung tidur seperti itu. Membuat Sehun khawatir jika fikirannya akan berlanjut kemana-mana.
Mendengarnya, Sungra segera duduk dan menatap Sehun skeptis.
“Apa?” Tanya Sehun dengan wajah bingungnya.
“Kau melihatnya” Tuduh Sungra.
Sehun mendengus dan menggelengkan kepala.
“Otakmu kotor sekali”
“Enak saja!”
“Tau begitu, lebih baik aku lihat saja tadi dan, oh biar kutebak, warna hitam?”
Sungra memejamkan matanya sesaat sebelum berteriak marah,
“Otakmu yang kotor, tahu!” Pekik Sungra kesal.
Sehun terkikik geli melihat kepergian Sungra dengan wajah merah padamnya.
Gadis ini lucu sekali.
~*~

Bunyi alarm ponsel membangunkannya seketika. Sungra mengerjap beberapa kali mencoba membiasakan cahaya yang mulai masuk ke retina matanya.
Sesaat merutuki alarm bodoh itu dan bergegas keluar kamar. Nampak Sehun dengan setelan kaos hitam dan jeans pendeknya. Pria itu asyik menonton televisi tanpa menghiraukan Sungra sama sekali.
Sungra duduk tepat di sebelah Sehun dan menatap pria itu dengan seksama. Risih diperhatikan, Sehun menoleh kearah Sungra dalam diam seolah bertanya ‘Ada apa?’.
“Tidak kerja?”
Sehun diam sebentar dan kembali menonton televisi.
“Libur”
Sungra setengah tertawa, ini bukan hari libur.
Ah ia hampir lupa jika Oh Sehun memang bos yang suka semaunya sendiri.
“Tiba-tiba libur, mau berkencan?”
Sehun menghela nafas pelan.
“Mandi sana. Kau bau”
Sungra berdecak pelan namun akhirnya menurut juga.
Setengah jam berada dalam kamar mandi akhirnya Sungra selesai juga. Gadis itu duduk di sisi ranjang untuk mengeringkan rambutnya.
Sehun yang awalnya ke kamar ingin mengambil ponsel justru mematung di ujung pintu.
Duduk dengan menyilangkan kaki seperti itu dan hanya memakai kemeja putih transparan. Gadis ini benar-benar.
Sehun berjalan perlahan mendekati Sungra, mengamati gadis itu dari dekat. Melihat Sehun yang tengah memandangnya seperti itu, Sungra hanya diam dan tetap mengeringkan rambutnya.
“Mana bisa cepat kering jika seperti itu”
Sungra menaruh tatapan pada Sehun.
“Keringkan kalau begitu” Datar Sungra.
Ingin sekali Sungra menepuk bibirnya yang sudah salah berucap. Sehun diam sebentar sebelum akhirnya pria itu menaiki ranjang dan mengeringkan rambut Sungra dari belakang.
Mereka berdua sama-sama ‘dejavu’ dengan keadaan ini. Saat dimana Sehun meminta Sungra untuk memakaikan dasi.
Sehun dapat merasakan tubuh Sungra yang menegang seketika jika tanpa sengaja kulit mereka bersentuhan.
Pria itu menelan ludahnya susah payah. Kenapa tubuhnya cepat sekali bereaksi jika berdekatan dengan gadis ini.
Sungra berkali-kali mengatur detak jantungnya. Meminta Sehun melakukan hal seperti ini adalah sebuah kesalahan besar.
Mereka tenggelam dalam keheningan beberapa saat.
Tanpa sadar Sehun menyibak pelan rambut Sungra ke sisi kanan, perlahan mendekatkan bibirnya dan mencium tengkuk gadis itu lama.
Sungra terkesiap dan nafasnya tiba-tiba memburu. Seketika bulu kuduknya meremang dan merasakan desiran aneh dari atas kepala hingga ujung kakinya.
Tanpa sengaja tangan kanan Sungra menyentuh tangan besar pria itu, Sehun langsung mengaitkan jemari mereka berdua dan membuat Sungra mematung di tempat.
Sehun melepas kecupannya dan menunduk sebentar.
Tak ingin berada di situasi yang canggung lebih lama, Sungra berniat lari dan akan mengunci pintu kamar mandi sebentar lagi.
Sehun menahan lengannya dan membalikkan tubuh gadis itu, memaksa untuk menatap mata Sehun.
“Mau kemana?”
Suara serak Sehun membuat otak Sungra lumpuh bekerja. Jantungnya memacu dua kali lebih cepat seolah akan meledak keluar.
“Ak—aku… aku ingin ke—“
“Kau bisa tinggal disini. Aku akan keluar sebentar”
Sungra hanya mengangguk dengan salah tingkah. Wajah gadis itu sudah bersemu merah sedari tadi dan Sehun telah melihatnya. Memalukan.
“Kau seperti tomat ceri” Ejek Sehun dan langsung pergi meninggalkan Sungra.
Usai kepergian Sehun, Sungra berteriak histeris sambil berguling-guling di kasur. Ya Tuhan, ini benar-benar memalukan.
Rasanya Sungra ingin bumi menelannya hidup-hidup sekarang juga.
“Aku akan gila! Aku benar-benar akan gila!”
~*~

Sehun duduk tenang sambil melipat kedua lengan. Sesekali pria itu memutar cangkir kopinya untuk menghilangkan rasa bosan.
Fikirannya melayang menampakkan wajah Sungra di sana. Jantung Sehun tiba-tiba berdebar keras mengingat kejadian di apartemen beberapa menit yang lalu.
Oh Sehun, kendalikan fikiranmu. Perintahnya dalam hati.
Denting bel café berbunyi menandakan seseorang masuk. Spontan Sehun mengalihkan pandangan dan menemukan cengiran lebar Chanyeol di sana.
“Jadi, ada apa?”
Sesaat Sehun ragu untuk membuka mulutnya. Pria itu menghela nafas sebentar.
“Ceritakan kisah Zhang Yixing dan Park Sungra padaku”
Tubuh Chanyeol menegang seketika. Sehun menangkap dengan jelas raut kekagetan dari wajah iparnya itu.
Beberapa detik mereka saling terdiam.
Chanyeol berdehem sebentar lalu menetralkan wajahnya.
Benak Chanyeol bertanya-tanya darimana Sehun tahu tentang hubungan mereka berdua. Apakah Sungra menceritakannya pada Sehun? Tidak mungkin.
Melihat kebingungan Chanyeol, Sehun tersenyum dingin dan berujar, “Aku tahu, Park Chanyeol. Ceritakanlah”
Chanyeol mendesah berat.
“Begini. Aku mungkin bisa menceritakan tapi aku pasti merasa sangat bersalah pada Sungra nantinya”
“Tidak perlu merasa bersalah”
“Tapi aku tid—“
“Jika kutelfon Sungra sekarang bahwa kau berada disini dan akan mencerita—“
“YA! Arraseo. Akan kuceritakan semuanya” Pasrah Chanyeol.
Chanyeol menjilat bibirnya yang tiba-tiba mengering.
“Ck. Kalian benar-benar pasangan dari surga, cocok sekali. Sama-sama menyebalkan”
Sehun menekan rasa penasarannya dan memasang raut tenang.
“Keuge.. Yixing dan Sungra tak ada hubungan apa-apa. Maksudku, mereka tak terikat. Mereka melakukan segala hal dan tanpa ikatan. Mereka bebas”
Sehun mencerna perkataan Chanyeol dengan seksama.
“Having sex?”
“Tidak bodoh”
Sehun menampakkan wajah leganya.
“Wae? Takut?” Goda Chanyeol.
“Tidak” Datar Sehun.
Chanyeol tertawa dalam hati.
Sehun menyenderkan tubuhnya di kursi dan menatap Chanyeol tajam.
“Sepertinya hubungan mereka tak berjalan baik saat ini”
Entah sahabat sekaligus iparnya itu tukang ramal atau apa tapi ucapannya memang benar.
“Yah, Yixing terpaksa meninggalkan Sungra untuk melanjutkan studinya di luar negeri. Letak kesalahan pria itu adalah pergi tanpa kabar satu pun untuk adikku. Gadis labil satu itu selalu menangis diam-diam saat tengah malam dan berat badannya sempat menurun drastis, seperti mayat hidup”
Tatapan Chanyeol menerawang jauh mengingat kembali masa-masa terburuk dalam hidup Sungra.
Ingin sekali Chanyeol bertanya darimana semua informasi itu Sehun dapat namun ia tahan.
Beberapa saat Sehun terdiam. Begitukah yang terjadi?
Dengan pengalaman buruk seperti itu dan ia masih bisa memasang wajah poker face kemana-mana.
Sehun tak tahu jika Sungra sudah terbebani bahkan sebelum gadis itu hamil dan menikah paksa dengannya.
Rasa bersalah menguasai diri Sehun beberapa saat.
Mereka tenggelam dalam keheningan.
Chanyeol menurunkan pandangan sebentar sebelum menatap Sehun serius.
“Kalau kau mau tahu, dia gadis paling rapuh yang pernah ada dalam hidupku. Sungra hanya mencoba menyembunyikan seluruh perasaannya dari orang lain. Ia benci orang yang seolah tahu isi hati dan fikirannya. Kau tak akan tahu kapan perubahan hatinya, aku kadang benar-benar kewalahan menghadapi sikap keras kepala gadis itu”
Sehun mengangguk sebagai respons. Chanyeol benar.
Mungkin benar gadis itu selalu terlihat menyebalkan; cara bicara, bersikap, bahkan menanggapi orang lain. Tapi Sehun tak tahu jika Sungra adalah gadis yang telah melalui banyak hal semacam itu.
Sehun tak tahu apa-apa.
~*~

Rasa kesal dan bingung bercampur dalam diri Sehun saat ini. Ada apa gerangan hingga kekasihnya itu mengganti kode pengaman di apartemennya. Biasanya Sehun bisa langsung mengakses dan bertemu dengan Yesoo tanpa penghalang seperti sekarang.
Satu menit berlalu dan Sehun belum menyerah. Yesoo sendiri yang bilang jika merindukannya tapi mengapa malah bersikap menyebalkan seperti ini?
Saat hendak berbalik pergi, suara lemah Yesoo memanggil.
“Oh Sehun”
Sehun berdecak kecil dan melanjutkan langkahnya. Ia tak mau berbalik dan menghadapi Yesoo sekarang, ‘mood’nya sedikit rusak akibat pengabaian gadis itu.
“Hey”
Lengan Sehun tertahan olehYesoo. Gadis itu perlahan menarik Sehun seolah menyuruhnya untuk berbalik.
“Kau marah?”
“Tidak” Datar Sehun.
“Aku baru selesai mandi, sayang”
“Bukan itu yang kupermasalahkan sekarang”
“Lalu?”
“Mengapa kau mengganti kode apartemenmu?”
Yesoo mengerjapkan mata beberapa kali. Sehun dapat menangkap raut bingung dan ragu bersamaan dalam diri gadis itu.
Yesoo tersenyum tipis sebelum menjawab, “Hanya bosan, jadi kuganti. Maaf aku lupa memberitahumu. Hey, maafkan aku oke?”
Sehun tersenyum dingin kemudian mengangguk, mengikuti langkah gadis itu masuk ke dalam apartemennya.
~*~

Sehun menatap Yesoo dari ujung kaki hingga kepala. Yesoo benar-benar cantik dilihat dari segi manapun. Sehun tersenyum samar melihat kemeja putih miliknya yang dikenakan Yesoo. She’s extremely gorgeous.
Yesoo berjalan dari arah dapur membawa dua cangkir kopi. Gadis itu langsung duduk di pangkuan Sehun dan menatap pria itu tepat di kedua bola matanya. Perlahan membelai wajah Sehun dan membisik,
“Tinggallah disini, malam ini”
Rayuan Yesoo selalu berhasil. Sehun dengan mudahnya mengangguk setuju dan tersenyum lembut.
“Kau yang tercantik”
“Aku tahu”
Mereka berpelukan beberapa detik sebelum Sehun mengangkat tubuh Yesoo ala bridal style ke dalam kamar.
Sehun menjatuhkan Yesoo ke ranjang dan bergegas mencium bibir gadis itu penuh hasrat.
Dia begitu merindukan gadisnya.
Rasanya Sehun mau mati saja jika harus berpisah dengan gadis ini.
Tanpa sengaja Sehun melihat dua pasang kemeja tergeletak di bagian ujung sisi ranjang.
Tiba-tiba Sehun menjauhkan wajahnya dari Yesoo. Gadis itu menatap bingung dan berujar, “Ada yang salah?”
Sehun terdiam sesaat.
“Milik siapa?” Tanya Sehun dan bergegas mengambil salah satu kemeja tersebut.
Yesoo diam tak menjawab. Tak berani menatap mata Sehun, ia hanya melihat kosong kearah kemeja yang diangkat pria itu.
Sehun bangkit berdiri dan menghela nafas. Kemeja itu bukan miliknya.
Yesoo dengan tenang ikut berdiri dan berhadapan dengan Sehun.
“Milik Ilwoo. Jangan salah paham dulu”
“Milik adikmu?”
“Ya”
“Buktikan” Tegas Sehun.
Yesoo memejam dan menggigit bibir bawahnya.
“Hey, kenapa kau meributkan hal ini?”
“Aku tak meributkannya. Aku hanya bertanya, ini milik siapa?”
“Sudah kubilang kemeja itu milik Ilwoo, Oh Sehun. Kenapa kau menyudutkanku seperti ini?”
“Kenapa kemeja kusut Ilwoo berada di kamarmu? Jika ia tinggal di sini menemanimu tentu ia akan menaruhnya di kamar lain. Bukan di kamarmu” Datar Sehun.
Yesoo mendengus tak suka.
“Jangan membuatku marah, Oh Sehun”
“Apa aku marah saat kau menikah dengan gadis sialan itu? Tidak ‘kan? Jadi berhentilah sekarang” Lanjut Yesoo dengan nada dinginnya.
Keheningan melanda mereka beberapa saat.
Sehun membuang kemeja di genggamannya ke sembarang arah.
“Apa urusan pernikahanku dengan hubungan kita, Yesoo-ya?”
“Hanya karena kemeja dan kita bertengkar seperti ini. Konyol sekali” Remeh Yesoo.
Sehun berdecak pelan kemudian tersenyum.
“Kemarin malam aku baru saja ditelfon oleh Han Ilwoo. Dia bilang baru akan kembali ke Korea tiga hari lagi. Jadi, Ilwoo mana yang kau maksud disini?”
“Cukup”
Yesoo menatap Sehun marah dan terpaku di tempat.
Sehun mendekat kearah gadis itu, membelai wajahnya.
“Jelaskan padaku nanti. Aku pergi”
Sehun berbalik pergi meninggalkan Yesoo sendiri.
Terdengar bantingan keras dari pintu apartemennya usai kepergian Sehun. Yesoo mendesah keras mencoba meluapkan kekesalannya saat ini.
Tidak. Han Yesoo tidak akan menyerah seperti ini.
~*~

Mobil Sehun memacu cepat membelah jalan raya malam. Beberapa kali klakson keras dari mobil lain mencoba memperingatkan namun Sehun tak perduli.
Berkali-kali Sehun mendesah keras mencoba menekan seluruh perasaannya.
Akhir-akhir ini ia suka berfirasat buruk tentang Han Yesoo. Entah ini paranoid atau apa Sehun tak tahu, ia begitu takut kehilangan gadisnya.
Tidak. Mungkin Ilwoo pulang lebih awal dan lupa mengabarinya. Itu saja.
Han Yesoo gadis baik-baik. Sehun tahu itu. Sehun harus berfikir positif walau sebenarnya moodnya sudah tak karuan. Karena cinta masalah kepercayaan, bukan main-main.
Ia merenung sesaat di bangku kemudi tanpa ada niatan untuk keluar. Tiba-tiba bayangan Sungra melintasi otaknya.
Astaga. Bagaimana keadaan gadis itu.
Sehun bergegas keluar dari mobil dan setengah berlari menuju apartemennya. Ia harus memastikan keadaan Sungra baik-baik saja sekarang.
Baru sampai di ujung parkiran langkah Sehun otomatis terhenti.
Park Sungra.
Apa yang dilakukannya selarut ini bersama pria itu?
Mereka terlihat memperdebatkan sesuatu yang Sehun tak tahu apa.
Dan entah sejak kapan Yixing sudah mendekap istrinya seerat itu.
Haruskah ia menghajar seseorang malam ini?
TBC
Maaf baru update, baru selesai mid. Demi, ini absurd banget pasti, maaf ya. Terimakasih sudah mau membaca//

84 thoughts on “Sehun, I’m Pregnant (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s