[EXOFF Drabble] Elegi

Judul : Elegi

Prompt : Han

Length : 329 words

Genre : brothership

Rating : General

Main cast : EXO’s Chinese Members

Hari kemarin, ruangan sangat semarak.

Ada Yifan yang sangat bangga dengan kepala plontosnya. Ketika mentari mengintip dari balik gorden, kepala Yifan akan memantulkan cahaya bagi kami meski luka yang tertoreh di tengah-tengahnya menjerit kesakitan.

Ada Luhan yang mengidolakan David Beckham. Ia yang paling bersemangat jika kami diizinkan bermain di lapangan. Kaki-kakinya akan memainkan dan menendang bola dengan sangat keras, hingga kadang terlepas sendiri.

Ada Zitao yang pandai beratraksi dengan tongkat-tongkat panjang seperti milik pemain kungfu. Ia sangat kuat. Sudah banyak tiang-tiang infus telah dipatahkannya ketika tidur. Ia juga sering menggendong tabungnya kemana-mana.

Dan ada aku yang mempunyai banyak cerita tapi tak mampu mengungkapkannya.

***

Hari ini, ruangan terasa tenang. Hanya terdengar desahan lirih dari salah satu ranjang berseprei putih. Milik Zitao.

Tanganku bergerak bersama bolpoin. Berhentilah, kau membuat kepalaku ngilu.

“M–Maaf,” besutan ingus yang menggema di seluruh ruangan membuatku menatap jijik kepada Zitao. “Aku merindukan Yifan dan Luhan.”

Masih ada aku di sini.

“Rasanya beda,” tutur Zitao dengan kepala menunduk. Mungkin ia takut karena kelepasan bicara. “Maaf.”

Aku tidak apa-apa.

“Seandainya lidahmu tidak dioperasi,” Zitao tak mampu melanjutkan kata-katanya. Lelehan kristal bening jatuh dengan derasnya.

Lupakan aku. Tidurlah.

“Hm, aku berharap bisa bertemu Yifan dan Luhan, sekalipun hanya dalam mimpi.” Zitao menarik ujung selimut hingga menutupi lehernya. “Bangunkan aku pukul lima ya.”

Aku menjawabnya dengan anggukan. Tanganku menelusuri arah rambut Zitao berulang. Hanya senandung yang keluar dari kedua belah bibirku. Zitao benar, seandainya aku bisa disembuhkan tanpa mengorbankan lidah.

.

.

Alat elektrokardiograf mengeluarkan bunyi panjang dan hanya menunjukan garis lurus. Mata panda itu sepenuhnya tertutup, tetapi mulutnya membentuk kurva terbaik.

Aku merebahkan tubuhku, perlahan memeluk tubuhnya yang mulai mendingin untuk terakhir kalinya.

Semoga kau bertemu dengan Yifan dan Luhan. Sampaikan salamku dan jangan lupakan aku. Kita akan bertemu kelak. Aku menyayangimu.

***

Hari esok, segalanya akan senyap. Aku sendiri, terjebak dalam kesunyian ruangan bertajuk Perawatan Khusus Anak Penderita Kanker.

“Kelak, masa akan melupakan kisah mereka. Tapi masa tidak dapat melebur kesendirian Yixing menjadi serpihan emas.”

— end —

Baca FF lainnya di sini.

6 thoughts on “[EXOFF Drabble] Elegi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s