Growing (Sequel Of Gone)

Growing

Growing

Disclaimer : FF terinspirasi dari lagu K.Will – Growing. Cerita dari keseluruhan Song Fic ini merupakan karya author sendiri ^^ sankyu~

Author :

Sherly Irawati(hikarisawadafanfiction.wordpress.com)

Cover by :

Sherly Irawati

Cast :

Kei

Sehun

Lu Han

Genre : Romance & Angst

Length: Sequel

Rating : PG-15

Summary :

“Have you not left me yet either?”

“But in my heart, your flower keeps growing.”

“The painful you grows.”

Sequel of Gone, read here > https://exofanfiction.wordpress.com/2015/08/20/gone-6/#more-34692

Song :

  • Will – Growing

Bagaimana cara merembut hati wanita itu lagi? Kata-kata itu yang terbesit di pikiran Sehun. Ia tidak mungkin menyerah begitu saja setelah apa yang terjadi. Sudah 6 bulan ia tidak bertemu dengan Kei. Semenjak hari kelulusan mereka, keduanya tidak pernah bertemu sama sekali. Sehun selalu beranda-andai jika di hari kelulusan mereka bisa berfotoan berdua mengenakan seragam wisuda mereka masing-masing. Tapi, Kei sudah menjadi milik Lu Han. Jika Kei masih memiliki perasaan padanya tidak ada salahnya kan kalau Sehun merebut Kei dari Lu Han?

Bunga terbang tertiup angin bagaikan waktu yang terus melaksanakan pekerjaannya. Hingga tak terasa sudah 6 bulan Kei menjalin hubungan dengan Lu Han. Tapi entah kenapa, perasaannya kepada Sehun belum bisa terhapuskan dari hatinya? Selama 6 bulan ini ia merindukan Sehun tanpa Lu Han, Jieun dan semua orang tahu. Ia tidak mau menyakiti perasaan Lu Han tentunya. Ia percaya bahwa Lu Han bersungguh-sungguh. Dan selama 12 bulan nanti Lu Han akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya disana. Lu Han berjanji jika ia pulang nanti ia tidak akan bersama wanita lain sama seperti Sehun lakukan kepada Kei. Dari janji Lu Han itulah Kei percaya bahwa Lu Han bersungguh-sungguh padanya. Ia tidak mau menyia-nyiakan pria itu.

“Kei-ya.. Mianhae kita harus berhubungan secara jauh selama 1 tahun. Aku harap kau tidak melupakanku..”

Hari ini merupakan hari keberangkatan Lu Han. Kei mengantarkan Lu Han menuju bandara.

“Tentu saja… Aku berjanji..”

“Lakukanlah apa yang membuatmu senang..”

“Ne oppa…”

Lu Han berjalan meninggalkan Kei yang hanya tersenyum kepadanya.

“Aku harap saat aku pulang kau sudah memiliki perasaan padaku Kei.”

Kei meninggalkan bandara dan menuju sebuah kafe tempat ia janjian bersama Jieun. Setelah ia lulus, ia bingung ia ingin bekerja dimana. Sama halnya dengan Jieun. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk membuka sebuah kafe dikawasan Seoul. Mereka sama-sama memiliki kemampuan dibidang memasak, jadi tidak ada salahnya jika mereka mencoba. Tempat mereka sedang dibangun jadi Kei dan Jieun hanya membahas interior designnya terlebih dahulu ketimbang makanan apa yang akan mereka jual.

“Jieun-ah..”

“Ne?”

“Ntah kenapa aku masih merindukan pria bodoh itu… Aku berani mengatakannya sekarang karena Lu Han sudah tidak berada di Seoul lagi. Aku mohon kau jangan memberi tahu Lu Han.”

“Arraseo.. Kau benar-benar mencintai Sehun eoh..”

“Aku sendiri bingung kenapa aku belum bisa melupakan Sehun..”

“Mengapa kau menerima Lu Han jika kau belum melupakan Sehun? Bukankah sama saja kau menyakiti hatimu sendiri?”

“Aku tak tahu apa aku bisa menerima Sehun lagi atau tidak.. Aku menerima Lu Han karena aku percaya kalau Lu Han itu bersungguh-sungguh padaku.”

“Tapi kalau itu sama saja membuat hatimu menderita kan..”

“Mungkin..”

“Kita memang jodoh ya Kei.. Kita bisa bertemu disini lagi..” Suara yang menurut Kei tidak asing.

“Oh Sehun? Ngapain kau disini eoh?”

“Apa kau mengajaknya Jieun-ah?” Tanya Kei lagi yang mencurigai Jieun.

“Tidak.. Kau pikir aku mau apa..”

“Aku ikut di meja kalian ya.” Sehun langsung duduk tanpa menunggu jawaban kedua orang tersebut. Kei hanya bisa membuang nafas kasar.

“Kei-ah, mian..” Sehun mencoba menghilangkan kecangungan yang ada.

“For what?”

“Untuk yang lalu..”

“Sudahlah Sehun.. Itu juga sudah berlalu.”

“Aku ingin memperbaiki kesalahanku..”

“Sudah terlambat Sehun.”

“Aku tahu kau masih sayang padaku. Tatap mataku.”

“Aku tak mau.”

“TATAP MATAKU.” Kei benar-benar takut kalau sudah mendengar Sehun berteriak membentaknya. Rasanya seperti hatinya ditusuk-tusuk beribu-ribu pisau. Ia bukan tipe wanita yang bisa dibentak. Kei terpaksa menatap mata Sehun. Tanpa sadar air mata Kei jatuh membasahi pipi manisnya. Kei berjalan berlari meninggalkan Sehun. Sehun mencoba untuk mengejar Kei tapi tangannya sudah ditahan oleh Jieun.

“Biarkan dia sendiri dulu… Kau mengambil waktu yang sangat baik untuk merebut Kei lagi eoh? Apa kau seorang pria? Mengejar Kei disaat Lu Han sudah pergi ke Amerika.”

“Aku tak ada pilihan lain. Kau pikir aku rela jika Kei bersama Lu Han eoh?!”

“Lalu kenapa kau meninggalkan Kei?! Jika kau diposisi Kei saat itu, apa kau rela eoh? Kau fikir Kei rela kau bersama Hyerin?! Dia menangis berhari-hari hanya karena kau! Dia memberikan seluruh kepercayaannya pada kau, tapi apa yang kau lakukan? Menusuknya dari belakang! Apa itu yang dilakukan pria yang bersungguh-sungguh mencintai seorang wanita? Membiarkan wanita itu berharap dan merasakan sakit itu sendiri??!!”

“Karena itu aku ingin memperbaikinya Jieun!!! Aku tahu aku sudah terlambat! Tapi apa salahnya aku mencoba untuk memperbaiki itu semua eoh?!”

“Kau terlalu banyak menyakitinya. Rasa sakit yang kau berikan kepadanya selalu bertambah. Seperti bibit tanaman yang kau rawat dan kau sirami tingginya akan terus bertambah. Seperti itulah perasaan sakit yang Kei rasakan.”

“Terserah kau saja.” Sehun meninggalkan Jieun.

“YA! OH SEHUN!”

Sehun tidak mengenal namanya menyerah. Ia akan merusak hubungan Lu Han dan Kei bagaimanapun caranya. Egois memang, tapi inilah Sehun yang sesungguhnya.

Tanpa disadari, waktu berlalu cukup cepat hingga tak terasa bahwa sudah 5 bulan sejak Lu Han pergi ke Amerika untuk belajar. 5 bulan pula peluang Sehun terbuang sia-sia untuk mendapatkan Kei kembali. Hari ini ia memutuskan untuk bertemu dengan Kei. Ia menelpon Kei dan Kei menyetujuinya.

Tepat pukul 7 malam Sehun menunggu Kei disebuah taman. Taman itu dipenuhi dengan lampu-lampu. Musim pun berganti menjadi musim dingin. Mungkin salju akan turun sebentar lagi.

“Ada apa lagi kau ingin menemuiku Sehun?”

“Aku ingin memperbaiki segalanya. Maaf aku merusak kebahagian yang seharusnya kita berdua dapatkan sampai saat ini. Maaf aku merusak kepercayaanmu dan maaf karena aku telah menyakiti hatimu.”

“Apa kau pikir kata maaf saja cukup untuk menyembuhkan luka dihatiku ini? Setelah kau memperlakukanku seperti apa selama ini, apa kau anggap kata maaf itu bisa memperbaiki segalanya?”

“Aku tahu kau masih mencintaiku. Apa kau akan terus-terusan membohongi dirimu dan menyakiti perasaan Lu Han? Kau masih mencintaiku kan?”

“Aku tidak mencintaimu lagi.”

“Bohong! Tatap mataku!”

“Aku tidak mau!”

Dengan terpaksa Sehun menyentuh pipi Kei dan menghadapkan wajah Kei pada wajah Sehun. Perlahan wajah Sehun mendekat dan bibir mereka saling bertautan. Tiba-tiba salju turun dan itu merupakan salju pertama yang jatuh ditahun ini. Air mata Kei jatuh membasahi pipinya. Udara yang dingin kini menjadi hangat. Saat Sehun melepaskan bibir Kei dari bibirnya, sebuah tangan yang kekar menarik tangan Kei. Betapa kagetnya Kei. Apakah seberat ini cobaan yang harus Kei hadapi? Saat sudah menjauh dari Sehun, pria itu menghentikan langkahnya.

“Lu…”

“Apa itu yang harus aku lihat di hari kepulanganku????!!!!”

“ Mian..”

“Kei.. Aku hanya ingin kau jujur. Aku tahu kau masih mencintai Sehun. Tapi apa kau akan terus berharap pada pria yang telah menyakiti hatimu? Aku seperti orang bodoh yang terus berharap jika kau akan mencintaiku. Aku juga manusia yang mempunyai batas kesabaran Kei jadi tolong jawab aku.”

“Aku pernah mendengar bahwa semakin rasa sakit itu tumbuh, semakin besar juga rasa cinta yang tumbuh.  Aku berusaha untuk tidak mencintai Sehun tapi aku tak bisa. Aku ingin mencintaimu Lu Han. Kau selalu ada untukku. Kau layaknya oppa bagiku. Oppa yang selalu ada disaat aku kesepian dan selalu ada disaat aku membutuhkan seseorang untuk berbagi. Kau sangat berarti untukku, tapi maaf kau berarti sebagai seorang sahabat dan oppa bagiku. Aku harap kau tidak pernah membenciku.”

“Aku sudah menduga. Terima kasih karena kau ingin jujur padaku. Aku tidak akan marah padamu karena aku sudah menemukan seseorang yang juga berharga bagiku.”

“Jadi kau hanya memancingku?!”

“Mian…”

Tiba-tiba Sehun muncul dihadapan Kei. Dengan bunga dan cincin ditangannya.

“Berikan aku satu kesempatan lagi. Dan aku sudah yakin dengan hubungan kita maka dari itu. Will you marry me?”

“Kau janji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu?”

“I promise.”

“I do..”

“So?”

“I will marry you.”

Sehun memasangkan cincin itu di jari manis Kei dan memberikan bunga tersebut. Sehun memeluk Kei dengan erat layaknya tidak akan mau kehilangan orang yang disayanginya untuk kedua kali.

“I Love You, Dear….”

-FIN-

One thought on “Growing (Sequel Of Gone)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s