I LIKE YOU (Chapter 6)

i like you

I Like You

part: 6 “Good job, Yun yoo”

Author: lilimissro

Cast    :

Kai (EXO)

Sehun (EXO)

Chanyeol (EXO)

Byun baekhyun (EXO)

OC (original caracter)

Sub cast :

Do kyung soo (D.O EXO)

Luhan (EXO)

Genre    : romance, friendship, school life.

Length  : chapter.

Recommended song : EXO – Run

 

Run after me Run, From the beginning
Like this you and me Run, Don’t let go of this hand

Author POV

flashback

Siapa yang bisa menyangka hidup seorang Oh sehun akan seburuk ini? tepat setelah bel masuk berbunyi, seseorang mengajaknya membolos dan meninggalkannya begitu saja. siapa lagi kalau bukan Kai yang suka melakukan hal itu? Setiap kali membolos, Kai selalu meninggalkannya dan ia harus berusaha sedemikian rupa agar tidak tertangkap oleh guru.

Dan hari ini sudah keempat kalinya dalam sebulan.

Sehun mendesah sambil menutup kedua mata lelahnya. Kenapa ia harus selalu menurut dengan bualan Kai? Kai selalu membohonginya, dan ia percaya. Kai pernah mengatakan jika Luhan (yang notabenenya teman terdekat Sehun) kembali ke Beijing dan membuat Sehun stress selama seminggu.

Kai konyol, kurang kerjaan, kulitnya gelap, dan menjengkelkan. Tapi, dia teman yang setia kawan(minus dengan apa yang Sehun alami sekarang).

Mata Sehun langsung berbinar-binar begitu terbuka. Ia melihat gundukan tanah yang menyerupai bukit. Ia berlari kesana dan melihat pemandangan indah di hadapannya. Sekolahnya berada di dataran tinggi, itu bertujuan agar murid mereka tidak stress dengan hiruk pikuk kota dan bisa belajar dengan tenang. Anehnya, Sehun baru menyadari itu sekarang.

“uwaa.. ini sangat cantik. Jika Luhan melihatnya dia pasti akan senang.” Gumamnya pada diri sendiri. Di hidupnya itu hanya diisi dengan sekolah, keluarga, dan Xi luhan. Oh, dan Kai juga. Tapi Kai kebalikan dari Luhan. Jika ia teringat Luhan saat melihat pemadangan indah, Mungkin tempat yang membuat Sehun teringat dengan Kai saat melihatnya adalah pemakaman.

Ckrek.

Sehun mengangkat alisnya. Suara flash kamera siapa itu? Ia berbalik dan menemukan seorang yeoja tengah memandangnya cengo dengan kamera melekat di kedua tangannya. Begitu sadar Sehun berbalik, yeoja itu langsung bergegas menyembunyikan kameranya.

Sehun hendak membuka mulutnya saat tiba-tiba yeoja itu berlari dengan kecepatan penuh. Apa yeoja itu pikir Sehun hantu? Namja setampan Sehun dikira hantu? ‘Tidak mungkin’ Batin namja itu sambil geleng-geleng.

**

“Aku tidak mungkin menyukai Baekhyun kan Yun yoo? Tidak, tidak mungkin.” Ujar Seolhwa sambil menggeleng-nggelengkan kepalanya. Yun yoo hanya menatapnya malas, “Itu mungkin. Seratus persen mungkin.”

“Tidak.” ujar Seolhwa tegas.”Aku dan Baekhyun hanya terjebak dalam situasi yang membuat kami terlihat seperti menyukai. Dan ah.. mungkin apa yang kupikirkan ini benar.” Tiba-tiba yeoja itu tersenyum sendiri.

“Baru kali ini aku melihat Seolhwa berbicara sebanyak itu.” Gumam Min seo sedikit takut pada Yun yoo. Yun yoo mengangguk. “Ya.. semua ini terjadi karna tuan Byun baekhyun. Berterimakasihlah padanya.”

Yun yoo masih menempelkan pandangannya pada layar ponselnya. Ia masih menyimpan foto punggung namja tempo hari dan malah memasangnya sebagai wallpaper.  Entah kenapa Yun yoo sangat menganggumi namja itu. Bagaimana tidak, punggungnya saja sangat fotogenik, lalu bagaimana dengan wajahnya?  Yun yoo bahkan tak bisa membayangkan betapa tampannya namja itu.

“Hei!” yun yoo tersentak dan mendongakkan kepalanya begitu mendengar Min seo membentak sambil mendorong lengannya. “Yak!” balas Yun yoo tak terima.

“Jaga sikapmu. Seseorang datang kesini.” Bisik Min seo tajam. Yun yoo menautkan alisnya. “Jaga sikap bagaimana?”

“Lihat kakimu!” desis Min seo sementara Seol hwa saat itu sedang menempelkan wajahnya di meja.  Yun yoo melihat kakinya dan tersenyum kuda. Ia menurunkan kaki kanannya yang berada di meja, “Hehehe, aku bahkan tidak sadar melakukannya.”

Min seo memutar bola matanya dan seseorang yang ia maksud sudah bergabung dengan mereka. Min seo  terlihat kaget saat tahu siapa dia, sementara Yun yoo terlihat senang.

“Kau.. bukankah kau mantan Ha young?” Tanya Min seo sambil menunjuk-nunjuk namja itu, Chanyeol.

“Hei, bagaimana film yang kurekomendasikan kemarin? Keren kan?” Tanya  Yun yoo sambil tersenyum lebar. Chanyeol mengacuhkan Min seo dan menatap Yun yoo sambil bertopang dagu, “Aku belum melihatnya.”

“Mwo?” Tanya Yun yoo lagi dengan raut sedikit kecewa. Chanyeol lagi-lagi tersenyum, “Tapi aku mau melihatnya denganmu.”

Chanyeol memasukkan tangannya kesaku dan menunjukkan dua kupon tiket film pada Yun yoo. Min seo memutar bola matanya lagi. kesal, karna diacuhkan dan menyibukkan diri dengan ponselnya. Yun yoo tersenyum senang dan mengambil salah satu dari kupon itu. “Baiklah. Sekalipun aku sudah melihatnya, aku akan melihatnya lagi dan menunjukkan betapa kerennya film itu.”

Tanpa mereka sadari, ada sepasang bola mata yang terus memperhatikan mereka dari kejauhan.

**

“Kau benar-benar akan melakukannya?”

Tanya Sehun kesekian kalinya sambil memperhatikan gerak-gerik Baekhyun di kamarnya. Oh, sebenarnya Baekhyun itu bisa berfikir atau tidak sih? Setidaknya jika ia ingin meminjam baju  ia harus memikirkan ukuran. apa Baekhyun lupa jika Sehun lebih tinggi dan ukuran bajunya lebih besar darinya?

“Kenapa kau meminjam bajuku?” Tanya Sehun frustasi. Kenapa Baekhyun tidak segera sadar jika semua baju dihadapannya itu kebesaran jika ia dipakai?

“Kau tahu Sehun,” ujar Baekhyun mulai bicara. Masih dengan mengacak-acak kamar Sehun. “Semua bajumu keren saat kau pakai. Tapi kenapa mereka semua kebesaran untukku ya?”

Ah, akhirnya kau menyadarinya tuan Byun! Geram Sehun dalam hati.

“Tentu saja. kita berbeda Baekhyun.” Tukas Sehun mencoba bersabar. “Sekarang ikut aku. Akan kupinjamkan baju Luhan jika kau mau.”

“Geurae! Aku harus tampil tampan untuk kencan pertamaku.” Sehun tersenyum senang mendengar kata-kata ceria keluar dari mulut Baekhyun lagi. Mengesampingkan kamarnya yang berantakkan saat ini,  Sehun juga merasa senang melihat senyum ceria Baekhyun.

Apakah ini double date yang dibicarakan Chanyeol  tadi siang? Tentu saja bukan! Chanyeol tidak memberitahu Baekhyun ia mengajak Yun yoo menonton film dan Baekhyun juga tidak memberitahu Chanyeol jika ia mengajak Seol hwa makan malam. Jadi Baekhyun langsung bergegas kerumah Sehun sepulang sekolah karna seingatnya, Sehun sangat mudah membuat yeoja bertekuk lutut padanya.

“Hei, ada apa malam-malam kesini?” Tanya Luhan begitu mendapati dua namja itu di depan rumahnya.

Baekhyun menempelkan kedua telapak tangannya depan wajah dan berlutut dihadapan Luhan. “Tolong pinjamkan aku baju. Kumohon, aku ada kencan malam ini.”

“Apa kau tidak punya bajumu sendiri?” Tanya Luhan polos. Sebenarnya Sehun juga ingin menanyakannya tadi, tapi Baekhyun sudah terlanjur mengacak-acak kamarnya.

“Semua bajuku jelek. Kumohon…” baekhyun kini mengeluarkan puppy eyes dan mengedip-ngedipkannya di hadapan Luhan.

“Baiklah.” Ujar Luhan akhirnya dan mempersilahkan mereka berdua masuk. Tapi demi menghindari Baekhyun mengacak-acak kamar Luhan, Sehun berinisiatif untuk menyuruh Luhan memilihkan baju untuk Baekhyun yang terlihat sangat panic bercampur bingung. Sehun takut hal yang sama akan terjadi di kamar Luhan.

“Ini bagus. Bagaimana?” Tanya Luhan sambil menunjukkan baju yang ia pilih pada Sehun dan Baekhyun.

“Bagus!”

“Terlihat seperti kutu buku. Aku tidak yakin Seol hwa akan menyukainya.”

Ujar Sehun dan Baekhyun bersamaan. Sehun selalu mengatakan bagus agar Baekhyun cepat selesai sementara Baekhyun selalu  beralasan aneh seperti itu.

Dan ini berlangsung sampai baju kelimabelas Luhan.

“Baik, baik, kesabaranku sudah habis Baekhyun-ah. Sekarang, hanya ini yang tersisa dan kau harus memakainya oke.” Luhan mengeluarkan baju terakhirnya. Baekhyun tak memiliki pilihan lain selain mengangguk sementara Sehun sudah tertidur pulas sejak tadi karna bosan.

Drrtt..drrt..

Luhan dan Baekhyun saling berpandangan dan menyentuh ponsel mereka masing-masing begitu mendengar suara getaran ponsel. Ternyata suara itu berasal dari ponsel Sehun yang berada di saku celananya.

“Ireona, Sehun-ah. Ada yang menelfonmu!” Seru Baekhyun sambil menggoyang-nggoyangkan tubuh kurus Sehun. Sehun membuka matanya perlahan dan Baekhyun segera menunjuk ponsel Sehun yang bergetar.

Sehun menegakkan tubuhnya disofa mengangkat telfonnya.

“Yeobeoseyo. Ada apa?”

“…”

“I-iya. Ini Sehun.”

“….”

“Apa? Aku tidak tahu… tapi I-ya,IYA! Aku bisa kesana!”

“…”

“Ne.”

Luhan dan Baekhyun yang hanya melihat gerak-gerik Sehun yang terlihat semakin aneh hanya menautkan alisnya melihat Sehun berlari terbirit-birit keluar dari rumah Luhan.

**

Yun yoo sebenarnya mulai merasa aneh dengan sikap Chanyeol padanya akhir-akhir ini. seperti saat ini, mereka berada di bioskop. Sejak namja itu menjemputnya tadi, tak ada hal lain yang ia lakukan selain tersenyum hingga mulutnya terlihat seperti akan sobek. Yun yoo bingung, apa sebegitu tertariknya Chanyeol dengan film ini hingga seperti itu?

“Chanyeol-ah. Ayo kita beli popcorn dan cola dulu. Filmnya masih 10 menit lagi.” ujar Yun yoo sambil menggeret Chanyeol menuju kafetaria bioskop. Chanyeol mengangguk, “Pilihlah yang kau suka, aku yang bayar.”

“Tidak usah. Aku punya uang sendiri. Lagi pula kau sudah membelikan tiketnya.” Jawab Yun yoo sambil menghindari pandangan Chanyeol dan mulai memesan makanan.

“Tidak apa-apa.” Ujar Chanyeol lagi sambil mengeluarkan dompetnya.

“Tapi Chan- ah, sudahlah terimakasih.” Akhirnya Yun yoo menyerah melihat Chanyeol memasang wajah memelas.

Yun yoo telah berbicara banyak dengan Chanyeol kemarin malam dan tiba-tiba mereka menjadi akrab. Namun ada satu hal yang membuat Yun yoo terganggu dengan ulah namja itu. Chanyeol terus menerus mengiriminya pesan hingga pagi dan membuatnya tidak tidur semalaman. Kemudian setelah itu ia mendapat telfon berisi umpatan Yang da.   Semua itu membuat Yun yoo kesal setengah mati. tapi apa boleh buat, Yun yoo tidak bisa marah dengan namja sebaik dan selucu Chanyeol.

Tepat sebelum film dimulai mereka masuk dan duduk di kursi penonton. Yun yoo dan Chanyeol duduk dalam diam sementara kedua tangan mereka terus memasukan popcorn kedalam mulut.

Tiba-tiba Yun yoo menghentikan makannya. Ia merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi padanya. Dan benar,

“Akh!” Seseorang membekap mulutnya dan membawanya keluar dari gedung bioskop.  Yun yoo bergeliat hendak melepas tangan asing itu dan melihat orang itu, namun sia-sia. Cengkramannya terlalu kuat. Dan  Sekalipun ia minta tolong dengan mulut yang sedang dibekap itu, percuma karna tak ada satupun orang disana. lengkap sekali.

Apa orang ini tahu jika Yun yoo putri orang kaya?

Sedetik kemudian saat mereka sudah sedikit jauh dari gedung teater. lebih tepatnya sudah berada di jalan raya  pria tinggi itu melepaskan tangannya dari mulut Yun yoo lalu balik menarik tangan kanannya dan mengajaknya berlari tanpa memberi Yun yoo kesempatan untuk melihat wajahnya. Tunggu dulu, Yun yoo sepertinya tidak asing dengan aroma ini, tinggi ini, dan punggung ini.

Ini namja berpunggung indah yang ia kagumi itu!

**

Tok, tok.

Seol hwa langsung memandang eommanya saat terdengar suara ketukan pintu dirumah mereka. Eommanya balas menatap Seol hwa dan menyuruh yeoja itu membukakan pintu.  Seol hwa yang sangat malas melakukan apapun hari itu dengan berat mengangkat tubuhnya dan membuka pintu.

“Nuguseyo?” Tanya Seol hwa sambil menyembulkan kepalanya sedikit.

“Saya dari pengiriman barang. Ini ada kiriman dari seseorang.”  Ujar seorang ajushi sambil menyerahkan sebuah kotak pada Seol hwa.

“Untuk siapa?” Seol hwa mengangkat alisnya.

“Hwang Seolhwa.”

“Oh,” Seolhwa mengangguk  dan segera menandatangi paket itu. Ia masuk kembali kedalam rumah dengan alis bergabung menjadi satu dan membuka kotak yang berbungkus kertas Koran tersebut. apa ini dari seseorang yang membencinya? Apa ini bangkai tikus?

Seol hwa membulatkan mulutnya mendapati sebuah mini dress peach cantik di dalamnya. Cukup lama ia tertegun dan memandangi gaun indah itu. Siapa yang tahu jika Seol hwa sangat menyukai gaun ini? gaun ini adalah gaun yang Seol hwa incar beberapa minggu lalu saat sedang shoping dengan Yun hee.

“Kau sedang memesan gaun? Untuk apa?” tiba-tiba Eommanya datang sambil membawa salad buah dan menaruhnya di meja tv.

“Anio. Ada yang mengirimiku ini. lagipula kau tahu kan jika aku sedang tidak punya uang karna habis untuk membeli makanan -_-.” Eommanya terkikik sementara Seol hwa masih memandangi gaun berlengan itu dengan kagum.

“Eh, ada pesan.” Ujar Ny. hwang dan segera mengambil kertas pink dari dalam bungkusan itu. “Baca eomma.” Ujar Seol hwa, masih dengan menatapi gaun itu.

“ ‘Pakailah gaun ini dan tunggu aku di depan rumahmu jam 7 malam.’ Uwaa ini ajakan kencan!!!!!!” ujar Ny. hwang girang sambil memeluk Seolhwa. “AKHIRNYA ADA YANG MENGAJAKMU KENCAN!! Eomma tak menyangka hari ini akan terjadi!”

“Eh, tapi siapa namja itu? Kau sudah pacaran dengannya?” Tanya wanita itu beruntun sambil melepaskan pelukannya.

“Tidak. aku bahkan tidak tahu siapa dia.”

“Itu artinya kau punya pengagum rahasia. Cepat mandi dan berdandan. Aku tidak ingin punya anak yang terlihat jelek di kencan pertamanya. Palli!!!” Ny. Hwang mendorong Seolhwa kekamarnya dan langsung memasukkannya kekamar mandi. Setelah itu yeoja paruh baya itu tak henti-hentinya bersenandung senang.

“Cih, dasar eomma.” Cibir Seohwa sambil diam-diam tersenyum. Sekarang, Seolhwa tahu siapa pengirim gaun itu. Sangat tahu.

**

Sekarang sudah pukul tujuh malam kurang limabelas menit dan Seolhwa sudah berdiri di depan rumahnya. Mungkin jika kau lewat depan rumahnya saat itu, mungkin kau berpikir kau sedang melihat seorang bidadari sedang berdiri di pinggir jalan. Dan itu terjadi pada tetangga Seolhwa, Kris si ketua basket yang tidak bisa menutup mulutnya dan akhirnya terjatuh dari sepedanya.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Seol hwa melihat Kris yang tiba-tiba jatuh dihadapannya.

“Ya. ya. aku baik-baik saja.” ujar Kris canggung dan langsung berdiri dengan sepedanya. Namja itu langsung pergi dan meninggalkan Seolhwa sendirian di depan rumahnya lagi.   memang siapa yang bisa menolak diberi wajah secantik Yoona SNSD? Seolhwa bahkan tak menginginkannya.

“Hei, ini sudah jam 7.” Gerutu Seol hwa sambil memainkan kakinya. Tiba-tiba Seolhwa mendengar seseorang berbisik memanggil namanya dan melambaikan tangannya pada Seolhwa. Seol hwa mengikutinya dan menemukan sebuah stiker note di persimpangan jalan. Tapi pastinya ini bukan dari Kris yang sudah menghilang tadi.

‘Kau sangat cantik hari ini.’

Mwo?” dengus Seolhwa tak percaya. Ia berjalan sejauh 5 meter hanya untuk membaca stiker bodoh ini? ia terhenyak melihat sebuah stiker lagi sejauh dua meter dari posisinya sekarang.

Ia mengambil stiker itu dan mengambil bunga mawar dibawahnya. Seolhwa merasa heran untuk sesaat karna tak ada satupun orang  di jalan itu. Apa ini sudah direncanakan?

Ia terus mengambil stiker penuh pujian itu dan mengumpulkan kira-kira delapan buah saat jalan itu berakhir dan ia mendapati jika ia sedang berada di sebuah restoran dengan taman  bunga menghiasi halamannya. Restoran yang setiap sudutnya juga dihiasi bunga-bunga itu membuat Seolhwa tanpa sadar sudah melangkah masuk kedalamnya. Bagaimana bisa ia tidak sadar jika ada tempat sebagus ini didekat rumahnya?

“Ada yang bisa kubantu, nona?” Tanya Luhan dengan kumis palsu dan baju waitress beserta dasi kupu-kupu merah di lehernya.  Seol hwa membulatkan matanya. “Luhan?”

“Ah, sekarang saya sedang menjadi waitress Xi. Jadi, maukah anda saya antar ketempat duduk anda?” Tanya Luhan dengan mimic lucunya. Seolhwa yang biasanya hanya menatap seseorang yang berperilaku seperti itu dengan tatapan datar kini malah tersenyum.

Seolhwa duduk di meja yang Luhan tunjukkan dan terkejut mendapati Kyung soo datang menghampirinya dengan seragam koki. Luhan tersenyum dan menunjuk Kyung soo, “Perkenalkan, ini adalah koki terbaik di restoran ini. Chef Do kyung soo.” Kyung soo membungkuk dan tersenyum.

“Namja aneh ini koki?” Tanya Seolhwa meremehkan. Kyung soo memutar bola matanya dan luhan lagi-lagi tersenyum aneh.  “Iya. Lupakan saja dendam diantara kalian berdua. Hari ini Kyung soo adalah koki yang akan memasakkan makanan enak untukmu.”

“Ba, bagaimana bisa kau tahu? Dendam itu….” Ujar Seol hwa kaget. Luhan terkikik keras. “Kyung soo terus menggerutu karna Baekhyun menyuruhnya memasak untuk gadis aneh (itu katanya) sepertimu.”

Seol hwa mendengus dan membiarkan kedua namja itu pergi. Perlahan-lahan muncul suara dentingan piano dari sebuah sudut ruangan. Seolhwa sangat menikmatinya hingga ia tak mencoba untuk mencaritahu siapa pemain piano itu. Begitu sampai ditengah lagu, Seolhwa mengangkat kepalanya dan mendapati Baekhyun,

Sangat terlihat tampan di depan piano tersebut.

Mungkin jika aku menjadi Seolhwa, atau  bahkan kalian mungkin akan menangis saking senangnya dengan keadaan ini. bagaimana tidak, Seolhwa yang begitu cantik, dengan dress impiannya sedang menatap Baekhyun yang terlihat begitu mempesona malam ini. dan semua itu membuat Kyung soo dan Luhan (yang tidak punya pacar) iri mendadak dan cemberut.

Seol hwa merasakan sensasi aneh dalam dadanya dan membuatnya tak bisa melepaskan tatapannya pada Baekhyun. Baekhyun sesekali tersenyum sambil meliriknya malu-malu dan membuat Seolhwa seperti terkena serangan jantung. Mungkin, jika Yun yoo ada disini, dia sudah berteriak tidak jelas dan merusak semuanya. Atau jika ada Yang da disini, yeoja itu sudah memaksanya untuk menikahi Baekhyun.

‘Ya,akan kuceritakan malam ini pada mereka semua. Mereka akan iri sekali padaku. kekeke.’ Batin Seolhwa.

**

“Tuan, kumohon berhenti berlari!”

Teriak Yun yoo yang masih berlari dengan namja itu. Tangannya begitu kuat mencengkram tangan Yun yoo hingga Yun yoo rasa namja itu tak melepasnya karna mungkin tangan mereka sudah menempel  satu sama lain.

“Kumohon… T_T.” rengek Yun yoo lagi. pergelangan tangannya benar-benar terasa sakit sekarang.

Namja itu tiba-tiba berhenti. Namun lagi-lagi tidak memberi celah sedikitpun untuk Yun yoo  melihatnya. Begitu ia melihat tempat dimana mereka berhenti, Yun yoo benar-benar tidak bisa menutup mulutnya karna kagum.

“Awas ada  lalat yang masuk.” Gumam namja itu dan Yun yoo langsung menutup mulutnya seketika. Tanpa melepaskan genggamannya namja itu menarik Yun yoo (lagi,tapi tidak sambil berlari)  dan membawanya masuk ketempat itu.

“Eh,bukannya itu Baekhyun?” gumam Yun yoo melihat seorang namja dengan tuksedo hitam di balik piano besar. Dari sana   mengalun lagu-lagu indah nan romantic yang hampir membuat Yun yoo terhipnotis olehnya. Namun ia kembali sadar,  bahkan terlihat histeris  saat melihat Seol hwa juga ada disana dengan pipi bersemu merah (kau sudah melupakan namja di sampingmu huh? Kau sudah tidak penasaran dengan namja berpunggung indah itu?)

“SEOL HWA!!!!!!!” teriaknya memanggil nama Seol  hwa. Setelah itu,suasana indah didalam sana hancur seketika.  Kyung soo dan Luhan bahkan terlonjak kaget mendengar suara cempreng Yun yoo.

“Kenapa kau bisa kesini??” Tanya Seol hwa kaget.

“Kenapa kau terlihat sangat cantik hari ini?” balas Yun yoo balik bertanya.

“Tidak ada hubungannya.” Ujar Kyung soo datar. Semua orang disana mengerutkan alisnya mendengar pertanyaan konyol Yun yoo. Seharusnya kan dia bertanya ‘Apa yang sedang kau lakukan disini?’ ‘kenapa kau bersama Baekhyun?’ begitu. Bukannya menanyakan hal konyol. Siapapun tahu jika Seol hwa itu memang cantik.

“em, itu.. em..”  jawab Seol hwa terbata-bata.

“Sehun?” tiba-tiba Luhan menyadari keberadaan Sehun. “Jadi kau lari pontang-panting dari rumahku untuk menjemput yeoja ini?”

Yun yoo mengangkat alisnya dan mendapati Sehun berada di belakangnya dan masih menggenggam tangan kanannya. Yun yoo terdiam kaku. Jantungnya serasa berputar dan meledak saat itu juga. Ia kehabisan nafas. Ia baru menyadari semuanya sekarang. Saat Sehun, yang sudah cukup lama ia kenal ternyata adalah namja impiannya.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Sehun yang membuat Yun yoo melemas. Pikirannya kacau. Ia segera berbalik menghadap semua orang.

“Hei, kau tidak apa-apa Yun yoo?” Kini Baekhyun ikut bersama mereka. Ia memandangi wajah pucat Yun yoo yang tak menunjukkan ekspresi tertentu yang dapat menjawab pertanyaannya barusan.

“Tapi.. bukannya kau baru saja pergi berkencan dengan Chanyeol?” tambah Seol hwa. Kini semua orang ingin melemparkan pertanyaan pada Yun yoo.

“Aku..” jawab Yun yoo gugup dan hampir tersedak ludahnya sendiri karna baru saja melihat Sehun dalam jarak dekat. “Aku tidak sedang berkencan. Chanyeol hanya.. hanya mengajakku menonton film yang kurekomendasikan padanya. Itu saja.” lalu berbalik memandang Sehun di setiap incinya. Mencoba mencari tahu, apakah ada salah satu dari bayangan  dibenaknya terdapat dalam diri Sehun. Ia tak melihat apapun selain namja tampan dihadapannya. Dan ia juga baru sadar jika tatapan itu juga membutakan. Tatapan bingung Sehun yang juga terlihat polos disaat yang bersamaan.

“Hei, ini acaraku…” gumam Baekhyun.

Luhan yang memahami situasi  segera mengambil alih. “Yun yoo, sebaiknya kau duduk diujung sana dan minum coklat panas buatan Kyung soo. Aku yakin kau kelelahan karna bocah ini terlalu bodoh untuk mengajak seorang gadis sepertimu berlari ditengah malam yang dingin ini.”

“Dan.. lepaskan tangan kalian berdua.” Tambah Kyung soo sambil melirik tajam tangan Yun yoo dan Sehun yang sedang bertautan rapat.  Sehun dan Yun yoo sama-sama kaget dan langsung melepaskan tangan mereka.

“Maafkan aku.” Gumam Sehun.

“Tidak apa-apa. Mau minum coklat denganku? Aku tidak suka duduk sendirian.” Ajak Yun yoo. Sebenarnya ia belum puas memandangi Sehun dan mempertanyakan batinnya sendiri akan namja itu.

Kini mereka duduk di sudut ruangan sementara Seol hwa dan Baekhyun sedang asyik bercengkrama sambil bermain piano bersama-sama. Luhan menyangga dagunya sambil berdiri di depan meja bar, tepat di depan tempat duduk Yun yoo bersama Sehun dan langsung menghadap lurus pada Seol hwa dan Baekhyun.

“Malam yang indah. Bukan begitu Kyung soo?” gumam Luhan sambil memandangi dua pasangan dihadapannya.

“Kyung soo?” ujar Luhan lagi. namun lagi-lagi tak ada yang menjawab.

“Kyung soo?” tukas Luhan berbalik dan mendapati dirinya sendirian disana. “Cih, senang sekali dia menghilang seperti itu.”gumamnya sambil terkikik dan kembali memandangi kawan-kawannya yang terlihat berbeda. Tidak kekanakan lagi, tapi juga tidak bisa dibilang dewasa, tentu saja karna mereka itu,  masih remaja.

**

Lampu bioskop dimatikan.

Chanyeol menambah frekuensi makannya sambil menatap layar dengan tak sabar. Yun yoo sedari tadi tidak bersuara, apa dia gugup? Apa dia juga menantikannya sama seperti Chanyeol?

Chanyeol menahan dirinya di lima belas menit pertama untuk tidak melakukan skinship apapun pada Yun yoo yang masih asyik memakan popcorn di sebelahnya. Hati Chanyeol berdebar-debar kencang. Bioskop memang tidak terdengar sunyi karna ulah pasangan di belakangnya (yang berada di pojokan) dan suara sound yang keras. Tapi Chanyeol masih bisa merasakan debuman keras didadanya seperti mengetuk-ngetuk ingin dikeluarkan dari tempatnya.

Chanyeol akhirnya menyerah di menit ke duapuluh. Ia mengepalkan tangannya  dan menggerakkannya perlahan. Jantungnya terasa meledak saat tangannya berhasil menggenggam tangan halus milik yeoja itu. Ia sangat bahagia.

Tapi itu tak bertahan lama.

Jantungnya kembali dipompa ketika ia mendapati bukan Yun yoolah yang berada di sampingnya saat cahaya layar menerangi wajah gadis itu. Chanyeol bahkan merasakan jantungnya sudah meledak saat ini. ini lebih, lebih dari ia bayangkan.

Ketika ia mendapati jika Hayounglah yang sedang bersamannya. Ha young. Mantan kekasihnya.

**

“nanananana…” senandung Yang da sambil menyusuri jalan di sekitar gang rumahnya. Hodie biru tosca yang sedang ia kenakan menutupi sebagian kepalanya dan menutupi rambut singanya. Ia baru saja bangun tidur jam 7 malam dan eommanya menyuruh Yang da membeli es krim karna tiba-tiba seluruh keluarganya ingin makan es krim.

Yang da terus bersenandung hingga ponselnya bergetar dan melihat Yun hee mengiriminya pesan.

<Hai>

Yang da mengerutkan alisnya. Apa Yun hee sedang tidak punya kerjaan? Padahal yeoja itu sendiri yang selalu bilang tak punya waktu karna ia harus mengurusi koleksinya dan mengurusi tubuhnya di salon.

<Ada apa ini?>  balas Yang da.

<Kau mau tahu sesuatu tidak?>

<Sesuatu?>  apa Yun hee menyembunyikan sesuatu darinya? Sepertinya ada sesuatu yang besar. Ponsel yang da tiba-tiba bergetar lagi. yang da bersiap membuka pesan itu sebelum seseorang dengan skateboardnya muncul dan menabrak Yang da. Yang da berhasil mengelak, tetapi Handphonenya tak dapat terselamatkan karna Yang da langsung melepasnya keudara. Alhasil, Yang da tidak hanya gagal mengetahui sesuatu itu, Handphonenya sudah tidak berbentuk lagi setelah jatuh di atas jalan.

“Kau lagi? sudah berapa kesialan yang aku terima karnamu?” sungut Yang da marah. Kai berada di hadapannya sambil mengamati Yang da khawatir. Takut terjadi sesuatu pada yeoja itu. Yang da terlihat benar-benar marah karna Kai menabraknya tepat saat rasa penasarannya berada di puncak.

“Maafkan aku. Aku akan memperbaiki handphonemu segera.” Ujar Kai lembut. Entah sejak kapan dia menjadi selembut itu pada Yang da. Rasa bersalah mungkin?

“Tidak usah.” Ujar Yang da sambil mengambil handphonenya dan amarahnya menurun mendengar suara lembut Kai. “Aku juga tidak berhati-hati. Aku pulang dulu, keluargaku menunggu es krim ini.” oh, untungnya es krim itu tidak ikut terjatuh di jalan. Batin Yang da lega.

“Mau kuantar pulang? Sebagai permintaan maaf.” Ujar Kai canggung.

“Hmm. Baiklah.” Jawab Yang da santai dan mereka mulai berjalan berdampingan di pinggir jalan.

“Maafkan aku.”

“Jika kau berkata maaf lagi aku benar-benar akan mencekikmu. Kau tahukan jika kata yang disebut terus menerus akan kehilangan makna?” sungut Yang da.

“Begitu ya?” ujar Kai sambil bersiul ringan.

“Kau mengejekku?” Yang da memicingkan matanya.

“Oh, tentu tidak. aku hanya baru mengetahuinya. Jadi, jika pasangan kekasih selalu mengucapkan ‘aku cinta padamu’, ‘aku merindukanmu’ dan lain-lain akan membuat mereka cepat bosan dengan pasangan mereka. Bukan begitu?”

“Itu beda lagi.” jawab Yang da. Entah mengapa mulai menikmati percakapannya dengan Kai. “Jika kau benar-benar mencintai seseorang, kalimat ‘saranghae’ akan menjadi kalimat yang sangat sulit kau ucapkan sebelum kau yakin orang itu juga memiliki perasaan yang sama denganmu. Pasangan biasanya hanya mengatakan kalimat manis sebelum mereka berpisah. Dan saat mereka mulai ingin menyakinkan perasaan pasangannya begitu juga dengan dirinya sendiri, barulah kalimat cinta muncul.” Jelas Yang da panjang lebar.

“Aku bingung.” Kai menggaruk pelipisnya dan memasang wajah bodoh. Yang da langsung memukul tengkuk namja itu. “Apa yang kau tahu di dunia ini huh?”

Mereka tertawa bersama. Yang da merasa sedikit takjub karna Kai ternyata mau mendengarkan ocehannya dengan seksama. Kai tidak seperti teman-temannya yang sering memasang wajah datar kala mendengar ia mulai mengoceh.

“Hmm. Aku ingin menanyakan sesuatu.” Kai menghentikan tawanya. Tapi senyumnya belum memudar. “Apa kau sudah memutuskan cita-citamu?”

Yang da mengerutkan alisnya, “Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?”

“Tidak.. hanya aku bahkan masih bingung ingin menjadi penari, pemain basket atau pekerja kantoran. Begitu banyak cita-cita dalam benakku hingga sulit memutuskan salah satu.” Yang da tergelak sebentar mendengar ucapan Kai. “Kalau aku mudah saja. aku hanya ingin menjadi guru. Itu saja.”

“Semoga kau bisa mencapai impianmu itu.. eh, kau tahu sekarang persaingan untuk menjadi guru sangat ketat. Kau harus berjuang keras.” Kai mengangkat kepalan tangannya pada Yang da.

“Terimakasih sudah menyemangatiku.” Yang da tersenyum.

“Eh,” tiba-tiba Kai terhenyak. Yang da yang juga bingung langsung mengangkat alisnya dan menatap Kai, “Ada apa?”

“Baju kita.. sama.” Kai menunjuk hodienya. Yang da turut melihat hodie yang Kai kenakan. Benar, sama persis malah. Hanya saja ukuran baju Kai terlihat lebih besar. Tentu saja karna dia namja.

“Bagaimana bisa ya?” gumam Yang da sambil tersenyum miring. Pada saat itu ia menyadari jika mereka telah sampai di gerbang rumahnya.

“Terima kasih telah mengantarku, Kai.” Yang da tersenyum lagi.

“Iya, sama-sama. Semoga mimpi indah! Aku pulang dulu.” Kai melambaikan tangannya dan menyebrang jalan menuju rumahnya. Yang da menghela nafasnya dan membuka gerbang. Semoga mimpi indah? Apa artinya itu?

Apa Kai.. sedang mengatakan hal manis padanya?

To be continue

2 thoughts on “I LIKE YOU (Chapter 6)

  1. akhirnya update juga..
    senang kali baca fg ini. dari awal sampe akhir aku selalu terkikik geli ama kisah mereka. yun yoo .. jadi penghancur acara😀 yg bikin aku nggak bisa nahan tawa lagi itu chanyeol berusaha skinship ama yunyoo eh tapi yunyoo nya udah nggak disampingnya😀
    yg bikin ngakak tuh bagian luhan dengan polosnya nyamar jadi pelayan. bayangin luhan pake kumis wkwkwkwk.. aduh sakit perut jadinya ketawa terus. *eh banyak kali bacot ane ya :3*
    ya sudah ditunggu kelanjutannya. jangan lama-lama ya thor ^^
    fighting! !

  2. kekeke…. gw suka psangan yang da x kai😀 ckckck mereka lucu…
    gw always nunggu chapter slanjutnya… tapi jngan lama” yehh thorr😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s