Love Story (Chapter 1)

SINOPSIS

Inilah kisah cinta para anak remaja dari Korea Selatan. Kisah cinta yang ironis yang harus kandas ditengah jalan dikarenakan taruhan. Dan juga kisah cinta anatara dua insan yang saling mencintai namun mereka tidak dapat bersatu. Juga kisah cinta antara dua orang berbeda jenis yang saling mencintai dalam diam.

Akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia? Atau akan ada yang menangis karena tidak dapat saling memiliki walau saling mencintai? Baca kisahnya disini.

“Love Story”

By;Shifa Putri Salsabilla.

Bab 1

oOo

Pukul 7 malam waktu Korea Selatan…

Seorang pria dengan jaket bulu tebal berjalan dikeheningan malam. Ditemani cahaya lampu jalan yang remang remang dan dipenuhi dengan suasana dingin yang menyengat.

Sehun beberapa kali menendang apapun yang ada didepan kakinya. Entah itu kaleng,batu kerikil atau lainnya. Karena hal itu dapat membuat sedikit tenang perasaan Sehun yang sedang tak karuan saat ini.

Betapa bodohnya dia. Meninggalkan gadis yang sangat ia cintai hanya demi temannya. Temannya yang benar benar bajingan. D.O (bacanya Dio). Tak seharusnya ia melakukan hal bodoh itu. Taruhan bodoh yang menaruhkan perasaannya.

“Hei.. Kau habis dari mana saja? Aku cemas mencarimu bodoh.” Teriak seorang pria dari arah belakang. Sehun menoleh dan mendapati kakaknya yang menghela nafas panjang.

“Maafkan aku,Hyung[1]. Aku tadi habis latihan band.”Jelas Sehun dengan wajah menyesal. Kakaknya memang perhatian dan sangat sayang pada dirinya. Karena ia adalah harta satu satunya yang kakaknya punya. Dan orangtua mereka sudah meninggal 7tahun lalu.

“Kenapa handphone mu tidak aktif?” Chanyeol menatap adiknya dengan curiga. Tidak mungkin ia habis berlatih band karena wajahnya saat ini sangatlah murung.

“Batre handphone ku habis. Dan aku lupa mengisi ulang batre handphone ku. Maafkan aku kalo aku merepotkanmu,Hyung.” Sehun lagi lagi meminta maaf membuat Chanyeol tak tega untuk menuduhnya apapun.

“Baiklah. Kau pasti lapar. Aku sudah memasak sup rumput laut untukmu. Ayo kita pulang.” Chanyeol merangkul adiknya dengan erat. Suasana malam ini sangat dingin.

***

D.O menatap gadis manis dengan poni yang menutupi keningnya dan berambut panjang coklat indah mengkilap itu. Dengan seragam sekolah yang tampak selalu rapih dan tas soft pink yang selalu dibawanya ke sekolah.

Gadis itu kini sedang berada dihadapannya. Menunduk seolah berkata ia takut. Karena hanya ia satu satunya gadis yang ada diruang band ‘The Brothers’. Karena ia saat ini adalah gadis milik D.O. Laki laki yang sangat dikenal sebagai laki laki yang suka mempermainkan perempuan.

“Kau membawakan sarapan untukku,sayang? Perutku sudah sangat lapar.” Rengek D.O dengan manja.

“Aku hanya membawa roti bakar dengan isi keju. Apa kau mau?” Tanya Aluna dengan wajah dingin.

“Tentu. Dan perbaiki sikapmu kalau kamu tidak ingin kenapa kenapa. Karena kau tau kan? Aku adalah laki laki bajingan. Apapun bisa kulakukan kepada siapapun yang membantah kenapa perintahku.” D.O tersenyum miring dan membuat tubuh Aluna gemetar. Dasar laki laki iblis keluh Aluna dalam hati.

Aluna merogoh tasnya dengan cepat. Mengeluarkan sebuah tempat makan kotak sedang berwarna putih dan satu botol kecil air mineral. Lalu dengan cepat ia berikan pada D.O.

“Ini. Ku siapkan sejak pagi buta hanya untukmu..” Aluna berbohong dan tersenyum. Membiarkan D.O tertawa puas dengan apa yang dia lakukan. Yang penting itu roti buatan ibu Aluna.

“Manis sekali. Mau kah kamu menyuapiku,sayang?” D.O menatap Aluna serius.

“D.O. Maafkan aku. Tugasku sangat banyak hari ini. Aku belum mengumpulkan hasil lukisanku pada Pak Jung. Aku takut aku tidak akan mendapatkan nilai.” Aluna mulai berakting ddidepan D.O. Ia muak dengan ini. Emang D.O pikir dia siapa? Hanya karena ia menang taruhan bodoh ia berpikir ia bisa mendapatkan Aluna? Anggapan bodoh dan sungguh idiot.

“Baiklah. Belajarlah dengan rajin.” D.O tersenyum manis. ‘Senyuman macam buah jeruk lemon saja kau bangga’ Ejek Aluna dalam hati lalu pergi keluar dari ruang band.

Saat membuka pintu. Aluna terkejut. Ada Sehun yang baru ingin membuka pintu. Dan dengan cepat Aluna menutup pintu ruang band dan menarik tangan Sehun jauh jauh dari ruang band.

***

Chanyeol tampak sibuk dengan pekerjaannya. Yaitu mencuci baju. Ia sibuk mencari pakaian kotor dikamar Sehun yang bernuansa putih-hijau itu. Sehun memang mandiri dan suka mencuci pakaiannya sendiri. Tetapi masih ada beberapa yang suka tertinggal karena terselip.

Chanyeol mendekat kearah meja belajar Sehun. Ada beberapa foto dirinya dan Sehun yang sedang berpose mesra disana. Dimana Chanyeol sedang merangkul mesra Sehun dan mencium pipi Iqbaal. Menyengkan memang. Namun,hal itu membuatnya mengingat seseorang. Seseorang yang sudah membuatnya menjadi seorang yang ceria hingga saat ini.

~Flashback On

Sore saat hujan turun membuat suasana menjadi dingin. Bel pulang sudah berbunyi 1 jam yang lalu. Namun,hujan tak kunjung reda. Apalagi Shifa lupa membawa payung dan jaket saat berangkat sekolah tadi.

Shifa duduk dibangku yang tersedia disekolah. Tapatnya didekat gerbang sekolah yang terbuka lebar itu. Pintu gerbang besar dan tinggi yang dicat dengan warna putih itu.

Disekolah ini mungkin hanya tinggal dirinya seorang. Karena yang lainnya sudah pulang dengan jemputan,payung,dan jaket mereka. Berbeda dengan Shifa yang handphonenya kehabisan batre,lupa membawa payung,dan jaket.

“Kamu.. Ngapain masih disini?” Tanya seseorang dari belakang sana. Suara dingin yang sangat familiar ditelinga Shifa. Chanyeol.

“Ah,Hyung. Kau.. Kau masih disini?” Shifa berbalik tanya dan menatap kakak kelasnya itu dengan bingung.

“Aku tadi habis menunggu Sehun berlatih. Tetapi sekarang ia sedang makan di kantin. Kamu?” Chanyeol duduk disamping teman satu kelas adik tersayang itu. Gadis itu manis dan juga memiliki daya tarik sendiri hingga entah mengapa membuat Chanyeol yang pendiam menjadi bawel.

“Um,handphoneku kehabisan batre. Jadi aku tidak bisa meminta jemput. Aku juga lupa membawa payung dan jaket. Sehingga aku tidak ada pilihan lain selain menunggu hujan reda.” Jawab Shifa sambil menunduk. Dingin kini mulai menusuk tulangnya. Membuatnya sedikit menggigil.

“Taksi?” Chanyeol bertanya dengan sangat penasaran.

“Uangku hilang.” Shifa tersenyum.

“Malang nasibmu. Kau mau pulang bersama denganku dan Sehun?” Ajak Chanyeol dengan senyuman malunya. Dan terlihat kalau pipi Chanyeol saat ini mulai memerah.

“Sehun juga mengajak Aluna. Jadi kamu bukan satu satunya perempuan.” Chanyeol nyengir dengan malu.

“Tapi rumahku lebih jauh dari kalian. Aku takut merepotkanmu,Hyung.” Shifa menahan dingin dengan mengigit bibir bawahnya. Dingin sudah membuatnya mengantuk dan sungguh lemas.

“Kau tidak merepotkan. Karena aku menyu— Astaga! Shifa!!” Chanyeol panik saat melihat gadis yang ia sayangi tiba tiba pingsan dipundaknya. Chanyeol menyentuh pipi Shifa dan sungguh dingin. Chanyeol langsung melepas jaketnya dan memakaikannya ketubuh dingin Shifa.

Bersambung~~

[1] Hyung itu kakak laki-laki dalam bahasa Korea.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s