Please Come Back To Me (Chapter 1)

Please Comeback To Me,.!!!
Title : Please Comeback To Me,.!!!
Author : ChennSa
Cast : Kim Sa Rang(OC), Kim Jong Dae, Zhang Yixing
Support Cast : Park Chanyeol, OhSehun, Im Hanna dll.
Genre : Romantic, Friendship, Family, School life
Length : Chapter
All cast in this story are my imagination, I hope you’ll be happy read my first story…
ˆ-ˆ *Have Fun* ˆ-ˆ

“First Sight”
“Annyeonghasseyo, namaku Kim Sa Rang…” Kata-kata itu masih terngiang jelas di telinga Kim Jong Dae pria 179 cm berwajah clown, dan bermata bawang yang selalu tersimpul senyum walau tidak sedang tertawa bak ukiran Tuhan yang mendekati sempurna, kulitnya yang putih mulus, tubuh yang ideal dan bla bla bla… yang masih banyak hal tentang Kim Jong Dae yang terkenal sebagai Mr. Sparkling karena saking berkilaunya. Tidak seperti biasanya, Jong Dae terlihat cengar cengir tanpa sebab semenjak jam pelajaran usai, tak hayal hal tersebut membuat 2 temannya (Park Chanyeol dan Oh Sehun) bingung karena sudah 20 menit Jong Dae tak beralih dari tempatnya, hingga akhirnya jam istirahat usai membuyarkan lamunannya dan kini disadari Jong Dae bahwa Sehun dan Chanyeol telah meninggalkannya.
“Annyeong…” suara lembut Kim Sa yang mengulurkan tangannya ke Jong Dae.
“Ne, aku Jong Dae senang bisa sebangku denganmu Sa Rang-ssi” sapa Jong Dae ramah, karena memang sejak kedatangan Kim Sa mereka belum sempat berkenalan. Jong Dae memang terkenal akan keramahan dan sifat keibuannya. kekeke-
“Mian?”
“Ah… kau pasti masih bingung dengan sekolah ini, karena sepertinya kau belum mempunyai teman dan sedari istirahat tadi kau hanya duduk di kelas. Memang, tidak hanya ruang kelasnya yang banyak, laboratorium yang lengkap, kantin yang menyediakan banyak menu, bahkan konsep taman disini, em… aku akan senang hati menjadi pemandu untukmu jika kau kesulitan menghafal seluruh bagian dari Giyonggi High School…” pemaparan panjang lebar kali tinggi ala Jong Dae ternyata tidak di gubris oleh Kim Sa yang mengalihkan pandangannya ke jendela di sebelah kirinya dan seperti melamun.
“Sa Rang-ssi..” panggil Jong Dae dengan sedikit menepuk pundak Kim Sa.
“Ah… Ne Jong Dae.. kau bilang apa tadi?”
“emm, bukan apa-apa, sepertinya kau tidak menyadari kedatangan Ryu Songsaenim..”
“Oh, mian…”
***
“Sa Rang-ssi, bolehkah aku mengantarmu, kebetulan aku membawa sepeda. Apa kau akan dijemput?”
“A-ani..”
“Kalau begitu naiklah!” perintah Jong Dae yang sudah stand by di sepedanya.
“A-ani, kau tak perlu mengantarku Jong Dae”
“Hmm kau tak perlu malu atau khawatir Sa Rang-ssi, aku bukan lelaki nakal, yakinlah! Arasso?”
“Ah,, ne” jawab Kim Sa malu karena fikirannya yang berhasil dibaca oleh Jong Dae. (apakah dia seorang psyco?)
“Aku orang biasa Sa Rang-ssi, jangan berfikiran macam-macam dan fokuskan pandanganmu kedepan, atau kau akan terpesona denganku!” ucap Jong Dae ringan.
“Wah,, kau ternyata lebih ringan dari yang kubayangkan Sa Rang-ssi” lanjut Jong Dae berbisik lirih ketelinga Kim Sa yang berada didepannya karena memang sepeda Jong Dae adalah sepeda gunung jadi mustahil untuk memboncengnya dibelakang.
“Ne?”
Jong Dae hanya tersenyum mendengar setiap kata yang dikeluarkan oleh Kim Sa. Tak tahu semenjak beberapa jam lalu, Jong Dae yang ramah namun sedikit bicara, berubah menjadi Ms Jong Dae dari sisi keibuan yang lebih menonjolkan sikap cerewet daripada perhatian didepan Kim Sa yang baru dikenalnya belum genap 24 jam.
“Kau pasti masih kesepian Sa Rang-ssi, aku akan menemanimu disekolah jika kau mau. Dan akan membantumu menghafal setiap sudut sekolah. Bukankah sulit untuk menghafal sekolah yang luas itu?”
“A-ani”
“hmm, memangnya dulu kau sekolah dimana?”
“Seoul High School”
“ohhh,,, Se…. Seoul High School? Mwo?” tiba-tiba Jong Dae menghentikan laju sepedanya yang mengakibatkan badan Kim Sa sedikit tertekan. Buru-buru Jong Dae turun dari sepedanya dan diikuti oleh Kim Sa yang masih bingung melihat wajah Jong Dae dengan matanya yang membelalak namun tidak terlihat seperti melotot terkejut.
“Wae? Ada yang salah?”
“Ani… hanya saja dulu aku ingin ke Seoul High School tapi mereka tidak menerimaku dan itu membuatku membenci seluruh orang yang berada di sekolah itu, bahkan bersumpah tidak akan berteman dengan mereka. (tersenyum) tapi… sepertinya aku harus menghapus sumpahku, karena anehnya aku merasa nyaman saat berada didekatmu Sa Rang-ssi” ujar Jong Dae yang kini berhadapan dengan Kim Sa ditepi jalan hutan Giyonggi dimana mereka memberhentikan sepeda yang berjarak 450 meter dari sekolah mereka.
“Dan, mengapa kau memutuskan untuk pindah kesini Sa Rang-ssi?”
“Kim Sa!” jawab singkat. “Kenapa kau memanggilku Sa Rang?” lanjut Kim Sa sambil berlalu meninggalkan Jong Dae.
“Hei ya! ya! ya! Kau!” pangilan Jong Dae tidak dihiraukan Kim Sa, yang kini menjauh dan hanya nampak punggungnya dari tempat Jong Dae.
“Naiklah!” perintah Jong Dae.
Kim Sa terus melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan Jong Dae. Langkahnya nampak tegap dan berusaha berjalan cepat.
“Hey kau! Sa Rang! Eh nona Kim! Kim Sa..!” teriak Jong Dae. “Dan mengapa kau hanya mengatakan Ne, Ani, Ne, Ani? Tak adakah kata lain yang bisa kau ucapkan selain Ne, Ani, Yakk! Kim Sa! Kau tak pernah ikut kelas etika ya?”
“Wae?” jawab Kim Sa ketus.
“Naiklah!” perintah Jong Dae kesekian kalinya.
“Shireo!”
“Sa Rang!” kali ini Jong Dae benar-benar marah karena kata-katanya tidak dipedulikan oleh Kim Sa, akhirnya ia turun dari sepeda dan membiarkan sepedanya terjatuh di tanah. Menghampiri Kim Sa dan menggiringnya kesebuah pohon besar. Menghimpitnya dengan dua tangan yang ditempelkan ke pohon mendekatkan wajahnya kewajah Kim Sa. Jaraknyapun semakin dekat dan tidak lebih dari 15 cm, dipandanginya Kim Sa yang sedikit berwajah innocent tanpa perduli siapa yang berada didepannya saat ini. Kini Jong Dae semakin mendekat dan…
“Plakkk!” sebuah tamparan keras melayang diwajah mulus Jong Dae meninggalkan berkas lima jari berwarna merah dipipi kirinya.
“Kau kira aku apa Jong Dae? Kau bahkan belum genap mengenalku 24 jam tapi sungguh kau tak lebih berkilau layaknya Mr. Sparkling seperti yang teman-teman katakan. Kau bahkan lebih buruk dari pada lalat. Cukup Jong Dae, kau bilang aku tak pernah ikut kelas etika? Cihh bahkan kau sendiri yang tak tau malu! Dan lagi sepedamu itu membuat pantatku tak bisa bernafas. Lain kali fikirkan resiko penumpang ketika kau akan mengajaknya! Mr. Strange!”
Angin musim gugur saat ini memang kencang dan menggugurkan banyak dedaunan. Kering, seperti harga diri Jong Dae, bagaimana mungkin Mr. Sparkling ditolak oleh seorang wanita yang sebelumnya ialah yang berada diposisi sebagai penolak cinta-cinta yang datang. Tak seperti adegan drama Korea yang dia harapkan, kali ini Kim Sa benar-benar mendapatkan Jack Pot besar dengan melayangkan tamparan itu.
Ditinggalkan oleh Kim Sa dengan berkas tamparan dipipinya menjadikan Jong Dae frozenia bahkan tak bisa membalas bahkan tak bisa berkutik. Didalam hatinya ia juga merasa bersalah dan bertanya pada diri sendiri apa yang dilakukannya sehingga membuat Kim Sa terlihat marah. Tersadar karena dikatakan sebagai Mr. Strange Jong Dae berteriak pada Kim Sa yang berlari dan hanya terlihat punggungnya.
“Hey, kau!! Apa katamu? Strange? Darimana aku terlihat aneh dimatamu? Hey-ya!”!
Aissh, pandangan pertama bukanlah yang terbaik batin Jong Dae.
***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s