[EXOFF Drabble] Lacrime Rerum (Tears of/for Things)

Judul: Lacrime Rerum (Tears of/for Things)
Prompt: Han
Leght: 452
Genre: Unfulfilled
Rating: PG13
Ketika Hanna  membuka mata, hal – hal pertama yang menyapa penglihatannya adalah dinding kuning pudar UKS, jendela – jendela kecil berjarak, kasur dengan seprai biru tua, dan… sepasang mata Kyungsoo yang menatapnya khwatir namun disamarkan dengan senyum tenang.

Gwenchana?” suara itu mengalir layaknya angin yang berdesir tenang dan lembut di telinga Hanna. Kyungsoo duduk tepat di sisi kasur Hanna. Dengan cara tidur Hanna yang menyamping, mereka saling berhadapan.
Gwenchana?” Kyungsoo kembali bertanya. Kini nadanya lebih cemas. Mungkin, saat ini Kyungsoo berpikir Hanna memiliki masalah kesehatan yang lebih serius.
“Naeun gwencahana, Do oppa.” Kyungsoo menghela napas lega dan Hanna mendengar itu. Membuatnya meringis dalam hati. Semua semakin sulit sekarang.
“Kamu tidak kembali ke kelas, oppa?” itu usiran secara halus namun Kyungsoo terlalu tumpul untuk menyadarinya.
“Tidak. Aku akan kembali ke kelas saat aku yakin kamu sudah baikkan.”
“Aku sudah baikkan.” Hanna bersikeras “Sudah kukatakan padamu dua kali.”
“Tidak. Kamu belum baikkan. Walaupun wajahmu sudah tidak pucat lagi tapi sorot matamu masih redup.” Hanna tau dengan pasti bahwa ‘bawel’ dan ‘tidak mau mengalah’ termasuk sifat Kyungsoo. Tapi karena dua sifat itu sangat jarang Kyungsoo tunjukkan di depannya, Hanna nyaris melupakannya.
Hanna menghela napas pasrah. Dia memilih mengalah. Berdebat dengan Kyungsoo adalah hal terakhir yang ingin dilakukan Hanna dalam kondisinya saat ini. Ketika Hanna berpikir kesunyian sudah mengambil alih, Kyungsoo kembali bersuara “Makanya, setiap pagi sarapan. Pingsan di tengah upacara? kamu membuat banyak orang susah.” Walau Kyungsoo mengatakannya dengan nada sarkastik, Hanna tahu bahwa namja dengan orbs menenangkan ini sangat mengkhwatirkannya. Karena samar – samar, ingatan Hanna tentang ekspresi Kyungsoo saat dia pingsan terbayang di kepalanya. Ekspresi takut, cemas, dan bingung yang menyatu itu membuat Hanna tidak sanggup lagi.
Hanna mengubah posisinya menjadi terlentang. Salah – satu lengannya ia gunakan untuk menutupi dahi sampai mata, dia sudah di tahap frustasi. “Oppa, aku sakit.” Dia mulai jujur. Kyungsoo mengerut dahi sejenak kemudian “Sakit apa? Dimana? Gara – gara apa? Sejak kapan?…”
“Ini sakit yang tidak bisa disembuhkan oppa.”
“…”
“Aku sakit karenamu. Karena menyukaimu oppa.”
Kyungsoo merasa lidahnya keluh. Suaranya lenyap. Dia membeku.
“Tapi…”
You are my big cousin?” Hanna tersenyum “Aku masih sadar oppa. Karena itulah ini tidak bisa disembuhkan.” Hanna bangun dari tidurnya, dia berusaha turun dari kasur namun karena masih ada rasa pusing sedikit, tubuhnya oleng. Nyaris jatuh seandainya Kyungsoo tidak sigap menangkapnya.
“Inilah kenapa setiap detiknya semakin menyakitkan oppa,” Hanna menyingkirkan kedua tangan Kyungsoo yang menopang tubuhnya “Sikap seperti ini membuatku semakin sulit melupakanmu.”
Hanna kini berdiri di hadapan Kyungsoo. Dari jarak sedekat ini, Kyungsoo dapat melihat mimik lelah itu. Kantung mata itu. Senyum senduh itu. Ceria yang dulu menjadi trand mark-nya seakan sebuah bualan.
Tanpa permisi, Hanna memeluk Kyungsoo. “Untuk kali ini saja….” pintanya “Saranghae Do oppa.” Dan keheningan sebagai jawabannya, membuat Hanna dalam diam menangis.
 

One thought on “[EXOFF Drabble] Lacrime Rerum (Tears of/for Things)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s