[EXOFF Drabble] Tembok

Judul: Tembok
Prompt: Dugeun Dugeun
Lenght: 481
Genre: Comedy, Fluff, Romance
Rating: General
Main Character: Oh Sehun
Pairing: OC

“Yakin nih?” aku menatapnya sangsi. Dia yang sudah berjongkok tepat di
depan tembok utara sekolah balik menatapku, “Mau sekolah tidak?”
Aku kembali menggigit bibir bawah sebelum mengangguk pasti. Jika bukan
karena kelas sejarah ada ujian, aku mungkin lebih memilih berbalik
pulang ketimbang melompat dinding sekolah.
Perlahan kutapakkan kaki di atas punggung lelaki itu. Oke, namanya
Sehun. Murid lelaki tepat satu tingkat di atasku yang kebetulan juga
ingin melompat tembok. Aku mau-mau saja diajak kemari sewaktu
bujukanku pada penjaga gerbang sama sekali tak mempan. Sehun ‘kan
ahlinya terlambat dan melompat tembok. Mungkin aku harus berguru
padanya setelah ini agar bisa melompat tembok sendiri.

“Pegangan tembok ya,” ujarnya kala aku sudah memosisikan kaki di bahu
lebarnya. Dia berdiri pelan-pelan, sedikit membuatku goyah namun
untung saja tak sampai terjatuh. Ketika bagian atas tembok sudah dalam
jangkauan, aku segera berusaha naik. Sebisa mungkin tak menatap ke
bawah sana. Pada akhirnya aku berhasil duduk di atas tembok. Jika
dalam keadaan normal mungkin aku akan berfoto dulu.

Baru saja helaan napas ketiga aku embuskan, Sehun sudah melompat
tinggi setelah berpijak pada kotak kayu besar dan berpegangan pada
tembok bagian atas. Tentu saja aku langsung membantunya naik. Tidak
mungkin aku berlaku jahat dengan mendorongnya hingga jatuh. Ayolah,
itu tidak lucu.

“Turunnya bersama saja ya,” dia masih terengah. Tapi aku tetap salut.
Sehun memang benar-benar jagonya melompat tembok sekolah.

“Yakin nih?”

“Kau punya kosa kata lain tidak sih?”

Aku mengerucut sebal. Tadinya berniat melontar kata kesal, tapi yang
terjadi selanjutnya lebih mengejutkan. Sehun begitu saja menarikku
dalam pelukan sebelum terjun bebas ke bawah sana untuk menyapa
empuknya rerumputan.

“WAAAAKH!” itu teriakan refleks yang harusnya tak kulepas. Karena
menyebabkan aku dan Sehun yang baru saja berusaha bangkit harus
berguling ke semak terdekat untuk bersembunyi. Sekian saat kemudian
satu orang petugas kebersihan terlihat. Dari balik dedaunan, aku bisa
melihat sol sepatunya perlahan menjauh. Meninggalkan taman samping
sekolah menuju ke koridor yang mengarah ke selatan.

“Sampai kapan kita seperti ini?” aku berbisik sepelan mungkin. Tak
mengindahkan tangan kekarnya yang berada di bahuku. Dia masih menebar
pandang selama sekiat saat. Kami masih ada di posisi yang sama
beberapa waktu lamanya. Mungkin sekitar 3-4 menit? Atau lebih?
Entahlah.

“Kak, aku pegal,” pada akhirnya akulah yang kembali membuka mulut.
Tanpa berniat menoleh, ia membalas pelan, “Sudah berapa kali kubilang
jangan panggil ‘kakak’. Sehun saja.” Entah perasaanku saja atau dia
memang sengaja menarikku lebih dekat? Rangkulannya sedikit mengerat.
Membuatku merasa gerah secara perlahan.

“Sehun, kau menunggu sesuatu?” tanyaku lagi. Aku tak begitu nyaman
dengan posisi sedekat ini. Yah, kami memang dapat dibilang akrab walau
tak seakrab pertemananku dengan Junhong, si anak kelas sebelah. Tapi
aku lumayan sering bersamanya.

“Hmm,” gumamannya bernada membenarkan.

Oh, ini gila. Bahkan napasnya bergema di telingaku.

“Mau tau aku menunggu apa?”

Dia menoleh, pun denganku.

“Menunggu degub jantung ini sedikit menormal. Tapi kurasa tak akan
berhasil jika kita terus seperti ini.”

Dan yang kulakukan selanjutnya adalah mendorong wajahnya menjauh
dengan muka merah.

END

Baca FF lainnya di sini.

4 thoughts on “[EXOFF Drabble] Tembok

  1. gara2 tembok mereka bersama,maksudnya melompat bareng gitu,gara2 tembok mereka dekat, dan gara2 tembok juga mereka aku jd salting, maksudnya mereka,#apaansihaku#abaikan,tp ini lucu,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s