HAPPEN ENDING

HappenEnding_cvr_by_Ameliakkim230

Tittle : Happen Ending

Author : AmeliakKim230

Length : Oneshot

Genre : Romance

Rating : PG 15/Teen

Cast : Oh Sehun (EXO K) & Kim Hyunji(OC/You)

Disclaimer: The plot is totally original from my mind!

Also published at my personal wp : http://ameliakKim230.wordpress.com/ dan mungkin juga di beberapa tempat lainnya

Warning! : Typo(s) everywhere~~

Happy Reading~

*Recommended Song : Epik High-Happen Ending*

☆☆☆☆☆☆☆

” It comes to me. Happen ending.”

☆☆☆☆☆☆☆

—What’s the use of telling you? I won’t beg for being comforted. I hate selling my emotions—

Hyunji menghela nafas  pelan, berusaha menetralkan gemuruh amarah di dadanya. Selalu saja seperti ini. Namja itu—Oh Sehun selalu saja sibuk dengan ponsel genggam yang tertempel di telinganya bahkan saat Sehun sedang bertemu berdua dengan Hyunji—padahal mereka sangat sulit bertemu mengingat kesibukan Sehun.

Selalu saja seperti ini. Saat ditanya siapa yang menelepon, Sehun akan selalu menjawab, “Dari kantor” lalu berdehem pelan. Jika sudah seperti itu, Hyunji bisa apa. Ia hanya berusaha memahami pekerjaan Sehun yang sedang diatas awan dengan perusahaannya yang baru saja meluncurkan brand baru.

Ya. Sehun presdir muda dari Oh Corp. Perusahaan yang mengepakkan sayapnya di bidang elektronik dan management.  Ia tak mungkin bisa menghalangi Sehun.

Hyunji merasa Sehun akhir akhir ini berubah. Namja itu menjadi lebih dingin—walaupun namja itu memang sudah dingin dari sananya. Tapi ada yang berbeda. Rasanya ia jadi mengacuhkan Hyunji. Terlihat dari caranya berbicara dengan yeojja itu, juga saat menatapnya. Sehun selalu saja menghindar pandang dari Hyunji. Selalu saja seperti ini.

Seperti saat ini. Oh Sehun bahkan beranjak dari meja makan mereka, melangkah keluar kafe meninggalkannya sendirian di sana—tentu saja dengan ponsel yang menempel di telinga Sehun. Bahkan Hyunji bisa melihat senyum terukir di bibir namja itu.

Dan tanpa Sehun ketahui, Hyunji terus menahan sesak di dadanya, meredam emosinya.

Selalu saja seperti ini.

☆☆☆☆☆☆☆

“Baiklah, aku mengerti. Ya. Lanjutkan pekerjaanmu Sehun-a. Fighting!”

Hyunji tersenyum getir kala mengakhiri sambungan teleponnya dengan Sehun. Lagi seperti ini. Sehun menolak bertemu dengannya lagi. Tentu saja dengan alasan pekerjaannya yang masih menumpuk—dan dia harus lembur hari ini.

Tiba tiba ia merindukan Sehun yang dulu, Sehun yang selalu mengajaknya bertemu duluan, Sehun yang penuh kejutan, Sehun namja dingin yang perhatian padanya. Tiba tiba juga ia jadi merasa menyesal menyetujui  Sehun meneruskan perusahaan ayah Sehun setahun lalu—yang harusnya masih 4 tahun lagi.

Ia merenung lagi. Bayangan Sehun yang tersenyum padanya tiba tiba melintas. Ah, Hyunji sangat merindukannya. Sehun yang dulu. Oh Sehunnya yang tidak sibuk dengan telepon genggam dan pekerjaannya. Oh Sehun yang tidak mengacuhkannya.

☆☆☆☆☆☆☆

Hari ini Hyunji pulang bekerja lebih awal. Ia bekerja sebagai desainer di Butik miliknya sendiri. Entah kenapa ia tak bisa menahan lagi rindunya pada Sehun. Jadi, ia memutuskan untuk pulang lebih awal—dengan menitipkan beberapa pekerjaan pada sekretarisnya lalu berkunjung ke kantor Sehun. Ia juga sengaja tak memberi tahu Sehun perihal rencananya ini. Kejutan. Ia berniat seperti itu.

Hyunji bersenandung kecil di mobil dalam perjalanannya menuju kantor Sehun. Entah kenapa kali ini ia ingin mengajak Sehun pergi kencan. Benar juga. Mereka sudah lama tidak pergi berkencan berdua. Kali ini, Mau tidak mau namja itu harus mau. Tanpa telepon pekerjaan yang menyebalkan. Hanya mereka berdua tentu saja. Bahkan ia akan terus merengek memaksa Sehun—jika namja itu tidak bisa memenuhi permintaan Hyunji. Ah,kenapa sifat egoisnya bisa mencuat seperti ini?.

Kim Hyunji menghentikan laju mobilnya di tempat parkir Oh Corp yang super luas. Ia melangkahkan kakinya ringan. Senyum tersungging di wajahnya sambil sesekali membalas salam karyawan Sehun. Ia kemudian menghentikan langkahnya di depan pintu ruangan Sehun. Mengetuknya—setidaknya ia tahu sopan santun saat di tempat seperti ini. Ia hanya takut jika ia tiba tiba masuk seenaknya dan sedang ada tamu di ruang Sehun. Ah, pasti memalukan.

Seorang namja bertinggi di atas rata rata membuka pintu ruangan Sehun. Dia Kris Wu, sekretaris pribadi Sehun. Namja berdarah China-Kanada itu sudah menjadi sekretaris Sehun sejak Sehun pertama kali menduduki kursi jabatannya hingga sekarang.

“Annyeong Kris-ssi. Apa Sehun ada?”

Hyunji menyapa Kris ramah sambil menanakan keberadaan Oh Sehun.

“Ah, nona Kim.”

Kris sedikit menundukkan tubuhnya, memberi salam penghormatan pada Hyunji. Lalu melanjutkan ucapannya.

“Maaf. Tapi Tuan Oh sedang pergi makan siang baru saja”

“Oh. Kebetulan sekali aku ingin mengajaknya keluar. Kemana ia pergi?”

Hyunji menatap Kris penasaran walau senyum masih merekah di wajahnya.

“Beliau bilang di restoran sekitar kantor. Tapi, maaf saya tidak terlalu tahu tempatnya”

“Ah. Baiklah. Aku akan mencarinya. Gomawo Kris-ssi. Annyeong”

Hyunji melambaikan tangan dan dibalas Kris dengan membungkukan badannya sedikit.

Hyunji kembali menuju tempat parkir. Ia segera melajukan mobilnya lagi. Matanya menyisir deretan tempat di kanan kiri jalannya.

Ia memberhentikan mobilnya di depan sebuah restoran Jepang dengan senyum mengembang kala maniknya menangkap sosok Sehun yang sedang duduk membelakangi tembok kaca. Ia segera melepas safety beltnya dan segera turun dari mobil.

Tapi,

Senyum di wajahnya seketika lenyap tergantikan dengan raut abstrak—yang sangat sulit jika diartikan dengan kata kata. Terkejut, marah, sedih, kecewa, dan lainnya bercampur menjadi satu. Tubuhnya berhenti seketika  seolah terkomando kala ia melihat Sehun mencium kilat—mesra bibir gadis cantik yang baru saja duduk di kursi samping Sehun. Bahkan Sehun kini mencium puncak kepala gadis yang bergelayut manja di tangannya.

Kim Hyunji begitu shock. Buliran bening tiba tiba saja meluncur dari kedua kelopak matanya.

Sepertinya rencana Hyunji untuk memberi Sehun kejutan gagal total. Sebaliknya, tanpa diduga Sehun memberikan kejutan besar untuk Hyunji.

Satu hal, Sehun tetaplah Sehun yang penuh kejutan.

Luar biasa.

☆☆☆☆☆☆☆

—Don’t ask me if I’m alright.What I want is the indifference that resembles me.The whole world is acting so damn dramatic. There’s no use in keeping track of love—

☆☆☆☆☆☆☆

Sudah sebulan lebih  sejak kejadian di restoran Jepang waktu itu. Kini Hyunji merasa ia dan Sehun semakin lama semakin jauh. Jauh sekali. Sebulan ini juga Sehun dan Hyunji tidak bertukar kabar, bertemu dan sebagainya.

Tapi bukankah ini yang Hyunji harapkan? Hyunji memilih untuk tidak peduli. Ia memilih tidak peduli dengan apa yang dilakukan Sehun, memilih untuk tidak peduli dengan sakit yang teramat sangat di ulu hatinya ketika mengingat namja itu.

Tiba tiba ponselnya bergetar. Menandakan sebuah panggilan masuk pada ponsel genggam berwarna putih miliknya.

‘Sehunnie’

Ia menatap kosong nama yang tertera di layar ponselnya.ia berniat mengacuhkannya.  Ia tidak boleh seperti ini. Di kesempatan ini ia harus meluruskan semuanya. Ya semuanya. Meluruskan hati, perasaan, juga hubungan mereka.

☆☆☆☆☆☆☆

“Kau baik baik saja? Kenapa kau diam saja?”

Oh Sehun membuka suara ketika merasakan Kim Hyunji tidak kunjung bergerak ataupun membuka suara. Bahkan gadis itu malah menatap nanar Choco Bubbletea—kesukaannya yang ia pesankan.

“Kita akhiri saja”

Hyunji mengucapkannya dengan berat hati. Hatinya seolah memberontak saat ia mengucapkannya barusan. Sejujurnya ia tak ingin seperti ini. Ia tidak ingin berpisah dengan Sehun. Tapi, mempertahankan hubungan mereka juga bukan keputusan yang baik. Bertahan sama saja dengan bunuh diri secara perlahan bagi Hyunji.

Hyunji dapat melihat raut terkejut di wajah Sehun—walaupun Hyunji melihatnya dari ujung mata. Namja itu mematung menatap Hyunji.

“Kita akhiri saja semua sekarang. Oh Sehun”

Hyunji mengulangi ucapannya sekali lagi. Berharap mendapat respon dari Sehun kali ini.

“Tidak. Tentu saja tidak bisa. Jangan main main Kim Hyunji!”

Suara dingin Sehun yang sarat akan ketidak setujuan akhirnya menguar. Sehun menatap Hyunji nanar. Menatap manik Hyunji dalam.

“Kau pikir aku main main, Oh Sehun? Tidak! Aku ingin kita akhiri saja semua sekarang!”

Hyunji menjawab setenang mungkin. Balas menatap tajam Sehun.

“Tidak akan! Tidak! Apa kau tidak dengar, Kim Hyunji?”

Suara Sehun meninggi beberapa oktaf. Membuat beberapa orang menoleh ke arah mereka.

“ Ya! Aku tidak mendengarnya! Yang aku inginkan adalah ketidakpedulian seperti yang kulakukan. Bukankah kau senang selama ini bermain di belakangku dengan seluruh alasan yang kau buat? Dan Aku sudah tidak peduli. Seluruh dunia sudah telalu menyesakkan dengan drama sialan yang kau perankan,Oh Sehun.Tidak ada gunanya lagi mati-matian mempertahankan semua ini”

Hyunji membalas dengan oktaf tak kalah tinggi dari Sehun. Hyunji menatap Sehun tajam, penuh emosi.

Ia benar. Ia harus melakukan ini.

“Kim Hyunji ayolah kau hanya—”

“Hanya apa? salah paham? Alasan apa lagi yang akan kau gunakan Oh Sehun? Semua sudah gamblang terpampang nyata. Kau pikir aku tak tahu semua tingkahmu di belakangku selama ini? Dan hasil akhirnya adalah Kita berakhir. Sekarang.”

Hyunji melangkah menjauh dengan cepat. Meninggalkan Sehun yang duduk mengerang sambil mengacak rambutnya frustasi. Namja itu tak mengejarnya. Justru itu yang ia harapkan.

Air mata kembali melesak melalui ujung mata Hyunji—ia berjanji ini yang terakhir kali.

Ya, Ini harus jadi terakhir kalinya ia merelakan airmatanya terbuang sia sia karena seseorang bernama Oh Sehun.

☆☆☆☆☆☆☆

“It comes to me. Happen ending.”

☆☆FIN☆☆

Note : FF ini terispirasi dari mv epik high-spoiler dan Happen Ending yang sebenernya lagunya uda lama,tapi baru dapet ilham dari sini sekarang .-. Ada beberapa yang mirip—karena terinspirasi dari mv dan lirik nya. Tapi yang lainnya adalah murni imajinasi saya sendiri. Maafkan gaya penulisan saya yg masih amburadul dan cerita yang absurd. Karena ini juga merupakan sebuah pelampiasan saya yg kena insomnia saat besoknya uts matematika#bhaks dan waktu denger lagu happen ending seketika terpikir ‘eh leh ugha sekali kali buat ff sad ending’ :v dan jadilah ff ini wkwk :v mm, satu lagi. ini bukan lanjutan dari ff ku yang manapun. Ini ff oneshot baru. Ok?#maaf banyak bacot TT

Gak lupa, big XOXO buat admin yang mau publish ff ini juga readerdeul yg sudah meluangkan waktunya membaca Fanfiksi saya.

Jangan lupa komen biar hidup anda dan bias jadi—tambah varokah~~#apalah. Wkwk.

XOXO

#ameliakKim230

10 thoughts on “HAPPEN ENDING

  1. Aduh nyesek 😂😂 butuh sequel nih,atau ga bikinin fiction yang sad ending lagiiiiii 😂😂😂 suka sama yg ini❤ keep writing fighting!!

  2. Mengapa sehun tega menyakiti perasaannya hyunji yang sangat sabar akan alasan sehun yang selalu tak bisa bertemu atau berkencan dengannya . Tak masuk akal sekali emang apa salahnya hyunji. Tetapi sangat mengantung ceritanya

  3. Suka bgt thor sama ffnya 😊
    Aish.. greget deh sama si sehun bukannya ngejar si hyunji dan memperbaiki hubungan mereka 😈 namja babbo!
    Sequelnya udah ada belom thor?
    Kalo belom please dong di lanjutin lagi hhehe.. 😁
    Keep writing and hwaiting thor ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s