L.O.V.E

Judul : L.O.V.E | Cast : Kim Jongin (Kai – EXO-K), OC | Genre : Romance, School-Life | Length : Drabble | Rating : Teen

Written by .lallapo. (@lallapo_12)

Disclaimer      : Cerita ini hanya hasil dari imajinasi lallapo, terinspirasi dari drama yang pernah lallapo tonton sebagaian kata diambil dari drama tersebut. Pelaku, pemeran, tokoh, milik tuhan dan milik keluarganya. Don’t plagiat!

Sudah dipost di blog lain dengan nama author yang sama ^^

<<>>

Cinta pertama. Alasan kenapa aku berpikir jika cinta pertama indah, bukan karena cinta pertamaku itu tampan ataupun cantik. Karena cinta pertamaku tak bersyarat, tak bersalah, atau tak bodoh. Dan karena… dan karena aku tahu bahwa aku tidak akan pernah bisa kembali.

Sesosok yeoja manis di kelasku sukses membuatku terpana memandangnya. Yeoja manis berkulit sedikit tan dibanding yang lain. Yeoja bermarga Jung, berstatus single, pintar, mudah bergaul, sederhana, dan sangat sangat sangat imut jika tertawa. Apalagi yang kurang darinya? Apa lagi yang tak kuketahui tentangnya? Aku sudah mencatat semua tentangnya dengan baik. Dia adalah cinta pertamaku, walaupun wajahnya tak secantik yang lainnya, ia sangat menarik menurutku.

 

Cinta pertama adalah kemanisan. Kutegaskan kembali tanpa syarat apapun cinta pertamaku muncul. Di masa-masa remaja menjelang dewasa, aku sering melihatnya. Hanya melihatnya saja, bisa membuat jantungku bergejolak riang.

Yang kutahu, ia mirip denganku ini adalah pendapatku. Kami sama-sama suka berolahraga, kami sama-sama suka menari, kami sama-sama bisa menyanyi maupun rap. Oke, intinya aku dan dia adalah multi-talent, boleh kan aku menyombongkan bakatku ini.

Dan disaat akhirnya aku menghadapi kegagalan muncul perasaan yang sulit kujelaskan. Tetapi pada saat yang sama, secara dramatis akan muncul perasaan bahwa aku tidak pernah bisa merasakannya lagi.

Hari itu persiapan matangku akan kujalankan. Misi kali ini, menyatakan perasaan yang sudah lama kusadari. Menyatakan cinta pertamaku pada Jung Aesoo. Dengan dibantu para hyungdeul-ku semoga misi ini berjalan dengan lancar. Amiinn…

Kami sudah membuat janji di taman bermain dekat rumahnya, tentu aku sudah mempersiapkannya. Setelah bermain-main, aku mengajaknya minum kopi di cafe yang cukup sepi pengunjung. Bincang-bincang sedikit, kemudian aku langsung to the point, “Maukah kau jadi yeojachinguku?”. Dia sedikit kaget dan bingung mendengar ucapanku. Aku akui ini sangat membuatku gugup, aku berharap dia menerimaku.

Beberapa menit kemudian, ia menjawab pertanyaanku. ‘Maaf’ katanya, aku tak tahu harus bersikap seperti apa. Yang kutahu, ini jelas penolakannya secara halus. Sedikit tersenyum kikuk aku akhirnya membuka suara. “Tak apa, semoga kita masih bisa berteman.” Dia mengangguk pelan.

Setidaknya aku tidak kehilangan dua-duanya (kehilangan cinta dan kehilangan teman), aku masih memilikinya walau hanya berstatus teman. Memang terasa aneh di jantungku, aku baru saja memiliki cinta pertama, baru saja menyatakan cinta pertama, dan baru saja ditolak cinta pertama. Bukankah hal itu takkan kurasakan kembali? Karena cinta pertama hanya datang sekali saja.

 

Cinta pertama menjadi saat paling dramatis pada kehidupan kita, itu boleh saja gagal. Cerita tragis lebih lama diingat daripada ‘akhir yang bahagia’. Memang menyenangkan untuk mempunyai cerita indah sebagai sebagian kisah dari kehidupan seseorang, tapi tidakkah setiap orang punya cerita tragis dibalik cerita indahnya.

Hari-hari kulalui dengan baik, walaupun memori akan cinta pertama itu membekas di hati ini. Kupikir-pikir keputusan Aesoo saat itu benar, karena pada saat itu aku belum dewasa, baru menginjak 15 tahun.

Terkadang timbul pertanyaan dalam benakku ‘Dulu, apakah aku sudah gila? Umur 15 tahun waktu untuk belajar, bukan untuk cinta-cintaan.’ Ya, walaupun begitu, pengalaman ini sangat membekas. Untung saja, prestasi di sekolahku baik-baik saja.

 

Cinta pertama adalah periode waktu yang tidak pernah datang lagi. Jika cinta selanjutnya datang, itu akan menghasilkan cinta baru yang mungkin tidak berdosa seperti cinta pertama, tetapi akan jadi sedikit lebih dewasa, karena rasa sakit disebabkan oleh cinta pertama. Seseorang yang bermimpi tentang cinta, adalah orang yang menunggu. Dan orang yang menunggu dapat mengenali cinta ketika mendekat kepadanya.

Kini aku lebih memilih, aku sudah beranjak dewasa umurku 22 tahun sekarang. Aku sudah memikirkan baik-baik sebelum aku menyatakan rasa cinta kembali kepada seseorang. 7 tahun waktu untuk aku menyadari apa itu cinta, 7 tahun juga aku tak merasakan cinta. Aku benar-benar belajar dari kesalahan sebelumnya, terima kasih kepada cinta pertamaku.

 

Jadi, cinta pertama jadi satu bagian yang melelahkan dikehidupan sehari-hari. Itulah sebabnya kenapa cinta pertama tampak seperti tidak bisa dicapai. Karena tidak ada seorangpun yang berbicara tentang kesuksesan cinta pertama sebelum melewati rintangan.

 

-FIN-

 

Silahkan mampir ke blog lallapo yah… https://lallapofanfic.wordpress.com/ dan jangan lupa follow twitter lallapo >> @lallapo_12

 

 

One thought on “L.O.V.E

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s