Chan Baek Hee [Chan’s Mystery Life]

Title : Chan Baek Hee [Chan’s Mystery Life] | Cast : Park Chanyeol – Chanyeol (EXO-K), Byun Baekhyun – Baekhyun (EXO-K), Park Chanhee (OC) | Genre : Friendship, Brothership Mystery, Family | Length : Oneshoot | Rating : General |

Written by .lallapo. (@lallapo_12)

Disclaimer : FF ini murni dari pemikiran lallapo, jadi jangan plagiat!

Sudah dipost di blog lain dengan nama author yang sama

Silahkan mampir ke blog lallapo yah… https://lallapofanfic.wordpress.com/ dan jangan lupa follow twitter lallapo >> @lallapo_12

<<>>

‘Chanyeol punya adik bernama Chanhee. Namun, nyatanya ia hanya punya kakak bernama Yura.’

“Yeol! Yeol! Apa kau punya kamus Bahasa Inggris yang paling lengkap?” tanya Baekhyun yang mendadak berada di sebelah Chanyeol.

Chanyeol menoleh dan membuka mulut hendak menjawab,

“ ̶ ah, aku salah bertanya padamu. Harusnya aku bertanya pada Chanhee saja. Bye… Yeol!” Baekhyun dengan segera menghilang dari hadapan Chanyeol – tanpa pamit.

Chanyeol geram setengah mati, ia mengumpat kesal, belum sempat menjawab eh Baekhyun sudah pergi begitu saja. “Dasar Baek!”

***

“Ya! Baek!!” Chanyeol berlari menyusul Baekhyun di depannya, “Kau sudah mendapatkan kamus itu?” Chanyeol menyejajarkan langkahnya dengan Baekhyun.

“Tentu saja! Ini,” Baekhyun mengangkat buku yang sangat tebal, di sampul depan tertera tulisan ‘Kamus Bahasa Inggris’. “Chanhee kan sangat rajin membaca dan mengoleksi buku pelajaran, tidak seperti kamu, Yeol!”

“Hei Baek, teman di sampingmu ini juga rajin membaca. Kau tak lihat berapa tebalnya kacamataku ini?” ucap Chanyeol menyombongkan diri dengan membenarkan letak kacamatanya.

“Yang kutahu ya Yeol. Orang rajin membaca itu bacaannya buku-buku tebal nan bermanfaat. Nah, kamu! Palingan juga komik-komik dengan harga terjangkau. Dan masalah kacamata itu bukan karena kau rajin membaca Yeol, itu karena kebiasaan burukmu menonton TV jarak dekat.”

“Huh! Komik-komikku juga bermanfaat Baek!” Chanyeol mencoba berjalan mendahului Baekhyun.

“Bermanfaat apanya?”

“Sangat bermanfaat bagiku ketika waktu luang.”

“Terserah kamulah Yeol. Bagiku Chanhee tetap lebih rajin daripada kau.”

Chanyeol mengendus, “Paling tidak aku lebih tampan.”

“Hahahaha, Chanyeol Chanyeol. Tentu saja kau yang lebih tampan. Chanhee kan perempuan.”

“Kau mengakui kalau aku tampan, Baek?” Chanyeol memasang senyum idiotnya.

– Bukk

Kamus tebal tadi mengenai kepala Chanyeol dengan cukup keras.

“Aku tak mengakui jika kau tampan Yeol, iihh…” Baekhyun bergidik jijik.

“Yak! Baek! Kau tahu betapa sakitnya itu?” Chanyeol merintih kesakitan akibat ulah Baekhyun tadi. “Ya Tuhan… bagaimana jika kepalaku nanti bergelombang,” ucap Chanyeol lirih.

“Bodoh kau, Yeol!”

Chanyeol menghentikan langkahnya. “Ya!” ia tiba-tiba berteriak. “Ya, aku memang bodoh Baek. Aku tak lebih pintar dari adikku. Aku tak lebih rajin dari adikku. Aku tak lebih sopan dari adikku. Aku tahu!” sekali lagi Chanyeol berteriak. Ia melampiaskan amarahnya sekarang.

“Yeol, tenang…” Baekhyun berusaha menenangkan Chanyeol. Ia mengusap punggung sahabatnya, guna meredam amarah Chanyeol.

Baekhyun mendadak serba salah, baru kali ini Chanyeol marah dalam artian sesungguhnya. Biasanya Chanyeol menanggapi candaan Baekhyun dengan tertawa atau hanya berpura-pura marah, “Mian… Yeol. Aku tak bermaksud–”

“Kau tahu Baek, semua orang selalu membanding-bandingkan aku dengan Chanhee. Ya, aku akui jika Chanhee lebih baik dariku. Tapi aku muak mendengarnya. Setiap hari, entah di rumah, entah itu guru entah itu orang tuaku – semuanya memuji Chanhee.” Chanyeol menghirup nafas besar, “Aku juga ingin dipuji, Baek. Tapi, semua orang menganggapku serba tidak lebih baik dari Chanhee.”

Baekhyun menggeleng berulang kali, “Tidak Yeol!! Setiap orang punya kelebihan sendiri, termasuk dirimu.”

“Aku tak punya kelebihan, Baek!”

Baekhyun lagi-lagi menggeleng. “Kau mungkin tak menyadarinya Yeol… kau adalah ‘happy virus’

Chanyeol mengernyit.

“Kau selalu membuat orang di sekitarmu bahagia, entah dengan lelucon konyolmu atau tingkah anehmu. Dan yang paling kukagumi darimu adalah kau selalu tersenyum seperti orang idiot apapun keadaannya.” Chanyeol mengarahkan pandangannya ke Baekhyun. “Pertama kali aku bertemu denganmu aku langsung berpikir untuk berkenalan denganmu karena sepertinya anak itu sangat cocok denganku.” Baekhyun tersenyum.

“Kau mengagumiku tidak Baek?” nada Chanyeol mulai melembut.

“Tentu saja aku mengagumimu. Lagipula siapa lagi yang pantas jadi partner nyanyianku, kalau bukan petikan gitarmu. Kau juga pandai bermain gitar, Yeol!”

Chanyeol tersenyum kembali mendengar perkataan Baekhyun. “Terima kasih Baek, kau memang sahabatku yang bisa dihandalkan.”

“Apa guna sahabat, Yeol! Sudah, ayo pulang!”

‘Setidaknya usahaku untuk menghibur Chanyeol berhasil, walaupun aku tadi hanya melebih-lebihkan sisi baik Chanyeol. Kkk, bercanda. Aku benar-benar mengaguminya kok.’ Baekhyun tersenyum dengan pikirannya.

Chanyeol dan Baekhyun berjalan beriringan kembali menuju rumah masing-masing.

***

“Yeol! Bangun…” Baekhyun menggucang-guncangkan badan Chanyeol.

“Yeol!!” teriak baekhyun tepat di dekat telinga Chanyeol.

Dengan perlahan, Chanyeol membuka matanya. “Eoh, Baek! Ada apa?”

“Apa kau punya kamus Bahasa Inggris paling lengkap, Yeol?”

Chanyeol menegakkan punggungnya, “Kenapa tidak tanya pada Chanhee saja?”

“Ha? Apa sih Yeol? Siapa itu Chanhee?” Baekhyun bingung dengan perkataan Chanyeol.

“Chanhee kan adik perempuanku Baek. Kau tidak kenal?”

“Kau belum sepenuhnya bangun ya Yeol? Kau hanya punya satu kakak perempuan! Namanya Yura, astaga kau lupa dengannya?”

“Tunggu dulu – tunggu dulu.” Chanyeol nampak berpikir sejenak. “Apakah kau yang mengatakan padaku kalau aku adalah ‘happy virus’ hingga aku mendapat julukan itu?”

Baekhyun mengangguk sebagai jawaban.

“Kau mengagumiku karena pandai bermain gitar, Baek?”

Baekhyun mulai jengah dengan tingkah Chanyeol, “Apalagi sekarang, Yeol?”

“Jawab saja pertanyaanku!”

“Ya.” Baekhyun membalas dengan malas.

“Kenapa terasa begitu nyata?” gumam Chanyeol.

Baekhyun duduk di samping Chanyeol, “Kau tahu darimana kalau aku mengagumimu karena kau pandai bermain gitar? Aku kan tidak pernah memberitahumu, Yeol…”

Chanyeol merubah posisi duduknya menghadap Baekhyun. “Begini, Baek –” Chanyeol mulai menceritakan mimpinya pada Baekhyun.

***

Esoknya di sekolah, murid-murid sibuk berbicara tentang murid baru – pindahan dari China. Murid pindahan itu seorang perempuan, dirinya lahir di Korea dan dua tahun lalu tinggal di China.

“Eh, Yeol. Kau sudah tahu murid pindahan itu?”

Chanyeol menggeleng, “Aku tidak tertarik. Lagipula kenapa anak-anak gempar dengan murid pindahan itu sih.” Baekhyun malah tersenyum mendengar jawaban Chanyeol.

“Dia yeoja, satu tingkat di bawah kita. Dia cantik, manis, dan tinggi. Dan kau tahu apa yang membuatku tertarik?”

Chanyeol tidak menggubris Baekhyun, dia berjalan ke luar kelas. “Yak! Yeol, dengarkan aku bicara dulu!”

Baekhyun mengikuti langkah Chanyeol yang sangat besar, “Wajahnya mirip denganmu, Yeol… dan-” Baekhyun melirik Chanyeol sebentar, nampaknya Chanyeol masih tidak tertarik. “Namanya Park Chanhee.”

Mata Chanyeol membulat sempurna, ‘Bagaimana bisa Chanhee ada di dunia nyata, dan apa kata Baekhyun. Chanhee mirip denganku?’ batin Chanyeol.

Tak lama, Chanyeol tertawa. “Hahaha, bagaimana mimpiku bisa jadi nyata, Baek! Kau jangan mengada-ngada.”

Baekhyun mulai geram. “Ya sudah jika tidak percaya,” ia mengalihkan pandangannya ke depan dan segera menepuk lengan Chanyeol. “Itu dia itu dia, Chanhee Park!” bisik Baekhyun.

Chanyeol ikut mengamati pandangan Baekhyun, ‘Ya, dia sangat mirip denganku. Seperti Chanyeol versi perempuan saja.’

Baik Baekhyun maupun Chanyeol, keduanya tidak tahu bagaimana kejadian ini sangat mengarah kepada mimpi Chanyeol. Apa benar kata Baekhyun jika setiap orang pasti memiliki kelebihan? Entah Chanyeol mendapat kekuatan super, entah ia memiliki bakat menjadi cenayan, entah itu kelebihannya atau hanya kebetulan semata. Hal ini masih menjadi misteri di kehidupan Chanyeol.

-End-

Silahkan komentar untuk kemajuan penulisan lallapo ;))

Thanks for reading…

2 thoughts on “Chan Baek Hee [Chan’s Mystery Life]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s