Foolish

Title : Foolish || Cast : Byun Baekhyun (Baekhyun – EXO-K), Kim Taehyung (V – BTS) || Genre : Family, Comedy, Brothership, Fantasy || Length : Ficlet | Rating : General

Written by .lallapo. (@lallapo_12)

Disclaimer : Dari dulu lallapo bingung nulis disclaimer. Yang pasti ff ini murni dari pemikiran lallapo :))

Terinspirasi dari video pre-debut Baekhyun :v

Sudah dipost di blog lallapo>> https://lallapofanfic.wordpress.com/ dan jangan lupa follow twitter lallapo >> @lallapo_12

<<Happy Reading>>

Malam itu, mereka habiskan untuk bermain bersama. Byun Baekhyun dengan adik sepupunya, Kim Taehyung. Cerita ini menjadi cerita tergila di kehidupan keduanya. Cerita lama yang saling mengingatkan keduanya akan sebuah kenangan masa kecil.

Hyung, aku bosan…” jemari kecil milik Taehyung menggerakkan kuda putihnya membentuk arah ‘L’. Sedangkan, yang dipanggil hyung tadi tidak menanggapi perkataan Taehyung.

Baekhyun, namja yang disebut-sebut sebagai hyung oleh Taehyung mengarahkan prajuritnya ke depan. Wajahnya masih serius dengan permainan hitam putih itu. Tak lama kemudian Taehyung kembali memainkan kudanya lagi.

“Tunggu sampai ada yang menang, baru kita menghentikan permainan ini.” Akhirnya Baekhyun berucap. Taehyung hanya memasang wajahnya bosan, ia benar-benar sudah bosan sekarang dan kakak sepupunya lebih membosankan lagi karena ia serius dalam permainan ini.

Baekhyun menggerakkan kudanya sekarang, dan “Skak!” ujar Baekhyun semangat. Taehyung melihat kesempatan, ia akan dikalahkan oleh kakak sepupunya itu. Artinya, permainan membosankan ini akan segera berakhir.

Benar saja, satu kali bergerak Baekhyun langsung memenangkan permainan ini. “Yuhuuu!!” teriak Baekhyun gembira. Selang beberapa detik Taehyung juga ikut bersorak, “Yeeyyyhyung menang. Yahoooo!” Saking gembiranya Taehyung memeluk Baekhyun erat.

Baekhyun terlihat bingung karena kelakuan Taehyung, bukankan Baekhyun yang menang tapi kenapa Taehyung yang terlihat gembira?

“Kenapa kau jadi sangat gembira?” tanya Baekhyun, ia berusaha melepaskan pelukan adik sepupunya itu.

Taehyung menggeleng, “Tidak apa-apa.” Ia mendudukan dirinya di atas sofa dan menghidupkan TV yang ada di hadapannya.

Hyung, punya film bagus, tidak? Transformers?” Taehyung memencet tombol-tombol remote di tangannya.

Baekhyun ikut duduk di samping Taehyung, “Tidak, aku hanya punya Barbie. Mau lihat?”

Taehyung melongo mendengar pernyataan Baekhyun, “Taehyung tidak pernah nonton film-film itu, hyung. Bukankah itu film anak perempuan?”

“Lantas? Mereka kan cantik-cantik. Aku suka mereka semua. Apalagi saat mereka menyanyi dan menari, bukankah sangat cantik?” Baekhyun menggerakkan tubuhnya dan menyanyi, menirukan hal-hal yang biasanya Barbie lakukan.

Hyung, suka wanita cantik? Kalau begitu aku yang salah, dong. Hyung kenapa aku suka robot seperti transformers? Apakah aku masih normal?” Taehyung berkata dengan polosnya, tak lupa dengan wajah yang ketakutan setengah mati mengingat dirinya takut tidak normal lagi.

Baekhyun mengendikkan bahunya. “Tanyakan pada dirimu sendiri!” Setelah itu Taehyung melamun, mungkin ia sedang bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

Remote TV yang diabaikan Taehyung kini sudah diambil alih oleh Baekhyun. Ia mengganti-ganti channel tapi tak kunjung menemukan yang menarik.

“Taehyung! Kau tak mau bermain lagi?” Ajak Baekhyun.

Taehyung masih diam, tak bergeming, matanya memandang depan dengan tatapan kosong. Baekhyun menggerakkan tangannya ke depan wajah Taehyung, mengipas-ipaskan tangannya agar Taehyung segera kembali ke dunianya.

Taehyung menoleh ke arah Baekhyun, “Eoh, hyung bicara apa?”

“Kau tak ingin bermain lagi?” ulang Baekhyun.

Taehyung terlihat menimbang-nimbang, ia bimbang antara memilih bermain atau merenung memikirkan dirinya sendiri–

“Taehyung?” panggil Baekhyun.

“Aku mau, jika hyung mengajakku bermain permainan yang membuatku benar-benar menjadi namja. Sang namja!”

Baekhyun tersenyum mendengar penuturan adik sepupunya itu, mungkin suatu saat nanti Taehyung akan tumbuh mirip dengan Baekhyun.

Sang namja? Lelaki sejati? Baiklah! Akan aku tunjukkan rahasiaku padamu agar benar-benar menjadi sang namja.” Taehyung terlihat antusias sekali dengan perkataan Baekhyun ini.

Mereka berdua berjalan menuju kamar Baekhyun. Baekhyun langsung masuk ke dalam begitu pintunya sudah terbuka. Ia menutup tirai jendela, mematikan lampu kamarnya, menutup pintunya, semua benda yang bercahaya dimatikan oleh Baekhyun. Saat ini kamar Baekhyun benar-benar gelap gulita. Taehyung bingung dengan keadaan seperti itu.

Hyung, kenapa kita gelap-gelapan di sini?”

Baekhyun menyeringai, “Kau akan tahu apa artinya lelaki sejati itu.”

“O-oke, lalu apa yang akan kita mainkan?”

Tangan Baekhyun mendekat ke wajah Taehyung, beberapa saat kemudian muncullah cahaya dari tangan putih milik Baekhyun. Seperti gerakan slow motion mata Taehyung perlahan berbinar, bibirnya perlahan terbuka, ia takjub dengan tangan Baekhyun.

Baekhyun yang melihat ekspresi Taehyung langsung terbahak, “Kau sangat takjub padaku, ya?”

Hyung, kau superhero?”

“Bukan, aku adalah pesulap!” ujar Baekhyun bangga akan dirinya.

Taehyung bertepuk tangan dengan keras, “Waahhh… Daebak!! Hyung!”

“Keren bukan?” Baekhyun memamerkan gigi-gigi putihnya.

Taehyung berulang kali mengangguk “Akan lebih keren jika berwarna-warni hyung. Bisakah berubah menjadi mejikuhibinia?”

“Mejikuhibiniu maksudmu? Akan aku coba…” sesaat kemudian cahaya di tangan Baekhyun berubah warna setiap detiknya.

“Wah… Wah berkedip-kedip hyung, lihat-lihat itu!” Taehyung memekik kegirangan. Baekhyun yang melihat ekspresi Taehyung semakin bersemangat dengan permainannya yang baru akan ia lakukan.

Baekhyun mengambil musik box lalu menyalakan musik-musik nge-beat yang membuat badannya ingin bergerak kesana-kemari.

Hyung, aku ingin bergoyang!” teriak Taehyung di tengah kerasnya suara musik pop yang berputar.

“Itulah yang kumaksud. Mari bergoyang!” Baekhyun mulai menggerakkan badannya mengikuti irama musik pop itu. Tangan Baekhyun yang sedari tadi masih mengeluarkan pendar cahaya berwarna-warni, membuat keduanya seperti berada di tempat orang dewasa mabuk-mabukkan.

“Bukankah ini seperti kita sedang disco?” tanya Taehyung kemudian.

“Bagaimana kau bisa tahu?” Baekhyun menjawab pertanyaan adiknya dengan tetap menggoyang-goyangkan tubuhnya.

“Hihihi, bukankah Taehyung ingin menjadi sang namja?”

Baekhyun mengacuhkan pernyataan adiknya ini, mereka berdua terlalu larut dalam kesenangannya tersendiri. Entah sudah beberapa kali mereka saling menubrukkan bokongnya satu sama lain.

Ini sudah larut malam, tapi mereka seakan tak kenal lelah. Mereka terus saja menggerakkan badannya, merasa mereka sedang berdisco. Untunglah, mereka berdua tak benar-benar tahu apa disco itu sebenarnya.

Mereka hanya berjoged, right?

HYUNGG, INI SANGAT MENGASYIKKAN!!”

“HAHAHA! KAU BENAR…”

Cklek

“Baekhyun? Taehyung? Apa yang kau lakukan di sana?”

“…” Baekhyun dan Taehyung tetap pada irama musiknya,

“BAEKHYUN! TAEHYUNG!”

Sumpah serapah digumamkan Baekhyun, ia tak pernah sekaget ini selama hidupnya. Ia terkejut, sekejut-kejutannya, ulangi lagi ia benar-benar kaget atas kejutan ini. Pelipis Baekhyun sudah berkeringat dingin.

Dengan seribu satu cara ia mencari cara tercepat mematikan music box di hadapannya. Tak lupa, ia harus mematikan cahaya di tangannya. “Eom- Eomma…” panggil Baekhyun pelan sekaligus tergagap.

Taehyung yang takut memilih bersembunyi di balik badan Baekhyun, ia tak pernah melihat bibinya berteriak seperti tadi.

“Taehyung segera tidur ke kamarmu segera! Ini sudah larut malam.” Perintah Nyonya Byun ke keponakannya tersebut.

“Ini bukan salah Baekhyun hyung…” ujar Taehyung pelan dan segera berlari secepat kilat menuju kamarnya.

Eom- eomma, tak me-memarahi-ku?” tanya Baekhyun hati-hati, dengan susah payah ia menelan ludahnya.

“Sudah, Baekhyun tidur dulu, ini sudah malam. Besok akan kunasihati kalian berdua,” Nyonya Byun segera keluar dan menutup kamar anaknya.

Baekhyun kemudian merangkak ke kasurnya, membaringkan tubuhnya, dan menenggelamkan dirinya dalam selimut. Karena sudah terlalu lelah, ia segera tertidur pulas. Ia tak akan tahu apa yang terjadi esok hari.

***

Baekhyun tersenyum mengingat kejadian konyol masa lalunya, bisa dikatakan Baekhyun merupakan anak yang tidak bisa diam. Ia ingat keesokan hari setelah kejadian itu, ibunya menasihati Baekhyun dengan sangat dinasehati. Menurut Baekhyun, ibunya sedikit marah.

Kenangan yang tak terlupakan di kehidupan Baekhyun.

-End-

Thanks for reading^^

Comment please…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s