I Like You (chapter 7)

I Like You

part: 7 “I’m not do anything or waiting, and it comes again”

Author: lilimissro

Cast    :

Kai (EXO)

Sehun (EXO)

Chanyeol (EXO)

Byun baekhyun (EXO)

OC (original caracter)

Sub cast :

Do kyung soo (D.O EXO)

Luhan (EXO)

Genre : romance, friendship, school life.

Length : chapter.

‘hal yang buruk selalu datang disaat yang sempurna’

Author POV

Pagi hari itu Sehun datang kesekolah terlalu cepat dari biasanya. Semalam ia membantu Ha young, sepupunya yang juga adalah mantan Chanyeol –sahabatnya. Ha young memang tidak pernah serius berhubungan dengan siapapun, dan Sehun sudah memperingatkan Chanyeol agar tidak terlalu mencintai Ha young yang pada akhirnya yeoja itu pasti akan menyakitinya.

Namun seolah dunia di jungkir balikkan dalam satu putaran Ha young tiba-tiba menelfonnya kemarin, sambil menangis tersedu-sedu. Mengatakan jika ia tak bisa melepas Chanyeol untuk alasan apapun. Sehun akhirnya sadar, Hayoung tidak bercanda dengan ucapannya dan bahkan ia membentak Sehun karna menjawab telfonnya seperti orang bodoh.

Dan ia juga mendengar jika Chanyeol mulai menyukai Yun yoo. Ia tak bisa membiarkan Yun yoo menjadi tempat pelampiasan Chanyeol sekalipun raut wajah dan ekspresi Chanyeol terlihat sangat tulus. Chanyeol bisa saja membohongi dirinya sendiri untuk menyukai Yun yoo.

“Sehun-ah!!! Aku tidak bisa melepas Chanyeol!! Aku mencintainya. Dan sekarang aku dengar dia mengajak Yun yoo, teman Min seo itu ke bioskop!! Secepat itukah dia melupakanku? Tolong bantu aku! Aku tidak ingin dia melupakanku secepat itu.”

Teriakan dan isakan sepupunya itu terngiang kembali di telinga Sehun. Saat itu kira-kira saat ia, Luhan, dan Baekhyun sedang mencari baju untuk Baekhyun dan merencanakan acara kecil-kecillan untuk Seol hwa yang menghabiskan seluruh tabungan Baekhyun dan juga pinjaman dari Luhan. Sehun tak sempat berpikir apapun dan segera mengiyakan permintaan Ha young yang terdengar seperti lolongan pengemis di pinggir jalan yang tak mendapat sedikitpun empati dari pejalan kaki. Suaranya terdengar sangat menyedihkan. Dan Sehun tak kuat mendengarnya.

Lay tiba-tiba masuk saat Sehun tengah asyik bertopang dagu sambil mengingat setiap lembar dari ingatannya kemarin hingga tak menyadari keberadaan Lay. Lay menatap Sehun penuh tanda Tanya, biasanya Sehun tidak pernah berpikir atau melamun seperti itu. Dan biasanya juga ia datang tepat saat bel masuk berbunyi.

Lay duduk di depan Sehun sambil menyeringai, “Hei! Jangan melamun!”

Sehun langsung terlonjak dan memegangi dadanya karna ternyata Lay berhadapan cukup atau bisa dibilang terlalu dekat dengannya. “Kamjjakiya! Kenapa kau.. ah mengagetkanku saja! aisshh!! Aku hampir gila. Kupikir kau homo karna wajahmu terlalu dekat denganku!!” racaunya reflex tanpa berpikir apa yang ia ucapkan sebagai bentuk kekagetannya. Lay terkikik, “Kenapa melamun seperti itu? Ada masalah?”

Sehun menggeleng, “Bukan-bukan masalah. Tapi kejadian beruntun yang aneh. Begini, aku menyukai seorang yeoja. Ternyata seseorang mendahuluiku mendekatinya, aku kesal sebenarnya, tapi dia temanku jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi, tiba-tiba sepupuku menelfon dan bilang mereka (yeoja yang kusukai dan Temanku) mulai kencan.. aku syok dan hanya menanggapi seperti orang bodoh. Namun, aku lupa jika ternyata sepupuku itu mantan pacar temanku dan dia ingin kembali bersama temanku itu sebelum terlambat dan aku membantunya sebisaku. Huff..” Sehun menghela nafasnya lega. Akhirnya ia bisa juga menceritakan hal ini pada seseorang. Ia juga merasa sedikit resah jika ternyata Chanyeol tahu apa yang ia lakukan dia ia tak menyukainya.

“Iya, memang aneh.” Lay mengangguk cengo. “Tapi itu lebih baik dari kisahku.” Kemudian Lay tersenyum miris. “Jika kau mendengarnya, mungkin kau bisa mengadaptasi kisahku ini di novel. Terlalu menyedihkan dan mendayu-dayu. Bahkan kau mungkin tak akan percaya jika aku memang mengalaminya.”

Sehun mengangkat alisnya penasaran, sepertinya menarik. “Ceritakan, ceritakan.” Tuntutnya sambil menarik-narik almameter Lay. Lay tersenyum, menunjukkan lesung pipinya dan menangguk.

“Saat itu umurku 15 tahun dan aku sudah memasuki kelas akhir sekolah menengah. Kau ingat kan jika saat itu aku masih di china? Nah, pada minggu pertama semester satu ada murid pindahan. Dia campuran Korea-amerika. Dia gadis yang sangat mengganggu-“

“Tunggu dulu, ini kisah cinta?” potong Sehun. Lay mengangguk dan kembali menerawang masa lalunya. “Walaupun dia sangat mengganggu. Eh, pertama-tama kau harus berjanji padaku tidak akan menceritakannya pada siapapun oke?”

Sehun mengangguk dan Lay melanjutkan ceritanya. “Walaupun dia sangat mengganggu, kau tahu kan kenapa aku langsung menyukainya? dia juga sangat cantik. Aku rasa saat itu aku hanya menyukai fisiknya saja, jadi aku tidak berniat untuk memulai hubungan apapun dengannya.”

“Bahkan, saat pertama kali dia datang hari itu aku adalah satu-satunya siswa yang mengerjai dan membullynya habis-habisan. Dia kusuruh kesana-kemari, juga kusuruh menghafalkan kosa kata china yang bahkan aku tidak bisa mengejanya. Dan.. membasahi lokernya dengan air selokan. Aku sangat jahat ya saat itu..” Lay terkikik. Sehun mengangguk dan memandang Lay sinis. ‘ternyata Lay juga memiliki sisi jahat dalam dirinya.’ Batin Sehun.

“Tapi kau tahu kenapa aku melakukannya? Aku malu mengakui jika aku menyukai gadis itu saat pertama kali bertemu. Dia memang mengganggu, tapi dia perhatian dan tidak akan membiarkan orang lemah terluka. Dan dia tahu jika aku bukanlah makhluk lemah dikelas. Dia.. kemudian mengacuhkanku sama seperti yang ia lakukan pada berandalan sekolah lainnya.”

“Tapi tidak mungkin untuk waktu yang lama.. kau orang yang baik Lay.” Ujar Sehun dengan polosnya. Lay tersenyum kering dan mengiyakan ucapan Sehun.

“Ya, kau benar. Dia memang tidak mengacuhkanku untuk waktu yang lama. Karna saat festival malam tahun baru, kami mulai berpacaran.” Sehun membulatkan matanya. Secepat itu kah? Bagaimana bisa mereka bersama?

“Tapi..” lagi-lagi Sehun mengulang kalimat itu. “Bagaimana bisa?”

Lay tertawa lagi, “Setiap hari aku datang kerumahnya, berteman baik dengan kakak-kakaknya dan mengatakan jika aku sangat menyukai gadis itu. Aku selalu mengantarnya pulang hingga suatu saat dia bilang jika aku terus seperti ini lama-lama dia tidak bisa hidup tanpaku lagi. dia memang terlihat polos dan aneh, tapi.. itulah daya tariknya.”

Sehun menerawang. Deskripsi Lay hampir mirip dengan seseorang.. tapi siapa ya?

“Akhirnya aku jadi budaknya.” Lay tertawa lagi. “Dia tidak pernah memperlakukanku dengan baik sekalipun aku ini pacarnya keke. Aku pikir mungkin itu karna dendam masa lalu. Dan.. suatu hari saat musim semi datang dan kami sudah lulus, dia beserta keluarganya pindah ke negara lain. Aku tak tahu dia pergi kenegara mana karna..”

“Dia pergi tanpa kata perpisahan. Aku yakin ia tak mengatakannya karna berharap mungkin suatu saat kami bisa bertemu lagi. aku belum bisa melupakannya hingga saat ini. aku rasa kau juga akan merasakan hal yang sama jika kau sudah jatuh cinta.” Lay tersenyum lagi dan menutup ceritanya yang pada kenyataannya berakhir sedih itu.

“Benarkah? Cham, sepertinya aku mengenal seseorang yang kau ucapkan itu. Bolehkah aku tahu namanya?” Tanya Sehun penasaran.

“Namanya..”

“SEHUN~~~ LUHENN~~ AKU CINTA KALIAN!!” tiba-tiba terdengar suara teriakan Baekhyun dari pintu kelas. Ia datang bersama Luhan dan langsung datang menciumi Sehun. “Yak! Sudah berapakali aku bertemu dengan homo hari ini hah?!” teriak Sehun sambil meronta.

Lay, yang hendak membuka mulutnya langsung menutupnya lagi dan tersenyum melihat teman-temannya.

**

“Jangan kencang-kencang, nanti tidak bisa di lepas lagi!!” teriak Yun hee histeris melihat Yun yoo mengikat kencang rok Min seo. Min seo mengalami pertumbuhan yang cukup pesat akhir-akhir ini. berat badannya bertambah 5 kilo dan kini Yun hee dan Yun yoo sedang berusaha memasangkan rok sekolah di pinggang Min seo sedangkan yeoja itu menangis.

“Huwaa.. 5 kilo? Ah, mengerikan!! Apa hanya dengan makan pizza dan burger di tengah malam bisa membuat bencana seperti ini????” teriak Min seo sambil menangis. mereka berempat berada di kamar Min seo. Satu orang lagi adalah Seol hwa yang sudah terjangkit virus mematikan Baekhyun. Yun hee merasa kawannya yang satu itu benar-benar sudah gila.

‘angkat telfonyaaaAA~~’ nada dering ponsel Seol hwa berbunyi. Mereka bertiga yang masih sibuk mengaitkan peniti disana-sini langsung memandang Seol hwa. Seol hwa mengangkat ponselnya dan mengeja nama Baekhyun sambil berbisik. Yun hee memutar bola matanya, Yun yoo pura-pura sibuk dan Min seo langsung menunjukkan daftar nomor namchinnya yang berpuluh-puluh dengan bangga.

Seol hwa mengangkat telfon dan tersenyum, “Hai.”

Yun yoo memasang ekspresi muntah.

“Aku di rumah Min seo.. ada sedikit masalah.”

“Kau sudah sampai di sekolah? Baiklah, nanti kita bertemu lagi.”

“Apa? Baiklah.. annyeong.”

Yun hee langsung memandang penasaran Seol hwa saat yeoja itu menutup telfonnya. “Dia bilang apa?”

“Dia hanya ingin bertemu denganku.” Ujar Seol hwa senang. Yun yoo memutar bola matanya dan kembali memperbaiki pakaian Min seo. “Heh, Min seo. Kenapa sekarang kau jarang sekali pergi bersama Ha young?”

“Hayoung?” Min seo mengangkat alisnya dan mengangkat bahu. “Dia sudah kembali bersama Chanyeol. Hidupnya bahagia lagi dan aku diacuhkan.”

Serentak saat mendengar ucapan Min seo, Yun hee, Seol hwa dan Yun yoo langsung saling berpandangan dan menatap Min seo. Min seo tiba-tiba teringat sesuatu dan membelalakkan matanya, “Oh, ya. bagaimana bisa ia kembali bersama Chanyeol jika kemarin malam Chanyeol pergi bersama Yun yoo?”

Kini Yun yoo dan Seol hwa yang saling berpandangan sambil melemparkan tatapan rahasia mereka akan kemarin malam. Sayangnya Yun hee merasakan hal itu, “Ada yang kalian sembunyikan, Yun yoo, Seol hwa?” Tanya Yun hee sambil menyipitkan kedua bola matanya.

“Tidak. kami juga bingung.” Bohong Yun yoo. Seol hwa tersenyum melihat ekspresi sok polos Yun yoo yang sangat membantu disaat-saat seperti ini.

“Baiklah.. aku percaya.” Jawab Yun hee ragu.

**

Yang da POV

Ujian, ujian, ujian!! Bagaimana ujian datang secepat ini?! aku belum siap, astaga! Kemana semua teman-temanku itu? Kenapa tidak ada yang mengingatkanku? Ah, mereka benar-benar..

Kemarin malam aku pergi kerumah nenekku di ilsan. Dan tak ada satupun telfon atau pesan masuk di handphoneku. Tak ada. sebenarnya apa yang terjadi pada teman-temanku ini? biasanya mereka selalu menghubungiku untuk mengingatkan jika ada ujian atau semacamnya, tapi ini?

Memang tidak ada satupun teman yang menelfonku atau mengirimi pesan, tapi untungnya kemarin malam Kai mengingatkanku dan aku hanya sempat belajar sedikit pagi ini. oh,ya darimana namja itu mendapatkan no telfonku? Mencurigakan.

Ah, untungnya ada Yun yoo melintas dihadapanku. Tunggu, siapa dibelakangnya itu? Kenapa namja itu mengikuti Yun yoo di koridor sekolah? “Yun yoo-ah!” sapaku dan segera berjalan kedekatnya.

“Apa? Ada masalah apa??” Tanya Yun yoo bingung saat kugeret menjauh dari namja yang berdiri di belakangnya itu. Setelah kurasa kami sudah cukup jauh, aku berhenti menggeretnya. Yun yoo mungkin berpikir jika aku gila. Terlihat jelas dari ekspresinya.

“Apa yang kau lakukan Yang da-ah?? Kenapa menggeretku seperti itu??”

Sstt, aku mengisyaratkan yeoja itu diam dengan jari telunjukku. Yun yoo malah memandangku takut. Sebelum ia sempat berteriak aku langsung berbisik, “Ada seseorang yang mengikutimu. Apa kau dari tadi memang sendirian??”

“Tidak.” jawab Yun yoo spontan, “Tadi aku bersama teman-teman, tapi aku kekamar mandi sebentar. Eh, benarkah aku diikuti??” seketika raut Yun yoo memucat. Cih, kenapa baru sekarang dia takut??

“Iya, kau diikuti.” Jawabku malas.

“Seperti apa dia??”

“Siapa??”

“Yang mengikutiku!!?”

“Oh,” aku membulatkan mulutku. “Dia tinggi, Kulitnya pucat, dan dia memakai jaket merah. Sepertinya itu jaket anggota basket..”

“Dia tampan??”

“Mana aku tahu, aku tidak melihat wajahnya!!”

“Ah, itu pasti Sehun. Memang dia ada urusan denganku?? Aku harus menemuinya.” Apa yang yeoja ini pikirkan??! Menemui penguntitnya?? Apa dia gila?

“Andwae!!” teriakku. Yun yoo langsung berbalik dan menatapku cengo, “Kenapa kau berteriak seperti itu?? Aku hanya ingin bertemu dengan temanku.” Yeoja itu mengerutkan alisnya. Siapa? Penguntit itu temannya? Sejak kapan dia berteman dengan laki-laki??

Sebelum aku sempat menanyakannya, Yun yoo sudah menghilang dibalik kerumunan siswa-siswi di koridor. Aku menghela nafasku dan beranjak kembali kekelas, aku langsung berjengit kaget melihat Kai berada di belakangku sedari tadi sambil menatapku penuh tanda tanya.

“Apa yang kau lakukan?? Mengagetkan saja.” aku mengelus dadaku kaget.

Kai yang mungkin tahu apa yang kami berdua bicarakan tadi mengerutkan alisnya dan menatapku bingung, “Kenapa Yun yoo tidak boleh bertemu Sehun?”

Aku langsung terdiam. Kai juga mengenal Sehun? Memangnya siapa dia? “Bukannya begitu Kai-ah. Hanya saja tadi namja yang mungkin bernama Sehun itu mengikuti Yun yoo di koridor sekolah. Tentu saja aku takut, aku pikir dia mungkin ingin mencelakai Yun yoo.”

Kai langsung tergelak, “Tidak mungkin Sehun melakukannya. Dia kan menyukai Yun yoo.”

“Benarkah? Tapi sepertinya tidak, Yun yoo kan..”

“Aneh maksudmu? Ya, dia memang gadis teraneh di dunia ini. tapi itulah yang membuat Sehun menyukainya.”

Eh, tunggu dulu. Apa arti menyukai yang Kai sebutkan ini? “Sehun menyukai Yun yoo sebagai apa? Jangan-jangan dia hanya ingin mempermainkannya.”

“Tidak. sehun menyukainya tapi belum bisa dikatakan jatuh cinta. Tidak seperti aku yang langsung jatuh cinta..” Ujar Kai malas sambil menggaruk tengkuk. Memangnya dia jatuh cinta dengan siapa?? Aku tidak pernah mendengarnya dekat seorang yeoja manapun selain..

yah, selain aku.

“Apa maksudmu Kai??” tanyaku sambil tersenyum simpul yang sudah mati-matian kutahan. Kai ternyata tahu jika aku menyadarinya dan langsung menggeleng-nggeleng aneh. “Tidak, ah, sudah lupakan saja..” dan langsung berlari meninggalkanku.

**

Author POV

Yun yoo langsung melesat menuju kelas Sehun dan tidak menemukan Sehun di kelasnya. Ia hanya melihat sekumpulan namja di pojok kelas dengan Baekhyun diantaranya. Yun yoo mengerutkan alisnya sambil menimbang-nimbang akan memanggil Baekhyun atau tidak.

Saat Yun yoo masih sibuk berpikir sambil berdiri di depan kelas, Baekhyun menyadari keberadaanya dan langsung berteriak dari pojok kelas, “Hei, sedang apa kau disini??”

Yun yoo langsung menunduk malu karna Baekhyun meneriakinya seolah dia adalah pencuri dan kini semua teman Baekhyun memandangnya. Yun yoo berdecak dan akhirnya mengangkat wajahnya hendak menanyakan keberadaan Sehun. Namun tiba-tiba wajahnya mengeras dan ia terdiam membeku seketika saat melihat teman-teman Baekhyun. Lebih tepatnya salah satu temannya.

“Hei, kau kenapa seperti itu???” Tanya Baekhyun bingung tanpa menyadari salah satu temannya juga berekspresi seperti Yun yoo.

“Yi, yi, Yi xing?” ujar Yun yoo terbata-bata. Ia kemudian menggigit bibirnya sendiri sambil menahan sesuatu. Entah menahan air matanya atau menahan sebuah kalimat yang hendak ia ucapkan.

Baekhyun yang merasa diacuhkan langsung menengok kesana-kemari sambil mencari seseorang yang Yun yoo maksud. Matanya terpaku pada Lay yang terdiam kaget dan tatapan matanya tertuju pada Yun yoo.

“Apa yang terjadi sebenarnya ini???” Tanya Luhan yang sedari tadi menjadi penonton. “Yi xing? Bukankah itu namamu saat di China, Lay??”

“Lay??” Tanya Yun yoo bingung. “Kenapa kau mengubah namamu??”

“Harusnya aku yang bertanya, dari mana saja kau selama ini? kenapa kau tidak pernah mengucapkan selamat tinggal padaku??” Tanya Lay mulai berkaca-kaca.

“YA~ kau ini namja.. kau tidak boleh menangis… YAAAKK!! Jangan mempermalukanku!”

Lay langsung berdiri dan berlari menuju Yun yoo yang masih berada di pintu kelas. Tanpa berkata-kata ia langsung memeluk yeoja itu. “Kau tahu berapa lama aku menunggu hari ini terjadi?? Kenapa harus hari ini? kenapa kau tidak kembali sejak dulu??”

“A,aku.. maaf.” Lirih Yun yoo terbata-bata dan mulai terisak seperti Lay.

“Maafkan aku..”

To be continue

One thought on “I Like You (chapter 7)

  1. owh.. ternyata cewek yg lay ceritain itu adalah yoonyuo_O gimana nih reaksi sehun kalo dia udah tau. chanyeol? beneran udh balikan ama hayoung?
    geli banget ama yang da pas ketemu ama jongin😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s