Our Disease (Chapter 2)

disease poster
Title : Our Disease # 2
Author : huntom61
Genre : fluff,romance,sad/?
Rating : PG-15 karena mengandung beberapa kata yang kurang sopan dan satu adegan yang terlalu
mesra/? Tapi nggak ada ydg nya kok.
Main Cast : Oh Sehun as Sehun
You as Yoo Cheonsa (OC)
Other : Han Saebyeol
Shin Minri
Yoo Sunji
Length : Chapter

Disclaimer : All characters belong to God and his/her family.I wrote it by myself,sorry for typo(s),bad story,or similarity of the plot.Wish you to leave your comment for my story.Even you SiDers,it’ll be my pleasure that you spent your time just for read my weird imagine.No Plagiarism
Author’s Note :Untuk para readernim..akhirnya aku lanjutin ini ff/? Makasih buat chingudeul yang uda mau RCL di chapter kemaren..Pokoknya semakin banyak komentar atau like,ya semakin semangat juga author buat lanjutinnya. Tetap RCL buat ff ini ya..biar bisa buat chapter yang lebih baik..^^~
Happy Reading~~~~
Summary :
Ketika putus asa,sebuah sinar yang terang datang.Di balik sinar,tersembunyi bayangan gelap.Selembar kekotoran putih yang membawa keajaiban.
OUR DISEASE#2
CHEONSA’S POV
KRIIIING~~~!!!
Suara bel tanda masuk berbunyi… Aku yang tadinya telah ditinggal oleh Sehun memutuskan pergi menuju Sae Byeollie yang pastinya berada di kantin dan sedang menghabiskan seluruh makanan disana.Bila perlu,piringpun mereka makan.
“Waaahh..itu Yoo Cheonsa..”
“Aku ingin berfoto dengannyaa..”
“Apa dia operasi plastik? Bila iya,aku akan mendatangi dokter operasi plastiknya.Dia sungguh cantik..”
Hah?Operasi Plastik? Aku masih percaya kepada Tuhan,jadi aku sangat bersyukur dengan apapun yang Ia berikan padaku.
Akupun melirik,dan sontak terdengar
“Kyaaaaa!!! Dia melihat padaku..!”
Aigoo…lucu sekali mereka?Bagaimana bisa mereka mengagumiku yang bahkan tak bisa tersenyum tulus seperti mereka.
“C-Cheonsa Sunbae… Annyeonghaseyo… A-apakah aku boleh ..m-meminta..”
Tiba-tiba seorang adik kelasku beserta teman temannya berdiri didepanku dengan membawa Handphone,buku,beserta pulpennya.. Hahahahah.. Kalo boleh,bisakah aku tertawa disini?Bukan untuk mengejek..Tapi karena wajahnya yang lucu..memerah seperti Tomat yang terlewat matang.
“Ne?Jega dowadeuril su issnen il I isseulkkayo? (apakah ada yang bisa saya bantu?)” Tanyaku dengan wajah senyum pepsodent..
Yang tentu hanya tulus kusampaikan untuk orang yang mengagumi diriku dan mau menampakkan senyum berharga mereka hanya untukku yang tidak mereka kenal dan penuh akan kekurangan ini.
“e-e… “
Ommona…Aku tak bisa menyembunyikan wajah senyumku yang sedang menahan tawa setengah mati.
“Waegurae??(kenapa??) mm.. “
Aku melihat name tag yang terpasang di seragamnya
“TaeRinssi… malhaebwasseoyeo…(tolong katakan)” Bujukku.
“E..Cheonsa Sunbae… j-jeon dangsinwi fan ida..(Aku adalah fansmu) B-bisakah kau menandatangani buku ini?” Tanya seorang adik kelasku dengan name tag Bang Tae Rin itu.
“Aaah… Arrasseo… aku akan menandatanginya untuk adik kelasku yang lucu dan merah ini..” Jawabku yang disambut oleh wajah Taerinssi yang bertambah merah.
Akupun menandatangani buku Tae Rin dengan senang hati.
“Ini.. Aku harus buru-buru mencari temanku..Annyeong~” Kataku dengan memberikan bukunya dan pergi berlari.
“N-ne..Gomawo Sunbae..!” Teriak Tae Rin.
Kkkkkk… ada ada saja mereka itu.
Tiba-tiba….
“BAAAAAAAA!!!!!”
“Ommooo!!” Teriakku yang langsung jatuh karena kaget akan suara yang mengagetkanku itu.
“BRUK!!!”
“Aish…Appoo… yakk!! Byeollii!! Kau mengagetkanku bodoh!!” Kataku pada seseorang yang dengan mudah membuatku terjatuh dan terantuk pot.
“Hehehehehe…Mianhae Chinguyaa…” Kata Sae Byeol dengan memasang wajah melasnya.
“Geumanhae!!(Stop!) Jangan pasang wajah seperti itu! Kau taukan kalau aku itu ti-“
“Sssst Sstt Sssstt… Arra Arra..aku mengerti..sudah diam.” Kata Sae Byeol setelah seenaknya menghentikan ocehanku.
Akupun berdiri dan merapikan seragamku.Untung saja aku selalu memakai celana.Bila tidak,apa yang akan terjadi jika rokku tersingkap?Demi bulu hidung Yoo Sunji kakakku!Wajahku akan merah melebihi tomat yang matang!Dan akan terjadi sebuah malapetaka terjadi… Si Kerdil Shin MinRi akan mengabadikan moment itu.Dan besok akan ada berita “ ROK TERSINGKAP SANG CHEONSA” Yang pasti dengan suksesnya langsung menjadi perbincangan hangat.
“Kajja!!Cepatt!! Dokjun Saem sudah dekat!!” Kata Sae Byeol sembari menarik ku ke dalam kelas kami yang jaraknya tinggal beberapa langkah lagi.
“Ne..Ne…Ne…” Jawabku dengan memutar bola mata malas.
———————————————————– At Class—————————————————————-
Dokjun Saem sudah berkicau sejak 1 Jam yang lalu perihal Olahraga,ugh.. aku kurang menyukai Olahraga pada bidang materinya.Mengapa tidak langsung praktek saja?Sialnya,pelajaran Olahraga yang penuh akan materi ini akan berlangsung selama 4 JAM!
“ Oke.. Sekarang,keluarkan kertas dan alat pensil kalian.Dan kita adakan tes kecil seputar materi yang saya sampaikan selama satu jam tadi.” Titah Dokjun saem yang langsung disambut oleh berbagai protes dari para murid perempuan.
Wah,ternyata Dokjun Saem sadar kalau sudah berkicau selama 1 jam.
“Berisik.Siapa suruh mereka ribut dan sibuk akan Oh Sehunssi sampai mulut mereka berbusa.” Kata Sae Byeol dengan membenarkan kacamatanya.
“Yahh..kau tau lah.. mereka seperti apa..” Balasku.
Kalian pasti juga taukan,bagaimana kelakuan sekelompok yeoja predator yang haus akan Cogan? Jangan bohong kepadaku dengan berkata “tidak pernah”.Karena aku dan Sae Byeol akan dengan senang hati menertawaimu hingga air mata kami habis dan memasukkanmu ke dalam kelas ini.
“Oper kebalakang.” Kata Do Min,yang duduk didepanku.
“Ne.”
Akupun mengambil kertas soal itu dan menghadap kebelakang untuk mengoper soal.
AUTHOR POV?
Cheonsapun memutar badannya dan hendak memberikan kertas berisi soal kepada Sehun.Hingga kedua insan itu terperangkap oleh wajah satu sama lain.Mereka menatap manik mata secara tak sengaja.Dan mengembalikan degup jantung mereka.
Deg…Deg…Deg…
3 degup jantung yang terdengar kembali di jantung mereka,yang memiliki irama yang indah.Sontak Cheonsa mengalihkan pandangannya,dan menyodorkan kertas soal itu kepada Sehun.
“I-ini..o-oper kebelakangmu Oh Sehunssi..” Ucap Cheonsa dengan sedikit terbata bata.
“A-ah..N-ne…Gomawo Cheonsassi..” Balas Sehun dengan canggung.
Dengan tak sengaja,seorang namja menyenggol mereka dan membuat kertas kertas itu jatuh.Dengan sigap,tangan Cheonsa mengambil kertas kertas itu.
Deg…
Debaran itu terdengar lagi…
Tangan Sehun dengan tak sengaja memegang tangan milik Cheonsa.Cheonsapun dengan terburu-buru merapikan kertas kertas itu.Hingga tangan Sehun mengeratkan genggamannya terhadap lengan Cheonsa.Manik mata Cheonsapun menatap mata milik Sehun dengan perasaan canggung.
“Apakah..kau..tak mengenalku?” Tanya Oh Sehun.
1 detik…2 detik… 3 detik…
Waktu serasa berhenti.
Hingga…
“Yakk!!Kenapa kalian eoh?!”
Teriakan Min Rin menyadarkan keduanya.Lantas Sehunpun mengambil tumpukan kertas soal itu dan mengopernya kebelakang.Sedangkan Cheonsa membalikkan badannya kembali ke posisi semula dan mulai mengerjakan soal.
“A-ani..” Kata Sehun dengan sedikit terbata.
Deg..Deg…Deg…
“Bagaimana ini?aku tak bisa konsentrasi.. Detak jantung sialan..” Kata hati Cheonsa dan Sehun,bersamaan.
—————————————— 1 JAM BERLALU—————————————————————–
“Baiklah.silahkan dikumpulkan.Segera ganti baju kalian,dan turun ke lapangan basket untuk Tes Kebugaran Jasmani!” Titah Dokjun Saem.
Semua siswapun mengumpulkan hasil kerja mereka beserta lembar soal di meja guru.Mereka langsung mengambil baju olahraga sekolah mereka,dan melenggang keluar.
“Cheonniee… Kau tidak kembali ke kelas?” Tanya Sae Byeol yang hendak kembali kelas dengan meneteng tas berisi baju seragamnya.
“Ani..sepertinya aku akan ke UKS sebentar,mengambil obat … Hari ini sangat dingin.. Kau kembalilah dulu..aku hanya sebentar..” Jawab Cheonsa yang sudah lengkap menggunakan baju olahraga dan jerseynya.
“Arrasseo..kalau ada apa-apa,ingat!Call!” Perintah Sae Byeol pada Cheonsa dengan memperagakannya.
“Ne….Aku ke UKS dulu ya..” Pamit Cheonsa.
Cheonsapun pergi kea rah UKS,ia harus melewati sebuat koridor panjang,belok melewati ruang ganti namja,lurus,maka sampailah ia pada UKS.Jauh sekali UKS dari koridor kelasnya,untuk saja masih tersisa waktu 15 menit.Tiba-tiba,Cheonsa mendengar suara tawa kecil segerombol yeoja di belakangnya yang terdengar aneh.
“Aneh sekali mereka…Ah biarlah..” Kata Cheonsa dalam hatinya dengan tenang,
Kini Cheonsa melewati ruang ganti namja.
“Braakk!!!”
Baru saja Cheonsa melihat tanda UKS sudah dekat,dan sekarang ia didorong dan jatuh dengan kerasnya untuk kedua kalinya.Ckckck…Betapa sialnya hari ini bagi Cheonsa.
“Aakk..baru saja tadi aku jatuh karena Sae Byeol,sekarang jatuh lagi.Sial sekali hari ini?” Rintih Cheonsa dengan memegang kepalanya yang terantuk meja.
“Cheonsa?” Terdengar suara berat seorang namja yang memanggil nama Cheonsa.
“eoh?sepertinya aku kenal suara ini?” Kata Cheonsa sembari mengangkat kepalanya menghadap sesosok namja berkulit putih susu didepannya.
Dan kini,mata Cheonsa yang indah membulat dengan sempurnanya setelah melihat pemandangan didepannya.
“Kyaaaaaaaa!!!!!Ooh Sehunsssiiii!!! Apa yang kau lakukan disini dengan penampilan seperti ituuu!!!!!??” Teriak Cheonsa dan menutup matanya dengan kedua tangannya.
“Hhh.. Yoo Cheonsassi..seharusnya aku yang bertanya padamu,kenapa kau ada di ruangan ini?” Tanya Sehun dengan santai dan berkacak pinggang,seolah menunjukkan bahwa bila dada bidangnya itu terekspos di depan seorang yeoja adalah hal yang lazim.POLOS?! Ya..itu lah yang membuat Cheonsa berteriak,ia melihat Oh Sehun hanya menggunakan celana olahraganya.
“M-Mwo!? Kenapa aku bisa disini?!” Tanya Cheonsa setelah melihat papan bertuliskan “Ruang Ganti” yang pasti bukan ruang ganti untuk yeoja.
“Mana aku tahu.” Balas Sehun dengan masih berkacak pinggang.
“Pasti kelakuan para yeoja tadi! Arghh..” Erang Cheonsa yang tengah berusaha membuka paksa pintu yang tertutup rapat.
“AKAN KUBUNUH KALIAAAAAAN YEOJA YEOJA TENGIIK!!!” erang Cheonsa dengan sumpah serapahnya.
“Kecilkan suaramu Cheonsassi…” Tenang Sehun.
“ Akan kutendang pintu ini…minggirlah..” Kata Cheonsa nekat dengan memasang kuda-kuda taekwondonya.
“Kau ingin diskors?” Tanya Sehun dengan santainya.
Sebuah bayangan mengerikan,tentang diskors,diserang oleh fans seorang Oh Sehun,dan berbagai kejadian menyeramkan lainnya yang mungkin akan terjadi bila Cheonsa merusak pintu itu muncul di pikiran Cheonsa dan sukses membuat bulu kuduknya bergidik ngeri.Demi bau badan Yoo Sunji,Cheonsa masih waras untuk takut akan hal-hal seperti itu.
“Hhhh… Uri ottohkae?? (Kita Bagaimana?)” Putus asa Cheonsa.
Beberapa waktu berlalu dengan suasan hening.. Hingga akhirnya Cheonsa membuka suaranya.
“Mmm..Jogiyo…Oh Sehunssi..bisakah kau pakai kaos olahragamu??” Kata Cheonsa dengan membelakangi Sehun.Siapapun pasti tahu bahwa wajah Cheonsa kini semerah kepiting rebus kesukaannya.Apalagi bila Sae Byeol melihat wajahnya saat ini,pastilah Sae Byeol tengah sekarat karena tertawa saking kerasnya.
“Mwo?Kau memanggilku apa?” Kata Sehun.
“T-Tolong gunakan seragam olahragamu dulu,Mr.Oh.” Jawab Cheonsa tanpa menjawab pertanyaan Sehun dengan membelakangi dan menghindari Oh Sehun.?
Sehun mulai merasa geram karena Cheonsa terus membelakanginya.
Bruk!
Sehunpun memojokkan badan Cheonsa,dan mempersempit jarak antara mereka.Sehun mendekatkan wajahnya menuju wajah Cheonsa,hingga wajah mereka hanya dipisahkan sebuah jarak kecil sepanjang 5 cm.Terpaan nafas Oh Sehun terasa sangat jelas mengenai wajah Cheonsa.
“M-mwo-”
“Ssst…diamlah.” Sela Sehun dan menempalkan telunjuknya didepan bibir Cheonsa.
“ Kau panggil aku apa tadi?” Tanya Sehun dengan suara beratnya.
“O-Oh Sehunssi…” Jawab Cheonsa dengan terbata-bata.
“ Panggil aku Oh Sehunssi lagi,maka aku akan menciummu..” Kata Sehun.
“Oh Sehunssi wae-“
Cup.
1 kecupan memutus perkataan Cheonsa.
“Panggil aku Oh Sehunssi lagi,maka aku akan menciummu lagi.” Kata Sehun dengan tenang.
“L-lalu aku harus m-memanggilmu apa?” Tanya Cheonsa dengan jantungnya yang bergemuruh.
“Sehun.Arra?” Titah Sehun.
“N-Ne..Oh Se-..m-maksudku Sehun…” Jawab Cheonsa dengan canggung.
“Baiklah.Ayo kita keluar dari ruangan ini.” Kata Sehun setelah melepaskan Cheonsa dan mengenakan kaos olahraga miliknya.
Cklek! Dengan mudahnya Sehun membuka pintunya setelah mengeluarkan sebuah kunci cadangan.
“Mwo?!Kenapa kau tak mengatakan dari tadi?!”
Sehunpun melenggang pergi dengan santainya.
“SEEEHUUUNN!!JUGYEO BEORIL GEOYAAA!!!(Aku akan membunuhmu)” Teriak Cheonsa,Sehun yang mendengarnyapun hanya tertawa kecil.
——————————————————— Lapangan Basket——————————————————
CHEONSA’S POV
Huh!Oh Sehun menyebalkan! Bagaimana bisa dia merampas first kiss ku yang berharga ini dengan mudahnya?!Awas kau Oh Sehun!!Aku akan membunuhmu!!!
Entah kenapa,dengan amarah yang kutujukan jelas kepada Oh Sehun dan semangat yang menggebu gebu,semua tes kebugaran jasmani ini kulewati dengan mudah dengan nilai sempurna.Semua menatapku dengan tatapan kagum.Hahahaha,akulah jagonya bila Tes Kebugaran Jasmani!!
Tiba tiba terdengar sesuatu..
‘Pfftt…” Terlihat Oh Sehun tengah mentertawaiku,langsung saja kutujukan death glare mematikanku..
Awas kau Oh Sehun!!!
================================= 30 Minutes Later=================================
Semua tes kebugaran ini telah kami selesaikan,dan kini kami tengah menjalani tes terakhir yang merupakan tes terlama,terpanjang,ter membuat capek,ter menyebalkan.. Yaitu marathon,rute marathon kami melewati hutan dibelakang sekolah kami.
Entah kenapa,semuanya terasa tak jelas dimataku… Ani-ani ani…! Kumohon…Jangan disini.. Aku tengah berada di sebuah wilayah di hutan belakang sekolah..! dan tak ada orang disini kecuali iblis menyebalkan itu…!Oh Sehun!! Kenapa para siswa lain lama sekali sih larinya?
Tiba-tiba,Oh Sehun menyalipku dan berkata.
“Apa kau capek kucingku?”
Mwoo??!! Goyangii??! (Kucing?!?!?)
“Pergi kau.” Kataku dengan ketus.
“Aigo..garang sekali kucingku ini..geurae,pai pai!!” Kata Sehun dan berlari menjauh.
Cepat sekali dia berlari,kini mataku sudah tak bisa menangkap bayangan dirinya…Pasti para siswa lain dibelakangku tengah berhenti untuk beristirahat..Dan kini aku sendiri disini.
Peluh membanjiri pelipisku.
Dadaku begemuruh tak terkontrol tanpa sebab.
Rasa pening menjalari diriku.
Bruk!!
Aku tak dapat merasakan badanku lagi…Badanku tergeletak tak berdaya.Hingga sekelompok orang menghampiriku.
“wah wah…kau kenapa miss?Apakah tersesat?”
“Kau sendiri ya?Lebih baik bermain bersama kami saja nona cantik..”
“Hmm..sebaiknya kami apakan dirimu?”
Tangan mereka mulai menyentuhku.
Ya Tuhan…Kumohon,kirimkan seorang malaikatmu untuk menolongku…
Tangan kotor mereka mulai menyentuh wajahku…
Apakah ini akhir dari kehidupanku?Ya Tuhan..Lebih baik kau cabut nyawaku sekarang,agar aku tak merasakan sakit lagi…
Brukk!! Ketika aku di ujung keputus asaan. Terlihat mereka melepasku yang masih tergeletak setelah pening menjalariku.
Samar-samar,aku melihat sesosok namja melawan 3 bandit itu.
Apakah dia bandit yang lain?
Ketika para penjahat itu telah lenyap,dia mendekatiku dengan wajah memarnya.
Tuhan..tolonglah aku… Apakah dia akan menyakitiku seperti yang lainnya?
Tiba-tiba,tangannya memelukku dan berkata,
“Semua akan baik-baik saja…”
“Kau dan aku akan baik-baik saja…”
Suara berat ini… Tuhan..terima kasih,kau masih menyayangiku… Tubuhku bergetar ketakutan,dan air mataku keluar membentuk sungai bening kecil …
“S-Se..Sehun.. Aku takut…” Kataku dengan air mata yang masih mengalir perlahan tapi pasti.
“Tak apa..ada aku disini..” Jawab Sehun dengan masih memelukku dengan erat.
Hangat…dan aman…
“Cheonsaaaaaaaaaaaaa!!” Terdengar teriakan Sae Byeol yang meneriakkan namaku.
Sae Byeol mendekatiku yang masih tergeletak dengan badan yang kaku tak dapat kugerakkan..
Mengapa tubuhku terasa kaku?Tapi tak apa,aku masih bersyukur…Setidaknya,aku masih dapat hidup dan merasakan aman…lagi…
Dan kini,semua suara terasa jauh…
“Sehun..aku mengantuk…”
Dan akupun menutup mataku dengan rasa pening di kepalaku untuk kesekian kalinya…
27 Juni 2015 — Dekapanmu,selalu ku ingat.Ketika tubuhku tergeletak tak berdaya untuk pertama kalinya,kau datang untuk menyanggaku.Hangat…dan aman…
———TO BE CONTINUED——–
Yehet~~ maaf author baru kirim chapter ke 2 disini sekarang.. ceritanya, laptop author rusak.. abis dipinjem sama temen, akhirnya black screen.. huhuhu..
Jadi author cari ngubek ngubek di salah satu grup yang ada ininya..
Ps. Ff ini pernah di publish di salah satu grup rahasia di fb
Doakan kesembuhan laptop author yahh..biar cepet sembuh~!
NB : bagi yang bingung sama arti arti bakor nya.. biasanya author tulis artinya di sampingnya dalan bentuk ( arti )

Iklan

One thought on “Our Disease (Chapter 2)

  1. Gak ngerti sama jalan cerita yg d hutan itu thor
    kenapa tiba2 bisa d serang coba kan masih d sekolah ._.
    Bingung hehehehe
    D tunggu next chap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s