Careless (Chapter 2)

Careless (Chapter 2)

Author: Arira kim

Genre : friendship, love, hurt

Lenght : chapter

rating :

Main cast : oh sehun

Other cast : kim kai, lee yoo bi, exo member

maaf sebelumnya… kayaknya chapter ini bakal gaje bgt deh..! Kalo udah ngerasa lain2 bisa langsung left kok

Kai POV

Chanyeol membantuku keluar dari mobilnya dan menopang tubuhku memasuki rumah. Sekitar 1 jam lalu ia datang menolongku yang tengah terkapar di atap sekolah. Ia membantuku berjalan dan mengantarkanku pulang. Pandanganku masih sedikit kabur hingga saat ini. Kudengar suara nunna-ku memanggil namaku saat kita masuk.

“ Kai? Ada apa denganmu? Siapa yang melakukannya?” tanya nunnaku yang panik melihat kondisiku.

“ Gwaenchana….nunna..” jawabku tersendat-sendat

“ Mwo-ya? Chanyeol-ah baringkan dia disini…!” kata nunna-ku sambil menunjuk kearah sofa.

“ Chanyeol-ah siapa yang melakukannya?” tanyanya geram.

“ Eee… Seh..” belum sempat ia berkata Sehun aku langsung memegang tangannya sembari memberi tanda untuk tidak mengatakannya.

“ Mollaseoyo…nunna!” Jawabnya penuh keraguan.

“ Aish chincha!! Kalau begitu aku akan mengambilkan obat…” Nunnaku pergi meninggalkan kita.

“ YA.. kenapa aku tidak boleh mengatakannya?”  geram Chanyeol menngecilkan suaranya.

“ Semua akan semakin buruk jika nunna tahu Sehun yang melakukannya. Dan aku yakin dia tidak bermaksud melakukannya.”

“ YAA… !!”

“ sudahlah…” jawabku

“ melihatmu seperti ini membuatku tidak percaya lagi dengan kata-katamu tentang Sehun.” Gerutunya lagi.

“ YA lebih baik kau pulang sekarang!”

“ YA aku yang telah menolongmu, apa ini balasanmu dengan mengusirku?” protes Chanyeol

“ bukan itu maksudku, eomma mu pasti khwatir. Ini sudah lewat tengah malam…” hanya satu kelemahan Chanyeol, yaitu omma-nya, ia akan melakukan apapun untuk ommanya mengingat ommanya adalah satu-satunya keluaga yang ia punya saat ini.

“ baiklah, apa kau benar baik-baik saja tanpaku?” jawabnya kecewa.

“ tentu saja.. lagipula nunnaku akan mengurusku dengan baik, jadi jangan khwatir.”

“ Baiklah.. aku akan pulang.” Jawabnya cemberut.

Setelah Chanyeol pergi nunnaku mengobati lukaku dengan wajah penuh kecemasan. Ia tidak menanyakan apa-apa, mungkin karena ia tahu aku pasti akan berbohong. Sebenarnya ini bukan apa-apa. Sebagai seorang namja ,hal ini adalah hal yang wajar hanya saja tingkah laku sehun yang membuatku tak habis pikir ia tega melakukannya. Sebagai ketua kelas aku sering sekali mendapat kabar yang buruk tentangnya dari teman sekelas hingga guru dan aku selalu saja berusaha untuk memperbaiki nama baik Sehun didepan mereka tapi melihatnya seperti itu membuatku berfikir dua kali untuk melakukannya lagi.

∞∞∞

Bel istirahat baru saja di bunyikan. Beberapa anak langsung pergi kekantin ada juga yang menetap dekelas beberapa dari mereka sudah memulai gossip terhangat tentang idola mereka dan sisanya sibuk mengurusi tampilan gaya mereka. Dan satu lagi… Sehun, Tao dan Baekhyun yang masih tertidur lelap di bangku mereka.

Kuputuskan untuk merapikan buku-bukuku dan siap beranjak dari tempat dudukku ke ruang guru untuk melaporkan absensi minggu ini ke wali kelas. Baru saja berjalan beberapa detik dari bangkuku tubuhku tiba-tiba berhenti sejenak. Kudapati gadis itu berdiri di depan pintu sedang mencari seseorang dalam kelas ini. Tak lama kemudian ia tersenyum dan berlari, entah ini hanya perasaanku atau tidak tapi ia berlari ke arahku. Senyumnya sangat hangat. Ia berlari semakin dekat ke araku seakan-akan waktu berjalan sangat lambat saat ini. Sesaat kemudian aku tersadar bahwa ia sudah melewatiku dan kudengar sangat jelas ia berbicara dengan seseorang di belakangku.

“ Sehun-ah bangun…! bangun..” Yoo bi mencoba membangunkan namjachingunya yang tengah tertidur lelap itu.

“ Hemm… chagiya? Ada apa? Bisakah sebentar lagi?” jawab sehun yang masih setengah terbangun.

Kubuat senyum kecil yang ikhlas di wajahku. Sedikit kecewa tapi sudah biasa. Dan kulanjutkan ke ruang guru, bertahan sedikit lebih lama di sini akan membuatku semakin sakit.

Lee Yoo Bi, gadis yang membuat jantungku berdegup sangat kencang saat pertama kali melihatnya di sebuah toko buku 3 tahun yang lalu. Gadis pertama yang mengiburku setelah kejadian paling buruk dalam hidupku hari itu. Awalnya kupikir itu adalah pertemuan pertama dan terakhir dengannya tapi setelah dua tahun lalu ia masuk di SMA kami, ternyata itu bukan yang terakhir kalinya. Ingin sekali rasanya mengatakan “hai” atau “ apa kabar? Kau masih mengingatku?” di hari pertemuan kedua dengannya tapi ku urungkan niatku hingga saat ini  setelah melihatnya dengan Sehun. Entah ia mengingatku atau tidak tapi ku berharap ia mengingat kata-kataku saat itu.

∞∞∞

Author POV

Perlahan-lahan Sehun melangkahkan kakinya di anak tangga menuju lantai berikutnya, matanya tetap fokus pada ponsel yang ia pegang tanpa menghiraukan apapun di depannya. Tidak ada orang lain di sana kecuali suara langkah kaki yang menandakan seseorang sedang menuruni tangga. Hanya selang beberapa detik mereka saling bertemu. Pria itu menghentikan langkah kakinya dan begitu pula Sehun yang terhenti karena pria itu berhenti tepat di hadapannya. Sehun mengangkat kepalanya kesal dan melihat tajam orang didepannya.

“ Yaa… aku sedang tidak ingin berkelahi denganmu, Kim Kai..!!” tegasnya

“ Aku tidak pernah ingin berkelahi denganmu Sehun-ah!”

“ tapi aku sangat ingin menghajarmu saat melihat wajahmu… karena kalau tidak aku tidak akan tenang…”

“ Kalau begitu hajar aku sekarang! Jika itu bisa membuatmu tenang…Ayo!!”

Tanpa berfikir panjang Sehun mengepalkan tangannya dan langsung mengarahkannya ke wajah Kai. Kai terjatuh, rasa sakit, pedis dan kaget menyelimuti Kai. Kai menghapus darah yang baru saja keluar dari ujung bibirnya akibat pukulan keras Sehun. Sehun pergi dengan wajah yang sangat kesal meninggalkan Kai.

“ Sehun-ah, apa maafku selama ini tidak cukup?” Kata-kata Kai menghentikan Sehun kembali.

“ Apa maafmu bisa membuat semuanya kembali?” tanya sehun dingin tanpa berbalik ke arah Kai.

“ Sehun-ah maafkan aku…. jika kau menyalahkanku aku..”

“ Apa aku pernah menyalahkanmu?” tanya Sehun memotong kata-kata Kai.

Kai terdiam dan berfikir tentang pertamyaan Sehun. Sehun kembali melanjutkan langkahnya.

∞∞∞

Kai bangun dari bangkunya dan menuju bangku belakang. Ia mendapati hanya ada dua orang yang sedang tidur di sana.

“ Tao… Baekhyun bangun…!!!” tariak Kai

“ Mwooo….????” teriak kesal keduanya tak mau kalah dari Kai.

“ Dimana Sehun? Kenapa dia tidak masuk kelas?”

“ Molla… dia mengacuhkah kami sejak istirahat tadi…!!” jawab kesal Baekhyun

“ Oh.. kurasa dia bolos..” jawab polos Tao

“ kenapa dia bolos?”

“ mungkin ia menemui ibu di rumah sa..”

“Yaaa….” bentak Baekhyun menghentikan Tao, “ Sudahlah lagi pula apa urusanmu? Kau mau ku hajar lagi?” makinya ke Kai dan pergi menarik Tao meninggalkan Kai.

∞∞∞

Kai mendaratkan dirinnya menduduki meja-meja yan tersusun berantakan di atap sekolah itu. Ia mengeluarkan sebungkus rokok dan macis dari dalam sakunya. Diambilnya satu batang rokok dan menjepitnya di bibirnya. Ia membakarnya dan merokok seperti kebanyakan perokok pada umumnya. Kai bukanlah seorang yang pecandu rokok tapi ia melakukannya hanya jika ia merasa stress. Ia menatap kedepan sambil mengingat-ingat masalalunya.

Flash back begin

“ ya..ya…ya.. Kai cobalah..!!! ini sangat enak..” bujuk Sehun tertawa sambil menyodorka sebatang rokok ke mulut Kai tapi Kai terus saja menghindar.

“ tidak tidak.. singkirkan…!! benda ini berbahaya.. bagaimana jika terjadi sesuatu?”

“ Haishh kau ini…asal kau tahu benda ini sangat ampuh menghilangkan stress…!!”

“ bagaimana kau tahu? Kau bahkan tidak tahu cara menggunakannya..” tantang Kai

“ apa katamu? Aku ini sudah profesional… hyungku sudah mengajarkannya padaku..” bantah anak yang masih 12 tahun itu.

“ kalau begitu ayo tunjukan…!!!” tantang Kai

“ Ya Kim Kai lihatlah dan pelajarilah baik-baik…!!”

Sehun membakar ujung rokoknya dan mulai menghisapnya dengan gaya sok-nya. Tapi tiba-tiba saja  Sehun tersedak dengan asap rokok yang ia hisap sendiri.sehun terbatuk-batuk tanpa berhenti.

“ Hahaha…. apa itu yang kau sebut profesional?” ejek Kai dengan tawanya yang sangat besar.

“ Diam kau Kai…!!!” bentak Sehun

Kai mengambil sebatang rokok dan menirukan apa yang Sehun lakukan tadi, dan benar saja Kai berhasil dalam sekali coba. Sehun yang melihatnya menjadi sedikit iri.

“ Kau selalu saja melakukan hal dengan sangat baik daripadaku…” lanjutya “kau benar-benar beruntung Kai. Kau hidup di keluarga yang sangat kaya dan bisa melakkan apapun dengan baik sementara aku tidak…!” Sehun tertunduk dan mulai mengeluarkan air mata. Sehun kescil memang suka menangis lebih dari siapapun.

“ Apa yang kau katakan? Justru kau yang beruntung..! kau punya keluarga yang benar-benar lengkap. Eomma-mu memasak dengan sangat lezat setiap hari dan benar-benar baik padaku, Appa-mu selalu saja mengajakmu liburan saat weekend dan Hyung-mu selalu saja membantumu dan selalu mengajakmu bermain. Sedangkan aku, eomma dan appa-ku sudah pergi dan nunnaku selalu saja cuek, diam dan tidak pernah mengajakku bermain.”

“ Kau benar Kai, apa jadinya aku tanpa mereka?” Sehun mengusap air matanya.

“ Monster, mungkin?” canda Kai

“ Mungkin saja…” Sehun menanggapinya dengan candaan juga. Dan mereka tertawa bersama-sama.

Falshback end

Kai tersenyum kecil saat mengingat kejadian itu. Perasaan bersalah, senang, marah, sedih semuanya bercampur jadi satu.

Tanpa Kai sadari ada seseorang yang tengah berdiri di belakangnya.

“ Apa kau sering melakukannya?” tanya lembut seseorang di belakangnya.

Kai kaget dan langsung menengok kebelakang dengan perasaan was-was.

“ Ku pikir kau guru…Yoo Bi-sshi” jawab kai terpaku

“ Lama tak berjumpa, Kai..” Yoo Bi tersenyum kerah Kai.

“ kau masih mengingatku? Kupikir kau…”Kai berhenti sejenak saat sadar Yoo Bi mengambil tempat tepat di sebelahnya.

“ Apa itu Sehun? Orang yang kau ceritakan dulu padaku?” tanyanya tanpa menghadap ke Kai melainkan lurus kedepan.

“ darimana kau tahu itu Sehun?” tanyanya balik

“ Sehun yang menceritakannya padaku” jawab santai Yoo Bi

“ Benarkah ? lalu?” Kai penasaran

“ Lalu apa?”

“ apa saja yang ia katakan? Apa dia benar-benar membenciku?”

“ Mungkin…” Yoo Bi menatap Kai. Pada saat yang sama ponsel Yobi bergetar.“ Kurasa aku haru pergi.. sampai jumpa lagi..!!” Yoo Bi pergi meninggalkan Kai.

Kai terdiam dan Yoo Bi menghentikan langkahnya dan memutar kepalanya ke Kai.

“ Kai-ya…” panggilnya, dan membuat Kai berbalik “ tentang kata-katamu dulu… aku minta maaf! Aku tidak bisa melakukannya. Karena sekarang aku sangat mencintai Sehun dan begitupula dia. Dan juga terimakasih telah memperhatikanku secara diam-diam selama ini.” Yoo Bi langsung berbalik lagi dan meninggalkan Kai yang tengah terdiam di sana.

Begitukah caranya mengakhirinya? Bahkan aku belum sempat memulainya..

∞∞∞

Gemerlap lampu berkelap-kelip di setiap sudutnya, suara musik yang amat terlampau keras dan kerumunan orang yang sedang menari tidak jelas sesuai keinginannya, kurang lebih seperti itulah yang dapat menggambarkan tempat seperti apa ini. Diskotik. Tempat yang dianggap dapat menghilangkan kejenuhan banyak orang. Sepertinya pernyataan tersebut juga berlaku bagi 3 orang namja yang tengah duduk di kursi tinggi di meja bar sambil meminum minuman memabukkan itu.

“ Ya… Ya.. Ya… bagaimana kalau kita bermain?” kata Baekhyun yang sudah hampir mabuk. Entah sudah berapa gelas yang ia habiskan saat itu.

“ aish.. itu sangat kekanak-kanakan, bertindaklah seperti orang dewasa..!” Jawab Sehun setengah mabuk.

“ bukankah kita memang anak-anak? Maksudku kita kan masih 17 tahun..” tao mulai beragumen polos lagi.

“ Yaa jaga mulutmu.. kau lupa dengan apa kita kemari?” lagi-lagi ia terpancing emosi. Tapi betul juga yang dikatakan Baekhyun, anak di bawah 20 tahun seperti mereka memang tidak seharusnya masuk ke tempat ini jika bukan karena keahlian menipu dan iming-imimg uang mereka tidak akan bisa masuk ke sini.

“ Ayolah kita bermain… kali ini permainannya akan sangat seru…” rengek Baekhyun.

“ terserah…” Jawab sehun ketus.

“ kalau begitu angkat 5 jari kalian! Kita akan bermain Fold Finger Game. Yang kalah harus mau melakukan apapun yang di perintahkan.. bagaimana?”

“ terserah..”

“ baiklah aku akan mulai duluan..Pria yang lebih jelek daripada Byun Baekhyun..” Baekhyun mengawali permainannya.

Setelah menunggu beberapa lama belum ada 1 jari pun yang mau turun.

“ Yaa Tao.. mengapa kau tidak lipat satu jarimu?” celoteh Baekhyun

“ Kenapa harus aku yang melipat jari?” Bantah Tao tidak terima

“ lalu siapa? Aku? Bukankah sudah jelas aku lebih tampan di bandingkan kalian berdua?” balas Sehun menyombongkan diri.

“ sudalah terima saja… diantara kita bertiga hanya kau yang belum memiliki pacar, bukankah itu sudah terbukti? Kurang apa lagi?”  Tambah Baekhyun

“ Arrasseoyeo…” Jawab Tao dengan Kesal. “sekarang giliranku..oh?” lanjutnya “ keluarganya masih baik-baik saja..oh? hahaha” Tao tertawa seakan dendamnya telah terbalas, enak saja mengatakan dirinya jelek.

Dengan cepat dan tanpa komen apapun Baekhyun dan Sehun langsung melipat kedua jari mereka. Kenyataannya memang benar hanya keluarga Tao yang masih baik-baik saja.

Permainan terus berlanjut dan semakin serius tanpa dirasa mereka semua imbang dengan 1 jari yang tersisa. Sepertinya dewi fortuna sedang berpihak pada Tao, sekarang ada giliran Tao dan ia juga yang menentukan siapa yang harus menerima hukumannya.

“ Hahaha… sekarang giliranku, kuharap kalian menyesal telah mengatakan aku jelek..” gumamnya

“ Yaa kau masih memikirkannya?” Bentak Baekhyun

“ tentu saja masih.. itu menyangkut harga diriku..” bentaknya tak mau kalah

“ sudalah jangan bertengkar hanya karna itu, cepatlah, agar ini cepat berakhir… tidakkah kau sadar? Hanya kita yang bermain seperti ini..” Sehun merasa semua orang di tempat itu tengah melihatnya aneh.

“ baiklah.. emm” ia berfikir “ yang pukulannya paling kuat”

Dengan terpaksa dan menahan emosi yang yang tenggah berapi-api dalam dirinya ia melipat jari terakhirnya dan melihat tajam ke arah Tao.

“ Tamatlah kau..” gumam Baekhyun.

“ Kau tidak berencana memukulku kan?” tanya Tao was-was saat melihat Sehun beranjak dari kursinya dan terlihat menyeramkan bagi Tao.

“ tentu saja tidak.. sekarang katakan! Apa yang harus aku lakukan?” tanyanya sambil menegak kembali minuman yang baru saja di berikan oleh barista itu.

“ Apa kau lihat Yeorin Sunbae disana?” Baekhyun menunjuk wanita cantik yang tengah duduk sendiri di sana. “ Dari tadi ia terus melihat kemari… pergilah ke sana dan dan dapatkan ciumannya…!!!” perintah Baekhyun.

“ Hoh? Bagaimana dengan Yoo Bi?” tanya Tao yang tiba-tiba teringat akan pacar Sehun, Lee Yoo Bi.

“ Yaa Yoo Bi kan tidak ada di sini.. yang penting ini cukup jadi rahasia kita.!” Bantah Baekhyun. Sehun tidak merespon apapun. Ia hanya menatap lurus dan kosong ke arah belakang Baekhyun.

“ Baiklah.. diam dan perhatikanlah..!!” Sehun mulai beranjak dari kursi tingginya dan menuju tempat wanita itu berada.

“ Kau sendirian nona?” tanya sehun berusaha sekeras mungkin akan terdengar dan  mencoba untuk mendekatkan diri. Wanita itu menatap sehun dengan sensual.

“ Maaf, aku tidak bermain dengan anak-anak..!” tolaknya sok jual mahal

“ Benarkah? “ tanpa aba-aba Sehun langsung menarik wanita itu kedalam pelukannya dan mencumbunya intens. Sedangkan 2 orang temannya di belakang bersorak tek menyangka kalau sahabatnya akan melakukan apa yang mereka suruh.

“ DAEBAKK..” seru Tao dan Baekhyun.

“ DAAEEBAKK….” untuk yang ke dua kalinya kata itu terucap kembali tapi bukan untuk kegiatan yang sedang sehun lakukan melainkan untuk seorang gadis yang tiba-tiba saja datang menghampiri Sehun. Mungkin jika yang menghampiri itu adalah Yeoja lain maka tidak akan berdampak apa-apa tapi Yeoja itu adalah Yoo Bi.

“ Sehun-nah… OH SEHUN…!!!”

 

To be continued

 

 

6 thoughts on “Careless (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s