Careless (chapter 3)

Author : Arira Kim

Genre : Friendship, romance, hurt

Lenght : Chapter

Main Cast : Oh Sehun, Kim Kai, Lee Yoo Bi, and others

Author POV

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, waktunya pulang bagi anak sekolahan di Korsel tapi tidak dengan Sehun. Dia sekarang sangat asyik bermain PS sendirian hanya di temani dengan Snack dan stick PS di tangannya. Tidak melekat sama sekali yang namanya seragam sekolah pada dirinya. Diruangan yang sangat luas dan mewah ini ia menghabiskan waktunya seharian penuh, sendirian.

Tak lama kemudian pintu terbuka dan sang pemilik asli kamar ini masuk.

“ apa seharian ini kau bermain PS?” tanya Baekhyun yang sedang melepaskan sepatunya.

“Menurutmu?” jawab santai Sehun

“ Yaa… mau sampai kapan kau seperti ini terus? Sudah seminggu kau tidak masuk sekolah…!!!” teriak Baekhyun.

“ sejak kapan kau perduli dengan sekolah?” tanya sehun yang masih terfokus dengan video games-nya.

“ kau harus masuk besok… kalau tidak kau akan benar-benar di keluarkan.!!” Suruh Tao yang baru saja masuk dengan seorang Yeoja di belakangnya.

Sehun menoleh kearah Tao. Saat Sehun melihat yeoja itu wajah santainya berubah menjadi kesal. Sehun memalingkan wajahnya dan melempar pelan Stick yang ia pegang ke depannya.

“ Untuk apa kau ke sini? Apa kata-kataku belum jelas?” tanya sinis Sehun ke yeoja itu.

“ aku tidak mau putus denganmu Sehun-ah… aku mencintaimu” tatapannya tegas kearah sehun dengan mata yang berkaca-kaca.

“ tapi aku tidak mencintaimu… bagiku … kau hanya permainan..” tegas Sehun.

“ Kumohon Sehun-ah …. aku berjanji akan melupakan kejadian kemarin..”

“ melupakannya? Hah mungkin kau bisa.. tapi aku tidak akan bisa melupakan saat kau menamparku dan menyiramkan minuman ke wajahku.”

“ itukan salahmu, seharusnya kau tidah berselingkuh dengan Yeorin unnie..”

“ berselingkuh atau tidak itu urusanku..lebih baik kau pulang sekarang sebelum aku menyeretmu keluar dari sini…!!” bentak Sehun.

Yoo Bi tersentak, air matanya mengalir begitu cepat dan ia berlari keluar dari rumah Baekhyun.

“Seharusnya kau tidak sekasar itu tadi…” kata Tao yang sibuk memainkan ponselnya.

“sudahlah.. dia akan baik-baik saja.. ini bukan pertama kalinya dia mendengar kata-kata kasar ku.” Sehun beranjak dari tempatnya. Ia menuju lemari dan mengambil jaketnya.

“ Kau mau ke mana?” tanya Baekhyun penasaraan.

“Rumah sakit.” jawabnya singkat

“ bagaimana keadaan eomma-mu? Apa lebih baik?”

“ Kuharap itu terjadi…” ia terhenti dengan tatapan kosong tapi cukup terlihat sebuah kesedian dalam dirinya. “  Tadi mereka menelfon… katanya eomma histeris lagi dan hampir saja melukai perawat di sana.” Matanya berkaca-kaca dan tanpa di sadarinya setetes air matapun jatuh di pipi kanannya.

Baekhyun melemparkan sebuah kunci mobil ke arah Sehun dan Sehun menangkapnya tepat. “ Pakailah mobilku.. Kau beruntung masih memiliki eomma, jagalah ia baik-baik bagaimanapun kondisinya.”

“ Gomawo Baekhyun-ah..”

“ dan juga.. ku harap kau datang ke sekolah besok! Sehancur apapun hidupmu saat ini Kuharap kau tidak menghancurkan masa depanmu.” Kata-kata bijak Baekhyun tiba-tiba saja keluar. Walaupun ia memang kekanal-kanakan tapi kalau soal teman itu beda lagi.

Sehun memasuki mobil dengan sangat tergesah-gesah. Secepat mungkin ia menyalakannya dan melaju  cepat.

∞∞∞

             Sehun berjalan santai dengan kedua tangannya di masukkan ke saku celananya di koridor sekolah. Sampai akhirnya ia berhenti di depan pintu yang sudah tertutup sekitar 45 menit yang lalu. Tertulis 3-2 pada bagian atasnya yang menandakan bahwa itu memang kelasnya. Ya.. hari ini Sehun sekolah.

Ia membuka pintu itu dengan sangat tenang dan santai tanpa menghiraukan reaksi orang di dalamnya. Ia masuk dan tanpa mengucapkan apapun ia menundukkan kepalanya sembari memberikan hormat ke pada guru yang sedang mengajar.

“ Sehun-ah…!!” Baekhyun langsung berdiri dari tempat duduknya “ sudah kukatakan bukan? Sehun pasti datang!!” makinya ke arah Kai yang tadi pagi hampir saja mengajaknya berkelahi karena Sehun belum juga datang. Tanpa menghiraukan Baekhyun Kai langsung melihat ke arah Sehun tapi Sehun yang melihatnya hanya membalasnya dengan tatapan sinis dan merebahkan tubuhnya di bangkunya diantara Baekhyn dan Tao.

Kai POV

Lagi-lagi tatapan sinis itu. Bisahkah kau berhenti menatapku seperti itu sehun-ah?

-Perpustakaan –

“ Kai-ya, kajja..! ayo ke kantin..! aku sudah sangat lapar sekarang.” Rengek Chanyeol yang memasang muka memelasnya di hadapanku saat ini.

“ ahh, tidak.. kau saja pergi duluan! Nanti kususul kalo semua ini sudah selesai. Oh?”  jawabku santai tanpa menoleh sedikitpun ke Chanyeol dan masih terfokus pada buku yang ada di hadapanku. Ck.. kudengar Chanyeol berdecak kesal, kurasa ia sedikit kecewa.

“ Ya.. tidak bisakah kau lanjutkan itu nanti saja? Lagipula ku rasa si Oh Sehun itu tidak akan menerima catatanmu itu..!!” tak ada respon apapun dari mulutku, kurasa diam akan lebih baik daripada menanggapi perkataan Chanyeol yang sedang kesal itu. Melihatku tanpa respon apapun sepertinya membuatnya menyerah dan beranjak pergi tapi aku tidak perduli dan lebih memfokuskan ke pekerjaan di depanku ini.

Teringat kata Chanyeol barusan, kurasa apa yang ia katakan ada benarnya juga. Kemungkinannya sangat kecil jika sehun mau menerima catatan pelajaran selama seminggu terakhir  yang kubuatkan untuknya. Ah tidak.. hilangkan pikiran itu Kai! Sehun pasti menerimanya jika tidak maka sebagai teman aku harus memaksanya. Sekolah ini satu-satunya harapannya dan akan kulakukan apapun untuk itu.

“ ahh… akhirnya selesai juga..” kulirik jam tangan yang melingkar di tangan kiriku. Sudah pukul 11 rupanya dan kurasa sudah waktunya kembali ke kelas. Baru saja aku bersiap untuk berdiri meninggalkan tempat ini tiba-tiba saja seseorang duduk di sebelahku dan dapat kurasakan kepalanya yang bersandar pada pundakku. Aku berbalik untuk melihat siapa orang itu dan kudapati seorang yeoja? Bukan hanya karena seorang yeoja yang membuatku terkejut tapi juga karena yeoja ini adalah Yoo Bi.

Seketika itu juga tubuhku kaku dan tiba-tiba saja aku menjadi sangat gugup.

“ Yoo bi-sshi?” sesekali kugerakkan pundaknya tapi tak ada respon sama sekali. Apa Yeoja ini sedang tidur? Pikirku. Kudengar nafasnya yang teratur dan dapat kulihat kelopak matanya yang tertutup dengan damainya.

“sepertinya kau memang tidur..” gumamku pelan.

Dalam waktu yang cukup lama aku terus pada posisi seperti ini tanpa ada perpindahan sedikitpun. Sesekali kucoba untuk memperbaiki posisi kepalanya agar tidak terjatuh. Aku bukannya ingin mengambil kesempatan tapi aku tidak tega melihatnya sepertinya dia kelelahan dan matanya yang agak bengkak itu.. apa? Bengkak? Apa dia menagis sepanjang waktu?

Perlahan kurasakan yeoja ini mengangkat kepalanya dari pundakku. Matanya membulat menandakan betapa terkejutnya ia saat ini. Ku naikan kedua ujung bibirku tersenyum padanya.

“ Kau sudah bangun?” ia tidak merespon apapun dan masih menatapku kaget. Ku kibaskan kedua tanganku di depan wajahnya “ Yoo Bi-sshi? Gwaencana?”

“ Ah..” akhirnya dia sadar juga. “ Aah mian..mian Kai-ya..ah ani..sunbaenim?” tanyanya gugup, apa dia salah tingkah?

“ Gwaencana.. panggil aku seperti dulu..kurasa Sunbaenim terlalu formal untuk kita.” Kupasang senyum paling lebar yang bisa ku buat untuknya. Apa ini terlalu berlebihan? Kurasa aku terlalu senang. Ia membalasnya hanya dengan senyuman dan kurasa ekspresinnya kembali seperti semula.

“ kenapa bisa tertidur sampai seperti itu? Apa kau Sleepwalker?”

“ mian.. itu memang kebiasaan burukku. Jika aku terlalu lelah dan stress maka aku tidak akan sadar dengan apa yang aku sedang lakukan.” Ia menjawab sambil tertunduk, mungkin ia malu mengungkapakan rahasianya. Kulihat wajahnya memerah menahan malu. Damn! Kenapa kau bengitu cantik Yoo Bi?  “untung saja itu aku, bagaimana jika itu orang lain?” gumamku sendiri. “ Ne?” Apa dia mendengarnya?

“ Aniya.. emm kau mau ke kelasmu? Mau ku antar?”

“ Gwaencana Kai-ya iku bisa sendiri… lagipula kelas kita kan berbeda gedung jadi..”

Belum sempat ia menyelesaikan omongannya aku langsung memotongnya “ Jebal.. kumohon…boleh ya?” Yak.. Kai? Apa yang kau lakukan? Kau bodoh hah? Dia milik sehun bukan kau. Aku mulai mengutuk diriku sendiri atas kelakuan nekatku.

Kita berjalan berdampingan di koridor, kubawa beberapa buku yang ku perlukan dari perpustakaan tadi. Koridor semakin sepi saja seakan memberikan waktu untukku dan Yoo BI berdua. Kuharap memang seperti itu tapi sesaat kemudian kurasa hal itu sirna sudah. Kurasa ini akan jauh lebih buruk daripada bertemu kumpulan siswa di koridor ini. Kulihat sosok sehun yang baru saja keluar dari sebuah kelas dengan papan nama 2-4. Tunggu, bukankah itu kelas Yoo Bi?

Aouthor POV

Sehun berjalan berlawanan dengan arah Kai dan Yoobi, di belakangnya terdapat Baekhyun yang berjalan mengekorinya. Sehun tidak mempperdulikan apapun dan tetap berjalan melewati mereka tanpa menoleh sedikitpun. Tatapannya yang sinis dengan kemeja sekolah yang tidak di kancing menambah aura arogan dalam dirinya.

“Sehun-ah tunggu!” Yoo bi memberanikan dirinya menarik baju Sehun dan membuatnya berhenti sekalligus menoleh. “ Kenapa kau keluar dari kelasku? Apa kau mencariku?”

“ Heh..” Sehun menyunggingkan sebelah ujung bibirnya, sinis. “ apa kau pikir hanya kau Yeoja di kelas itu?… kuharap kau tidak ge’er karena aku mencari Yoojung.”

“ Yaa oh sehun!!” tiba-tiba saja mau tidak mau Kai masuk juga dalam pembicaraan. Suaranya tertahankan menahan emosi.

“whoah.. ternyata kau punya pelindung Huh?” Tanyanya pada Yoobi tapi pandangannya tetap mengarah tajam ke arah Kai.

Di arah lain Baekhyun yang melihat tangan Sehun sudah mengepal kuat menahan emosinya berusaha bertindak sesigap mungkin. Ia merangkul pundak Sehun dan tersenyum sangat bersahabat. “ kurasa sampai di sini saja dulu, kita bisa melanjutkannya lain kali iakan Sehun? Kai?” ia menatap Kai dan Sehun bergantian.

Mengetahui tidak ada respon sama sekali dan suasanapun menjadi mengangkan membuatnya inisiatif sendiri, lagi.  “ Yak.. aku sangat lapar, bagaimana ini? Yaa sehun bukannya kau mau menemaniku makan tadi? Sebaiknya kita makan sekarang! Kajja!!” tanpa aba-aba Baekhyun langsung menarik pergelangan tangan sehun yang masih mengepal itu. “Mwo?” sehun sedikit meronta saat Baekhyun membawanya paksa pergi dari sana dan akhirnya mereka pergi juga.

“ Gwaencana?” Kai bertanya memecah lamunan Yoobi

Matanya sudah berkaca-kaca menahan air mata itu jatuh dari matanya. Ia menarik nafas dalam-dalam menenangkan dirinya. “ Gwaencana.. kurasa aku harus masuk.. gomawo Kai-ya!”

“ Oh.”

Kai menatap buku yang ia bawa. Aku harus bagaimana? Berada di sisimu yang rapuh karenaku atau di sisinya yang sebentar lagi juga rapuh sepertimu?

TBC

Buat readers yang menyempatkan diri untuk baca ff ini tolong comment dong..!! Aku butuh bgt masukan dan saran dari kalian, terus maaf juga yaa kalo masih ada yang ngak ngerti jalan ceritanya. Maklum msh amatiran nulisnya, ini ff pertama soalnya. Oh ia yang msh belum ngerti hubungan Sehun ama Kai sebnrnya mereka ini temenan dulu, tpi ada mslah yg bikin mreka musuhan. Udh itu aj. Mksh udh baca. Kalo ada!

Iklan

5 thoughts on “Careless (chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s