I LIKE YOU (chapter 8)

 I LIKE YOU

I Like You

part: 8 “klimaks? no, It’s still far”

Author: lilimissro

Cast    :

Kai (EXO)

Sehun (EXO)

Chanyeol (EXO)

Byun baekhyun (EXO)

OC (original caracter)

Sub cast :

Do kyung soo (D.O EXO)

Luhan (EXO)

Genre    : romance, friendship, school life.

Length  : chapter.

Hai hai~~ saya comeback nih.. masih pada inget gak ya? part ini bikinnya agak lama karna saya gak punya mood dan baru niat nyelesaiin ff ini sekarang. Rada absurd dan gak terlalu panjang menurut saya. Yaudah dari pada di timpuk sandal karna kebanyakan bacot mending langsung aja.

Warn:

No siders! (silent reader)

No plagiat!!

TYPO

Author POV

“Yuhu~~” teriak Baekhyun sambil melepas sepatunya dan berlari menuju bibir pantai. Teriakannya semakin keras saat kaki telanjangnya mulai menyentuh air laut yang dingin. Dibelakangnya ada Sehun dan Lay yang tengah menggendong Seol hwa bersama dan langsung melemparkannya saat mencapai tepi pantai. Seol hwa langsung berteriak marah dan memukuli kedua namja itu lalu mencoba mencelupkan kepala mereka berdua kedalam air.

“Hei tunggu!!!” teriak Yang da yang masih bingung melepas sepatu heels yang ia kenakan. Yun hee disampingnya hanya diam dan melirik tajam Ha young yang tertidur dipundaknya sambil berdiri.

“Kenapa kau cemberut begitu?” Tanya Luhan yang saat turun dari mobil mendapati Yun hee mengerucutkan bibirnya kesal.

Yun hee mendengus dan terdiam selama beberapa saat hingga akhirnya ia memandang Luhan dengan tatapan tak percaya, “Heol.. kau tidak bisa melihat hah?? Kutu satu ini benar-benar menyebalkan! Lihat pacarnya! Dia sedang bermain bersama Baekhyun tanpa ada rasa bersalah sedikitpun padaku.”

Luhan yang kaget dengan rentetan kalimat Yun hee menggaruk tengkuknya canggung dan langsung berlari menemui teman-temannya dan membuat Yun hee lagi-lagi mendengus.

Yun yoo? Dimana yeoja itu? Kenapa saat semua teman-temannya berlibur dan bersenang-senang di pantai ia tak ada?? lalu dimana Kai?

**

“Arrgh!!!”

Kyung soo langsung mengerutkan alisnya saat suara teriakan itu lagi-lagi mengganggu konsentrasinya. Beberapa saat kemudian ia mencoba untuk tidak peduli dan meneruskan aktifitasnya lagi.

“Bolehkah aku ikut bermain??” lagi-lagi suara itu keluar. Kyung soo hanya menggeleng menjawab pertanyaan itu.

“Ah kumohon… Kyung soo.” Akhirnya Kyung soo muak saat mendengar rengekan gadis itu. Ia menengokkan kepalanya kesamping dan melihat Yun yoo sedang cemberut sambil memandangi cumi-cumi yang dipajang di etalase toko.

Kyung soo awalnya sangat tidak ingin mengajak gadis itu bersamanya, tapi apa boleh buat? Yun yoo sekarang dalam keadaan yang aneh dan akan lebih aneh lagi jika ia membiarkan Yun yoo menghadapinya sendirian.

“Baiklah. Jika kau mau membantuku membeli semua bahan makanan ini, kau tidak perlu membantuku memasak. Kau bisa bermain sepuasnya.”

“Benarkah??” Tanya Yun yoo dan disambut anggukan kepala oleh Kyung soo. Yun yoo langsung semangat dan membantu Kyung soo kesana kemari membeli seafood dengan raut cerah.

Yun yoo tiba-tiba diam saat mereka sampai di etalase minuman, “Bisakah kita minum soju nanti malam? Aku ingin bermain truth or dare…”

“Dasar bodoh.” Kyung soo menoyor kepala Yun yoo. “Kita masih dibawah umur. Kita tidak boleh minum. lagipula apa kau pernah memainkan permainan seperti itu sebelumnya??”

Yun yoo melipat tangan didadanya, “Maka dari itu aku ingin mencobanya.. ini kan liburan pribadi kita bersama teman-teman, ini bukan karya wisata sekolah dimana ada guru dengan peraturan menggunung di pundaknya.. ayolah Kyung soo. Ini pasti menyenangkan!”

“Terserah saja.” Kyung soo memutar bola matanya dan berjalan meninggalkan Yun yoo.

“yey!!” girang Yun yoo senang. Kali ini mereka akan berlibur bersama kepantai setelah ujian berakhir dua hari yang lalu. Dan tentu saja Yun yoo tak akan menyia-nyiakan hal ini. banyak sekali hal yang bisa ia lakukan dan masih banyak lagi hal yang ingin ia pastikan.

Kalian pasti penasaran dengan apa yang terjadi bukan?

***

Flashback

Yang da melemaskan tangannya dan langsung merebahkan kepalanya dimeja. Istirahat pertama saat ujian ia gunakan sebaik-baiknya untuk tidur dan membiarkan Yun hee mengoceh sendiri saat Seol hwa maupun Yun yoo tak menghiraukan maniak fashion itu.

“Dengarkan aku.. kenapa kalian melamun bersama-sama dan terdiam seperti orang gila?? Menurutku ujian tadi tidak sesulit itu.. ayolah, aku ingin membicarakan acara fashion week yang kudatangi kemarin!!”

Yun yoo dan Seol hwa masih saja diam dan termenung. Seol hwa memang diam dan melamun, tapi kedua sudut bibirnya terus terangkat. Tak salah jika Yun hee menanyakan kejiwaannya.

Sedangkan Yun yoo berulangkali menghela nafasnya dan menatap langit-langit kelas tanpa memandang Yun hee yang masih berkoar-koar sedikitpun. Beberapa saat kemudian ia beranjak pergi dari kelas dan mengeluarkan ponsel dari saku seragamnya dan mengirim pesan pada Sehun.

<bisakah kita bertemu, sehun?>

<Ya, di tempat yang itu.>

<Yang mana?>

<Yang ada di wallpaper ponselmu.>

<Kau melihat ponselku?>

<Maaf. Hanya sedikit hehe :D>

Yun yoo menatap balasan sehun dengan raut tak percaya dan mendengus. Sebenarnya ia tak ingin Sehun melihat wallpaper itu di ponselnya, apalagi tahu jika dulu Yun yoo sering menciumi gambar itu.

Yun yoo segera pergi ketempat itu dan menemukan Sehun berlindung di bawah pohon yang berada di dekat tempat itu. “Hai,” sapanya.

“Oh, hai.” Sehun tersenyum canggung dan segera berdiri setelah sebelumnya berjongkok cukup lama disana.

“Sudah lama disini?” Tanya Yun yoo heran. Dari gelagatnya sepertinya Sehun sudah berada disana sejak tadi.

“Sejak bel istirahat. Aku malas pergi kemana-mana, jadi aku minta bertemu disini saja.” Sehun mengangkat bahunya dan tersenyum bodoh. “Jadi kau mau cerita apa? Sepertinya penting..”

Yun yoo menghela nafasnya sebentar dan mengambil tempat duduk di bawah pohon. Sehun mengikutinya duduk dipohon itu dan bersiap mendengarkan.

“Jadi, aku bertemu dengan seseorang yang pernah kutinggalkan dulu. Aku tidak pernah berniat untuk melupakannya, tapi aku juga tak ingin bertemu lagi dengannya karna aku merasa sangat bersalah. Dia benar-benar tulus padaku, tapi aku yang sudah terlanjur kesal dengannya di masa lalu  tak bisa merasakan ketulusan itu dan meninggalkannya. Tapi sekarang dia ada di dekatku dan aku tak tahu harus berbuat apa. Sudah, aku hanya ingin cerita itu saja padamu.”

“Kau tidak ingin meminta bantuan padaku??” Sehun mengangkat alisnya.

“Kau bisa membantuku?” Yun yoo ikut mengangkat alisnya.

“Tidak juga sih, tapi aku punya ide. Bagaimana jika aku pura-pura menjadi pacarmu. Mungkin dia akan pergi dengan sendirinya..”

“Pura-pura menjadi apa??” Tanya Yun yoo kaget.

“Ya, jadi pacarmu.” Jawab Sehun mantap. Yun yoo memijit pelipisnya dan berpikir sejenak. Hari pertama ujian ini benar-benar mengganggunya. Kenapa semua masalah datang seperti ini? membuat Yun yoo yang notabenenya malas berpikir harus mulai memikirkan orang di sekitarnya sekarang.

Akhirnya setelah lama berdiam diri Yun yoo memutuskan, “Baiklah, apa rencanamu sekarang?”

Sehun awalnya terlihat kaget saat mendengar jawaban Yun yoo pada pemikiran anehnya, namun ia cepat mengendalikan situasi, “Mendekatlah.” Ujarnya sambil mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya.

“Apa yang kau lakukan???” Tanya Yun yoo bingung sambil duduk mendekat pada Sehun. Sehun membuka aplikasi kamera di ponselnya dan berujar, “Kita berfoto bersama, itu adalah hal yang paling umum dilakukan pasangan-pasangan baru.”

“Tapi sehun, temanpun juga bisa berfoto bersama…” sanggah Yun yoo.

Sehun tersenyum misterius mendengar sanggahan Yun yoo. Seperti ia sudah menyiapkan rencana yang benar-benar hebat. “Ayo kesini, dekatkan tubuh kita dan tersenyum satu, dua, ti..” Yun yoo menurut saja walaupun setengah hati dan tersenyum.

Satu,

Dua,

Tiga,

Klik! Dan saat itu juga bibir sehun menempel di pipinya. Yun yoo langsung melotot setelah flash kamera mulai menghilang. Sehun terkikik dan langsung berlari mundur sambil tersenyum lalu berteriak dari kejauhan, “APA KUBILANG.. FOTO INI PASTI AKAN BERHASIL.. TUNGGU SAJA DAN CEK TERUS PONSELMU!!”

Setelah Sehun pergi, Yun yoo masih kaget dengan apa yang terjadi akhirnya sadar dan mendengus, “Itu memang membuatku senang, tapi kenapa namja itu? Dia tidak memberi solusi dan hanya mencari kesempatan!”

**

Hari terakhir ujian~~

Tidak ada satupun orang yang tahu foto Yun yoo dan Sehun selama ujian berlangsung karna ternyata namja itu belum menguploadnya. Tapi ternyata ia hanya menunggu waktu yang pas dan hari itu ternyata saat  semua orang sudah menyelesaikan ujian.

“Foto apa ini Yun yoo?? Bagaimana bisa kau pacaran tanpa memberitahuku?!” Yang da adalah orang yang protes terlebih dulu saat mengetahuinya lewat instagram Sehun *pinjemnama*.

“Hhhh.. kau mengambil Sehun lebih dulu dariku..” sungut Min seo.

“Kau lapar? Ayo kekantin.” – Seol hwa .-.

“Sehun mengerti fashion lebih baik darimu.. lihat! Bahkan hanya dengan seragam sekolah dia tampak keren! Harusnya aku yang jadi pacarnya!” kesal Yun hee.

Dan reaksi namja-namja tak kalah heboh. Mulai dari Baekhyun yang berteriak keseluruh penjuru sekolah dan mengumumkan jika Yun yoo dan Sehun sudah pacaran, Kyung soo yang seharian memberi wejangan pada Sehun, Kai yang terlihat sangat iri pada Sehun karna bisa mencium yeoja dan bahkan memotretnya, Luhan meminta di belikan makanan, dan Chanyeol bersama Lay yang hanya bisa tersenyum pahit dan berusaha untuk menyelamati Sehun.

“Kau sudah bersama Ha young.. kenapa wajahmu suram begitu?” Tanya Kyung soo yang menyadari ekspresi Chanyeol.

“Tidak.. ada apa dengan ekspresiku? Aku baik-baik saja..” ujarnya dengan raut yang sangat berbanding terbalik dengan perkataanya. Kyung soo lalu beralih pada Lay, “Kau kenapa Lay? Aku dengar kau kenal dengan Yun yoo dulu..”

“Ah..” Lay mengangkat alisnya, “Yun yoo hanya teman smpku dulu..” dan namja itu terdiam sambil  menatap jendela dengan raut yang ia coba sembuyikan.

**

Baekhyun memutar sedotannya dengan canggung dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah saat Seol hwa memintanya untuk makan siang bersama. Mereka memang belum pernah menyatakan cinta satu sama lain, tapi anehnya mereka sudah mulai berkencan. Seol hwa yang dulu mati-matian mengelak jika ia menyukai Baekhyun kini berangsur mulai mengakuinya walaupun hanya di depan teman-temannya saja.

“Hmm.. jadi kita akan makan apa?” suara Baekhyun akhirnya memulai percakapan. Seol hwa terdiam dan berpikir, jika ia menyarankan untuk makan seperti ia makan sehari-hari apakah Baekhyun masih berpikir jika ia adalah manusia? Itu adalah ide terburuk.

“Terserah kau mau apa.” Jawaban singkat dari Seol hwa membuat Baekhyun bingung. Bukankah gadis ini suka makan? Kenapa dia jadi seperti ini?

“Baiklah.” Ujar Baekhyun akhirnya dan berjalan pergi memesan makanan. Sementara itu, seol hwa terus menggigiti kukunya menahan lapar. Ia tak bisa menahan lapar apa lagi di saat semua orang tengah memakan makanannya dengan lahap seperti ini.

“Cepatlah Baekhyun.. jangan menyiksaku..” lirihnya sambil memandangi punggung Baekhyun yang terlihat tidak berdosa sama sekali dan seolah-olah tidak tahu jika telah membuat Seol hwa si monster menahan amarah dan rasa lapar.

Baekhyun akhirnya datang sambil membawa makanan mereka. Tanpa menunggu lagi Seol hwa langsung melahapnya hingga habis dan membuat Baekhyun menghela nafasnya lega, ‘Ternyata Seol hwa hanya menjaga imagenya dihadapanku tadi.’ batinya bersyukur. Sebenarnya ia sangat tak suka jika sesuatu, entah besar atau kecil berubah secara mendadak.

“Kau masih lapar?” Baekhyun mendorong makanannya pada Seol hwa. Yeoja itu langsung terdiam dan menghentikan acara makannya, “Kau pikir aku ini apa? Kau pikir aku memakan semua makanan yang ada dihadapanku? Kau benar-benar..”

Seol hwa menggeleng-gelengkan kepalanya dan mendengus kesal, “Dengar ya, aku memang memakan banyak makanan. Tapi aku bukan anjing yang diberi makanan seperti pengemis!!”

Baekhyun hanya membuka mulutnya kaget bercampur shock dan Seol hwa langsung pergi meninggalkannya, salah apa dia tadi? apa yang sudah ia perbuat? Baekhyun mengacak-acak rambutnya kesal dan terus berpikir apa kesalahannya yang membuat Seol hwa marah besar.

“Byunbaek, kau kenapa??” Tanya Chanyeol sambil menepuk pundak Baekhyun yang sedang melongo. Baekhyun mengalihkan padangannya pada Chanyeol dengan raut jeleknya, “Hidup tidak seindah yang kita duga.. terkadang apa yang sudah kita persiapkan ternyata belum cukup.”

Chanyeol menatap kawannya itu dengan raut bingung, “Kenapa kau jadi sok puitis seperti itu? Apa kau yakin baru saja memakan ramen dan bukannya karya sastra?”

Kyung soo yang baru datang bersama Lay langsung tergelak mendengar ucapan Chanyeol, “Hey.. sepertinya kalian perlu diasingkan.” Gurau Kyung soo sambil menunjuk kedua makhluk tersebut.

“diasingkan kemana?? Adakah tempat yang bagus?” tanggapan Baekhyun membuat Kyung soo tambah bingung. Ia duduk disamping namja itu dan Lay duduk di samping Chanyeol.

“Bagaimana jika kita pergi kepantai??” usul Chanyeol dengan raut gembira.

“Pantai? Hmm.. tidak buruk.” Jawab Kyung soo.

“Baiklah! Kita kepantai! Tapi, bisakah kita juga mengajak para gadis?” Tanya Chanyeol sambil memandangi teman-temannya.

“Gadis yang mana? Ada ratusan disekolah ini.” ujar Baekhyun.

“Ya tentu kita hanya mengajak Yun yoo, Seol hwa, Yang da, dan beberapa temannya itu..” ujar Chanyeol.

“Kau ingin merebut Yun yoo dari Sehun hah?? Dasar gila! Kenapa harus mengajak mereka?!” tiba-tiba Lay meninggikan suaranya.

“Kau cemburu ya dengan Sehun dan Yun yoo?” Baekhyun tiba-tiba menyahut dengan nada sinis. lay langsung terhenyak sementara Baekhyun rupanya tampak tak peduli dengan ekspresi kaget Lay.

“Tidak. bicara apa kau ini..”

‘aku tidak menginginkan Yun yoo jadi milikku. Aku tahu sekarang hatinya bukan lagi untukku. Dan, jikapun aku berusaha untuk mendapatkannya lagi Yun yoo tak akan membiarkan aku masuk lagi dalam kehidupannya. Yun yoo pergi tanpa memberitahuku, bahkan dia tidak membiarkanku tahu jika kami bersekolah di sekolah yang sama lagi. Aku hanya.. merindukan gadis itu.’

**

“Handphonemu bergetar lagi Seol hwa~~” ujar Yun yoo kesekian kalinya dan hanya mendapat erangan dari Seol hwa yang menangkupkan wajahnya di meja. Ia baru saja mengatakan jika ia merasa sangat menyesal pada Baekhyun karna marah tanpa sebab. Tapi ia begitu bingung bagaimana mengatakannya pada Baekhyun.

“Kau bilang kau menyesal.. kalau begitu angkat saja telfonnya dan semuanya beres.” Ujar Yang da sambil berbagi es krim dengan Yun hee.  sekarang sekolah sudah berakhir karna libur semester akan dimulai besok. Seol hwa  langsung mengambil handphonenya dan berjalan keluar café tempat mereka berkumpul lalu mengangkat telfon yang berasal dari Baekhyun.

“Dia hanya terlalu keras kepala. Itu saja. jika saja dia bisa lebih baik, mungkin dia akan jadi gadis sempurna dengan kepribadian sempurna.” Gumam Yun hee.

Yun yoo mendengus dan Min seo tertawa. Entah ia tertawa karna ucapan Yun hee atau pesan dari namja kenomor sekiannya. Tiba-tiba Yang da terhenyak, “Kalian sudah merencanakan liburan?”

“Belum.” –Yun yoo

“Aku tidak yakin. Tapi sepertinya aku akan berlibur dengan Jin woo (itu namja keberapa?).” –Min seo

“Aku juga belum. Tapi ada seseorang yang mengajakku. Ah, bukan maksudnya kita semua.”

Semua gadis di meja itu menatap Yun hee penuh tanda Tanya.

“Kyung-ie eh, maksudku Kyung soo bilang jika para namja ingin mengajak kita pergi kepantai.”

“Pantai?” Tanya Yun yoo sekali lagi.

“Ya. tapi mungkin akan sedikit canggung bagimu mengingat Lay dan Chanyeol akan ikut.” Yun hee menatap Yun yoo sedikit khawatir. Yun yoo tersenyum polos, “Itu kan masalahku. Kalian tidak perlu terlihat khawatir. Aku baik-baik saja. aku kan ingin bersama kalian liburan kali ini. sangat tidak menyenangkan jika aku harus kembali ke California lagi.”

“Jadi kau akan baik-baik saja?” Tanya Yang da ikut memastikan.

“Tentu saja. ada yang menjagaku.”

“Eiiihh.. jangan bilang kalau itu Oh sehun.” Min seo menyahut.

“Yang menjagaku itu kalian, kenapa harus Oh sehun?”

“Dia kan pacarmu.” Ujar Yang da.

“Benar juga.” Jawab Yun yoo layaknya orang bodoh. Beberapa detik kemudian semua gadis di meja itu bersamaan meneriaki ‘Huuu’ pada Yun yoo. Saat kebisingan mulai mereda Yun yoo berbisik pada Yang da. “Mau kubantu mendapatkan kai?”

“Bagaimana? Eh, apa maksudmu?”

“Sudahlah. Aku tahu jika kau menyukainya. Saat liburan nanti aku akan membantumu membuat malam membara untuk kalian berdua.” Yun yoo tersenyum licik.

“Kalimatmu benar-benar ambigu.”  Yang dan memasang wajah datar. “Memangnya apa yang akan kau lakukan?”

“Membuat kalian berdua tidak sadar.”

To be continue

3 thoughts on “I LIKE YOU (chapter 8)

  1. ey.. sehun nyari kesempatan dalam kesempitan :3
    jadi chanyeol udah angkat tangan soal yun yoo?
    seol hwa lucu banget gara-gara nahan lapar jadi gitu😀 Baekhyun jadi bingung tuh
    emang apa rencana yun yoo buat yang da dan jongin? yun yoo ada aja ya cara-cara jitunya :v😀
    Oke ditunggu kelanjutannya!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s