It’s All About Heart (Chapter 3)

wpid-picsart_14413667790943

It’s All About Heart (3)

Author : dominhyun

Cast : oh sehun, park min joo, kim jongin

Other cast : hwang ji soo, park chanyeol, han sae rin, lee yoon ji, byun baekhyun, and other.

Genre : romance, school life, friendship

Rating : 15

Length : Chaptered

Disclaimer : ff ini asli buatan aku. I hate plagiator.

Pesan author : haii ini ff debut aku dan ff aku yg paling pertama, maaf banget kalo gajelas atau kurang memuaskan, dan apabila ada kesamaan nama tokoh, judul  atau jalan cerita sedikit sama, itu semua diluar dugaan dan tanpa kesengajaan. And yeahh hope you like it. Dan typo bertebaran dimana mana

 

PROLOG1 | PROLOG2 | CHAPTER#1 | CHAPTER 2

 

Previous

“huhh, yang selalu mereka bicarakan adalah bisnis bisnis dan bisnis. Lebih baik aku selfie.” Min joo mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar dirinya.

 

Tiba tiba ada yang mengambil ponsel min joo dari genggaman min joo.

 

“hey ! siapa yang…..”

 

Min joo dengan sigap membalikkan badannya. Aneh? Pasti. Ia melihat seseorang bertubuh tinggi dengan kulit yang berwarna gelap sedang mengangkat ponselnya tinggi tinggi.

 

“Kai sunbae?”

 

“ya, ini memang aku. Memangnya kenapa?”

 

“tolong kembalikan ponselku!”

 

“kalau tidak mau bagaimana?”

 

“aku akan merebutnya. Bersiap siaplah sunbae!!!” min joo pun berusaha mengambil ponselnya dengan meloncat sekuat tenaga. Tapi, yang didapatkannya hanya nihil. Kai terlampau tierlalu tinggi untuk min joo gapai.

 

Min joo tidak menyerah. Ia mencoba melakukannya lagi tetapi kali ini ia akan mengumpulkan tenaganya.

 

“1…2…3… hiaatchhhh”

 

BRUK

 

Akhirnya, yang terjadi saat ini sangat diluar dugaan seorang Park Min Joo. Posisinya kali ini berada diatas tubuh Kai. Pandangan mereka beradu selama beberapa saat.

 

Min Joo merasakan hal itu lagi. Bayangan bayangan masa lalu mulai terlintas dalam pikirannya. Kepalanya berdenyut. Ia tak tahan dengan semua ini. Min joo memutuskan untuk bangkit dan mulai menjauhi Kai

Dan bergegas mengambil ponselnya yang terjatuh.

“kau tidak apa-apa?” kalimat itu sontak terlontarkan oleh Kai. Ia khawatir. Sangat. Raut wajahnya telah memancarkan rasa kekhawatiran.

 

“a..aku tidak apa apa. Hanya terasa sedikit berdenyut.”bohong. semua itu bohong. Ia hanya tidak ingin membuat Kai khawatir. Rasa yang ia rasakan saat ini sebenarnya jauh dari apa yang ia katakan.

 

Dilain tempat pada waktu yang sama, telah berdiri seseorang burkulit putih seputih susu dengan badan yang menjulang. Sehun

 

“1…2…3… hiaatchhhh”

 

BRUK

 

Ya, sehun melihat adegan itu. Adegan yang membuat hatinya teriris hanya dengan melihatnya saja. Namun, ia terlalu canggung untuk mengakuinya.

 

Huh, wajah culun saja banyak sekali gayanya. Batin sehun.

 

Sehun pun memutuskan untuk menarik lengan min joo. Ia tidak tahan melihat min joo berdekatan dengan pria lain selain dirinya.

 

“ikut aku”.

 

Min joo terlonjak kaget mendengar suara sehun. Kepalanya masih tetap merasakan sebuah denyutan.

 

“kau mau kemana min joo-ssi ? dan tolong lepaskan tangan min joo, hun. Aku belum selesai berbicara padanya.” Kai yang melihatnya pun merasa kebingungan. Apa sebenarnya yang sehun lakukan? Mengapa ia menarik tangan min joo dengan kuat?

 

“nanti saja diselesaikannya. Aku ada urusan dengannya.” Sehun melanjutkan langkahnya lagi dan membawa min joo ke suatu tempat. Ruang VIP dari Ballroom Hotel The Ritz Carlton itu.

 

“apa yang ingin kau lakukan” suara min joo telah berhasil memecah keheningan yang terjadi diantara mereka.

 

“tidak ada. Aku hanya ingin menjaukanmu dari seseorang yang brengsek seperti kai”

 

“dia tidak brengsek, sehun. Tolong jaga omonganmu. Dia terlihat seperti orang baik baik.”

 

“kau harus mengenalnya lebih dalam baru kau tahu.”

 

“terserah kau sajalah.”

Hening.

 

Mereka sibuk dengan dunia mereka masing masing. Sehun tidak tahan dengan suasana seperti ini. Ia berniat untuk memcah keheningan yang terjadi.

 

“Eekhmm.” Min joo sontak menoleh kearah sehun.

 

“apa?”

 

“apa kau merasa ada sesuatu yang aneh menimpa diri kita berdua?”

 

“menurutmu?”

 

“seperti aku merasa sudah mengenalmu sejak dulu tetapi pada kenyataannya kita baru bertemu.”

 

“eumm, benar juga apa yang kau katakan. Tetapi, aku berfikir bahwa itu hanya perasaan saja. Tapi tungu…”

 

“… mengapa saat pertama kali aku bertemu denganmu kepalaku mersakan hal yang dari dulu kurasakan? Tetapi ini berbeda. Ingatan ingatan itu muncul dengan sebuah kenangan yang lebih bannyak dan tentu saja itu sangat menyakitkan. Kepalaku terasa berdenyut 2 kali lipat lebih sakit dari biasanya.” Min joo melanjutkan bicaranya.

 

“aku juga merasakan hal yang sama denganmu.”

 

Mungkin kita jodoh. Kata kata itu muncul dengan sendiri didalam pikiran mereka berdua.

“Andweee!!!”

“Andweee!!!”

 

Min joo dan Sehun berteriak secara bersamaan. Hal yang mereka lakukan setelahnya adalah bertatap tatapan dengan serempak.

 

Mereka emg jodoh kayanya.  – author

 

Min joo segera mengalihkan pandangannya.

 

“sudahlah aku ingin pulang.”

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

Min Joo pov

 

Hari yang melelahkan. Kejadian saat di hotel tadi masih membuat saja mengganggu pikiranku. Aku lelah, tetapi mengapa kejadian itu terus saja terulang di dalam pikiranku.

 

Terlebih lagi tentang apa yang sehun katakan. Dia benar. Apa yang aku dan sehun rasakan itu sama.

 

Min joo pov end

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

Jam di sekolah telah menunjukkan pukul 12.00 siang. Ini artinya, pelajaran dari kim saem tela selesai. Itu berarti ini adalah waktu istirahat!

 

“min joo-ah, ingin ikut kami ke kafetaria tidak?”

 

“tidak, aku malas sekali hari ini. Lenah baik aku tidur.”

 

Saerin dan yoon ji terpaksa meninggalkan sahabatnya. Melihat keadaan min joo hari ini, mereka beranggapan bahwa min joo sedang lelah.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

“aku pulang.” Min joo melepaskan sepatu sekolahnya. Bergegas masuk dan segera mengerjakan tugasnya.

 

“hey culun!” teriak chanyeol dari dapur.

 

“buatkan aku segelas americano.” Ucap chanyeol dingin.

 

Min joo menurut. Ia terlampau sabar jika sudah menghadapi oppanya tersebut.

 

Setelah menyelesaikan apa yang telah disuruh oleh oppanya, min joo segera memasuki kamrnya. Ia lelah. Sangat. Ia ingin melawan kakanya tersebut, tetapi ia sadar bahwa ia seorang pengecut. Ia tidak berani melawan kakanya yang jelas jelas telah melakukan banyak hal yang menyakiti hatinya.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Sinar matahari pagi telah masuk melalui celah celah jundela kamar min joo. Ia merasakan itu dan segera bangun dan membersihkan diri.

 

Setelahnya, ia bersiap siap dan segera berangkat sekolah. Ia melupakan satu hal. Sarapan.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

Min joo berjalan melewati gerbang sekolah dengan pening di kepalanya. Ia baru teringat bahwa ia melupakan sarapan paginya.

 

“Min joo ah!” saerin segera mengaitkan tanyannya.

 

“ eoh, annyeong saerin ah.” Min joo membalasnya dengan suara yang terlampau kecil dan terdengar lemah.

 

“kau terlihat seperti sedang sakit min joo ah. Lebih baik kau pulang.”

 

“tidak saerin ah. Aku akan tetap sekolah.”

 

“baiklah. Tapi jika kau merasa semakin memburuk,lebih baik istirahat saja.”

 

“nde.”

 

Meraka melanjutkan perbincangan dengan topik yang berbeda sampai mereka berada di dalam kelas.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

Bel istirahat berbunya. Sedetik setelah min joo berdiri, tubuhnya terjatuh.

 

“hey!” sehun segera menolong min joo. Ia mengangkat tubuh min joo dan segera membawanya ke uks. Air muka sehun berubah menjadi khawatir. Iya takut terjadi apa apa pada min joo.

 

Gadis – gadis yang melewati mereka beranggapan bahwa kenapa sehun mau menggendong si culun itu? Huh tidak adil.

 

Tapi sehun tidak peduli. Yang ia pikirkan hanya keaadan min joo. Ia takut terjadi sesuatu yang parah pada min joo.

 

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

 

“eunghh…” min joo mulai menampakkan kesadarannya. Ia membuka matanya perlahan. Tepat saat ia menghadap ke kiri, ia melihat seseorang tengah tertidur. Min joo berniat membangunkannya tetapi telat. Pria itu telah bangun nan menampakkan wajahnya. Ia adalah sehun. Min joo terbelalak kaget. Mengapa sehun bisa ada disini?

 

Yang terakhir ia ingat adalah saat ia ingin berdiri, semua berubah menjadi gelap.

 

“kau sudah sadar?”

 

“apa yang kau lakukan disini?”

 

Sehun pov

 

Benar apa katanya. Untuk apa aku menunggunya sampai dia terbangun? Kurang kerjaan sekali.

 

“eumm, hanya ingin bolos pelajaran. Ya, bolos”

 

Untung saja. Jika aku tidak dapat menjawabnya, matilah aku. Sebaiknya aku segera keluar dari ruangan ini.

 

“sudahlah aku ingin keluar”

 

“tunggu….” apa yang ingin ia katakan? Sebaiknya aku berhenti dulu.siapa tau itu sesuatu yang penting.

 

“…. gomawo”

 

Ah, ternyata menyatakan terima kasih. Sama sama min. Maafkan aku  karena mengucapkan dalam hati. Tapi aku belum bisa  mengatakannya secara langsung.

 

 

Tbc

 

Annyeongggg balik lagi sama aku si dominhyun. Maap ya nunggunya lama. Aku baru bisa update lagi soalnya tugas menumpuk dari mulai tugas presentasi, skenario, aduh banyak banget deh *kok curhat?

 

Yaudah deh pokoknya makasih buat semua yang udah mau nungguin ff aku yang masih absurd. Juga terima kasih buat yang ngasih aku kritik ama saran. Biar aku nulisnya makin hati hati lagi dan berusaha sebagus mungkin. Ya… meskipun masih berantakan. Wkwkwk.

 

Yaudah deh maaf kalo typo nya banyak banget. Yang penting happy. Haha. Sampai ketemu lagi semua. Salam hangat,

Dominhyun.

 

 

 

 

2 thoughts on “It’s All About Heart (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s