I Like You (Chapter 9)

 I LIKE YOU

I Like You

part: 9 “Malam membara di Jeju”

Author: lilimissro

Cast    :

Kai (EXO)

Sehun (EXO)

Chanyeol (EXO)

Byun baekhyun (EXO)

OC (original caracter)

Sub cast :

Do kyung soo (D.O EXO)

Luhan (EXO)

Genre : romance, friendship, school life.

Length : chapter.

Author~

Lay terdiam kaku saat mendapati Yun yoo datang bersama Kyung soo. Tak sempat terfikir olehnya bahwa gadis itu akan ikut dalam rencana liburan ini. bukankah kehadirannya dan Chanyeol sangat mengganggu bagi gadis itu?

Lay menoleh pada Chanyeol dan menghela nafas. Pasti tak mungkin bagi Chanyeol untuk mendekati Yun yoo lagi. Ha young ada di sebelahnya dan terlihat lengket seperti lem.

Seseorang tiba-tiba menepuk bahu Lay dan membuatnya berjengit kaget. Ternyata itu Baekhyun. Pria itu mula-mulanya juga ikut kaget karna Lay sedikit memekik namun setelah itu menatap Lay aneh, “Hei, kau kenapa? Makan malam sudah siap.”

Lay mengangguk dan beranjak dari kursi santai yang ia duduki di ruang tengah. Ia menarik kursi meja makan dan saat duduk ia terhenyak lagi. Lay membeku kala mendapati Yun yoo yang sedang duduk dihadapannya.

**

Yang da berbisik pada Yun yoo saat acara makan malam hendak dimulai dan menanyakan maksud dari kata-kata Yun yoo beberapa hari yang lalu. Gadis itu hanya mengangkat alisnya dan tersenyum misterius. Kali ini membuat Yang da mengerucutkan bibirnya kesal.

“Uwaaa… aku tidak tahu jika kau bisa memasak sebanyak ini Kyung soo.” Gumam Luhan. Yun yoo, yang duduk disampingnya mengangguk angguk setuju sambil melihat Kyung soo yang masih sibuk hilir mudik kesana kemari.

Kyung soo tiba-tiba berhenti dan memandang Yun yoo, “Hei, cepat bantu aku!!”

Yun yoo hanya memandang bingung Kyung soo dan membuat Pria itu mengulangi kalimatnya lagi, “Iya, kau Choi Yun yoo!!”

“Aku?” Yun yoo tersadar dan menunjuk dirinya sendiri. Kenapa kini Kyung soo merasa bahwa dirinya akan melakukan apa saja yang pria itu suruh?

Setelah selesai membantu Kyung soo menyiapkan hidangan, Yun yoo mendekat pada Pria itu, “Kenapa kau sekarang sangat suka menyuruhku??”

Kyung soo berdecak, “Karna aku telah mengijinkanmu membeli soju.”

“Hanya karna hal itu??”

“Juga karna kita berangkat kesini bersama-sama.”

“Oke, terimakasih atas tumpanganmu tuan Do kyung soo.” Cibir Yun yoo. Benar, ia sampai di pantai berkat Kyung soo yang menawarinya naik mobil bersama. Tapi mereka harus belanja dulu sebelum sampai, Yun yoo diminta membantu Kyung soo memasak, dan pria itu terus menerus menyuruhnya hingga saat ini.

Tiba-tiba Chanyeol datang dan menawarkan diri dengan senyum lebar khasnya, “Jika kau lelah biar aku saja yang membantu Kyung soo.” Lalu sukses mendapat jitakan dari Kyung soo, “Bodoh, urusi dulu pacarmu yang sedang duduk disana!”

Chanyeol memanyunkan bibirnya dan beranjak pergi. Yun yoo memandang Kyung soo dan menghela nafas. Berkat pria ini Yun yoo tidak ikut menceburkan Seol hwa di pantai tadi siang. Ia sangat ingin melihat Seol hwa marah-marah dan mengutuknya karna hal itu. Tapi apa boleh buat, ia dan Kyung soo baru tiba saat matahari sudah tenggelam.

Tiba-tiba saja ekspresi Kyung soo menjadi kaku, “Kau yakin kau tidak apa-apa disini?”

“Tentu saja. lagipula aku disini hanya terfokus untuk membantu Yang da.”

“Baiklah. Tapi, jangan sampai kau jatuh cinta pada Sehun ya. Aku tahu kau dan Sehun hanya berpura-pura. Dan aku juga tahu Sehun sebenarnya tidak merasakan apapun padamu. Jadi, sebelum kau merasa sakit hati, lebih baik jangan jatuh padanya.”

Yun yoo mengangguk dan menunjuk beberapa makanan yang belum mereka bawa di meja makan dan masih berada di dapur, “Aku bawa ini ke dalam dulu.”

**

Sepanjang acara makan Yang da sibuk menghindari mata Kai yang berulangkali menangkap lirikannya. Ia tak peduli dengan Yun yoo yang sibuk menahan tawa melihat ulah bodohnya, atau Seol hwa yang kini menjadi orang lain karena sibuk menjaga penampilannya di mata Baekhyun.

Sekarang tak ada yang berarti bagi Yang da. Selain Kai, tentunya.

Ini semua terasa aneh sekali bagi Yang da. Kai tidak pernah terlihat keren baginya. Bahkan, ia masih merasa bahwa wajah Kai itu sama sekali tidak tampan. Tapi dia terus menerus mencoba untuk memandang wajah itu. Wajah yang sama seperti yang sehari lalu ia lihat, tak pernah berbeda walaupun ia terus memandanginya.

Kai tiba bersama Yun yoo dan Kyung soo pada sore hari. Tak ada yang tahu bagaimana ketiga manusia itu bisa bertemu. Yun yoo yang lupa jika akan berangkat hari ini dan Kai yang bangun kesiangan terselamatkan oleh Kyung soo dan ikut duduk bersamanya malam ini.

Oh, bukankah ini sangat indah?

Kai duduk tepat di depan Yang da sementara Yun yoo duduk di samping kanan Yang da, menghadap Lay. Sehun duduk berhadapan dengan Chanyeol yang duduk bersebelahan dengan Ha young, tepat di sebelah kiri Yang da. Yun hee, Seol hwa, Baekhyun, Min seo, Luhan, Kris dan Kyung soo mengisi meja bagian kanan dimana Luhan duduk tepat di samping Yun yoo.

Yun yoo tiba-tiba berdiri dan berdehem, “Ehm, ada hal penting yang akan ku katakan sekarang.”

Semua mata menoleh pada Yun yoo. Gadis itu segera meneruskan ucapannya, “Malam ini jangan tidur terlebih dahulu. Aku dan Kyung soo-“

“Aku tidak ikut dalam rencanamu!” tandas Kyung soo tajam.

“Oke. Aku mengerti tuan Do.” Cibir Yun yoo“Baiklah. Aku telah menyiapkan sebuah permainan untuk kita malam ini, jadi tidak boleh ada yang tidur setelah makan malam.”

“Tapi aku benar-benar ingin tidur.” Kris mengucek matanya.

“Bisakah kau tahan sedikit Duizzang? Permainan ini tidak akan menarik tanpamu.” Pinta Yun yoo dengan sedikit bumbu rayuan di dalamnya. Kris menatap gadis itu tanpa ekspresi dan akhirnya menyerah, ia mengangguk.

“Permainan apa itu?” celetuk Yang da.

Kyung soo hendak menjelaskan namun dengan cepat Yun yoo membekap mulutnya. “Permainan ini akan terasa sangat menyenangkan, dan kita juga bisa cepat dekat juga.”

Seol hwa dan Baekhyun tiba-tiba menyahut, “Dekat maksudnya??”

“Kalian sudah terlalu dekat. Tak ada yang perlu di dekatkan lagi, dasar bodoh.” Gumam Yun hee. “Yun yoo punya maksud lain dalam permainan ini.”

Baekhyun dan Seol hwa mengangkat alis mereka bersamaan. Lalu Yun yoo kembali menjelaskan sambil diam-diam melirik Yang da, “Maksudku membuat kita dekat dalam arti kita tidak canggung lagi jika harus bertegur sapa di sekolah. Bermain bersama, atau.. yah jika berhasil, ada yang berkencan.”

**

“Yun yoo-ah. Kenapa kau sangat ingin membantu Yang da untuk mendapatkan Kai? Apa kau tidak mempunyai keinginan sendiri? Atau.. ada sesuatu yang akan kau dapat dari hal ini?” Tanya Yun hee setelah makan malam selesai dan mereka berdua tengah mencuci piring. Yun hee dan Yun yoo kalah dalam permainan batu kertas gunting dan merekalah yang harus mencuci piring sekarang.

Yun yoo terdiam sebentar dan menjawab, “Yang da sangat baik. Dia pantas mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya.”

“Ya, aku tahu itu. Tapi kau bukan orang naïf dan bodoh, kau pasti punya alasan kuat atas kegigihanmu ini.” sanggah Yang da lagi. kedua tangannya masih sibuk membersihkan piring sedangkan Yun yoo mengelap piring cucian Yun hee.

“Alasanku itu tidak kuat. Tapi bodoh.”

“Jelaskan saja. memangnya aku pernah mentertawakan kebodohanmu?”

“Aku tahu, alasannya sederhana dan konyol. Aku tidak ingin Yang da bersedih. Cukup aku saja. Kai juga menyukainya, lalu kenapa aku tidak membantu menyatukan mereka?” Yun yoo terdiam sesaat dan berbicara lagi. “Yun hee-ah, aku ingin bertanya padamu. Bagaimana menurutmu jika kau berjanji namun kau merasa kau akan melanggarnya bagaimanapun?”

Yun hee terlihat tidak puas dengan jawaban Yun yoo. Walaupun penjelasan Yun yoo masih terlalu samar, tapi ada beberapa kejujuran terselip disana. Yun hee menghela nafasnya, “Kau tidak perlu berjanji. Atau jika kau terlanjur melakukannya, katakan pada orang itu jika kau akan melanggarnya.”

“Terimakasih.” Yun yoo mengangguk dan tiba-tiba ia menitikkan air mata. Yun yoo merasa emosinya berada di puncak dan ia merasa tertekan tak bisa mengatakan itu kepada siapapun selain Kyung soo.

“Tapi, jika kau ingin menyukai Sehun, sembunyikan saja. Jika pria itu tahu, perilakunya tidak akan sama seperti dulu padamu. Dan kau pasti akan lebih kecewa lagi.”

Yun yoo membelalakkan matanya dan menatap Yun hee, “Bagaimana bisa kau tahu sebanyak itu?”

**

Lay lagi-lagi menghela nafasnya. Tak pernah terfikir olehnya, jika hatinya akan kembali berdegub kencang melihat gadis itu. Ia pikir, tak ada lagi ruang bagi Yun yoo untuk masuk. Tapi semudah itukah gadis itu memasukinya lagi? kenapa selalu ada celah baginya untuk masuk?

Memang mudah untuk jatuh cinta lagi. Tapi bagi Lay untuk melupakan Yun yoo sekali lagi itu adalah hal yang sangat sulit. Bahkan sebenarnya ia tak mau melakukannya.

“Apa aku harus selalu seperti ini??” gumamnya pada diri sendiri. Tiba-tiba Luhan menepuk bahunya, “Hei, bro. apa yang kau lakukan disini?”

Lay menggeleng lemah, “Tidak ada. aku hanya ingin menghirup udara segar.”

Luhan tergelak dan tersenyum, “Di luar sini terlalu banyak angin segar.. kau ingin berakhir dengan masuk angin? Ayo masuk, permainannya akan segera dimulai.”

“Kali ini apa yang ingin gadis itu lakukan?” batin Lay.

**

Yun yoo datang keruang tengah sambil membawa kantong plastik hitam berisi beberapa botol diikuti dengan pandangan heran seluruh penghuni tempat itu. Kyung soo hanya berdecak dan beranjak pergi begitu melihat Yun yoo datang. Yun yoo sontak melotot dan berteriak, “Kyung soo!!!!!”

“Hei, apa Kyung soo marah? Kenapa dia jadi seperti itu?” Tanya Sehun begitu melihat Kyung soo pergi. Kai hanya mengangkat bahu, “Dia memang biasanya marah-marah, tapi kali ini sepertinya ia benar-benar serius.”

Yun yoo terdiam mendengar ucapan Kai. Apa Kyung soo benar-benar marah karena permainan ini? ayolah, Yun yoo sangat yakin jika Kyung soo itu sama sekali tidak menyukai Yang da. Lalu apa alasan ia marah?

Yun yoopun langsung berlari keluar menghampiri Kyung soo. Begitu ia mendekat Kyung soo yang semula memunggunginya langsung berbalik, “Kenapa kau melakukan ini?”

“Bukankah aku sudah menjelaskannya padamu ribuan kali tentang game ini? Ayolah Kyung soo.. kenapa kau marah?”

“Bodoh, bukan itu yang kumaksud. Kenapa kau tidak ingin menepati janjimu? Apa kau sudah jatuh cinta pada Sehun? kau akan merasa sakit bila bersamanya, percayalah padaku.” Kyung soo menatap Yun yoo dengan raut kecewa yang tak pernah Yun yoo lihat.

Akhir-akhir ini mereka memang menjadi teman dekat dan Yun yoo merasa sedih bila Kyung soo terlihat begitu kecewa padanya. Ia menarik nafas panjang, “Kyung soo, aku tahu aku akan sakit hati. Tapi aku tidak ingin menutupi perasaanku sendiri. Sekarang aku bukannya menyukai Sehun seperti yang kau katakan, aku sendiri masih ingin memastikan perasaan ini. Dan jika kau mengatakan untuk menjauh darinya, seberapa jauhpun akan kulakukan.”

“Lalu kenapa selama ini kau pada awalnya berjanji tentang hal itu?”

“Karna kau sahabatku. Walaupun kita baru bertemu dan baru dekat, aku merasa senang bisa berbicara denganmu. Aku tidak ingin kehilanganmu.” Ujar Yun yoo berusaha meyakinkan Kyung soo.

Setelah itu Kyung soo hanya diam selama beberapa saat. Pria itu kemudian berujar,“Ayo masuk, kita selesaikan permainan ini.”

“Kau sudah tidak marah?” Tanya Yun yoo lagi sambil mengikuti langkah Kyung soo masuk kedalam rumah yang mereka sewa untuk acara liburan ini.

“Aku marah. Tapi aku juga tidak ingin kehilangan sahabatku.”

**

“Baiklah.. Apa yang sebenarnya terjadi? Sepertinya ini bukan yang tempat yang tepat untukku.” Decak Kris. Ia merasa sepertinya ada pihak yang diuntungkan dalam liburan ini.

“Mana mungkin duizzang.. kaulah bintang utamanya.” Ujar Yun yoo.

“Jangan bilang kalau kau ingin bermain truth or dare. Karna pasti permainan ini akan berakhir dengan kekalahan Kris. Entah mengapa dia punya keberuntungan yang buruk.” Gumam Lay yang langsung mendapat Death glare dari Kris karna tidak sengaja membuka aib Pria jangkung tersebut.

“Tidak-tidak. ini bukan Truth or dare atau permainan keberuntungan lainnya. Tidak ada hukuman. Kita semua akan bersenang-senang malam ini!!!” jawab Yun yoo senang, berbalik dengan wajah Kris yang sangat meragukan ucapan gadis itu.

“Jadi apa permainan itu?” kata Kai yang mulai tak sabar sementara yang lainnya hanya memandang Yun yoo dengan tatapan bingung.

“Yah, aku tidak tahu bagaimana menyebut permainan ini. setiap orang yang bisa minum lebih dari dua gelas yang kubawa ini, kalian punya kesempatan untuk menyuruh siapa saja yang kalian suka atau bicara apa saja pada orang itu.”

“Benarkah? Bahkan bicara tidak formal?” Tanya Baekhyun.

Yun yoo mengangguk, “Tentu, tapi kalian harus ingat batasan. Tidak boleh meminta hal-hal yang aneh.”

“Dan siapa yang akan memulai?” Luhan mengangkat alisnya.

“Aku.” Ujar Sehun tiba-tiba. Sejak acara makan malam ia selalu diam dan ini pertama kalinya ia berbicara.

“Kau? Kau kan tidak pernah minum sebelumnya.” Ujar Chanyeol mengingatkan.

“Memangnya kau pernah?” gumam Sehun dan langsung meminum dua gelas. Seperti yang dikatakan Yun yoo. Ia meletakkan gelasnya dan menatap Yun yoo.

“Aku ingin Yun yoo pacaran denganku.”

Semua mata terbelalak. Tak terkecuali Yun yoo.

**

“Bagaimana? Kau harus menuruti perkataanku kan? Aku sudah minum dua gelas seperti yang kau katakan..” gumam Sehun dengan wajah memerah karna mabuk. Yun yoo yang masih syok hanya bisa melebarkan bola matanya.

“Hei, jawab aku.” Ujar Sehun lagi, “Apa karna hal seperti ini kau jadi gugup? Bukankah ini yang kau inginkan?” sehun berdiri dan berusaha mendekati gadis itu.

“Apa? Kenapa kau ini Sehun-ah?” Kyung soo beranjak dari tempat duduknya dan berusaha menenangkan Sehun.

Sehun melemparkan tangan Kyung soo yang mencoba meraihnya, “Diamlah. Ini urusanku dengannya.”

Yun yoo terdiam dan menghela nafasnya. Ia tak akan membiarkan Sehun merusak rencananya. Walaupun hal itu benar-benar membuatnya terkejut, “Aku akan menjawabnya nanti.”

Sehun menghempaskan tubuhnya kekursi dan menatap gadis itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Beberapa saat kemudian kedua matanya terpejam. Semua mata menatap Sehun bingung.

“Hei, ini baru permulaan.. kenapa seserius ini?” Kai tertawa, “Yang kedua biar aku saja.”

Kai meletakan gelas keduanya dan menatap Baekhyun, “Bagaimana jika kita melihat Baekhyun memasukkan tissue kedalam lubang hidungnya? Atau kita selotip wajahnya?”

“Hei, jangan gila! Ada Seol hwa disini!!” pekik Baekhyun.

“Itu pasti menjijikan.” Yun hee menjulurkan lidahnya.

“Lakukan saja Baekhyun, lagipula kau sudah terlihat konyol tanpa harus melakukan hal-hal seperti itu..” ujar Kyung soo yang mendapat respon meriah dari seluruh penghuni meja. Mereka semua tertawa, dengan senang menikmati tingkah konyol Baekhyun. Melihat Kris yang menirukan gerak-gerik monyet, Kyung soo yang dipaksa beraegyeo, dan Seol hwa yang harus tersenyum di sepanjang permainan.

Sepertinya permainan Yun yoo dinikmati semua orang. Kecuali Yun yoo sendiri dan Sehun.

Entah mengapa kejadian barusan membuat sebuah jarak besar diantara keduanya.

**

“Tidak ada yang terjadi kan? Dasar gadis bodoh. Kai dan Yang da tak mungkin dekat begitu saja hanya dengan permainan konyolmu.” Tukas Yun hee yang sibuk memegangi topinya yang ditiupi angin.

Pagi yang sangat cerah tiba, dan Yun hee langsung mengajak Yun yoo berjalan-jalan berdua. Mungkin ada yang ingin Yun hee ketahui, apalagi sejak insiden Sehun kemarin. Tak ada yang tahu jawaban apa yang Yun yoo berikan. Apa yang terjadi diantara keduanya sangatlah rahasia.

Yun yoo tersenyum samar. Rambutnya tertiup angin hingga menutupi wajahnya, “Hehe, aku hanya berharap mereka bisa saling mengutarakan perasaan. Tapi ternyata itu tidak terjadi.”

“Aiissh, aku benci basa-basi.” Gumam Yun hee, “Langsung saja, bagaimana jawabanmu kemarin? Terhadap ucapan Sehun?”

“Hah? Tentang itu.. aku pikir Sehun hanya berusaha membuat lelucon dan gagal. Jadi aku sama sekali tidak memberi jawaban.”

“APA?!” teriak Yun hee, “Jadi Sehun bilang padamu jika itu hanya lelucon? Bualan?”

“Iya, saat aku bangun tidur dia menelfonku dan bilang itu hanya lelucon.” Yun yoo tersenyum kecut. “Padahal hanya lelucon… tapi kenapa kemarin malam aku sampai tidak bisa tertawa? Hahaha, aku benar-benar konyol.”

Yun hee hanya bisa memandangi Yun yoo. Gadis itu selalu terlihat baik-baik saja dan bahkan sering terlihat berbuat konyol. Tapi kenapa Sehun tak bisa melihat penderitaan di mata gadis itu? Dia mungkin terlihat baik-baik saja, selama tidak ada yang mengetahuinya. Bagaimanapun juga, Yun yoo adalah seorang manusia, yang pasti juga merasakan rasa sedih dalam hatinya.

To be continue

2 thoughts on “I Like You (Chapter 9)

  1. aduh… gara2 permintaan sehun yunyoo jadi agak melo ya :3 sehun serius atau nggak sih ama yunyoo?
    aku kira yang da ama kai berakhir jadi tokoh utama di permainan mereka. eh ternyata nggak terjadi apa-apa
    ditunggu kelanjutannya!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s