Let’s Play the Role

Judul                     : Let’s Play the Role

Nama Author     : Vicha Fridayanti

Genre                   : Drama, Romance

Main Cast            : Byun Baekhyun & Kim Ren Hee

Cast tambahan  : Suho ( EXO )

Lenght                  : One shoot ( 1 chapter )

Ratting                  : 17+

Hari dimana teman-temanku datang ke rumah untuk bermain, hanya satu pria yang tidak meninggalkan rumahku. Biarku ceritakan bagaimana bisa ini terjadi.

“Sebenarnya, kita ini….adik dan kaka yang lama hilang. Jadi biarkan aku tinggal disini” Baekhyun nunjuk diri sendiri sembari nyengir.

“Baekhyun-ah, akui saja bahwa kau diusir dari pemilik kos-kosan karna kau tidak bisa membayar sewa” (aku punya bukti)

“Aku serius, ibuku adalah istri ayahmu…” duduk dengan santai seperti dirumah sendiri

“oh?kalo ini adalah drama, ini pasti akan sangat menarik!” (itu tidak lucu) menyender ke sofa

Orangtua ku adalah Actor terkenal. Mengetahui ini, teman temanku mengajak ku memasuki club drama, dan Byun Baekhyun ini adalah Seorang Penulis Script.

…well, ini pasti akan baik-baik saja” jawab Baekhyun sembari menoleh ke arah Ren “jadi sudah diputuskan! Lagipula kamu tinggal di rumah besar ini sendirian, apa kamu engga merasa kesepian? hm?” senyum

Ren memandangi Baekhyun (Hmph, dia merencanakannya, apanya yang saudara. Terserah, lagipula aku ga punya pacar).

Itu semua bohong.

Sfx : knock knock *buka pintu*

(Kan, dia disini)

“Noona, aku ingin meminjam komputermu”. Baekhyun memasuki kamar Ren

“SIAPA YANG KAU PANGGIL NOONA?!” langsung bangun dari tempat tidur.

“walaupun kita seumuran, tapi ulang tahun ku belum tiba”. Nyengir nyengir

(apa dia benar benar akan bertingkah layaknya “adik laki-laki” ku….) “kau tidak akan pergi tidur?”.

“aku akan menggunakan sofamu nanti saat aku sudah selesai dengan ini”.ngetik ngetik

“….”(bukan itu yang aku tanyakan)

“maaf, aku lupa aku harus menyerahkan laporan ini besok pagi” masih ngetik ngetik “oke selesai. Kalo gitu, selamat malam noona” senyum lalu menutup pintu.

“apakah dia akan terus melanjutkan adik-kaka pura-pura ini?” (tentu saja aku keberatan, itu bukan seperti bahwa dia bagus sebagai seorang actor).

Pagi hari di ruang makan.

“aku muak dengan ini” narik nafas

“ah, kau benar” Baekhyun menelan makanan dalam mulutnya “tidak banyak variasi di piringnya” memotong steak

WELL I’M SORRY! JADI KENAPA KAMU MAU AKU UNTUK MEMASAK?!”(kaaau!)

“karna kau seorang NOONA” jawab Baekhyun sembari mengunyah.

“MAKSUDKU, AKU MUAK DENGAN PERMAINAN ADIK-KAKA INI!” (ini konyol, konyol, konyol)

“Hmm~ kalo gitu gimana kalo kita bermain permainan yang lain?” memotong motong steak “kita berdua menulis beberapa peran untuk diperankan dalam sebuah kertas, kita akan memerankan nya apapun peran yang kita dapatkan seperti performance dadakan. Saat kita mulai muak dengan peran tersebut, kita bisa mengeluarkan kartu yang lain. Kita juga bisa melatih skill acting kita seperti ini” Baekhyun memasukan makanan kedalam mulutnya.

“heh….sepertinya menarik” Ren megang dagu “kita bisa menulis apapun yang kita inginkan?”

“ya, tidak akan aneh memerankannya karna hanya ada kita berdua disini” Baekhyun berdiri, mencari kertas dan balpoin “nih” memberikan kertas dan balpoin.

“hihi” (dan aku sedang berfikir untuk menulis sesuatu yang aneh) Ren nulis di kertas.

“Jika kau memilih yang aneh, kau tidak bisa menolaknya” Baekhyun muter muter balpoin

(Urk….like wise….) Ren ga jadi nulis.

“kita akan menulis, masing-masing lima” muter muter balpoin “…well, apa yang harus aku tulis?” baekhyun mikir sembari ngetuk ngetuk bibirnya pake balpoin.

“hmm”(… … oh iya! Apa yang akan terjadi kalo peran ini dimainkan) Ren mendapatkan ide

Kertas : Boyfriend and Girlfriend

“aku pulang” Ren buka pintu

“Selamat datang, Tuan Putri”. Baekhyun bungkuk.

“Bagus sekali, sekarang bantu aku melepaskan sepatuku”mengangkat kaki

“Baik!” Melepaskan sepatu Ren

“Aku sudah menyiapkan bath untukmu” membawakan jas Ren

“Terima kasih atas kerja kerasmu!” bertingkah seperti tuan putri.

“Sayangnya, sabun apel nya sudah habis dan di toko sudah habis terjual”. Ucap Baekhyun

“APA KAU BILANG?!” mencambuk Baekhyun.

Ahh, Kartu yang kita pilih kali ini adalah ‘The Princess and Her Servant’, sebelumnya ‘The Queen and Her Servant’” Baekhyun ngehindar “Mengapa kartumu keluar tiga kali berturut-turut, Ren Hee-ah kau selalu menarik kartu The Queen” narik nafas.

“Itu Prin-cess!” duduk di sofa “ tadinya aku akan menulis ‘The Maid and Her Rich Master’ tapi itu di batalkan, kalo aku nulis ‘A Giant and A Dwarf’ kamu bakalan protes”

“Memainkan peran yang sama seharian itu tidak mungkin”. Ikut duduk di sofa.

“Apa maksudmu!kalo gitu kenapa ga kamu aja yang pilih selanjutnya” memberikan box ke hadapan Baekhyun.

Baekhyun mengambil kertas dan bertuliskan The Pet and Its Master.

“Empat kali berturut-turut” Ren ngangkat dua jempul sambil ketawa ketawa bahagia.

(hm, ini tidak apa-apa) “Aku harus jadi apa?Anjing?Kucing?” Baekhyun garuk garuk dagu.

“Engga, engga! Aku pet nya. Aku akan menjadi kucing”. Saran Ren

“Apa makan malamnya sudah siap? Meoww~” Ren tiduran di atas meja makan.

“… … …” (apa bedanya) Baekhyun nyiapin makan malam “tapi saat kau berperan sebagai kucing, kau seperti berbeda dari kau yang biasanya acuh tak acuh”.

Blush “itu karna acting ku bagus” (itu benar ini hanya acting).

Di ruang club drama.

“Okay, pemain tertulis di belakang naskah”.

( aku dapat peran utama, aku harus bekerja keras….) Ren membaca naskah nya.

“Ah, Kim Ren Hee, aku menantikan pertunjukanmu.” Suho sang penulis naskah menghampiri Ren

“Eh?” Ren menoleh

“aku menuliskan naskah ini terutama agar cocok denganmu” Suho nyengir

(ugh…seperti tekanan besar!) “Um…” senyum kepaksa

“ada apa? Kau seharusnya lebih berbahagia!”. Memperhatikan Ren

“dia terlihat seolah-olah memang dia akan mendapatkan peran itu!” orang bisik bisik

“tentu saja, dia kan anak dari orang-orang itu” orang bisik bisik

“orang tuanya akan menonton penampilan nya, semacam pendukung yang kuat, apa yang bisa kau lakukan tentang itu”. Orang bisik bisik

Di rumah

“Aku pulang” Baekhyun membuka pintu dengan wajah senang.

“…..eh? kau tidak di tempat latihan?”

“aku pulang lebih awal, aku ingin bekerja dengan naskah buatanku sendiri” Baekhyun memberikan kresek berisi soft drink “Hey! Kucing tidak meminum itu, dan juga mereka tidak berbicara” ngeluarin mainan kucing “ayo kemari kucing”. menggoyang goyang kan mainan kucing.

“apa kau khusus membelinya?” Ren memasang wajah lazy

“kau pemeran utama wanita kan? Selamat” Baekhyun senyum.

Blush “….” nyoba nangkap mainan kucing.

“Hey!” menggoyang goyangkan mainan kucing.

Ini sesuatu yang tidak biasanya aku lakukan.untuk bertingkah keras kepala seperti seorang Princess dan bertingkah lucu seperti seekor kucing. Tapi semua ini adalah bagian dari diriku.

“Hey, Kim Ren Hee!” salah satu anak club drama mencoba membangunkan Ren
“Apa dia tertidur?”

“Maafkan Aku!” Ren langsung bangun.

“Aku tau, kau harus bertingkah seperti tidur di scene ini, tapi kau….”

“Betapa buruknya!” orang bisik-bisik

“Tertidur disaat latihan sedang berlangsung” orang bisik-bisik.

“Aku memberikan peran itu padamu, karna aku mengagumi kemampuan berakting mu, jika kau tidak ingin memainkannya, aku bisa mencari penggantinya kapan saja. Apa kau berfikir kau bisa mendapatkan peran itu karna kau mempunyai orang tuamu untuk mendukungmu?” Suho keluar dari ruang club dengan membanting pintu.

Baekhyun senyum memandang Ren dari kejauhan.

“Semua orang masih memiliki naskah mereka ditangan karna mereka berlatih, hanya kau saja tidak menunjukan bahwa kau sangat hafal dengan naskahnya…” Baekhyun menghamipiri Ren.

“……” berbalik melihat Baekhyun “Kau tidak perlu menghiburku” (aku benar benar ngantuk)

“Menghiburmu?Engga!” meluk Ren “aku hanya merasa kasihan kepada kucing ku” usap-usap kepala Ren “it’s okay it’s okay”.

“….apa kita harus berakting di publik juga?sniff sniff” nahan nangis.

“kucing tidak berbicara” usap-usap kepala Ren.

Semua ini hanya permainan pada akhirnya. Walaupun aku sudah tau itu, tapi aku tetap tidak bisa menunggu untuk mengambil kartu itu.

Dirumah

“……” Baekhyun megang dagu, sedang berfikir, dan duduk di depan komputer.

“Hey~Master?” ngetuk pintu “JANGAN MEMASUKI KAMARKU TANPA PERMISI! DAN JANGAN MENGGUNAKAN KOMPUTERKU SEENAKNYA SAJA! WALAUPUN AKU INI PELIHARAAN!” berteriak emosi.

“Mesin ketik ku rusak. Biarkan aku memakai ini sebentar” Baekhyun tertawa sambil menggoyang goyangkan kursi.

“Naskah seperti apa yang kau tulis?” menghampiri Baekhyun.

“Hm, salah satu yang ku pilih dalam kompetisi” Baekhyun menatap komputer

“Oh…!” memandangi Baekhyun “bukankah merepotkan untuk tetap menjadi pemilik kucing?”

“Engga, aku baik-baik saja dengan ini” berbalik “aku masih menikmati kesenangan untuk menjinakan kucing ku” tertawa.

“sudah cukup MESUM!”

“Sangat kejam~ baiklah, kalo gitu ayo kita ambil kartu selanjutnya”. Ajak Baekhyun

“Silahkan Ambil!” Ren nyerahin box

“ini gapapa kalo aku yang ambil?” Baekhyun ngambil kertas, ngebuka kertas “…..”

“apa itu…?”

Baekhyun membalikan kertas yang bertuliskan “Boyfriend and Girlfriend

“…ah, salah satu kartuku! Ini membuatnya menjadi lima kali berturut-turut” blush

Ini terlihat seperti seseorang merencanakan ini.

“……” Ren ngeblush

Pada saat ini…

“…bolehkah aku memanggil mu hanya Ren saja?Atau…” tangan Baekhyun menghampiri Ren “Ren Hee?” tangan nya menyentuh rambut Ren “Ren?” tangan nya menghampiri pipi Ren dan mencium kening nya.

“Apapun terserah…” Ren memeluk Baekhyun

Pada Pagi Hari

Dia tersenyum sambil berkata ‘ini sudah lama semenjak aku tidur di atas kasur, dan bangun dengan natural

“…bukankah kamu kedinginan?” Ren selimutan sembari berbaring di atas tempat tidur.

“achoo!” Baekhyun bersin

“nah kan?” memandang Baekhyun dengan tatapan menang.

Baekhyun jalan menuju tempat tidur

“Bersinmu seperti seorang wanita” Ren tertawa.

“aku tidak kurang ajar sepertimu” Baekhyun masuk ke tempat tidur lalu selimutan

“……” memandangi Baekhyun dari dekat.

“ah~ sangat hangaat” selimutan sembari nutup mata.

Akting kita terlalu bagus.

Di tempat latihan orang-orang memandangi kami berdua.

“Jadi mereka pacaran……” orang bisik-bisik

So Good, tidak ada orang yang menyadari kalo ini hanyalah akting.

Di Supermarket.

“……apa kau mentraktirku untuk suatu hal?” Baekhyun memegang wadah daging “wah daging ini bagus”.

“eh? Soalnya….bukannya naskahmu sudah lulus untuk kompetesi? Ini untuk perayaan!”

“Kompetisi itu tidak mudah, kau tau…..”

“Harus berapa babak agar kau bisa lulus kompetesi?”

“Empat Kali” muka datar

“KALO GITU PERAYAAN DIBATALKAN! AKU AKAN MENYIMPANNYA KEMBALI!” berjalan ke tempat asal dimana daging itu berada.

“….” (daging) Baekhyun gigit jari.

Saat Ren dijalan kembali ke tempat Baekhyun.

“Eh?Byun Baekhyun?” seorang wanita memanggil Baekhyun

“…” Baekhyun berbalik

“eh?” (itukan orang-orang dari club drama, dan mereka salah satu orang yang tidak suka padaku). Bersembunyi sekaligus menguping.

“bukankan ini dekat dengan kediaman Kim Ren Hee? My God!apakah kalian bersama?” ucap wanita tersebut.

“Oh yeah, Selamat atas lulusnya dalam babak penyisihan” ucap salah satu wanita itu.

“Itu Cuma babak pertama…” (siapa yang menyebarkan berita ini) Baekhyun jawab agak sinis.

“Itu seharusnya bukan masalah, ayah Ren Hee adalah salah satu dari juri kan?”

Eh?

“Ini tidak ada hubungannya dengan itu” balas Baekhyun.

Aku bahkan tidak tau tentang itu…

Sorry,sorry, tapi bukankan Ren Hee membantu mu?”

Orang-orang ini…

“…tidak” balas Baekhyun “Kita tidak memiliki hubungan apa-apa dari pertama juga” senyum “kita hanya bermain permainan kencan”.

Akting kita benar-benar bagus…

Pada saat dirumah

“Eh? Ini daging yang tadi…” Baekhyun ngeliatin daging di atas meja makan.

“Itu benar~ silahkan nikmati~” berbicara dengan nada ceria.

“kenapa ini terasa seperti aku adalah pet kali ini”. Memandang Ren

“HAHAHA, itu tidak terlalu buruk” senyum.

Sangat bagus bahkan aku sampai melupakan nya.

“ingin mengambil kartu yang baru?” Ren senyum.

Semua ini hanya akting

“…oke”. Baekhyun menjawab.

“…” Ren mengambil kertas dari dalam box

Dia menyetujuinya begitu saja.

“ada yang salah?” tanya Baekhyun “kenapa kau tidak membukanya?”

“karna kau yang menulis sisanya, tidak tau kalo ada yang aneh disana” gemeteran

“ini tidak seperti kamu memiliki alasan untuk menolaknya, cepat buka itu”

“Aku tau…” membuka kertas.

Saat aku membuka ini, kita akan…

“Haruskah aku membukakan nya untukmu?” merebut kertas dari tangan Ren

“TIDAK!” Ren menarik tangan nya.

Aku selalu ingin mengatakan nya…

“tidak…”

Ini bukanlah akting

“Aku tidak mau!” keluar air mata dari sisi sisi mata Ren.

“sudah ku bilang kau tidak punya alasan untuk menolaknya”.

Eh?

“…” Baekhyun mencium bibir Ren

Jangan jangan ini…

Semuanya sama…

Semua kertas yang Baekhyun tulis semuanya sama…

Semuanya bertuliskan Boyfriend and Girlfriend

“Aku hanya menulis ini, tapi tidak ada dari semuanya yang terambil” ucap Baekhyun

“Kau merencanakan semuanya dari pertama, mengapa membuatnya menjadi sebuah permainan…” menoleh ke arah Baekhyun

“Jika aku tidak melakukan ini dengan alasan sebuah permainan, aku yakin kau pasti tidak akan membiarkan aku tinggal disini” ngeblush “sebenarnya aku ingin mengatakan nya sudah lama sekali” menoleh ke arah Ren dan tersenyum.

“Eh? Mengatakan apa?”

“Ayo berhenti bermain permainan ini dan membuatnya menjadi serius” tersenyum.

Let’s Play the Role *end*

8 thoughts on “Let’s Play the Role

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s