Win Over Deluxe (1/2)

 

Win over deluxe.jpg

Title : Win Over Deluxe | Author : Bitebyeol | Main Cast : Choi Alessa (OC/YOU) and Park Chanyeol, other cast will find by yourself | Genre : Romance(?) Fluff  Fantasy Lenght : Twoshoot(?) |  Rating : Teen

!!THIS FANFIC IS PURE MINE, DON’T BE A PLAGIATOR!!

Originally posted in my own blog >> SWEET DELIGHT

https://hanajinani97.wordpress.com/

 

 

~Happy Reading~

 

 

 

“Lepaskan tanganmu, jangan bermain-main Tuan Lu.” Gelap dari kedua kelopak mataku mulai tersingkap, pria itu-Luhan terkekeh dibelakang punggungku sembari menurunkan telapak tangannya. Aku patut bersyukur dianugerahi bulu mata yang lentik secara alami, jika memakai bulu mata extension sudah pasti akan hancur berantakan. Disaat seperti sekarang, bisa-bisanya Luhan berbuat konyol. Mengerjaiku dengan permainan anak-anak. Tidakkah dia mengerti berapa lama aku menyiapkan riasan ini? Bagaimana jika luntur?

“Kau merusak riasan wajahku Luhan.”  Aku mendesah kesal, memperhatikan penampilanku melalui pantulan cermin. Riasan natural seperti biasa namun dengan sedikit polesan spesial untuk menambah kesan elegan.

“Terhitung 45 menit Nona Alessa berada disini.” Luhan berdecak menyindirku sembari menggeleng menatap jam yang melingkar dilengannya. Aku memang sudah terbiasa merias wajahku sendiri tanpa bantuan orang lain. Oh, apa aku perlu memulas lipstik lagi ? Warna yang kugunakan terlihat pucat.Tiba-tiba Luhan mengambil lip conditioner dari meja rias dan menarik daguku.

“Warna pink satin tidak  buruk untukmu. Hanya perlu seulas lip conditioner untuk melembapkannya. Ayo Alessa ratakan seperti ini setelahnya.” Melalui tangan Luhan, lip conditioner itu terpoles sempurna pada bibirku. Ia mengecap-ngecapkan kedua belah bagian bibirnya, menginstruksikan kepadaku untuk mengikutinya. Astaga Lu.. Kau ini..Aku diam saja kulihat dia mulai kesal dan menurunkan kedua lengannya lalu mulai duduk diatas meja rias yang tak terjamah perlengkapan kosmetikku. Tidak sopan sekali!

“Eum, Lu. Apa penampilanku sudah baik?” Aku berdiri memperhatikan gaun berwarna krim berbahan lace dengan  panjang selutut dan beraksen sedikit mengembang dibagian bawah.

Luhan turun dari duduknya dan sibuk menilai penampilanku. Gayanya seperti juri model saja.

“Cocok sekali ! Ooh aku suka bagian lekuk pinggangmu yang meliuk seksi. Dan juga model punggung yang sedikit terbuka itu .. wah Perfect!” Luhan mengacungkan kedua ibu jarinya membuatku tersenyum puas.

“Tapi sayang ya, kau tidak merancangnya sendiri.” Luhan mulai menyindir dengan lengannya saling berlipat. Dia mengerti bahwa aku lebih suka menyiapkan penampilanku sendiri. Seperti sekarang, aku bahkan menolak penata rias ternama yang ditawarkan oleh Ayah. Selama aku bisa menangani diriku menjadi lebih baik, kenapa tidak? Mengenai gaun yang kukenakan ini, aku tidak punya keahlian mendesain hal-hal seperti itu. Tetapi, modelnya tentu saja atas pilihanku sendiri. Ooh Luhan kau sepertinya ingin mati.

“Baiklah-baiklah, aku mengerti penampilanku hari ini sangat manly seperti biasanya. Jadi jangan terus-menerus memperhatikan seperti itu.” Aish, hentikan smirk licikmu  Luhan, membuatku semakin mual. Ya,ya kuakui rambutmu yang ditata keatas memang keren.

 

“Sok percaya diri. Entahlah kenapa Lu, aku merasa wajahmu semakin menyaingi kecantikanku.” Aku memutar tubuh menahan keinginanku untuk tertawa saat melihat wajahnya yang terkejut tidak terima seperti orang bodoh.

“Yya!” Luhan mendengus, seperti biasa ia tak senang jika seseorang mengatakan dirinya cantik. Sudah tahu memiliki wajah seperti itu, tetap saja mengaku manly. Kurasa waktu merias diri sudah selesai, aku mulai berjalan menuju pintu dengan sepasang high heels yang melekat di kedua kaki indahku.

“Baru saja ingin bertunangan, tapi kau sudah berdandan repot seperti ini. Bagaimana jika nanti menikah ?” Lagi-lagi Luhan menggoda, Luhan kau ini seperti tidak mengerti saja. Ia mengelus surai panjangku dengan lembut. Jika tak sadar bahwa ini acara yang sangat penting, Luhan pasti sudah mengacak-acaknya seenak hati. Kami berjalan beriringan melewati koridor dimana para penjaga dan pelayan yang terlintas membungkuk hormat.

“Kau seharusnya senang, bukan mengkritik terus-menerus.” Aku bergumam kesal disampingnya, Luhan terkekeh nakal lalu mulai menggandeng lenganku saat anak tangga mulai terlihat. Dari atas sini penglihatanku dapat menjangkau keseluruhan tamu undangan. Sepertinya sudah lebih dari setengah yang telah hadir.

“Alessa? Ayo.” Aku tersadar telah berhenti sejenak di pertengahan tangga, kakiku kembali melangkah dengan gandengan Luhan. Ini diluar perkiraanku, kurasa Ayah mengundang seluruh kerajaan.

“Wah Alessa! Penampilan spesial untuk hari ini.” Putri Luna yang datang bersama Pangeran Minho membungkuk rendah dihadapanku. Aku tersenyum meringis.

“Terima kasih, tetapi aku sudah mengusahakannya untuk tidak terlihat berlebihan.”

“Selamat untuk pernikahanmu.” Tiba-tiba Putri Jisoo mengatakan hal itu dan menyebabkan diriku menjadi pusat perhatian. Memalukan saja, hey acara pertunangannya saja belum dimulai.Namun, Luhan malah semakin mengeratkan pelukannya pada bahuku. Putri Jisoo menunjukkan raut penyesalan bercampur kebingungan dan buru-buru mengklarifikasi.

“Maksudku aku harap setelah ini kalian akan menikah secepatnya.” Mataku membulat, aku dan Luhan saling melirik. Kulihat Luhan memasang wajah seserius mungkin dan tersenyum ramah pada Jisoo. Taeyong, pria disampingnya mulai menarik lengan Jisoo menyingkir untuk menghindari tatapan Luhan pada kekasihnya.

“Kau memiliki dada yang bagus Putri Jisoo.” Ya ampun, Luhan yang terlalu jujur. Sementara Taeyong menatapnya menjauh dengan raut wajah tidak suka, ia terlihat berbisik ditelinga Putri Jisoo. Gadis itu terbelalak setelah mendengarnya.

“Haha, Putri Jisoo itu manis sekali.”Aku bergidik mendengar Luhan berkata seperti itu.

“Sepertinya dia tidak pernah bertemu denganku.”

“Atau kau saja yang kurang terkenal.” Kali ini aku balas mencibirnya. Putri Jisoo itu kan dari Kerajaan Southeast. Setahuku untuk acara-acara besar saja yang mengundang kerajaan-keraaan jauh seperti Kerajaan Southeast. Aku perlu mengetahui siapa saja tamu yang diundang Ayah disini.

“Pangeran Suho, pria berambut blonde yang kau perhatikan sekarang. Pewaris takhta tunggal Kerajaan Southwest. Sangat mencintai benda-benda impor berkualitas tinggi. Aku dapat menaksir penampilannya dari ujung kaki hingga rambutnya. Kau tidak akan percaya jika kukatakan nominalnya.”  Ah ya, itu kentara sekali. Lagipula bukan hal yang aneh.

“Dia juga memiliki kemampuan dalam mengendalikan benda-benda berwujud cair.”

“Seperti mengeringkan laut maksudmu?” Luhan tergelak mendengar komentarku.

“Anggap saja begitu.”

Aku mengedarkan pandangan kearah lain.

“Pangeran Kim Kai. Kulit tan itu memang salah satu daya tariknya, Al. Pangeran bungsu dari Kerajaan Northeast. Kakaknya, Pangeran Taemin sudah mengatur pemerintahannya sendiri dengan kekuasaan di Kerajaan East.”

“Teleporter?” Aku langsung bertanya, dan Luhan langsung mendengus.

“Apa Kai populer dikalangan para wanita? Tsk.”

“Sainganmu ya Lu.” Aneh, seorang playboy tidak pernah menerima orang lain menyaingi dirinya. Itu fakta yang terjadi pada Luhan.

“Dia bisa mengirim kekasihnya yang berselingkuh ke dalam neraka.” Nada suara Luhan terdengar mengejek.

“Kekasihnya yang mana? Kai terlihat seperti seorang playboy yang tidak munafik.”

“Maksudmu, aku munafik begitu?”

“Itu jika kau mengaku seorang player.”

“Luhaan Oppa!”Seorang gadis yang tak kukenal berjalan riang kearah kami, lebih tepatnya ke arah Luhan.

“Ah Oppa. Hmbbht.” Wow, tak kusangka mereka akan melakukan pertunjukan dihadapanku. Gadis itu mendekatkan wajahnya pada wajah Luhan dan tangannya mulai bergerak keatas mencengkeram kerah tuxedonya. Huh, ini bahkan didepan khalayak ramai. Lihatlah Luhan sebentar lagi kau akan membuat kehebohan jika membiarkannya terjadi. Lebih baik aku menyingkir daripada menjadi saksi pasangan mesum.Aku memutar tubuh berjalan menjauh kearah sudut ruangan yang lebih tenang dimana terdapat sofa minimalis disana.

“Anak itu memang tidak pernah berhenti sebelum puas.”

Ayah menepuk bahuku dari belakang. Mengapa para pria suka sekali mengagetkanku?

“Yah, seperti biasa, keahlian yang tidak patut dibanggakan.”

“Luhan menggunakan waktu mudanya untuk bersenang-senang.” Ayah menimpali.

“Aku bahkan lebih muda dari Luhan dan harus bertunangan malam ini.” Ayah terkekeh mendengarnya. Menganggapnya sebagai lelucon? Apa nada bicaraku kurang sinis?

“Kalian membicarakanku?” Luhan? Cepat sekali dia menyusulku kemari, aku rasa urusannya dengan gadis itu belum selesai.

“Seperti biasa Alessa. Ada sedikit gangguan . Kau pasti sudah mengerti.” Luhan menunjukkan eye smilenya menyisihkan penampilan manly yang beberapa saat lalu ia bangga-banggakan. Sementara Ayah meninggalkan kami dan berjalan bersama Perdana Menteri Kang sesaat setelah menerima semacam informasi.

 

“Yahh, Alessa. Kau sudah mengenal pangeran yang satu itu ya.” Luhan merangkul bahuku dan tersenyum menyeringai mengikuti arah pandanganku. Luhan terlalu cepat dalam hal membaca pikiran.

“Pangeran Park Yi Fan, putra sulung Raja Park Jungsoo dari Kerajaan East Northeast. Kandungan istrinya, Putri Song Qian memasuki usia 5 bulan.”

Pangeran Park Yi Fan terlihat sangat protective disamping istrinya. Satu lengannya melingkar pada pinggang dengan perut yang tak lagi rata itu. Dia tidak mungkin menawari wanita yang tengah mengandung darah dagingnya dengan segelas wine kan?  Astaga, Luhan pasti sudah mendengar pikiranku sesaat ia berusaha menahan tawanya.

“Aku membayangkan bagaimana mereka melakukannya. Apa itu  6 bulan yang lalu? Haha.” Rasa-rasanya aku ingin menepuk dahi Luhan sekarang. ‘Melakukannya?’  Mungkin Luhan mulai berfantasi, lebih baik aku mengiyakan saja.

“Putri Song Qian, satu-satunya anak tunggal dari Kerajaan Dracon di daratan Cina? Itu artinya Pangeran Park Yi Fan akan di berikan kekuasaan salah satu wilayahnya?”

Luhan mengangguk, “Yap, benar sekali. Raja Park Jungsoo berambisi memperkuat kerajaannya. Ia bahkan berfikir jauh hingga menjalinnya dalam ikatan pernikahan dengan salah satu kerajaan terbesar di Cina.”  Menyatukan dua kerajaan untuk tujuan tertentu. Begitu ya, bukan hal yang biasa lagi. Tetapi jika murni berdasarkan cinta dan dari kedua belah pihak tidak merasa terbebani, kurasa tidak masalah.

“Tentu saja, Al. Itu kentara sekali, kok. Menyenangkan ya, kau menemukan belahan jiwamu beserta kesejahteraan hidup rakyatmu.”

Aku mengangguk mulai bergelung dengan pikiranku sendiri. Sama halnya dengan pertunanganku yang akan terjadi beberapa saat lagi. Apakah  aku melakukannya  secara terpaksa?

Tiba-tiba Luhan berbicara rendah di samping telingaku.

“Kau lihat Al, pria di sebelah sana” Luhan mengarahkan pandanganku melalui lirikan ujung matanya pada satu titik yang ia tuju. Aku mengerti pria yang dimaksud oleh Luhan. Ada apa dengannya? Pria bertubuh tinggi itu terlihat berdiri mengobrol dengan seseorang yang lebih tua dengan segelas anggur ditangannya.

“Dia adalah Pangeran Park Chanyeol, adik dari Pangeran Park Yi Fan.” Jadi, kesimpulannya mereka bersaudara.

“Jangan terpengaruh dengan sikap ramahnya. Itu hanya tipuan, jika kau tahu bagimana berbahaya dirinya.”

Aku menautkan kedua alis merasa tak mengerti. Pangeran Park Chanyeol terlihat sesekali tertawa kecil disela-sela bercakap dengan lawan bicaranya.

“Kau perhatikan tangan kirinya yang memegang gelas wine.” Hmm, ya. Tangannya dilapisi dengan sarung tangan berbahan kulit, kurasa. Penampilannya menarik dan modis.

“Ya, kenapa? Apa harga sarung tangannya itu tidak main-main?”

“Astaga, Alessa bukan itu. Yah, walaupun harganya sudah tentu tidak main-main.” Luhan berdecak melanjutkan.

“Pangeran Park Chanyeol adalah salah satu dari ketujuh legenda fire controller. Kekuatannya terletak pada tangan sebelah kirinya. Itu sebabnya dia melapisinya dengan sarung tangan.”

“Jadi itu berfungsi sebagai ..semacam penghambat?” Oh, sepertinya kosakata yang kubicarakan kurang cocok lantaran aku menjadi gugup saat Pangeran Chanyeol menoleh sejenak kearahku. Itu terlihat seperti, ia menyadari bahwa kami membicarakannya.

“Tidak juga, seorang fire controller sudah pasti pandai mengendalikan energinya. Kau bisa menanyakan langsung alasan dibalik sarung tangannya jika berkesempatan berbicara dengannya ,Al.”

Berbicara dengan Pangeran Chanyeol? Setelah Luhan mengatakan padaku jika dia berbahaya? Luhan tertawa kecil menjawabnya dengan menembus pikiranku.

“Alessa, kau tidak akan tahu sejauh mana berbahaya seseorang itu sebelum mengenal dekat dengannya.”

Sisi bijak dari Luhan muncul kembali.

“Well, dan aku tidak akan memberitahumu setelah mengetahui rahasia itu.” Aku menjawab yakin. Luhan mengecap lidahnya menatapku dengan ekspresi menantang sembari menyuarakan melalui pikiran ‘lakukan saja’.

“Oh, ya Lu. Jika Pangeran Chanyeol salah satu dari legenda fire controller, berarti Pangeran Yi Fan juga?” Tentu saja, bukankah mereka bersaudara? Namun, Luhan  menjawab dengan menggeleng pelan.

“Mereka memang bersaudara tetapi dilahirkan dari rahim ibu yang berbeda. Ibunda Pangeran Yi Fan adalah seorang putri dari salah satu kerajaan di Cina. Raja Park Jungsoo kembali menikah dua tahun setelah pernikahan sebelumnya dengan seorang putri dari kerajaan di Korea Selatan, dialah Ibunda Pangeran Chanyeol.”

Jadi, Raja Jungsoo memiliki dua istri, begitu? Dia seorang player sepertimu?” Aku sengaja menyuarakannya melalui pikiran,  untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diduga, hihi.

“Ya ampun, pabo. Aku orang pertama yang akan dengan senang hati menertawakanmu keras-keras, jika Raja Park Jungsoo sampai mendengar perkataanmu barusan.”

Haha, Luhan. Kupastikan hal itu tidak akan terjadi, aku mengacungkan jari kelingkingku, “Kalau begitu kau harus berjanji menjaga rahasia ini.”

“Aish!” Luhan terpaksa menautkan jari kelingkingnya dengan kasar.

“Jadi, Lu. Apa itu benar ?” Aku memasang ekspresi serius dan raut penasaran sekarang.

Luhan menggembungkan pipinya dan mengempiskannya seperti balon kehabisan helium.

“Apa aku harus mengatakan terang-terangan jika itu alasan utamanya? Ish.” Sekarang Luhan terlihat kesal, hihi. Itulah akibat bermain-main dengan seorang Alessa.

“Baiklah, katakan saja alasan sesungguhnya.”

“Kan sudah kubilang Alessa, Raja Jungsoo itu berniat memperkokoh dan memperluas kekuasaan kerajaannya. Pernikahannya dengan ibunda Pangeran Yi Fan  juga tidak lepas dari hubungan bisnis, dengan komoditi ekspor utama kain sutera dan keramik. Meskipun tak dapat dipungkiri Pangeran Yifan memiliki kekuatan flame control diatas rata-rata, Raja Jungsoo merasa perlu melengkapinya. Ia tahu bahwa seorang fire controller hebat hanya akan lahir dari rahim seorang putri dari sebuah kerajaan di Korea Selatan.”

Aku mengerti sekarang, tak lepas memperhatikan kedua pangeran itu dari kejauhan. Kerajaan East Northeast menjadi lebih kuat , dari bidang pertahanan dan juga ekonomi.  “Dan, bingo! Pangeran Chanyeol terlahir sebagai salah satu legenda fire controller.”

Luhan mengangguk, salah satu tangannya terangkat memberi isyarat kepada salah satu pria pelayan kerajaan untuk membawakan segelas wine. Pelayan itu berjalan mendekat ke arah kami, membungkukkan kepala dengan hormat lalu menyodorkan segelas wine kepada Luhan dan juga kepadaku.

Luhan menggerak-gerakkan pelan gelasnya lalu menyesap aroma asam hasil fermentasi dari cairan berwarna merah keunguan itu.

“Kita memiliki anggur kualitas terbaik dari seluruh negeri ini.” Ya, aku mengakuinya. Wine produk Kerajaan West memang dibuat dengan kualitas anggur terbaik yang difermentasikan melalui pengolahan khusus. Sehingga cita rasa khasnya mampu menembus pasar dunia dan memiliki tempat tersendiri bagi penikmat wine mancanegara.

“Ayah telah membatalkan kerja sama dan penanaman modal bisnis wine kita dengan Kerajaan East Northeast.” Kerajaan East Northeast ? Aku sedikit terkejut mengetahuinya, apalagi kini Ayah terlihat sedang bercakap hangat dengan Raja Jungsoo.

“Jangan terkecoh, Alessa. Semuanya terlihat baik-baik saja, ya. Tapi ingatlah mengenai putra bungsu Raja Jungsoo. Mereka tidak akan tinggal diam dengan pembatalan kerja sama yang dilakukan Ayah. Menerima kegagalan dengan begitu mudah bukan tipikal orang-orang yang memiliki keinginan kuat seperti mereka. Aku yakin mengenai sebuah siasat yang telah mereka–Kerajaan East Northeast rencanakan.”

Entah kenapa mendengar penjelasan panjang dari Luhan itu membuatku sedikit khawatir. Raja Jungsoo bisa saja merencanakan embargo ekonomi bagi kerajaan kami, atau menyiapkan bala pasukan untuk menyerang dan menyuarakan perang besar-besaran. Sampai sejauh itukah? Tetapi, para pemegang kekuasaan seperti halnya Kerajaan East Norteast, tidak akan dapat disangka, bukan?

“Nah, Alessa. Calon tunanganmu sudah disini sekarang.” Luhan berucap lembut dan meraih gelas wine dari tanganku. Ia mengerti saja untuk memudahkan Sehun. Pangeran West Southwest itu membungkuk rendah meraih telapak tanganku dan mengecupnya hangat. Tidak melepaskan genggamannya, Sehun menuntunku menuju tengah ruangan. Alunan musik orchestra mulai berganti melodi yang lebih tenang dan khidmat. Tiba-tiba kegugupan menyergapku, astaga ini bukan saat yang tepat. Posisiku berdiri berhadapan dengan Sehun yang menatap kedua mataku. Ia memiliki paras wajah yang tampan, garis rahang yang tegas dan sorot mata yang memiliki daya pikat. Namun entah kenapa semakin membuatku merasa gugup. Bukan karena menjadi pusat perhatian, tetapi aku sedang berusaha mengumpulkan keyakinan di dalam hatiku. Apakah aku yakin dengan pertunangan ini? Apakah aku mencintainya? Ya ampun kenapa hatiku tak juga menjawab keraguan ini dengan segera?  Luhan terlihat berdiri dibelakang Sehun. Hei, kenapa anak mesum itu menatapku dengan wajah sendu. Cih, Luhan sok merasa kehilangan. Kemudian dia membungkam mulutnya dengan menggigit ujung bawah bibir, kebiasaannya yang lain saat berusaha menahan tawanya. Aku tak sadar bahwa sebuah cincin bermata berlian sudah melingkar sempurna di jari manisku. Ini pertunangan resmi Alessa!

Riuh tepuk tangan meriah merayakan  pertunanganku dengan Sehun. Kulihat tamu yang hadir mengulas senyum bahagia kearah kami. Termasuk Ayah dan Ibu yang sekarang berada di sampingku. Begitu juga dengan Pangeran Park Yi Fan dan Raja Park Jungsoo yang berdiri sejajar di seberang sana. Kemudian Pangeran Park Chanyeol yang turut menatapku dengan senyuman ramahnya. Tetapi cara dia menatapku itu seperti berartikan suatu hal lain. Aku tidak tahu kenapa, apa hanya pikiranku saja lengkungan setengah lingkaran yang ditujukan kepadaku itu berubah menjadi seringai misterius.

 

 

 

 

__

Dua puluh empat jam berlalu sejak pertunanganku dengan Pangeran Oh Sehun. Semenjak aku terbangun, pertunangan tadi malam itu memang bukan sebuah mimpi. Walaupun aku sekarang baru saja selesai mandi dan telah mengguyur kepalaku dengan air dingin, tetap saja pertunangan itu mutlak resmi sudah dilaksanakan. Aku meletakkan hair dryer diatas meja rias dan mengangkat tangan sebelah kiri. Di jari manisku telah melingkar dengan indah sebuah cincin berlian yang disematkan Sehun tadi malam.

Pangeran Sehun… Pandai memanah, berkuda dan lihai memainkan pedang diatas rata-rata, melebihi pangeran pada umumnya. Ia memiliki kekuatan mengendalikan angin. Ia bisa mengarahkan badai dan membuatnya lebih besar. Ah, jadi rambutku yang melambai ringan tadi malam itu karena dia? Ketampanannya tidak perlu ditanyakan lagi. Tampan? Oh ayolah bahkan Luhan juga tampan, kan. Eh, kenapa meja riasku berantakan seperti ini? Aku jadi teringat saat Luhan duduk diatas meja riasku semalam. Hah, jadi dia juga mengacak-acak perlengkapan make up-ku?

Luhan!!

Bahkan pelembab wajahku sampai terguling seperti ini, huh. Niatku untuk memoles sedikit bedak tipis menjadi batal, tiba-tiba aku jadi malas untuk melakukan hal itu. Aku bangkit berdiri, berjalan untuk merebahkan tubuh diatas tempat tidur. Kemarin, sebelum acara pertunangan dimulai aku berbicara panjang lebar dengan Luhan, tapi tak sempat menanyakan kepadanya sesuatu mengenai Sehun. Maksudku meminta pendapatnya mengenai keputusan pertunangan itu. Karena terlalu banyak yang dibicarakan, sampai melupakan hal terpenting. Ah, mau bagaimana lagi pertunangannya sudah terjadi. Aku ingin bermalas-malasan saja sepanjang waktu hari ini.

Aroma keju mozarella tercium dari sepiring spaggeti diatas meja kecil di samping tempat tidur. Aku memiringkan tubuh dan mengulurkan tangan untuk mencolek sedikit toping sausnya. Aku juga tidak ingin makan, perutku masih kenyang dengan serangkaian pertunangan tadi malam plus dinner berdua bersama Sehun. Sebenarnya acara dinner itu didahulukan sebelum acara utama, tapi Luhan sudah lebih dulu mengambil alih diriku bersamanya. Aku yang tidak tahu apa-apa hanya bisa menurut. Ah, Luhan. Setelah pertunangan ini aku pasti akan segera menikah dan itu artinya tidak bisa bermain-main bersama Luhan lagi. Ini tidak adil, Luhan si playboy itu dibiarkan dengan bebas berkeliaran dengan para wanita. Sibuk menjadi yang pertama di atas Pangeran Kim Kai. Sementara aku….Kenapa tiba-tiba aku menjadi sedih ya.. Jangan sampai Luhan tahu bahwa setitik air mataku telah turun karena dirinya, aku akan diejek dan benar-benar  menangis nanti.

Semakin lama merenung, sepertinya hatiku mulai dapat  menjawab pertanyaanku tadi malam. Aku tidak berani memastikannya.Tanganku bergerak untuk menyentuh mata berlian cincinku. Sehun pria yang menyenangkan ketika mengobrol. Aku suka melihatnya terkekeh lucu hingga matanya membentuk seperti lengkungan bulan sabit. Dia juga sempat mengecup keningku selama beberapa saat. Tetapi aku masih belum yakin sepenuhnya dengan semua hal itu. Luhan…Kenapa kau membiarkanku mengambil keputusan sendiri? Dan kenapa juga dia tidak menanyakan kepadaku mengenai pertunangan ini?

Pabo!

Ya ampun, tiba-tiba saja suara Luhan berdengung ditelingaku. Kenapa aku selalu bergantung pada Luhan? Tentu saja dia tidak ingin ikut campur karena yang bertunangan dengan Sehun, kan aku. Bukan dia.

Yah, Luhan. Aku mengerti sekarang

Seharusnya aku lebih peka membaca kata hatiku. Bukannya berpikiran goyah seperti ini. Apa yang terjadi denganku, sih?

Selain pada Luhan, sebenarnya aku juga ingin menanyakannya pada Ibu, tapi aku terlalu segan dengan beliau. Sekali lagi, ini pertunanganku dan sebentar lagi akan menjadi pernikahanku.

Alessa, what happened to you?

Tenangkan dirimu, Alessa. Tarik nafas dan keluarkan pelan-pelan.

Aku bangkit dan duduk di pinggir ranjangku. Okay, aku bisa mengatasinya. Percayalah, semua keraguan ini akan berlalu. Aku akan mencoba memupuk keyakinan bahwa keputusan yang telah kuambil adalah langkah yang terbaik dari diriku.

 

“Selamat pagi Putri Choi Alessa.”

 

Degg.

Suara berat seorang pria menyapa dan posisiku tepat membelakanginya..

Selamat pagi Putri Choi Alessa?’ Itu bukan suara Luhan dan juga bukan suara milik Sehun. Aku tidak mengenal karakteristik suaranya, sangat berbeda dengan suara berat Ayah . Kamarku berada di lantai dua dengan bangunan istana yang cukup tinggi. Seseorang telah menyusup masuk. Bahuku menegang, berusaha memutar tubuh menghadap kearah jendela dibelakang. Aku menatap sosoknya dengan kedua kaki melemas. Pria itu menyandarkan tubuh tingginya di sisi dinding sebelah jendela. Tubuhnya terbalut setelan berwarna hitam dan shirt turtle neck  menutup leher jenjangnya. Jakunnya bergerak pertanda ia menelan salivanya tak lepas menatap tubuhku. Tangan kirinya yang menjuntai tertutup oleh sarung tangan bergerak terlipat dengan lengan lainnya didepan dada. Pria itu.. dengan seringai senyum dan pandangan mata misterius ….

.

 

.

 

.

.

 

“Pangeran Chanyeol…….”

 

____

TBC?

 

*Mohon review dan komentar ya , thankseu😉

 

 

 

 

9 thoughts on “Win Over Deluxe (1/2)

  1. Wowowo, i like this, seperinya bakalan suka sama karakter chanyeol disini, alessa kayanya juga cantik banget.. Apa yang bakal dilakuin chanyeol padahal alessa baru tunangan sama sehun.. Ditunggu kelanjutannya kak! Faighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s