Just That, I Love You – Choco Candy ( Chapter 5 )

chapter-five

Just That, I Love You

 

Author : 610021FireThunder

Genre : Imagine, Romance, Comedy

Length : Chaptered

Rating : All Can Read

Main Cast :

– You as Nam Seul Hee

– Park Chanyeol as Himself

– Kris as Himself

– Chen as Himself

Choco Candy ( Chapter 5 )

20:21 Selepas Konser

Ruangan backstage kembali riuh dengan orang berlalu lalang kesana kemari. Namun aura backstage tersebut berbeda saat sebelum konser yang dipenuhi ketegangan, sekarang yang ada senyum puas dari para staf dan member exo lainnya. Tapi tunggu… ada satu member yang hanya diam menatap dua orang dihadapannya dengan wajah begitu tidak suka. Yap.. Chanyeol, dia menatap ke arah Chen yang sedang bersama Seul Hee.

“ Apa lututmu sudah membaik? “ tanya Chen tiba tiba

“ Ya? Ah sudah lumayan membaik. Terima kasih, aku akan membalas kebaikanmu nanti “ jawab Seul hee kaku.

“ Kekeke, tidak perlu itu bukan hal besar. Lagipula memang sudah seharusnya seorang pria seperti itu bukan? “

“ Ta.. tapi tetap saja aku perlu membalas kebaikanmu. Kau tahu? Kalau kau tidak membantuku mungkin pekerjaanku akan terhambat dan aku tidak mau kena terkam Ji Sung Sunbae lagi “ ucap Seul Hee sedikit berbisik saat menyebut nama Sunbaenya itu.

Mendengar itu Chen tertawa terbahak

“ Hahaha, apakah ia sebegitu mengerikannya untukmu? “

“ Ya.. sangat. Karena itu biarkan aku membalasmu, pikirkan satu hal yang kamu inginkan oke? “

“ Baiklah.. aku akan pikirkan dahulu. Bersiaplah, ah tapi hanya satu? “

“ Ya! Kau tidak akan meminta hal aneh kan padaku? Tentu saja jangan pernah berpikir meminta lebih “

“ Siapa yang tau, kekeke. Baiklah kalau begitu aku akan meminta sesuatu paling berkesan karena hanya sekali. Ah tapi bolehkah aku memanggilmu Seul Hee? Atau itu terlalu cepat, kita bahkan baru berbicara hari ini “ tanya Chen

“ Mmm… jadi itu permintaanmu? Apa itu berkesan untukmu? Kalau begitu kau boleh memanggilku apa saja “

“ Eiii… aku belum memikirkannya. Itu tidak masuk hitungan “

“ apa apaan ini sangat tidak seperti diriku “ batinnya yang merasa seperti menjadi seorang gadis yang baru bertemu tambatan hati.

“ Kalau begitu haruskah aku memanggilmu tomato? “

“ To..Tomato? Kenapa? “

“ Karena pipimu sangat merah sekali seperti tomat sekarang, kekeke aigooo lucunya “ ucap Chen sambil mencoba melihat ke arah wajah Seul Hee yang sedang menunduk karena malu.

“ Ya…Apa? Wajahku tidak memerah ko, ini karena panas iya panas… “

“ Oh.. begitukah? Aku akan membantu membuatmu dingin kalo begitu “ spontan Chen meniup niupkan udara ke arah Seul Hee dengan terkikik karena ia pun tidak paham apa yang sedang ia lakukan sekarang.

“ Pfft… Ap.. Apa apaan kau ini, ya~ berhentilah menggodaku “ jawab Seul Hee seraya tertawa dan mengibaskan tangannya ke arah Chen agar ia berhenti.

“ Wah kau tertawa? Daebak, aku kira kamu tidak bisa tertawa kekeke “

“ Tentu saja bisa, memangnya kau pikir aku apa “

“ Robot mungkin? Kekeke.. Mulai sekarang tertawa lagi didepanku oke? “

“ Kenapa? “

“ Kau terlihat lebih bahagia dan lepas saat tertawa… “

Perkataan dan tatapan Chen saat itu benar benar membuat Seul Hee terhanyut. Lelaki didepannya itu menatap lembut, terlihat ekspresi tulus dari matanya. Chen benar… saat Seul hee tertawa, sesaat dia lupa akan hal sulit yang ia alami di waktu ini. Dan bisa dibilang ini adalah tawa tanpa paksaan pertama setelah setahun lamanya. Iya, setahun rasanya membuat Seul Hee lupa tertawa tanpa beban seperti apa atau bagaimana melakukannya.

“ Seul hee? Seul Hee?? Halooo? Apa kau pergi ke suatu tempat meninggalkan ragamu? “ sahut Chen menyadarkan Seul Hee

“ A… Ah Ne?? Itu… Terima kasih “

“ Kenapa berterima kasih?? “

“ Karena membuat ku ingat lagi caranya tertawa “ jawab Seul Hee dengan senyum lebar.

Chen hanya mengernyitkan dahi tidak mengerti maksud gadis itu, namun selang beberapa detik kemudian Chen tertawa menyadari betapa menyenangkan berada dekat gadis didepannya ini.

Chanyeol yang sedari tadi memperhatikan hanya dapat tersenyum kecut, ia tidak mengerti mengapa ia begitu sebal melihat keakraban dua orang itu. Apalagi sewaktu di panggung ia benar benar tidak fokus, para member pun menyadarinya karena ketika Chanyeol gelisah ia akan menjadi sosok over happy hingga lupa segalanya. Dia memang selalu ceria tapi waktu di panggung tadi ia terlalu berlebihan malah terlihat seperti sedang memaksakan tertawa. Bahkan ketika perform “ Playboy “ ia tidak sinkron dengan Chen. Tapi mereka tidak mengerti apa yang membuat Chanyeol menjadi seperti itu.

Chanyeol beranjak dari duduknya dan mengambil sebotol minum dengan kasar. Chen yang sedang bersama Seul Hee pun heran melihat kelakuan Chanyeol yang serba aneh hari ini.

“ Chanyeol – ah ada apa denganmu hari ini? Apa kau sedang dalam mood yang tidak bagus? “ tanya Chen

“ Apa? Tidak, mood ku sangat baik hari ini. Kau tidak lihat aku sangat senang di panggung tadi? “ ucapnya setelah menenggak habis isi botol

“ Lalu? Apa kau ada masalah denganku? Sewaktu Playboy kau benar benar mengabaikanku. Tidak seperti biasanya “

“ Begitukah? Aku tidak merasa, ah maafkan aku “ jawab Chanyeol cuek yang membuat member lain semakin terheran.

“ Waaah bahkan kau sekarang terlihat sedang benar benar marah hyung “ sela Kai yang sedikit terkejut karena Chanyeol menjadi ketus.

“ Chanyeol.. Kau sedang gelisah bukan? “ cetus Baekhyun

Chanyeol diam sesaat, membuat semuanya yakin jika si Happy Virus itu sedang gelisah tak menentu. Hening menyelimuti, mereka menunggu reaksi Chanyeol selanjutnya. Namun yang keluar dari mulut Chanyeol hanya tawa kering dan membuat semua mengangguk mengerti ada yang tidak beres.

“ Wae? Wae?? Aku bilang aku tidak apa apa kan? Kalian ini yang kenapa? “ sahut Chanyeol menyangkal lagi dan lagi.

“ Chanyeol.. Sudahlah “ kali ini leader Suho yang mencoba berbicara agar Chanyeol menyerah dan mengakui.

“ Sudahlah apa hyung?? Kenapa aku seperti sedang disuruh mengakui sebuah kejahatan? “ kali ini Chanyeol menjawab dengan nada sedikit tinggi.

Suho yang mendengar itu terkejut karena tidak biasanya Chanyeol seperti itu padanya. Walaupun Chanyeol suka berkata asal tentangnya tapi itu semua ia lakukan hanya untuk candaan, dan sekarang yang leader itu lihat bukan candaan lagi. Chanyeol benar benar sedang dalam mood yang tidak baik. Seul Hee yang masih tersisa diruangan hanya bisa linglung tidak mengerti apa yang sedang terjadi, karena suasana ruangan sebelumnya masih dipenuhi tawa dan dalam semenit saja berubah menjadi dingin.

Baekhyun mencoba untuk menenangkan Chanyeol namun di tahan oleh Chen dengan isyarat gelengan kepala karena lebih baik membiarkan Chanyeol mendinginkan kepalanya sendiri.

“ Baiklah baiklah Chanyeol, kami hanya berpikir aneh aneh karena kami khawatir padamu “ sela Chen.

Perkataan Chen membuat Chanyeol berada di posisi yang serba salah. Ia sadar betul tidak seharusnya ia menggunakan nada tinggi kepada leader yang sangat ia hormati itu, ia terlalu emosi sehingga tidak dapat berpikir jernih. Ia sungguh tidak enak hati kepada leader yang kini menatapnya dengan tatapan khawatir sama dengan yang lain tak terkecuali Seul Hee yang masih termangu dan menatap ke arahnya tepat di mata. Chanyeol balas menatap Seul Hee agak lama dan menghela napas.

“ Maafkan aku, aku tidak bermaksud.. mungkin, aku hanya lelah hari ini “ sahut Chanyeol lirih dan meninggalkan ruangan.

Sepeninggal Chanyeol, Seul Hee menjadi pusat perhatian member lain karena pada menit terakhir Chanyeol melihat kearahnya lama. Menyadari itu Seul Hee berdehem dan meninggalkan ruangan.

“ Hyung, aku bilang ini akan menarik bukan? “ sahut Sehun kepada Kai

“ Heol.. baru kali ini aku melihat sisi Chanyeol hyung seperti itu dan… apa dia menyukai gadis itu? “

“ Apa kau baru saja menyadarinya hyung? “

“ Kau sudah menyadarinya??? “

“ Hahaha kau pun pasti akan menyadarinya jika hari itu kau berada di lift juga. Tatapan Chan hyung tidak bisa berbohong. Kau lihat tadi kan tatapannya ke Seul Hee? Nah seperti itu…persis waktu itu “

“ Ahhh… aku sadar sekarang. Jadi, ini akan menjadi cinta segi empat?? “

“ Segi empat? Maksudmu? “

“ Kau, Chanyeol hyung, Seul Hee dan.. Chen hyung “

“ Chen hyung? Ah.. benar. Ini berarti semakin mengasyikan kekeke “

Sementara itu Chanyeol terduduk di lorong koridor, ia benar benar tidak mempedulikan staff lain yang melihat dan berlalu lalang didepannya. Perasaannya saat itu terlalu berkecamuk, ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya. Rasanya seperti happy virus dalam dirinya terhisap habis. Seul Hee yang baru saja keluar dari ruangan backstage melihat Chanyeol, memang ia tidak tau apa apa penyebab Chanyeol menjadi arogan hari itu tapi dalam hatinya ia berat hati melihat lelaki itu menekuk wajahnya dan tidak ada senyum ceria yang biasa ia tunjukan. Seul Hee berjalan menghampiri Chanyeol sambil merogoh kantong mengeluarkan beberapa permen cokelat. Ia harap permen itu bisa sedikit membuat Chanyeol tersenyum, karena yang dia tau cokelat bisa memperbaiki mood seseorang.

Gadis itu berjongkok dihadapan Chanyeol dan mengulurkan tangan yang berisi permen. Chanyeol melihat tangan itu kemudian menengadahkan wajahnya untuk melihat siapa orang yang memberinya permen. Ada sedikit ekspresi terkejut diwajahnya mengetahui siapa yang berada didepannya kini, lama ia menatap wajah gadis itu. Hingga keluar sebuah kalimat dari bibir gadis itu..

“ Ambillah beberapa, cokelat bagus untuk memperbaiki mood “

Chanyeol masih termangu ditempatnya, matanya menelisik tiap sudut wajah Seul Hee. Mata bulatnya, ya mata indah itu seakan membuat dirinya ingin menumpahkan segala cerita dan rasa yang selama ini ia timbun. Rasa ingin menjadi begitu jujur didepan gadis itu.

“ Baiklah kalau kau tidak mau… “ ucap Seul Hee karena tidak ada respon dan membuka satu permen untuk dirinya sendiri, namun kemudian Chanyeol menarik tangan Seul Hee hingga wajah mereka hanya berjarak 5 senti.

Entah kebetulan atau apa suasana koridor saat itu pun mendadak sepi, tidak ada lagi orang yang berlalu lalang. Keduanya masih tetap di posisi yang sama. Tidak ada yang bergerak atau berbicara. Chanyeol semakin menatap dalam mata berwarna kecoklatan itu. Jujur saja jantung Seul Hee saat itu benar benar tidak bisa tenang, ini terlalu dekat. Dan tanpa di komando Chanyeol semakin mendekatkan wajah dan bibirnya mengarah ke bibir Seul Hee. Semakin dekat… dekat….Seul Hee menutup matanya rapat daaan… tanpa pikir panjang Seul Hee menjejalkan permen yang masih terbungkus di genggamannya ke arah mulut Chanyeol hingga ia tidak mengerti apa yang Chanyeol katakan karena mulutnya penuh oleh permen. Tapi dari ekspresinya ia kaget sekaligus kesal.

“ H..Hyaaa! Ji..jika kau tidak mau permennya bilang saja. Apa yang kau lakukan sebenarnya?! “ ucap Seul Hee dengan wajah sangat merah karena gugup.

“ Puah… ya! Kau gila? Aku bisa mati tersedak karena permen itu “ sahut Chanyeol

“ Kau yang memulai duluan, lagipula aku hanya ingin memberikan permen itu “

“ Memberikan? Kau menyuruhku menelan permen itu sekaligus dengan bungkusnya??! “

“ Aku tidak akan melakukan itu jika kau juga tidak melakukan itu “

“ Itu apa? Bicaralah yang jelas, aku hanya ingin membisikkanmu sesuatu tapi apa yang kau lakukan padaku? Hah?!. Woaaah.. apa sekarang kau berniat membunuhku juga? “

“ Hya!! Sejak kapan bibirku berubah menjadi telinga! Atau kau tidak bisa membedakan antara telinga dengan bibir? Awalnya aku tidak berniat, tapi setelah apa yang kau lakukan aku jadi sangat ingin membunuhmu “

“ Kenapa kau selalu berprasangka buruk padaku, aku benar benar ingin membisikkan sesuatu. Daebak… betapa mengerikannya dirimu. Aah atau….. kau sebenarnya berharap aku cium? “

“ Hyaa!!! Kau hanya perlu bicara, kenapa harus membisikkannya?! Apa?!!! Isssh.. kau itu!! “

Pada waktu itu juga Seul Hee sangat ingin memukul lelaki menyebalkan dihadapannya itu tapi apa daya Chanyeol masih tetap memegang tangannya erat hingga ia tidak bisa kabur ataupun sekedar bergerak membuat lelaki dihadapannya memar sedikit. Ditengah perdebatan, EXO member keluar dari ruangan dan tercengang melihat scene didepan mereka, dimana posisi Chanyeol dan Seul Hee berhadapan sangat dekat dan hampir terlihat seperti Chanyeol sedang berusaha menarik Seul Hee kepelukannya.

“ Mmm ehem… apa kita mengganggu? “

Suara Suho mengejutkan mereka berdua dan secara bersamaan mereka menoleh ke arah sumber suara itu. Reflek Chanyeol melepaskan tangan Seul Hee dan berdiri, begitupun Seul Hee melihat kesempatan itu ia langsung berlari tidak peduli pandangan bingung EXO member. Ia benar benar malu untuk menengok ke belakang meskipun hasrat untuk memukul Chanyeol masih sangat besar, tapi yang ia pikirkan untuk saat ini adalah menghindari EXO yang sudah melihat itu semua, mereka pasti mengira sudah terjadi hal yang bukan bukan. Chanyeol ikut berbalik tapi tidak mengejar Seul Hee ia hanya menghindari tatapan teman temannya itu.

“ Ya… hyung… sebenarnya ada apa diantara kalian berdua? “ sahut Kai bingung.

“ Aku tidak salah lihat kan tadi? Chanyeol??? “ timpal Baek

“ H..Hyaaa!! apa yang kalian sedang pikirkan? Dia.. tadi mencoba membunuhku “ ucap Chanyeol

“ Apa maksudmu?? “ tanya Suho

“ Ah sudahlah, lupakan apa yang kalian lihat. Anggap tidak ada yang terjadi “ sahut Chanyeol dan pergi

“ Hei.. apa itu sisi Chanyeol yang tidak pernah kita ketahui? “ sahut Chen tiba tiba

“ Entahlah, yang jelas setelah gadis itu datang apa kalian merasa Chanyeol lebih terlihat jujur sekarang? “ jawab Suho

Perlahan mereka mengangguk setuju, memang baru kali itu Chanyeol memperlihatkan ekspresi dan tindakan yang tidak pernah ia unjukkan kepada member lainnya.

 

5 thoughts on “Just That, I Love You – Choco Candy ( Chapter 5 )

  1. cie..yang cemburu ama si chen chen, cie.. yg mulai suka tapi nggak mengakuinya,yeol, kau ini kenapa, huh?(baekhyun said) kau menyukainya?(he said again). dan kenapa bibir tiba2 menjadi permen?aish….(chanyeol cemberut). nice thor,kekeke…aku bacanya senyum2 gaje ngebayangin tingkah chanyeol.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s