Learning to Love : Morning Kiss

okvcQWrBb5

Title : Learning to Love : Morning Kiss

By : avatar

Genre : AU, Marriage Life, Romance

Length : Fluff

Rating : PG-17

Main Cast : Park Chanyeol (EXO), Lee Yeonhee (OC)

Disclaimer : Don’t be Siders please & also please don’t be plagiators! Imagination world is big enough for all of us so please don’t copycat my story. This story is pure from my own wild imagination. Thank you.

All cast other than OCs belongs to God, their agencies, and their relatives.

Previous Learning to Love : Confession

Warning for TYPOS

Happy Reading, Guys!

.

.

.

.

.

.

 

Kedua sosok itu masih saja asik bergelung dan hanyut di alam mimpi masing-masing. Yeonhee menggeliat hendak bangun dan tersadar bahwa ada kungkungan posesif yang melingkari pinggangnya. Ia perlahan menggeser posisi tangan sang suami, berusaha sebisa mungkin untuk tidak membangunkannya.

 

Chanyeol yang merasakan ada pergerakan dari Yeonhee pun langsung mengeratkan pelukannya dan menghapus sisa jarak antara mereka. Mempertemukan dada bidang miliknya dengan punggung mulus Yeonhee.

 

“Chanyeol-ah, selamat pagi.” Yeonhee berusaha mengatur detak jantungnya ketika merasakan dada bidang milik Chanyeol menyentuh punggungnya. Sungguh, apa Chanyeol ingin Yeonhee mati muda?

 

“Eum, selamat pagi sayang.” Chanyeol makin mengeratkan pelukannya. Ia menengglamkan wajahnya di leher jenjang milik istrinya itu.

 

“Yeol, lepaskan.” Ia berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya yang ia tahu kalau tidak segera dilepaskan akan berujung pada ‘hal-hal yang tidak diinginkan’.

Pria itu membalikkan tubuh istrinya sehingga posisi mereka membiarkan mereka beradu dalam pandangan satu sama lain. Membiarkan diri masing-masing hanyut dalam keheningan. Chanyeol memperhatikan surai coklat milik Yeonhee dan tangannya bergerak naik, menyingkirkan anak-anak rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya. Ia tidak pernah bisa berhenti mengagumi kecantikan istrinya, walau dalam keadaan rambut acak-acakan, di matanya Yeonhee adalah wanita yang paling cantik setelah ibunya.

 

Sekali lagi Chanyeol memeluk istrinya. Kalau begini terus, Yeonhee yakin ia akan mati muda. Dilepasnya pelukan mereka dan Chanyeol mempertemukan mata mereka, memandangnya lekat-lekat. Yeonhee serasa dunia berhenti berputar ketika merasakan material lembut dan lembab milik Chanyeol sudah beradu dengan miliknya. Chanyeol menarik tengkuk Yeonhee untuk memperdalam ciuman mereka. Yeonhee yang tidak ingin kegiatan ciuman pagi ini menjalar ‘kemana-mana’ pun mendorong pelan dada bidang suaminya.

 

Semburat merah keluar dari kedua pipi Yeonhee. Suhu kamar tiba-tiba terasa panas.

‘Tuhan, tolong tenggelamkan aku di rawa-rawa.’ Batinnya tidak ingin Chanyeol melihat pipinya memerah. Yeonhee langsung menarik selimut hingga atas kepalanya. Chanyeol semakin gemas saja meihat tingkah istrinya.

 

“Aigoo, baru kucium saja wajahmu sudah berubah seperti kepiting rebus.”

“YA! Aku kan sudah bilang lepaskan tadi. Tapi kau malah membuatku seperti ini. Kau harus bertanggung jawab Park Chanyeol.” Yoenhee tidak terima dnegan perlakuan suaminya yang dengan seenaknya membuat dirinya skot jantung dan berubah menjadi kepiting rebus.

 

“Arasseo, arasseo.” Chanyeol menyibakkan selimut yang menutupi wajah istrinya.

“Aku kan hanya bercanda Yeon-ah.” Dicubitnya pipi istrinya dengan gemas.

“Lagipula salahmu. Kenapa kau cantik sekali, eoh?” perkataan Chanyeol yang satu ini sukses membuat Yeonhee memerah sperti kepiting rebus kelewat matang.

Ditatapnya sebentar Yeonhee dan

 

CHU

 

 

Satu kecupan lagi mendarat di hidung Yeonhee—tipikal Park Chanyeol.

Chanyeol buru-buru beranjak dari kasurnya dan berjalan-setengah berlari-menuju kamar mandi, tidak mau berakhir di tangan istrinya yang sudah memandangnya dengan tatapan demi waria naik sapi, aku benar-benar akan membunuhmu, lihat saja kau Park Chanyeol.

 

 

****

 

 

Yeonhee sudah bergelut di dapur menyiapkan sarapan untuk suaminya seperti biasa. Wajahnya masih belum bisa berhenti merona ketika mengingat kejadian tadi pagi. Tiba-tiba ia merasakan dua lengan kekar Chanyeol sudah bersarang melingkari pinggang dan perutnya dari belakang.

“Yeon-ah….” panggil Chanyeol lembut dengan dagu ditopang pada pundak Yeonhee.

“Hm?”
“Apa kau marah?”

“Untuk?” Yeonhee bingung dengan maksud Chanyeol. Apa suaminya kira ia marah hanya karena tadi pagi? Oh yang benar saja. Yeonhee bahkan rela menukar novel The Hunger Games kesayangannya demi mendapat pagi seperti itu setiap hari.

“Untuk ini—“

 

 

CHU

 

 

“YA! Tidak perlu dicontohkan, Chanyeol. Dan tidak, aku tidak marah. Aku hanya eum….belum terbiasa. Kau kan tahu, kita baru saja mengakui perasaan masing-masing dan aku masih sangat asing dengan sentuhan-sentuhanmu karena kita bahkan tidak pernah melakukan skinship sama sekali sebelumnya.” Chanyeol semakin menenggelamkan wajahnya di leheer jenjang Yeonhee sambil mendengarkan ucapan Yeonhee. Chanyeol bodoh, bagaimana caranya konsentrasi mendengarkan ucapan istrinya kalau feromon Yeonhee seperti candu baginya? Untungnya ia masih bisa medengar suara Yeonhee walau sebagian imajinasinya sudah melayang ke ‘tidak perlu dibahas’.

“Maka dari itu kita harus banyak-banyak melakukan skinship supaya kau terbiasa.” Yeonhee bisa merasakan senyum jahil Chanyeol di lehernya.

“Kau mau mati, huh?!”

“Kau semakin sexy saja jika sedang marah, nyonya Park Yeonhee.” Goda Chanyeol.

CHU

“Sepertinya kau benar-benar cari mati! YA! Jangan kabur kau Park Chanyeol!!”

Dengan senyum lima jarinya Chanyeol melesat masuk ke kamar.

.

.

.

.

.

.

.

FIN

 

A/N :

Terima kasih buat kalian yang tidak menjadi siders dan sudah komen di ff aku yang lalu, jadi aku bisa dapet masukkan yang mungkin bisa meningkatkan kualitas hasil-hasil karyaku ke depannya. Btw, aku orangnya gampang buntu, jadi sabar aja ya buat yang nungguin kelanjutan series ini. HAHAHA 😋

Oh iya, di sini aku emang sengaja ga ngasih gambaran gimana wujud Yeonhee, jadi kalian bisa bayangin sepuasnya Yeonhee tuh perwujudan dari siapa.

31 thoughts on “Learning to Love : Morning Kiss

  1. Ini bagus…
    Apa tuh imajinasi yeol yang ‘tidak perlu dibahas’ ? kke
    Ditunggu loh yoda-yoda kecilnya yeol yeonhee, hihi. *Kann jadi ketularan Sehun.
    Fighting untuk karya-karya lainnya ^^

  2. Aku sih gak baca cerita sebelumnya, tapi ini lumayanlah meski agak membosankan, alurnya kurang ngena, feel lumayan, typo nya banyak sekali, EYD berantakan. Trus kalimat ini >>>> ‘Tuhan, tolong tenggelamkan aku di rawa-rawa.’

    Demi apa “Rawa-rawa” duuhh jadi inget Paus di luar angkasa bareng Sehun -_-

    Maaf ya aku mang gak biasa komen manis, dan note authornya yang secara tidak langsung “Minta masukan” jadi yaa maaf ya, klo kurang berkenan.

    Gak marah kan klo dikritik?

    Salam kenal —- Cuckoo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s