To Be Yours (Chapter 1)

To Be Your copy 

To Be Yours

by Han So Hee (sohee96)

 

Genre:

Drama, Romance, AU

 

Rating:

Teen

 

Length:

Chaptered

 

Main Cast:

Park Chanyeol

Sharon Kim/ Kim Sohee (OC)

 

Other Cast:

Byun Baekhyun

Alexander Jane

Keisha Anderson

Daniel Kim/ Kim Taehyung

Sophia Kim/ Kim Saehee

Yoon Bora

 

 

 

 

 

“Hyung, apakah ada kabar dari Chan?”

“Belum ada kabar sama sekali.”

“Sudah ditelfon lagi?”

“Sudah, tapi tidak dijawab.”

“Aish, kemana dia?!”

“Bagaimana ini?”

“Dia sudah menghilang selama 5 jam, tidakkah seharusnya kita lapor pada polisi saja?”

“Kita tidak boleh gegabah, kalau media sampai tahu kabar ini bisa menjadi rumit.”

“Benar. Jangan sampai media tahu soal ini. Kita harus cari cara yang aman.”

“Apakah media lebih penting daripada keselamatan Chanyeol?!”

Yak, Sehun! Bukan begitu!”

“Lalu apa?!”

“Sudah jangan bertengkar! Lebih baik pikirkan cara untuk menemukan Chanyeol!”

“Oh ya Tuhan, selamatkan Chanyeol kami…”

 

 

Park Chanyeol menghela napas berat. Matanya terasa panas dan ia merasakan sudut matanya berair. Lima jam berlalu sejak ia berjalan entah ke mana, dan kini kakinya mulai lelah. Ia tidak tahu sedang berada di mana saat ini. Jalanan sudah gelap dan sepi. Seharusnya ia bertanya atau minta tolong saja dari tadi, tapi ia terlalu takut orang mengenalinya. Ia takut ada berita tidak enak yang akan tersebar di media. Tapi lihat akibatnya sekarang, malu bertanya sesat di jalan.

Ia melepas masker hitam yang sejak tadi menutupi setengah wajahnya. Berhenti sejenak untuk melihat sekeliling dan kembali mendesah. Ia benar-benar tersesat di negeri orang.

“Astaga di mana aku?” ia bertanya pada kegelapan. Tapi tentu saja tidak ada jawaban. Ia semakin frustrasi begitu menyadari bahwa ia benar-benar sendirian di jalan itu.

Chanyeol memutuskan untuk duduk sembarangan di pinggir jalan, lalu melirik jam di tangan kirinya. 00:56 am. Entah apa yang harus dilakukannya sekarang. Ia menyesal tidak membawa dompet dan handphone saat pergi dari hotel tadi.

“Seharusnya aku tidak usah menolong ibu-ibu tadi. Sekarang lihat, aku bahkan tidak bisa menolong diriku sendiri. Argh, apa yang sudah kulakukan?! Harusnya aku tidak keluar hotel sekalian!” erangnya frustrasi sambil melemparkan snapback hitam dari kepalanya. Chanyeol benar-benar tidak tahu harus pergi ke mana sekarang.

Ia baru saja tiba di hotel tadi siang, tentu saja tidak hapal jalan yang benar-benar asing ini. Ia juga tidak memikirkan kemungkinan buruk seperti ini ketika hendak membeli fish and chips yang terlihat sangat enak di seberang hotel. Bodohnya, ia tidak membawa dompet, handphone, buku paduan atau apapun yang dapat membantunya dalam situasi seperti sekarang. Ia hanya membawa beberapa lembar poundsterling, yang sekarang sudah habis karena membeli fish and chips yang sangat enak itu.

“Oh, sial. Aku jadi lapar,” gerutunya semakin frustrasi. Chanyeol menggigit bibir bawahnya sambil mencoba berpikir jalan terbaik yang dapat ia lakukan saat ini. Dengan bahasa Inggris yang pas-pasan serta rasa takut dikenali oleh orang sebagai seorang idol membuatnya nyaris menyerah dan memilih mati di jalanan saja.

Tapi, tidak. Chanyeol tidak ingin mati dengan keadaan mengenaskan seperti itu. Sangat tidak lucu jika sebuah judul artikel muncul di surat kabar dengan headline: “Member EXO Paling Berkarisma Mati Menyedihkan di Pinggir Kota London”.

Andwe! Aku tidak mau mati seperti itu!” sentak Chanyeol sambil menggelengkan kepalanya mencoba mengenyahkan pemikiran buruk tersebut.

HELP!”

Chanyeol terdiam. Apakah baru saja ia mendengar suara teriakan seseorang? Tidak, tidak mungkin ada yang minta tolong tengah malam begini. Ia kembali sibuk dengan pikirannya untuk mencari jalan keluar, meskipun sebenarnya ia sangat lelah dan ingin menangis saat ini. Oh percayalah, tidak ada yang lebih menakutkan daripada tersesat seorang diri di negeri orang tanpa tahu harus melakukan apa.

Help me!”

Chanyeol berdiri dan melihat sekitarnya. Tidak ada siapa-siapa. Sungguh. Tapi sepertinya suara itu berasal dari ujung gang yang sempit di sebelah sana.

Baru saja melangkahkan kakinya mendekati gang kecil itu, Chanyeol tiba-tiba berhenti. Ia mengurungkan niatnya untuk menolong siapapun yang butuh bantuan di balik gang itu. Chanyeol tidak ingin melibatkan diri lebih jauh dalam urusan orang asing. Sudah cukup ia menjadi sok pahlawan untuk menolong seorang ibu yang dicopet beberapa jam yang lalu, sampai akhirnya ia lupa sudah berlari mengejar si pencopet terlalu jauh.

Chanyeol membalikkan tubuhnya dan kembali menyusuri jalan. Tapi hatinya menjadi tidak tenang. Teriakan pilu yang tadi didengarnya terngiang-ngiang membuat ia merasa menjadi lelaki paling jahat sedunia. Ia merasa tidak gentle.

“Hah, the worst day ever,” katanya kesal lalu berbalik badan lagi, menimbang-nimbang apakah ia akan menolong orang itu atau tidak. Ia berjalan, lalu berhenti lagi.

“Tidak, tidak. Biarkan saja. Aku harus mencari jalan pulang.” Chanyeol berbalik badan dan mengabaikan teriakan-teriakan yang disertai tangisan itu.

Please, don’t!”

Chanyeol memejamkan matanya kuat-kuat berusaha mengabaikan teriakan itu, meskipun ia sangat ingin berlari ke sana saat ini.

No! Aaaargh! Eommaaaaa!”

Langkah Chanyeol terhenti. Ia berbalik badan dan segera berlari ke arah gang sempit itu. Orang itu sangat membutuhkan bantuannya, Chanyeol yakin. Tidak peduli apa yang akan dihadapinya nanti, ia harus menolong orang itu.

Ia benar-benar terkejut ketika mendapati seorang gadis dengan keadaan super kacau dan beberapa pria yang sepertinya mabuk sedang mengelilinginya. Gadis itu meringkuk ketakutan dengan baju yang sobek di bagian bahunya. Tubuh mungil itu bergetar karena tangis.

Je-jebal…” cicit gadis itu pelan, tapi Chanyeol mendengarnya dengan jelas.

Stay away from her!” teriak Chanyeol membuat ketiga pria bertampang sangar itu menatapnya tidak suka.

Who are you, dude? Just mind your own business.”

She’s my friend. So this is my business too,” kata Chanyeol tegas, meskipun tangannya mulai berkeringat dingin melihat lawannya yang tidak seimbang. Matanya bergerak liar ketika orang-orang itu mulai mengepungnya. Ia sudah cukup lelah saat ini tetapi ia tak boleh menyerah. Ia harus menyelamatkan gadis itu… dan dirinya sendiri. Entah bagaimanapun caranya.

Serangan tiba-tiba dilayangkan pada wajah Chanyeol ketika ia masih memikirkan strategi. Pipinya berdenyut nyeri dan terasa panas. Ia maju dan melayangkan serangannya pada salah satu pria berbadan besar itu. Beberapa serangannya membuat ketiga laki-laki itu tumbang, tetapi detik berikutnya mereka berdiri tegak lagi, seolah serangan Chanyeol tidak berasa apa-apa.

Chanyeol mengerahkan semua tenaganya untuk mengalahkan preman-preman sangar itu. Tapi mereka bukan lawan yang tepat untuk Chanyeol, mereka terlalu banyak dan kuat. Chanyeol kehabisan tenaga, benar-benar habis hingga rasanya ingin mati saja. Ia tidak sanggup melawan lagi ketika serangan bertubi-tubi menghantam tubuhnya. Chanyeol hanya bisa pasrah.

Hal terakhir yang diingat Chanyeol sebelum benda keras itu menghantam kepalanya adalah teriakan gadis itu. Lalu semuanya berubah menjadi gelap.

 

—-

 

 

One thought on “To Be Yours (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s