When Our Love Came Suddenly (Chapter 10B)

When Our Love Came Suddenly

(chapter 10b)

Author : Hwang Sung Ji and Xiu Yu Ri

Main Cast   :

  • Lin Da (OC)
  • Ayu (OC)
  • Kim Joon Myun a.k.a Suho EXO
  • Park Chanyeol a.k.a ChanYeol EXO

Other Cast :

  • All EXO Member
  • Shin Yunra a.k.a Chanyeol ex-yeojachingu

 

Genre : Happy, Romantic, Friendship, School life, Little Comedy

Length : Chapter

Rating : PG 16

Suasana di ruang makan rumah Chanyeol kini ramai penuh dengan obrolan dua orang gadis. Chanyeol memutar matanya kesal, bagaimana bisa dua gadis itu melupakan akan keberaadaannya di tengah-tengah mereka. Chanyeol menatap tajam Noona-nya saat, dia menceritakan masa kecil Chanyeol yang sangat konyol kepada Ayu. Repurtasinya benar-benar hancur di tangan Noona-nya, bagaimana jika Ayu ilfeel dengannya. Oh ini akan semakin membuatnya sulit untuk mendekati gadis yang benar-benar telah mengambil hatinya itu.

“ Aishhh…. Noona. Hajimalago..” Rengek Chanyeol sambil melempar tulang ayam ke arah noona-nya. Ayu terkikik, tangannya menutupi mulutnya yang tak berhenti tertawa.

“ Wae? Itu kenyataan Chanyeol-ah” Tawa mereka semakin meledak saat melihat Chanyeol uring-uringan tak jelas. Rambutnya berantakan karena tak sanggup lagi mencegah mulut bocor Noona-nya itu.

“ Kurasa obrolan kalian cukup sampai di sini nona-nona” Chanyeol menarik pergelangan tangan Ayu.

“ Eodiga?” Ayu meluncurkan protesnya. Bagaimanapun juga dia masih ingin bercengkrama dengan Noona Chanyeol.

“ Mengantarmu pulang. Kajja” Ayu mengerucutkan bibirnya. Tangannya melambai pada Noona Chanyeol. Senyum merekah di bibirnya, namun senyum itu luntur saat Chanyeol dengan paksa menarik wajahnya dan mengalihkannya pada pemandangan lain.

“Annyeong Ayu-ah!!!! Aku akan mengunjunimu!! Jika tidak, mintalah Chanyeol membawamu ke rumah nee!!!” teriak noona Chanyeol dengan keras.

“Ne Noonaaa!!! Gumawobseumnidaaa!!!” tangan Ayu masih melambai pada noonanya.

“Aigoo!! Dasar yeoja!!! Yaa!! Awas jika kau sebarkan!!” kata Chanyeol sambil membanting stir meninggalkan latar rumahnya.

“Hahaha!! Mwo?? Apa yang aku sebarkan? Fotomu saat kau menggunakan rok? Atau fotomu saat menggunakan kostum bebek? Hahaha!!!” tawa Ayu meledak di dalam mobil membuat Chanyeol menutupi satu telinganya.

“Ya!! Geumanhae!! Kau mau mati???” Chanyeol berusaha membekap mulut Ayu yang terbuka lebar karena tawanya.

“ Yak!!” Chanyeol mengibaskan tangannya, dia meringis kesakitan saat Ayu menggigit tangannya.

“ Apa kau ingin kita mati huh? Fokuslah menyetir!! Aisshhh” Ayu megalihkan pandangan matanya ke arah tangan Chanyeol yang memerah akibat gigitannya.

“ Apa ini sakit?” Ayu meraih tangan Chanyeol yang berbekas gigitannya itu. Perlahan dia meniup tangannya Chanyeol yang memerah karenanya. Chanyeol tersenyum samar, dia dapat merasakan hembusan nafas hangat menerpa kulit tangannya.

“ Ya ya ya bukan kah itu….” Chanyeol menunujuk ke arah pemandangan yang berhasil menarik perhatiannnya. Ayu mengikuti arahan tangan Chanyeol, dia membuka mulutnya kaget saat dia melihat Suho tengan mencium kening eonni kesayangannya itu.

“ Ommo!!!! Mwoa… emmmpphh” Ayu memberontak saat Chanyeol berhasil membekapnya. Chanyeol mengarahkan telunjuk di bibirnya, Ayu mengangguk paham dengan apa yang di maksud oleh Chanyeol.

DEG

Chanyeol terpaku saat dia menyadari bahwa kini jarak antara dia dengan Ayu sangatlah dekat. Entah apa yang tengah ada di pikiran Chanyeol sehingga membuatnya dengan perlahan semakin mendekatkan kepalanya ke arah Ayu. Ayu mulai memejamkan matanya, sebenarnya setan apa yang telah merasuki dirinya hingga tak bisa menolak dengan perilaku Chanyeol.

TOK!! TOK!! TOK!!

Mereka terlonjak kaget saat mendengar seseorang menggedor jendela mobil dengan sangat keras. Chanyeol dengan segera membuka pintu mobil untuk melihat siapa orang yang telah menggagalkan aksinya itu, Ayu juga melakukan hal yang sama seperti Chanyeol.

“ Suho?” Chanyeol kaget saat orang itu ternyata adalah rekannya sendiri.

“ Eonni….” Ayu menatap Lin Da takut saat dia menatap curiga ke arahnya.

“ Ini bukan seperti yang kalian bayangkan!” Ayu mengibaskan tangannya, dia berusaha menepis apa yang ada di pikiran Lin Da dan Suho.

“ Ouh Aigooo…. Ternyata kau sudah dewasa, apakah itu first kiss mu?” bisik Lin Da menggoda Ayu. Ayu menyembunyikan rona merah di pipinya dengan menunduk.

“ Seharusnya kalian tidak melakukannya di situ? Bgaimana kalau ada orang lewat dan mengira kalian adalah pasangan mesum yang tengah memanfaatkan keadaan? Huh?” Suho mengomel layaknya Appa yang tengah memarahi anaknya.

“ Aniya, ini tidak yang seperti kalian pikirkan, aishh…. Aku bisa menjelaskannya” Chanyeol menggaruk kepalanya frustasi. Suho menaruh tulunjuknya di dagu

“ Ahhh sudahlah, lagipula itu terserah kalian saja, bukankah kalian sudah dewasa? Tapi ingatlah pilih tempat yang tepat Arraseo!!!!” Chanyeol ingin melontarkan bantahnnya namun pupus sudah saat Suho secara sepihak mengakhiri obrolan mereka dan memilih meninggalkannya berdua dengan Ayu. Ayu hanya mematung seraya melihat bagaimana Suho menggenggam tangan Lin Da dan menariknya untuk meningggalkannya dengan Chanyeol.
“Chanyeol-ah, apa mereka berpacaran? Lihatlah, tangan mereka bertautan dari tadi.” Ayu menaruh curiga pada eonninya yang jemarinya tak lepas dari tangan Suho.

“Hey, aku punya ide. Kajja!” Chanyeol memasang evil smirk dan segera berlari menghampiri Lin Da dan Suho yang berada beberapa meter di depannya.

“Ya!!! Bukankah kalian tadi juga melakukannya??” Chanyeol tiba-tiba bertanya pada Suho dan Lin Da. Bang!!! Chanyeol dan Ayu tersenyum ketika dua orang itu tengah menunduk sambil menggaruk tengkuk mereka.

“A..aapa yang kami lakukan?” Tanya Lin Da sambil masih menggaruk tengkuknya.

“Bibirmu…Hyung, kenapa aku lihat bekas lipstick disana? Warnanya seperti..” ucapan Chanyeol menggantung. Di lihatnya bibir hyung kesayangannya itu. Sediki berbohong tidak apa-apa kan?

“Ya!! Itu adalah lipstick eonniiii!! Nee!! Aku yang memasangkan lipstick itu di bibirnya. Warnanya cocok!! Yaa!! Hahaha…ternyata kau tidak seperti yang ku kira. Bahkan kau sudah melakukannya duluan!!! Hahahahahahahah!!!!” Ayu tertawa keras di ikuti Chanyeol yang mulai mengeluarkan air di sudut matanya.

“Mworaguyeo?? Ya!! Sudahlah..Ini sudah malam. Cepat masuk sana!!” Suho mengusap bibirnya, Lin Da segera menarik Ayu yang masih tertawa terbahak-bahak.

.

.

.

Ayu terbangun saat dia mencium bau yang sedap dari arah dapur. Matanya masih terpejam rapat, namun kesadarannya sudah setengah nyawa itu memaksanya untuk bangun dan berjalan menuju sumber bau lezat itu.

“ Wahhh sepertinya ini enak” Ayu mengambil sepotong susi dan memasukannya ke dalam mulutnya.

“ Yak!!!” Ayu meringis kesakitan saat merasa seseorang telah memukul kepalanya dengan spatula.

“ Appo Eonnii” Ayu menghentak-hentakkan kakinya. Tangannya mengusap kepalanya bekas pukulan dari Lin Da.

“ Siapa suruh kau memakan sushiku itu? Ha?” Lin Da berkacak pinggang dengan melipatkan kedua tangannya di depan dadanya. Dia sungguh kesal, dia sudah berjuang mati-matian membuat sushi itu, bangun lebih awal dan disibukkan dengan berbagai keribetan saat membuat makanan khas Jepang itu.

“ Wae? Ige…. Jinja Machita” Ayu tersenyum lebar hingga matanya berbentuk bulan sabit. Ayu berusaha mengambil sushi itu lagi namun ditepis oleh Lin Da.

“ Yak!! Kau kira ini untukmu eoh?” Lin Da memukul tengkuk Ayu berusaha mengeluarkan sushi yang berada di tenggorokan Ayu. Jeritan mulai terdengar dari bibir Ayu, dia merasa saat ini dia tengah mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Ayu terbatuk-batuk saat sushi yang tengah dimakannnya itu benar-benar berhenti di tengah tenggorokannya.

“ Rasakan itu!” Lin Da dengan segera menarik piring yang berisi sushi dan menggantinya ke dalam lunch box.

“ Aku sudah menyiapkan sarapanmu di meja, cepatlah mandi lalu makanlah, aku akan berangkat sedikit lebih awal hari ini!!!” Lin Da meninggalkan pesan kepada dongsaengnya itu. Ayu memincingkan matanya, tidak biasannya eonninya akan berangkat awal.

“ Lalu akau akan berangkat sendirian?? Eonni…!!!” Ayu berteriak frustasi saat dirinya kini benar-benar sendiri di dalam apartement yang lumayan besar ini. Ayu mengalihkan pandangannya ke arah jam, dia semakin gelagapan saat menyadari bahwa jam sudah menujukan pukul 07.30 dan itu artinya kurang tiga puluh menit lagi gerbang sekolah akan di tutup.

Dengan tergesa-gesa Ayu memasuki kamar mandi tak butuh waktu lima menit dia sudah keluar dengan handuk yang melilit dirambutnya. Ketegangan Ayu semakin bertambah saat seragam sekolahnya tidak ada dalam almarinya. Ayu mengacak-acak almarinya bahkan kini kamarnya penuh dengan pakainnya yang menyebar dimana-mana.

“ Aishhh…. Eodisseo?” Ayu mencoba mengingat di mana seragamnya kini berada. Setelah beberapa menit dia segera berlari ke arah almari Lin Da. Tidak apa-apa jika di meminjam seragam cadangan Lin Da unutk sehari saja. Dia rasa eonni-nya tak akan marah mengingat ini adalah kecelakaan yang sangat tak terduga.

“ Aishh, sedikit kekecilan…” gumam Ayu yang kini tengah bercermin dia berputar melihat penampilannya, seragam Lin Da memang lebih kecil dari pada miliknya, hal ini dikarenakan badan Lin Da yang sedikit pendek darinya. Ayu menggidikkan bahunya, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk memikirikan kesempurnaan tampilannnya.

Ayu melangkahkan kakinya keluar pintu kamar. Namun sebelum itu dia sempat menyambar tasnya yang tergeletak di meja belajar miliknya. Melangkah dengan tergesa-gesa menuju meja makan untuk mengisi perutnya yang masih kosong. Baru saja tiga suapan, tiba-tiba terdengar bell pintu apartemennya berbunyi.

Ayu segera menuju ke pintu utama dengan mulut yang masih penuh dengan makanan. Ayu merapikan penampilannya yang masih acak-acakan akibat terburu-buru. Dia menyisir rambunya dengan jari-jari tangannya, saat di rasa cukup rapi Ayu segera membuka pintu dia tak ingin tamu-nya itu terlalu lama menunggu di luar, bukankah itu hal yang tidak sopan?

“ Nugu…..Ahhh, Chanyeol-ah. Wae…???” Ayu yang awalnya hanya mengeluarkan kepalanya dari balik pintu kini sudah menampakkan seluruh badannya di hadapan namja dengan tinggi 186 cm itu.

“ Ahh kebetulan kau sudah bersiap, Kajja…. Kita berangkat bersama?” Chanyeol melancarkan aksinya dengan senyum lima jarinya yang sangat menawan dimana dapat memabukkkan para yeoja yang melihatnya termasuk Ayu sendiri.

“ Ne…???” Ayu masih tak mengerti mengapa Chanyeol tiba-tiba mengajaknya berangkat bersama. Apa Chanyeol tengah merancanakan sesuatu untuknya? Atau Chanyeol melakukan hal ini karena ada maunya? Atau..? Ayu menggelengkan kepalanya menepis pertanyaan-pertanyaan aneh yang mulai muncul di benaknya.

“ Sepertinya kita tak punya waktu lagi! kau tak ingin kan kita terlambat?? Kajja!” Chanyeol mengalihkan pandangannya dari jam yang melingkar indah di pergelangan tangannya kemudian menatap wajah cengo Ayu yang semakin membuatnya terkesan imut.

Chanyeol menutup pintu apartemen Ayu, lalu merangkul Ayu dengan hangat bahkan ini terkesan sangat romantis. Tidak peduli tatapan aneh dari para penghuni apartemen lainnya, Chanyeol tetap terus merangkul Ayu dengan mesra, seakan menandakan bahwa Ayu hanyalah miliknya seorang. Ayu masih tak bergeming, saat ini dia tengah mengontrol degup jantungnya saat merasa hembusan nafas Chanyeol mengenai wajahnya.

.

.

.

Kaget. Itulah yang saat ini Ayu lakukan. Matanya terus menatap punggung Chanyeol yang telah menaiki sebuah motor yang cukup besar. Chanyeol menoleh ke arah Ayu yang masih mamatung, entah apa yang di pikirkan gadis itu hingga membuatnya mematung seperti orang bodoh.

“ YA!! Cepatlah naik, kau ingin terlambat huh?” Suara bass milik Chanyeol menyeruak di telinga Ayu, seperti ribuan kupu-kupu berterbangan di cuping telinganya sampai membuatnya menggelinjang geli. Ayu segera menormalkan perasaannnya, dia tahu saat ini dia seperti orang kehilangan akal tanpa melontarkan sepatah kata pun.

Perlahan Ayu mendekati Chanyeol yang sudah bersiap diri untuk melajukan motor, dengan senyum yang sedikit kaku, tangan Ayu mencoba menggenggam mantel milik Chanyeol. Sedikit kesusahan memang untuk menaiki motor yang lebih besar dan lebih tinggi darinya itu.

Ayu hampir saja terjungkal kebelakang saat Chanyeol menarik gas secara tiba-tiba sampai akhirnya membuatnya terpaksa memeluk erat pinggang Chanyeol. Tanpa dia sadari Chanyeol tersenyum senang, ah tidak lebih tepatnya tersenyum evil di balik helm yang tengah dikenakannya itu.

“ Ahhh, bisakah kau mengurangi kecepatanmu Chanyeol?” pinta Ayu dengan sedikit berteriak karena harus beradu dengan suara dari kendaraan lainnya. Namun sayang sepertinya Chanyeol tak mengindahkan permintaanyaannya.

Ayu saat itu benar-benar ingin memukul kepala Chanyeol, ahh pria ini benar-benar membuatnya gila. Tapi Ayu mengurungkan niatnya karena kalau saja Ayu melepaskan satu tangan saja dari pinggang Chanyeol, maka dia akan menjamin tubuh mungilnya akan terhuyung kebelakang, oh atau bahkan terjatuh di tengah jalan.

“ Tenang saja, kau hanya perlu berpegangan erat okey!!!” Ucap Chanyeol seraya mengerlingkan matanya nakal ke arah Ayu melalui spion motornya. Ayu merasakan sebuah kehangatan menjalar ke seluruh tubuhnya ketika tangan Chanyeol menggenggam tangannnya yang berada di perut Chanyeol.

Ayu meneguk kasar salivanya, siapapun juga tolong aku? Teriaknya dalam hati. Ayu mendongakkan wajahnya menatap langit yang berwarna biru cerah, senyumnya merekah kemudian entah dorongan dari mana Ayu menyenderkan kepalanya di punggung milik pemuda jangkung itu.

“ Ya….!!! Yak… yak…yak… Chanyeol. Kau melewati sekolah kita!!! Yak… cepat putar balik sebelum kita terlambat.!!!” Titah Ayu sambil menarik-narik ujung mantel Chanyeol. Chanyeol terus melajukan motornya bahkan lebih cepat dari sebelumnya. Sebenarnya apa yang diinginkan dari pria ini bukankah dia tak ingin mereka terlambat? Lalu mengapa dia justru melewati sekolah mereka dan membawa Ayu pergi entah kemana.

“ Wae? Kenapa kau melewati sekolah kita? Hah? Apa kau mendadak amnesia dengan lokasi sekolah kita? Chanyeol-ah? Wae geurrae? Aigo….. Omo eotteokhae??” Ayu menggeram frustasi pasalnya cicitan pertanyaan yang keluar dari mulutnya hanya di balas senyuman bodoh dari Chanyeol.

.

.

.

Lin Da menatap gelisah ke arah bangku Ayu. Dia merasa bersalah karena telah meninggalkan Ayu dan memilih untuk berangkat lebih awal. Pikirannya melayang memikirkan hal buruk yang menimpa Ayu, apakah dongsaengnya itu baik-baik saja? Atau telah terjadi sesuatu dengannya? Lin Da terlalu sibuk memikirkan keadaan Ayu hingga dia melupakan keberadaan Suho di sisinya.

“ Wae? Apa ada masalah?gwaenchana??” Tanya Suho seraya menggenggam tangannya mencoba menyalurkan kehangatan dan ketenangan. Lin Da menoleh, senyum paksaan keluar dari bibirnya.

“ Nan gwaenchannayeo, aku hanya memikirkan Ayu. Mengapa jam segini dia belum datang? Aku takut terjadi sesuatu dengannya” Lin Da mencurahkan beban di benaknya sambil menatap ke arah bangku Ayu.

“ Hmm….. Dia akan baik-baik saja. Percayalah” Suho menatap mata gadis yang telah menjadi miliknya kemarin malam. Suho mengusap punggung Lin Da, memberikan kenyamanan melalui usapan nan lembut darinya.

Suho tersenyum ke arah bangku Ayu dan Chanyeol. Lin Da menautkan kedua alisnya. Dia paham kalau di balik senyumnya tersembunyi sebuah rahasia. Senyumnya tak seperti biasa, sejak kapan senyum angelic berubah menjadi senyum evil. Apakah ini berhubungan dengan ke-tidak datangan Ayu? Lin Da baru menyadari bahwa tak hanya Ayu yang belum berangkat melainkan Chanyeol juga. Apa mereka berdua tengah berkencan?

“ Kau pasti tahu mengapa Ayu belum datang? Apa ini ada hubungannya dengan Chanyeol? Marhaebwa….” Lin Da mengubah duduknya menjadi lebih dekat ke arah Suho, tatapannya mengintimidasi seolah Suho adalah seorang tersangka.

“ Kau akan tahu nanti…” Suho mengeluarkan smirknya. Karena tak puas dengan jawaban Suho, dengan kejamnya Lin Da mengeluarkan jurus cubitan mautnya.

“ Aishh appo…. Appo yak…. Aigoo hajiman…” Suho menahan tangan Lin Da.

CUP

Mata Lin Da membulat sempurna saat merasa pipinya menjadi sasaran dari ulah namjachingu-nya. Lin Da menyentuh pipinya yang mulai memanas menandakan rona memerah mulai terlihat. Kepalanya menunduk, namun selang beberapa detik dia mendongakkan kepalanya dan menatap Suho dengan tajam. Suho dapat melihat kini aura hitam mulai keluar di sekelilingnya.

“ Yak!!! Neo…!!! Aish jinja….. “ Lin Da memukul Suho dengan kamus bahasa Inggrisnya. Bahkan tak jarang bukunya itu mendarat mulus tepat di kepala Suho.

“ Appo… Appo…ya hajiman. Neo….!!!!:

.

.

.

“ Chanyeol-ah, mengapa kau membawa ke tempat seperti ini?” Ayu menatap sekelilingnya yang penuh dengan gundukan tanah yang ditutupi rerumputan hijau di tambah sebuah nisan yang berukirkan sebuah nama. Yap! Chanyeol membawa Ayu ke tempat pemakaman.

Chanyeol terkekeh saat melihat Ayu memeluk dirinya sendiri, sesekali mengusap tengkuknya menandakan bahwa kini dia tengah ketakutan. Sebuah ide jahil terbesit di pikiran Chanyeol, membuat evil smirknya tumbuh dengan gagah di bibirnya. Sementara yeoja di depannya masih setia menggaruk tengkuk dan lengannya bergantian. Chanyeol melambai-lambaikan tangannya seolah memerintahkan Ayu untuk lebih dekat padanya. Ayu perlahan-lahan berjalan ke arah Chanyeol.

“W..wae??” Ayu menatap Chanyeol takut karena ekspresi Chanyeol. Chanyeol membelalakkan matanya dan tangannya menunjuk pada sesuatu yang sepertinya berada di belakang Ayu.

“Igo…i..go..a..ada seseorang di belakangmu.” Chanyeol mengerjapkan matanya berkali-kali. Ayu tersentak dengan perkataan Chanyeol, dengan sekuat tenaga dia membalikkan badannya perlahan.

“Andwaeee,,jangan menoleeh!!!!!!!”

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Aaa..Chanyeol-ah…aku mau pulaaaanggggg!!!!!” teriakan Chanyeol berhasil membuat Ayu meringkuk ketakutan di dalam pelukannya. Ayu memejamkan matanya rapat-rapat, pelukannya berhasil memebuat Chanyeol memaku tak bergeming sedikitpun.

Berulang kali Chanyeol mengerjap-ngerjapkan matanya, sungguh dia tak menyangka jika kejadiannya akan seperti ini. Chanyeol tak tahu harus bersikap bagaimana, akankah dia memebalas pelukan Ayu? Atau membiarkannya begitu saja?

“ Buahahahaha….. neo jinja hahahaha….” Chanyeol tertawa keras dengan memegangi perutnya. Ayu yang menyadari bahwa ia tengah dibohongi pun seketika mendorong Chanyeol hingga terjungkal kebelakang.

“ Aisshhh appoya…” pria jangkung itu meringis sambil mengusap-usap pantatnya . Ayu menatapnya tajam, bibirnya mengerucut hingga menyebabkan pipinya sedikit menggembung dan menimbulkan kesan imut, tangannya menyilang manja di depan dadanya.

Chanyeol bangkit kemudian menghampiri Ayu yang kini tengah membuang muka darinya. Chanyeol menahan tawa saat Ayu ketahuan mencuri pandang dengan lirikannya.

“ Ahhh kyeopta…. Noumu kyeopta….” Chanyeol menyebut pipi chuby milik Ayu dan menggerakkan ke kanan dan ke kiri. Dan kini Ayu dapat merasakan sebuah tangan mengusap rambutnya dengan penuh sayang.

“ Tarrawa…” Chanyeol menarik tangan Ayu dan membawanya ke sebuah makam yang berada di bawah pohon. Ayu hanya diam, dia sendiri bingung mengapa Chanyeol membawanya ke tempat seperti ini? Ayu melihat senyum Chanyeol yang merekah indah di bibirnya seolah tanpa memiliki beban, Ayu tahu senyum itu menandakan bahwa ia tengah bahagia. Ayu mulai berfikir mungkin tempat ini yang berhasil membuat Chanyeol tersenyum tanpa beban masalah sekalipun.

TO BE CONTINUED

4 thoughts on “When Our Love Came Suddenly (Chapter 10B)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s