Trust Me (Chapter 7)

CHAPTER 7

Title: Trust Me

Author: Park Min Chan

Main Cast: Park Jiseum, Park Chanyeol

Other Cast: Byun Baekhyun, Jessica, Kim Sihyeon, member EXO

Genre: Romance, School life

Lenght: Chapter

Ratting: 17+

Twitter: vincha_25

Follow me on wattpad: parkminchaan

Ini adalah hari ulangtahun Ahjussi. Aku dan Chanyeol akan datang ke rumah Ahjussi malam ini untuk memberikan selamat dan hadiah untuknya. Rumah Ahjussi cukup jauh, sekitar 1,5 jam untuk sampai di sana. Kami pun sampai di depan rumah yang sederhana dengan halaman yang bersih dan tertata rapih. Aku dan Chanyeol langsung beranjak keluar dari mobil dan bertamu ke rumahnya. Seperti yang sudah kami duga, karena ini sudah malam pasti orang-orang rumah sedang merayakan pesta ulang tahun Ahjussi.

“Permisi..” ujar kami sambil mengetuk pintu rumah Ahjussi.

“Oh kalian.. ayo silahkan masuk!” kata Ahjussi dan langsung mempersilahkan kami masuk dan menikmati pesta kecil-kecilan di hari ulang tahunnya.

“Ahjussi, Saengil Chukkae!” ujar kami berbarengan.

“Kami membawakan hadiah untuk Ahjussi! Ini!” kataku sembari memberikan hadiah yang kami bawa.

“Kamsahamnida, tidak perlu repot-repot. Terima kasih sudah meluangkan waktu kalian ke sini, ayo silahkan dimakan” kata Ahjussi sambil menerima hadiah yang kuberikan dan meminta kami untuk duduk di kursi.

Kami pun berbincang-bincang sambil menikmati malam ulang tahun Ahjussi. Benar-benar menyenangkan bisa berkumpul dengan orang yang dekat dengan kita, seperti keluarga. Karena sudah hampir jam 10.00 malam, akhirnya kami berpamitan untuk pulang.

“Ahjussi, terima kasih ya kami sudah diajak untuk pesta ini” kataku sambil memberikan senyumku yang lebar dan tulus.

“Gwaenchana.. kalian sudah seperti anakku sendiri. Kalian boleh ke sini kapan pun yang kalian mau ne!” kata Ahjussi. Ia pun melambaikan tangan sambil tersenyum kepada kami yang sedang berjalan kea rah mobil Chanyeol.

“Pestanya sangat menyenangkan ya?” ujarku sambil memakai seatbelt.

“Ne.. dan sangat melelahkan” kata Chanyeol yang mulai mengendarai mobilnya.

Selama diperjalanan pulang, aku memilih untuk tidur sejenak karena ini benar-benar melelahkan ditambah lagi hari sudah tengah malam. Akhirnya kami pun sampai, tapi aku masih dalam keadaan tidur.

“Ah sudah sampai Ji.. ayo turun” ujar Chanyeol sambil mematikan mesin mobilnya. Tapi tidak ada respon dariku.

“Ji.. Ji.. ini sudah samp- ya! Kau tidur ternyata..” ujar Chanyeol saat melihatku yang sudah tertidur pulas. Wajahku yang tidak terhalang poni nampak begitu jelas. Ternyata Baekhyun benar, kau cantik Ji.. wajahmu terlihat damai ketika tidur, kau sangat lucu umpat Chanyeol sambil menyimpulkan senyum kecil. Akhirnya Chanyeol memutuskan untuk menggendongku sampai ke apartement.

***

Jiseum POV’s

Sinar matahari yang masuk melewati sela-sela gorden kamarku, membuatku terbangun dari tidurku. Bukankah terakhir kali aku tidur di perjalanan? Kenapa sekarang aku ada di kamar? Apa Chanyeol yang membawaku sampai ke kamar? Ah tidak-tidak! Tidak mungkin! Tapi kalau bukan Chanyeol siapa lagi? Ah sudahlah tidak penting.. kataku dengan bingung dalan hati.

Aku pun mulai berjalan keluar kamar untuk menyiapkan sarapan pagi. Ternyata Chanyeol sudah bangun lebih dulu. Terlihat dia sedang mengambil cangkir dan hendak menuangkan air ke dalam cangkir yang ia pegang. Tapi sepertinya dia mengurungkan niatnya ketika melihatku yang masih berdiri seperti patung.

“Sedang apa kau disana? Tidak membuatkan sarapan? Aku sangat lapar ji..” kata chanyeol dengan nada akhir yang dimanjakan.

“Ah ne.. mian aku bangun kesiangan” kataku hendak berjalan ke arah dapur.

“Jadi apakah tidak ada kata terima kasih untukku? Benar-benar mengecewakan..” katanya sambil berjalan menghampiriku.

“Terima kasih untuk apa?” tanyaku seakan-akan aku tidak tahu apa yang terjadi.

“Untuk menggendongmu yang tidur sampai ke kamarmu. Kau berat juga ternyata.. membuat tanganku sakit sekarang.. ughh appo!” kata Chanyeol sambil memegang tangannya sendiri dan berteriak sakit.

“Eoh jadi kau yang membawaku sampai ke kamar? Kenapa tidak membangunkanku saja? Apa aku berat? Yang benar saja.. sepertinya aku enteng!” kataku sambil menghentikan kegiatan memasakku dan menatap Chanyeol dengan wajah bertanya.

“Aku sudah membangunkanmu berkali-kali.. tapi kau seperti kebo, tidak mau bangun. Tapi tanganku sekarang sangat sakit! Awww appo!” katanya sambil meringis kesakitan.

“Mwo apa sampai sakit seperti itu? Mianhae.. aku tidak bermaksud Yeol.. sungguh..” kataku dengan nada panic sambil memegang tangan Chanyeol yang katanya sakit.

“AAAWWWW APPO APPOOO YAA!!” teriak Chanyeol yang terasa seperti orang yang takut akan disuntik.

“Ahh mianhae.. sini biar kuobati.. Kajja!” kataku dengan nada tambah panic dan menarik Chanyeol agar mau diobati. Tapi tangan Chanyeol justru menahanku dan diam lalu menatapku.

“Ji..” katanya dengan wajah yang datar. Namun jarak kami begitu dekat.

Jangan tatap aku seperti itu.. jantungku sangat berdebar-debar.. jinjja.. umpatku dalam hati.

“Mw-wo?” kataku dengan tergagap.

“Aku.. hanya…” tiba-tiba Chanyeol menghentikan kata-katanya.

“Hanya apa?” tanyaku bingung.

“BERCANDA HAHAHAHAHA” gelak tawa Chanyeol yang keras membuatku menjadi kesal, karena telah membohongiku.

“YA CHANYEOL! ITU SAMA SEKALI TIDAK LUCU KAU TAHU! BABOYAA!” teriakku padanya dengan nada yang kesal dan menahan tawa. Dengan cepat aku melempar tangannya yang baru saja kupegang.

“Mianhae Ji… wajahmu lucu sekali kalau panic seperti itu.. hahaha” katanya sambil mencubit kedua pipiku. Tanpa kusadari sepertinya wajahku memerah karena diperlakukan seperti itu sama Chanyeol. Cepat-cepat aku melepaskan kedua tangan yang ada di pipiku.

“Sudah aku mau kembali memasak, menyebalkan sekali” ujarku seraya berjalan kembali kearah dapur.

“ Mian Ji, aku hanya bercanda.. Jangan marah seperti itu.. Tapi kau sudah mengobati hati ini Ji.., gomawo” kata Chanyeol dengan suara yang begitu pelan tapi masih bisa kudengar.

Apa katanya tadi? Ah pasti dia sedang bergurau. Tidak penting. Kataku dalam hati.

***

Hari sudah semakin siang, kami sibuk dengan urusan masing-masing. Aku memilih untuk duduk di sofa sambil membaca novel dan Chanyeol asik membaca buku di halaman belakang. Tiba-tiba saja Chanyeol datang menghampiriku dan duduk disebelahku.

“Kenapa duduk disini?” tanyaku bingung.

“Apa tidak boleh? Lagipula inikan sofaku” katanya masih dengan membaca buku.

“Ah kau benar juga.. mian” kataku sambil mengangguk-angguk kecil. Kemudian melanjutkan membaca novelnya.

Ketika suasana kembali hening, tiba-tiba suara ponselku berbunyi, Baekhyun.

“Ah Baekhyun-ssi, ada apa?” kataku sambil menutup buku yang kubaca.

“….” Terdengar suara Baekhyun dari ujung sana. Aku melirik kearah Chanyeol. Dia menyipitkan matanya memperhatikanku.

“Ah arraseo.. ohya Baek, apa Chanyeol boleh ikut? Dia memaksa untuk ikut” kataku sambil melirik kearah Chanyeol. Dan Chanyeol menunjukan raut wajah yang bingung.

“…”

“Ah ne.. Annyeong Baek! Sampai bertemu nanti.” Ujarku seraya menutup telfonnya.

“Pertunjukkan lampion akan diadakan malam ini, jadi jam 07.00 kita harus sudah siap kata Baekyun” ujarku sambil kembali membuka buku yang tadi kututup.

“Ne” katanya singkat dan masih asik membaca buku.

***

Aku masih sibuk mencari-cari baju yang cocok untuk kupakai pada pertunjukan itu. Sepertinya aku sudah mencoba 10 baju tapi belum ada satu baju pun yang cocok untukku. Dan setelah mengeluarkan seluruh isi pakaianku dari lemari, akhirnya ada satu baju yang aku suka. Ya itu adalah baju yang kupakai saat acara reunian angkatanku, dan sangat jarang kupakai. Setelah siap, akhirnya aku pun keluar. Ternyata di ruang tamu sudah ada Chanyeol dan Baekhyun yang menungguku.

“Eoh sejak kapan kau sudah ada disini Baek?” tanyaku hendak menghampiri keduanya.

“Bagaimana kalau kita langsung berangkat saja, sebelum terlambat” selak Chanyeol tiba-tiba dan langsung berjalan menuju pintu. Tanpa menghiraukan kami yang bingung.

Akhirnya kami mengikuti Chanyeol yang sudah pergi duluan menuju mobil Baekhyun. Aku memilih duduk didepan sebelah Baekhyun, sedangkan Chanyeol duduk di kursi belakang. Sekitar 20 menit, akhirnya kami pun sampai di pertunjukan lampion. Suasana di sana sangat ramai dan meriah.

“Daebak! Ini lebih dari yang kubayangkan Baek! Benar-benar indah..” kataku sambil melihat disekelilingku.

“Ne.. memang indah. Karna itu aku mengajakmu ke sini..” kata Baekhyun sambil merangkul bahuku.

Mwo! Baekhyun merangkulku.. ada apa ini? Umpatku agak terkejut dengan perilakuan Baekhyun.

“Ini biasa saja” singkat Chanyeol.

Berbagai macam warna menyinari malam ini lewat lampion dengan berbagai macam  bentuknya. Aku senang bisa diajak Baekhyun datang kesini, karena sebelumnya aku tidak pernah datang ke acara seperti ini. Aku dan Baekhyun sangat menikmati tempat ini, tapi sepertinya tidak untuk Chanyeol.

“Ya! Chanyeol-ssi, apa kau tidak suka tempat ini?” kataku dengan berbisik kearah Chanyeol.

“Aku hanya bosan” katanya singkat.

“Oh?” kataku dan kembali memperhatikan pertunjukannya kembali.

Setelah cukup lama kami menikmati pertunjukkannya, akhirnya pertunjukkan pun selesai dan kami memutuskan untuk langsung pulang. Selama perjalanan pulang, hanya keheningan yang dirasakan. Ya mungkin semuanya sudah terlalu lelah untuk malam ini. Baekhyun mengantarkan kami sampai di lobby depan apartement.

“Gomawo Baekhyun-ssi. Aku sangat menikmatinya!” kataku sambil membungkuk kecil.

“Panggil saja aku Baekhyun oppa. Ne aku juga menikmatinya apalagi bersamamu” kata Baekhyun. Tiba-tiba saja dia mendekat ke arahku dan memelukku. “Gomawo..” lanjutnya sambil tersenyum.

“Ah.. yang benar saja.. Ayo cepat kita naik Ji” kata Chanyeol tiba-tiba. Sontak membuatku melepaskan pelukan Baekhyun.

“Ne.. sampai jumpa Baek!” kataku sambil berjalan masuk dan melambaikan tanganku.

***

“Apa kau tahu? Tanya Chanyeol tiba-tiba. Saat kami sampai di apartement.

“Tahu apa?” jawabku bingung.

“Ani.. lupakan saja. Aku tidur duluan” kata Chanyeol sambil berjalan kearah kamarnya dan menutup pintu kamarnya.

TBC***

 

3 thoughts on “Trust Me (Chapter 7)

  1. Ahh ssi Chanyeol mau ngungkapin perasaannya gagal mulu. Setiap chapternya diperpanjang lagi ya thor kalo boleh. Hehehe.. sangat ditunggu nih buat chapter 8 sampai end

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s