I Like You (Chapter 10)

I LIKE YOU

I Like You

part: 10 “Siapakah pangeran itu?”

 

Author: lilimissro

Cast    :

Kai (EXO)

Sehun (EXO)

Chanyeol (EXO)

Byun baekhyun (EXO)

OC (original caracter)

Sub cast :

Do kyung soo (D.O EXO)

Luhan (EXO)

Genre : romance, friendship, school life.

Length : chapter.

 

Author POV

“Ah, ah, kepalaku sakit.” Keluh Baekhyun sambil memegangi kepalanya, “Demi membuat Kris jadi konyol semalam auh..” keluhnya lagi.

Baekhyun melirik ke ranjang di samping miliknya. Luhan yang sekamar dengannya masih tidur dengan suara dengkuran yang menyamai suara maksimal televisi. Bahkan Baekhyun pikir awalnya itu suara pemotong rumput. Pria itu menatap Luhan yang masih sibuk dengan dunia mimpinya dan menatapnya datar, “Dasar tukang tidur.”

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Sehun, dengan rambut super acak-acakan menatap Baekhyun dengan mata berkaca-kaca, “Aku bodoh..”

“Heh? Kenapa kau ini?” Tanya Baekhyun bingung. Sehun tidak menjawabnya dan langsung masuk kekamar dan duduk disebelahnya. Pria itu menghela nafasnya berulang-ulang, membuat Baekhyun semakin penasaran.

“Hei, apa yang terjadi?” tanyanya lagi, “Kenapa kau bilang begitu?”

“Seharusnya kemarin aku tidak mengambil salah satu botol soju.. kemarin sore, saat Kyung soo datang, aku lihat ada beberapa botol soju. Aku mencuri satu dan meminumnya. Aku tidak tahu jika ternyata disuruh minum lagi. saat permainan dimulai aku sudah mabuk.”

“Pantas bicaramu kemarin ngawur..” ujar Baekhyun.

“Apa? Memangnya aku bilang apa?” Sehun terlihat begitu kaget. Ia mengangkat kedua alisnya dan membelalakan bola matanya.

Baekhyun memutar bola matanya, “Kau bilang pada Yun yoo untuk jadi pacarmu. Padahal dia kan sudah jadi pacarmu. Dasar aneh.”

“Ah, itu Cuma lelucon hyung.. tidak usah dipikirkan. Bahkan sejak pagi Kai sudah menanyaiku hal itu.” Sehun tergelak. Dalam hati pria itu hanya ingin membuat orang-orang melupakan apa yang terjadi semalam, sebenarnya tidak ada memori yang tersisa akan kejadian itu. Ia juga lupa apa yang ia katakan pada Yun yoo.

“Kau juga sudah memberitahu Yun yoo jika itu Cuma lelucon?”

“Tentu saja. aku tidak ingin ada salah paham.”

Baekhyun mengangguk sedikit ragu. Penjelasan Sehun begitu jelas, dan itu malah membuatnya semakin ragu.

**

Sarapan pagi itu dilalui tanpa Yun yoo dan Yun hee. Mereka berdua menghilang sejak pagi-pagi sekali. Tak ada yang bertanya kemana mereka pergi, dan bahkan tak ada yang menyadarinya hingga mereka kembali.

“Kenapa rasanya ada yang aneh ya? ah, ternyata ternyata celanaku terbalik. Kyung soo ayo antarkan kekamar mandi!” Teriak Luhan pada Kyung soo saat ia dan semua anak laki-laki sudah berada di pantai. Rencananya hari ini mereka ingin bermain voli pantai. Para pria sudah berganti baju renang dan para perempuan menyusul. Inilah kenapa sedari tadi Chanyeol dan Kai terlihat begitu sumringah dan bahagia. Tentu saja karna para perempuan memakai bikini hari ini.

Yun hee keluar terlebih dulu. Ia dengan bikini warna biru laut. Para pria terdiam melihat gadis itu. Luhan bahkan merasa air liurnya mulai menetes. Iapun mengurungkan niatnya pergi kekamar mandi karna celananya yang terbalik.

“Aku tidak tahu jika Yun hee punya kurva yang menakjubkan..” gumam Baekhyun sambil geleng-geleng tidak percaya. Kyung soo memukul kepalanya dan meneriakinya untuk sadar, karna jika Seol hwa tahu maka tamatlah riwayat Baekhyun.

Yun hee memiliki tubuh yang paling bagus diantara semua teman-temannya. Ia lebih tinggi dari Seol hwa namun tidak sekurus Seol hwa. Dia berisi, ditempat yang seharusnya dan hal itu membuat Min seo iri setengah mati.

Banyak sekali pria yang berjejer rapi menunggu untuk dipilih Yun hee. namun gadis itu tidak pernah menanggapi siapapun. Hidupnya sangat misterius. Bahkan tidak ada yang tahu siapa cinta pertamanya ataupun siapa pria yang sedang ia sukai.

“Kris, hidungmu mimisan.”

“Luhan, berhenti mengeluarkan air liur. Itu sangat menjijikan.”

“Kai, Chanyeol, berhentilah berfikir yang tidak-tidak.”

“Lay, Sehun, Baekhyun apa kalian hanya akan membuka mulut seperti itu seharian??”

Tegur Yun hee saat berdiri di hadapan anak-anak lelaki. Ia sebenarnya tidak terlalu terbuka. Ia memakai jaket dan bawahan bikinnya rok, tapi lekuk tubuhnya tidak bisa ditutupi.

Beberapa saat kemudian yang lainnya datang. Baekhyun tersenyum senang melihat Seol hwa, yang sangat cantik dengan bikini warna pink. Kyung soopun bergumam ditelinga Baekhyun, “Jika dia tahu bagaimana ekspresimu saat melihat Yun hee keluar tadi, pasti kau tidak akan mendapat balasan senyum darinya. Mungkin kau sudah gegar otak.” Mendengar itu, Baekhyun langsung tersenyum masam.

Minseo dan Hayoung juga memakai bikini dan merekalah yang memakai bikini paling seksi disana. maklum saja, Min seo dan Hayoung sangat percaya diri dengan bentuk tubuh mereka.

“Dimana Yang da dan Yun yoo? Kenapa lama sekali?” Tanya Sehun, “Apa mereka tidak ingin ikut bermain?” mendengar ucapan Sehun, Kai juga ikut penasaran, “O,ya. dimana kedua gadis itu?”

Akhirnya Yun yoo dan Yang da keluar dari rumah sewa mereka. Kyung soo menatap mereka berdua dengan tatapan tidak percaya. Mereka tidak memakai bikini. Yun yoo dan Yang da sama-sama memakai kaus dan celana pendek, sambil membawa perahu karet.

“Kalian kenapa membawa benda itu?” Tanya Kai bingung.

“Yun yoo bilang ada pulau karang di dekat sini dan ombak pantai sedang tenang. Sebelum hari semakin panas kami ingin melihat kesana.” Jelas Yang da panjang lebar. Kai membulatkan mulutnya dan menangguk, “Kalau begitu hati-hati ya.”

Yang da mengangguk dan tersenyum menanggapi ucapan Kai. Mereka bertatapan lama sekali. Semua mata menatap mereka berdua datar dan akhirnya Kai dan Yang da berhenti saling bertatapan setelah Luhan berdehem.

Kyung soo menatap bingung keduanya, “Ini pantai, kenapa tidak memakai bikini?”

“Mereka berdua tidak suka hal-hal yang berbau feminim. Biarkan saja, toh tidak ada yang bisa dilihat.” Ujar Yun hee dengan pedasnya. Ia langsung memperoleh death glare dari Yun yoo dan Yang da.

“Yun yoo yang tidak seksi. Kalau aku memakai bikini, kalian semua pasti akan mengejarku.” Yang da menunjuk semua anak laki-laki sambil bersungut.

“Yak~” seru Yun yoo sambil mendorong bahu Yang da. Yang da tersenyum dan minta ampun pada Yun yoo lalu berujar, “Sudah. Aku dan Yun yoo harus pergi. Jika matahari semakin panas, nanti aku bisa terbakar.”

**

Langit sudah berwarna jingga. Mereka semua kembali ke rumah sewa mereka dengan gelak tawa dan berlari meninggalkan dua orang di pantai. Yang satu terus berteriak-teriak karna tubuhnya yang masih ditimbun pasir tidak di hiraukan. mereka malah meninggalkannya sendirian. Sebut saja pria itu Luhan.

“Hei,tolong aku!! Hei! Kyung soo, kau sahabatku!! Kau harus menolongku!!” Luhan terus meronta-ronta sambil berusaha keluar dari tumpukan pasir. Sedangkan seorang gadis yang tergeletak di sebelah pria itu juga tidak menghiraukannya.

Bukan, gadis itu tidak mati. dia hanya tertidur seperti orang mati.

Dan sebut saja gadis itu Yun yoo.

Luhan awalnya menertawai Yun yoo karna terus tidur tanpa menghiraukan apapun disekitarnya. Terlebih lagi rambut gadis itu mulai bercampur dengan pasir, tapi tidak ada yang bisa membuatnya bangun. Bahkan Luhan ragu, apa sebenarnya gadis itu pingsan? Dia sudah berteriak tanpa henti sejak tadi.

“Hei, bagaimana bisa kalian meninggalkanku dengan mayat? Kalian ingin aku juga berubah menjadi mayat?” gumam Luhan lagi. karna tidak kunjung mendapat jawaban, Luhan akhirnya memilih diam dan menunggu Yun yoo Bangun.

Luhan tidak menghitung jam namun ia rasa mungkin sudah satu jam ia memandangi gadis yang masih tidur itu. Apa mungkin Yun yoo pingsan? Bagaimana bisa tidak ada yang menolongnya? Sekarang langit sudah sangat gelap!

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki. Luhan berusaha menengok kebelakang dan melihat siapa itu, namun tubuhnya tidak bisa di gerakkan kemanapun.

Langkah kaki itu semakin mendekat hingga pada akhirnya sosok itu berada di hadapan Luhan sambil berjongkok dan membayangi tubuh Luhan.

“Akhirnya kau datang, cepat keluarkan aku!” seru Luhan tidak sabar. Sosok itu terkekeh dan mengangguk, ia mengeruk pasir pantai yang menimbun tubuh Luhan dan membantu pria itu berdiri.

“Terimakasih tuan Oh.” Luhan menepuk bahu penolongnya, Sehun.

“Sama-sama. Cepat kembali kerumah! Makan malam hampir siap!”

“Lalu bagaimana dengan mayat yang satu ini? mana mungkin kita membiarkannya tidur seperti ini? yang ada nanti dia marah-marah karna masuk angin!”

“Tenang saja, aku yang urus. Kau kembali saja sana!” Sehun berdecak dan berusaha membuat Luhan pergi.

Luhan akhirnya pergi meninggalkan mereka berdua. Sehun awal mulanya hanya memandangi gadis itu sambil terkikik heran. Apa jangan-jangan ada yang memberinya obat tidur? Ia saja yang berada di dalam rumah terganggu dengan teriakan Luhan, kenapa dia masih bisa tidur dengan nyeyak?

“Hei, bangun.” Sehun mencolek pipi gadis itu. Tak ada respon, Sehun mendecakkan lidahnya dan menggoncangkan bahu gadis itu.

“Bangun, dasar pemalas!”

Beberapa saat kemudian Yun yoo terlihat membuka matanya perlahan dan memandang Sehun heran, “Ada apa?” tanyanya dengan suara serak setelah bangun tidur.

“Heol, kemana saja kau ini? sudah malam begini kau baru bangun?” ujar Sehun kesal.

Yun yoo bangun lalu meminta maaf pada Sehun dan berterimakasih karena telah membangunkannya. Gadis itu mencoba berdiri dan kemudian jatuh. Sehun memandang gadis itu kesal dan menghela nafas.

“Masih mengantuk? Heol? Kau ini..” geram Sehun jengkel. Tanpa pikir panjang pria itu berbalik dan berjongkok di hadapan Yun yoo, “Naik kepunggungku, tidur seharian pasti membuatmu pusing.”

Yun yoo terkesiap. Gadis itu mengangkat sebelah alisnya, “Kau serius?”

“Cepat sebelum aku berubah pikiran!”

Yun yoo segera naik kepunggung Sehun dan pria itu berdiri. Rambut mereka sama-sama ditiupi angin dan keheningan mulai menyelimuti mereka.

Yun yoo yang tidak suka dengan situasi ini akhirnya mengangkat suara, “Berat ya? Jika berat turunkan saja-“

“Benarkah? Wah, kalau begitu cepatlah turun.”

“Apa? Dasar orang jahat!!” Yun yoo memukul-mukul punggung Sehun. saat itu ia baru sadar jika Sehun masih memakai pakaian pantainya. Pria itu memakai kemeja putih yang tidak dikancingnya dan menunjukkan dadanya yang bidang, sedangkan di bawah ia memakai celana pantai berwarna biru.

“Hei, kau tidak takut masuk angin? Anginya sangat kencang dan kau bertelanjang dada seperti itu..”

“Aku sudah terbiasa, dan bukannya lebih keren kalau begini?”

“Berhentilah menggodaku! Aku benar-benar menghawatirkanmu.”

**

Kyung soo tidak menyangka ia melihat pemandangan yang ia pikir tak akan mungkin pernah ia lihat. Sehun menggendong Yun yoo? Hal itu benar-benar mengejutkannya. Padahal ia mengira Yun yoo akan bangun dan membantu Luhan. Tapi malah Luhan berlari masuk kerumah sendirian dan Sehun datang sambil menggendong Yun yoo.

“Kau tidak apa-apa? Kenapa kau digendong seperti itu?” Tanya Kyung soo sedikit khawatir.

Yun yoo turun dari gendongan Sehun dan tertawa lebar, “Tidak apa-apa. Sehun menawariku gendongannya, kenapa aku menolak?”

“Kau sangat murahan.” Sahut Kris yang datang tiba-tiba sambil menyandar di daun pintu. Yun yoo memandang pria jangkung itu kesal, “Diamlah, kau Duizzang!”

Kris memutar bola matanya dan mengangkat bahu. Ia berjalan masuk dan meninggalkan mereka bertiga. Disusul Sehun yang juga meninggalkan mereka. Kyung soo menghela nafas, “Kau ini jangan terlalu manja pada Sehun.”

“Memangnya kami punya hubungan apa? Aku tadi bukannya merengek untuk digendong, dia yang memintanya.” Tukas Yun yoo tajam, “Sudah. Aku lelah berdebat. Aku ingin tidur dulu,”

“Kau mau melewatkan makan malam?”

“Aku tidak lapar,”

Kyung soo memanggil Yun yoo saat gadis itu hendak berjalan meninggalkan pria itu. Kyung soo memandang Yun yoo dengan tatapan tanpa arti saat mereka saling berhadapan lagi.

“Jangan menyukai Sehun. dia hanya akan menyakitimu.”

Raut Yun yoo menunjukkan kekesalan sekaligus rasa lelah, sudah berapakali kalimat itu muncul? “Aku tahu. Sangat tahu. Dia akan menyakitiku? Oke, aku paham itu. Tapi, kenapa kau begitu peduli padaku? Kita bahkan baru dekat akhir-akhir ini. bahkan jika aku boleh jujur, kita baru dekat kemarin.”

“Yun yoo-“ Kyung soo hendak membuka mulutnya, namun langsung dipotong oleh gadis itu.

“Sudahlah Kyung soo, jika aku sampai menyukai Sehun apalagi jatuh cinta padanya, aku akan langsung pergi dari hadapan kalian semua.”

“Bukan itu maksudku Yun yoo, Kau tidak mengerti.” Kyung soo menggelengkan kepalanya dan menahan tangan Yun yoo yang hendak meninggalkannya.

“Lalu apa? Beritahu aku alasanya? Kenapa aku tidak boleh sakit hati?”

Kyung soo terdiam selama beberapa saat. Tangannya yang menggenggam tangan gadis itu melonggar, dan ia kemudian melepaskannya. Kyung soo menatap Yun yoo dalam-dalam dan berbicara dengan nada rendah yang pelan. Dan setelah itu membuat Yun yoo bingung dan kalut.

“Karna aku begitu menyukaimu.”

**

Sepertinya malam ini Yun yoo tidak bisa tidur lagi. kemarin penyebabnya adalah Sehun dan sekarang Kyung soo. Sebenarnya ini liburan atau siksaan sih? Pikir gadis itu. Ia langsung mengemasi barang-barang bawaannya kedalam tas. Yun hee yang baru keluar dari kamar mandi menatapnya dengan heran, “Kenapa kau mengemasi barang-barangmu?”

“Aku mau pulang,”

“Hah? Sekarang sudah jam sepuluh malam!!” pekik Yun hee.

“Bis di daerah ini berakhir jam sebelas, jangan khawatir. Aku akan pulang dengan selamat,”

Yun hee dengan kesalnya menjitak gadis itu, “Ini sudah malam!! Dan kenapa kau mau pulang sekarang? Kau baru datang kemarin,”

Yun yoo tidak menjawab. Gadis itu masih sibuk membereskan barang barangnya dan membuat Yun hee tambah kesal, “Hei, jawab aku! Jika kau ingin membuat keputusan gila seperti ini, setidaknya beritahu aku alasannya!!”

 

“Kyungsoo jadi tambah gila dan aku tidak ingin ada disini atau bertemu dengan kalian semua dalam waktu dekat ini!! aku cukup gila dengan semua yang terjadi kau tahu!!” Ujar Yun yoo kesal. Ia tidak akan berteriak walaupun ia benar-benar ingin. Jika semua orang mendengar pertengkaran mereka, mereka akan menahan Yun yoo untuk tidak pergi.

“Kyungsoo? Dia jadi gila bagaimana? Dia terlihat normal..”

“Dia terus memarahiku, memberi nasehat-nasehat, mengawasiku setiap saat dan asal kau tahu saat aku Tanya kenapa dia melakukannya bocah itu bilang karna dia menyukaiku!”

Yun hee langsung terdiam berpikir. Yun yoo memegangi kepalanya dan kemudian menghela nafas, “Aku pergi. Jangan tahan aku atau kau akan tahu akibatnya,”

“Siapa yang ingin menahanmu? Setelah mendengar semua itu sepertinya kau memang harus pulang atau keadaan jadi semakin canggung disini,”

Yun yoo mengangguk mendengar ucapan Yun hee dan langsung beranjak pergi. Semua orang sudah tidur sekarang. Bukannya Yun yoo ingin pergi diam-diam, tapi jika ia berpamitan mungkin saja semua orang akan menanyakan hal yang sama dengan yang ditanyakan Yun hee dan ia tidak ingin menjawab satupun dari pertanyaan itu. Lagi.

“Hati-hati,” lirih Yun hee.

Tanpa mereka sadari sedari tadi Lay ada disana, mendengar percakapan mereka berdua. Ia merasa bersalah menguping pembicaraan mereka, namun semua itu teralihkan dengan rasa khawatir yang tiba-tiba menjalarinya.

**

Sekarang sudah hampir jam setengah sebelas malam. Menurut penduduk sekitar bis terakhir ke Seoul datang lima belas menit lagi. Yun yoo menunggu di Halte sambil memakan kimbab yang ia beli sambil berjalan kehalte. Tiba-tiba acara makannya terhenti saat ia melihat bayangan Lay muncul dihadapannya.

“Bagaimana bisa kau tahu aku ada disini?”

Lay mengangkat bahunya, “Mungkin firasat? Tidak, aku bercanda. Maaf, aku tidak sengaja mendengar percakapanmu dengan Yunhee,”

“Jadi kau sudah tahu semuanya kan?” Tanya Yunyoo sambil mengisyaratkan namja itu untuk duduk disampingnya.

“Kupikir kau ingin sendiri, kenapa kau tidak marah saat aku datang? Kenapa tidak mengusirku pergi?”

“Memangnya aku terlihat seperti orang yang mudah marah selama ini?”

“Tidak, kau baik tapi aneh,”

Yunyoo tersenyum dan kembali memakan bibimbabnya. Lay terdiam canggung selama beberapa saat dan akhirnya berbicara lagi, “Apa kau tidak ingin memberitahu pacarmu?”

“Sehun? entahlah, dia juga tidak peduli,”

“Dia sebaiknya harus peduli denganmu,” ujar Lay kesal mendengar ucapan Yun yoo, “Bagaimana bisa seorang pacar berperilaku seperti itu? Dia harus menjagamu dengan baik, freakie,”

“Kau masih ingat dengan itu?” Yun yoo tergelak. Freakie adalah nama kesayangan Lay untuknya. Karna dia gadis aneh yang berkali-kali Lay bully namun tidak pernah marah padanya. Pipi Lay memerah seketika, ia tidak sengaja berkata seperti itu. Dan dia sangat malu, hal itu sama saja seperti memberitahu Yun yoo bahwa ia sedikitpun tak pernah melupakan gadis itu.

Bus yang Yun yoo tunggu datang. Gadis itu berdiri dan melambaikan tangannya pada Lay.

“Aku tidak pernah marah padamu Lay, karna aku tahu kau orang yang baik. Sampai jumpa lagi di sekolah Yixing-ah!!” gadis itu berlari masuk kedalam bus dan duduk disisi yang sama dengan tempat Lay berdiri lalu melambaikan tangannya dengan ceria.

Memang sulit bagi Lay melupakan perasaannya pada Yun yoo, namun untuk jatuh cinta lagi dan lagi? sangat mudah terjadi. Seperti halnya malam ini.

**

To be continue

 

 

 

 

5 thoughts on “I Like You (Chapter 10)

  1. oh.. kyungsoo beneran suka ama yun yoo? nggak ada tanda-tandanya kyungsoo suka ama yun yoo di chapt sebelumnya. nggak ketebak😄
    ngeri juga ya yun yoo tidur kayak orang mati gitu :v
    hahah.. yg di pantai lucu banget :’v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s