Little Bit*h {Sequel of Saranghae}

CS0UINbUYAAEXMv

Author : ayslv

 

 

Title : Little Bit*h {Sequel of Saranghae}

 

 

[Starring] Chanyeol and OC || [Genre] Romance, Adult || [Rate] 17+ || [Lenght] Drabble

 

 

Recommended song : Chocolate – AOA

 

 

Personal blog : https://slvpark.wordpress.com/

 

 

Terimakasih untuk admin yang sudah memposting ff saya. Dan untuk para reader yang sudah setia membaca ff absurd saya, baik sider atau pun bukan, saya tetap mengucapkan terimakasih🙂

 

 

 

 

Lagi. Aku tersenyum pahit saat suara jeritan nista itu kembali terdengar. Seraya mataku yang terus menatap tajam, ralat, seraya mataku yang terus menatap nanar pintu bercat putih di hadapanku. Entah sudah berapa lama aku menghabiskan waktu dengan berdiri seperti orang bodoh, menunggu dirinya menuntaskan permainan yang membuat hatiku berdenyut nyeri. Kepalang nyeri sampai aku tak tahu bagaimana mengutarakan nya.

 

 

 

Dasar wanita jalang! Nampaknya kalimat itu pantas aku ucapkan untuk wanita mana saja yang dengan sukarela menghamburkan dirinya pada pria itu. Termasuk diriku. Ya, aku mengakui se betapa jalang nya diriku ini. Ha-ha.

 

 

 

Aku tidak begitu tercengang, mengingat dua hari yang lalu dengan santai nya ia membawa sekretaris pribadinya, atau satu minggu yang lalu saat ia membawa ‘rekan bisnis’ nya, dan tentunya masih banyak hari-hari buruk yang harus ku lalui. Dan rasa itu kian membuncah, mengetahui fakta bahwa aku tidak pernah bisa untuk berhenti mencintainya. Aku benci pada diriku yang lemah.

 

 

 

Pria itu terlalu sempurna untuk ukuran seorang iblis pun. Bahkan dengan rela aku menukar hidupku dengan hanya melihat senyumnya yang rupawan bak dewa.

 

 

 

Aku menghembuskan napas berat, memisahkan punggungku pada pintu di mana aku bersandar. Harusnya ayah dan ibu tidak membiarkan kamar kami saling berhadapan, pendengaran ku tidak begitu baik saat harus mendengar desahan yang keluar dari mulut-mulut wanita yang ia bawa.

 

 

 

Kakiku hendak melangkah saat tiba-tiba pintu mengayun terbuka, menampilkan dirinya dengan hanya menggunakan celana tidur panjang bergaris. Keadaannya benar-benar menunjukkan bahwa ia sudah bercinta. Peluh di wajah dan seluruh tubuhnya, juga rambutnya yang acak-acakan lebih dari cukup membutakan mata. Dan aku muak.

 

 

 

Seketika tubuhku menegang. Lidahku kelu dan entah sejak kapan aku merasa jika kakiku benar seperti dipaku hingga aku tak bisa berkutik saat ia berjalan mendekat dengan wajah dingin dan tatapan tajam nya. Jantungku bertalu-talu di dalam sana seiring cengkeraman pada lengan ku yang terasa perih. Aku memandang takut ke arahnya. Dan menangis bukan opsi yang tepat.

 

 

 

“Oppa, a-aku… ak—hhmmmpthh…” Mataku membulat sempurna saat dirinya dengan kasar menempelkan bibirnya pada bibir ku seraya mendorong tubuhku hingga punggungku harus menahan rasa sakit akibat berbenturan dengan pintu. Rasanya sakit dan hatiku lebih sakit sekali pun ia menggigit bibir ku rakus. Fokus ku sudah mengabur saat ku lihat ia menutup mata.

 

 

 

Aku mendorong bahunya pelan saat di rasa pasokan oksigen sudah menipis. Namun ia dengan segala kelicikannya malah semakin merapatkan tubuhnya. Napas ku tidak sepanjang itu, bodoh! Hanya mengumpat nya dalam hati yang bisa ku lakukan.

 

 

 

Hingga ciuman itu melembut dan hanya berupa kecupan-kecupan ringan yang ia berikan sebelum ia memisahkan bibirnya. Deru napas hangatnya menerpa seluruh permukaan wajah ku. “Gadis nakal!” Ucapnya tepat di atas bibir ku. Aku membuka mata, mendapati seringai nya yang sialnya malah menambah kadar mempesona nya.

 

 

 

“Aku tahu kau menguping.” Ujarnya seduktif. Menenggelamkan wajahnya di antara ceruk leher ku, melukis nya menggunakan bibir sensual nya. Napas beratnya merangkak hingga menyentuh daun telingaku, menghembuskan nya di sana. Apa yang bisa di lakukan selain menggigit bibir bawahku, menahan setiap sentuhan yang mampu membuat ku terbang kapan saja.

 

 

 

“O-Oppa…” Jangankan bergerak, memanggilnya saja begitu sulit. Aku sedikit bernapas lega saat ia menarik wajahnya. Matanya tepat menatap ku, bahkan aku bisa melihat pantulan diriku pada iris hitamnya. Tangannya ter ulur mengusap pipi ku lembut.

 

 

 

“Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Dalam urusan ranjang, kau yang paling memuaskan.” Aku membelakak mendengar se rentetan kata yang ter lontar dari mulutnya. Bagaimana bisa hal se vulgar itu dengan mudahnya ia ucapkan seolah mengungkapkan makanan favorit nya. Pipi ku merona dan di waktu bersamaan hatiku kembali berdenyut nyeri. Aku memalingkan wajah, ku dengar ia terkekeh geli.

 

 

 

Sialan!

 

 

 

 

-Fin-

 

 

 

 

Haloo~

Ada yang masih ingat? Semoga ada ya. Haha

Terimakasih untuk respon kalian di series sebelumnya. Untuk sementara saya bawa sequel karena belum ada pikiran untuk di lanjut, tentu karena jalan cerita. Jika pun di lanjut mungkin akan saya ubah. Kritik dan saran sangat di harapkan.

Semoga kalian suka dan maaf jika tidak sesuai keinginan.

Finally, don’t forget give me your feedback gengs. Thanks^^

 

Regards,

Ayslv

16 thoughts on “Little Bit*h {Sequel of Saranghae}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s