Our Disease # 3A

disease poster.jpg

Title : Our Disease # 3A

Author : huntom61

Genre : fluff,romance,sad/?

Rating : PG-15 karena mengandung beberapa kata yang kurang sopan dan satu adegan

yang terlalu mesra/? Tapi nggak ada ydg nya kok.

Main Cast : Oh Sehun as Sehun

You as Yoo Cheonsa (OC)

Other : Han Saebyeol

Shin Minri

Yoo Sunji

Length : Chapter

Disclaimer : All characters belong to God and his/her family.I wrote it by myself,sorry for typo(s),bad story,or similarity of the plot.Wish you to leave your comment for my story.Even you SiDers,it’ll be my pleasure that you spent your time just for read my weird imagine.No Plagiarism

Author’s Note :Untuk para readernim..akhirnya aku lanjutin ini ff/? Ada ga yang nungguin?/gak ada/ gapapa deh kalo gaada yang nungguin.. nae ani mwo mwo :’v Maaf ya,nelat satu hari :’) abi sakit perut/?

Makasih buat chingudeul yang uda mau RCL di chapter kemaren..Pokoknya semakin banyak komentar atau like,ya semakin semangat juga author buat lanjutinnya. Tetap RCL buat ff ini ya..biar bisa bikin chapter yang lebih baik..^^~

Happy Reading~~~~

Summary :

Ketika putus asa,sebuah sinar yang terang datang.Di balik sinar,tersembunyi bayangan gelap.Selembar kekotoran putih yang membawa keajaiban.

.

.

.

.

.

.

OUR DISEASE#3

.

.

.

“29 Juni,2015.Hari yang akan selalu kuingat.”

CHEONSA’S POV

Argh… tolong hentikan denyutan menyakitkan ini… kepalaku..berhentilah berdenyut… Sungguh sakit rasanya…

Argh!!

Aku langsung mendudukkan diriku dan bangun dari tidurku yang penuh akan sakit kepala ini. Ugh,bahkan tidur dengan tenang saja susah… Hhhh… DEMI CELANA KIM SAEM YANG BAU. APAKAH AKU TIDAK BISA MELAKUKAN SESUATU DENGAN TENANG DAN DAMAI?!

 

Aish..rambut siapa lagi yang menggelitik tanganku?Akupun menarik tanganku agar bebas dari kepala seseorang yang aneh ini…

.

Sret..

Sret..

Ehh?Kenapa tak bisa dilepas eoh?!

Sret..

Aish..kalo seperti ini,sampai negara api menyerangpun,tanganku tak akan terlepas…Aaahh..hari ini sangat melelahkan.Bagaimana bisa aku tertimpa kesialan yang bertubi tubi ini?Seperti kata pepatah.”Sudah Jatuh,Tertimpa Tangga.” Jangankan Tangga, AKU MERASA SEPERTI TERTIMPA SEPTIC TANK…!!! Ah,sudahlah… tidur lagi sajalah…

.

Aku merebahkan badanku lagi diatas kasur empuk diruangan yang…Ehh?inikan..ruangan UKS?

Hmmm… Ah biarlah..Lagipula kasur milik UKS empuk dan enak,walaupun dengan ditemani hawa aneh di ruangan ini,jujur aku lebih suka tidur di kasur ruangan ini daripada kasur tersayangku di rumah.Kasur disini terlampau empuk dan nyaman.

Tiba-tiba…

Srek!

Mwoya.Orang aneh yang tidur ditanganku ini bergerak.

“Eungh…” Srek srek..

Omo omo.Dia semakin banyak bergerak.

“Hoaaaammm…”

Sekarang ia menguap dengan masih menggenggam tanganku.Yakk..kau kira tangaku bantal serba guna apa!?

Aku hanya menatapnya dengan tatapan aneh.

Poninya menutupi wajah.Apa dia tak pernah ke tukang cukur?

Tunggu..dia kan..

.

.

“ ….Oh Sehun?” Panggilku dengan volume kecil untuk memastikan.

Dia menoleh…Dan benar saja,dia adalah seorang namja bernama Oh Sehun yang kumaksud.

 

“Kau sudah sadar? Apa kau tak apa apa?” Tanya Sehun dengan masih seperti menutupi sesuatu.

“Sehun.” Panggilku,

Ada sesuatu yang aneh.

“Eoh?” Jawabnya.

Dia menjawab tapi memandang ke arah lain,

dia menutupi sesuatu.aku yakin.

“Oh,kau haus?Aku akan belikan kau minuman.”Kata Sehun secara tiba-tiba dan hendak beranjak pergi.

Tunggu.Dia memegang sesuatu.Dan kurasa,tangannya dingin ketika tadi menggenggam tanganku.

Lantas,aku menarik badannya membalik,dan memperhatikan secara seksama.

“Duduk.” Perintahku.

“Eoh?untuk apa? Aku mau beli minum saja.” Elaknya.

“Sehun.Duduk.” Perintahku,dan kini ia menurutiku karena aku sama sekali tidak sedang bercanda.

Akupun turun dari kasur dan pergi mengambil kotak P3K.

Dan ketika aku membawa kotak P3K didepan Sehun,dia memalingkan wajahnya.

.

AUTHOR’S POV

.

Cheonsa yang melihat kelakuan Sehun pun menarik wajah Sehun untuk menghadapnya.Ia mengesampingkan helaian poni Sehun yang menutupi wajahnya.Dan kini,tampak luka sayatan dan lebam di wajahnya.

“Hentikan.Daripada mengobatiku,lebih baik sembuhkan dirimu dulu.” Kata Sehun dengan mata yang sayu dan tajam.

“Kenapa kau tak katakan Jung Saem kalau kau juga terluka?bahkan lukamu lebih banyak dari milikku bodoh!” Bentak Cheonsa kepada Sehun.

Cheonsapun secara perlahan membersihkan luka luka di wajah Sehun dengan pasti.Ia mengobati Sehun dengan sangat hati-hati,seperti Sehun adalah sesuatu yang rapuh.Ya,Sehun rapuh.Sehun hanya diam dan menatap wajah Cheonsa.

“Tunggu,kenapa baju olahragamu berwarna aneh?” Heran Cheonsa.

“Ambuto anya (Bukan apa-apa) ini hanya terkena lumpur.” Jawab Sehun dengan menatap kebawah kakinya.

“Yeol obwa.boyeojwo (Buka itu.perlihatkan padaku) “ Perintah Cheonsa.

Sehun tak kunjung merespon perintah itu.

Dan srek!Betapa kagetnya ketika Cheonsa membuka bajunya dan terlihat robekan yang mengucurkan darah diperut Sehun.

“Sehun! W-wae sum gyeoyo??(Kenapa kamu menyembunyikan ini?) Ini luka yang parah.Sekarang kau duduk di kasur itu,dan tunggu aku.Palli!!” Perintah Cheonsa sembari pergi keluar entah kemana.

Sehun hanya menurut perintah Cheonsa,Toh,tak ada gunanya ia melawan.Ia pasti kalah adu debat dengan Cheonsa.Ia pun mendudukkan dirinya diatas kasur tadi.

Beberapa menit telah terlewatkan,dan kini,Cheonsa tengah membawa air hangat dan sebuah kompres ke dalam ruang UKS.

“Menurutku,kau tak perlu melakukan itu.Kau baru sa-“

“Diam. Sudahlah… !” Kalimat Sehun yang belum selesai terpotong oleh nada serius milih Yoo Cheonsa.

“B-Buka bajumu!”Titah Cheonsa.

“Kenapa tidak kau saja yang buka?” Kata Sehun dengan polos.

“Mwo?! Yang punya badan kau bodoh.Jadi kau yang buka!” Jawab Cheonsa dengan wajah yang bersemu merah.

“Aigoo.. Nae Goyangi..(Kucingku) Kau tersipu malu eoh?” Goda Sehun.

“Katakan lagi.Maka akan kukutuk kau sampai cucu cucumu.” Ketus Cheonsa.

“ehh?Kau mau mengutukku hingga cucu kita nanti?”

Cheonsa yang mendengar perkataan Sehun,lantas mengambil rotan milik Jung Saem yang ada,dan menodongkannya ke Sehun.

“Katakan lagi,maka kau akan mencium rotan ini.” Ancam Cheonsa dengan wajah menyeramkan.

“Daripada mencium rotan,lebih baik menciummu chagi.kkkk….” Balas Sehun yang sukses membuat mata Cheonsa membulat.

“MWO?! “ Cheonsa lantas memukul kaki Sehun dengan rotan itu.Tentu ia tidak memukulnya dengan keras…Cheonsa masih spesies manusia yang memiliki akal budi dan hati.

“Aw.. Aish.. Yakk..Kau jahat sekali eoh?Orang sakit malah kau pukul!” Rintih Sehun.

“Jangan coba-coba menggodaku lagi.Cepat buka!” Sungut Cheonsa sembari mengambil kompres yang telah basah.

“Ne..ne..ne… mungkin..” Jawab Sehun dengan santai dan membuka baju olahraga miliknya.

Cheonsa membersihkan luka yang tertoreh di perut Sehun dengan perlahan menggunakan kompres.Sehun merasakan tangan Cheonsa bergetar.

“Bodoh.kenapa kau melakukan ini?Kau bisa saja kehilangan nyawamu.” Kata Cheonsa dengan suara yang serak.

“Cheonsa.Ini bukan salahmu.tak usah menangis .” Jawab Sehun.

Suasana hening mulai terasa.

Tes…

Tes…

Tes…

Tak terasa,air mata keluar dan menetes membasahi tangan Sehun untuk kedua kalinya.Cheonsa menangis dalam diam.

“Sehun…Jagalah dirimu… Ini semua salahku…Kumohon…Jangan-hiks..“ Kata kata Cheonsa terputus dengan isakan kecil yang keluar dari mulutnya tanpa sengaja.

Sehun yang melihatnya,hanya dapat diam.Mereka diliputi keheningan dan beberapa isakan kecil dari mulut Cheonsa.Keheningan terus menyelimuti hingga Cheonsa tengah menutup luka Sehun dengan kain kasa yang putih.

Beberapa menit telah berlalu, dan kini Cheonsa telah menenangkan dirinya.

Cheonsa membuka suaranya untuk mencairkan suasana kaku dan hening ini.

“Sehun.” Panggil Cheonsa.

“Hmm..” Jawab Sehun.

“ Aku boleh bertanya?”

“Ne…”

“Kenapa kau kembali?Bukankah..kau sudah jauh dari tempatku?”Tanya Cheonsa dengan masih membalut perut Sehun dengan kain kasa.

“…Karena…”

“Aku mencintaimu.”

Kata kata itu membuat Cheonsa mnghentikan pergerakan tangannya.

“Jangan menggodaku Sehun.” Kata Cheonsa sembari melanjutkan kegiatannya.

Tangan itu,menggenggam tangan Cheonsa dengan erat lagi. Tangan Cheonsa berhenti dan ia melihat manik sayu milik Oh Sehhn.

“Yoo Cheonsa. Aku mencintaimu.” Kata Sehun dengan tegas. Tanpa sedikitpun kebohongan. Cheonsa hanya membatu mendengar apa yang dikatakan oleh Oh Sehun.

“Sungguh…Aku mencintaimu.. apa kau tak percaya padaku?”

Sekelebat peristiwa pahit Cheonsa teringat dan melintas di kepalanya. Ia pun menurunkan pandangannya. Dan melepas tangan Sehun dengan perlahan.

“Ini sudah malam Sehun… Gunakan bajumu, dan ayo pulang.” Kata Cheonsa dengan memalingkan wajah.

Saat itu juga,wajah Sehun terlihat kosong.

“Ya Tuhan…kenapa sesakit ini ?” Kata hati Sehun.

————————————————————- AT ROAD——–—————————————————-

Mereka berjalan bersebelahan dengan mulut yang masih membisu. Tak ada salah satu dari mereka yang berniat membuka pembicaraan… Hingga ditengah perjalanan tangan Sehun menggenggam tangan milik Cheonsa lagi.

“Biarkan aku menggenggam tanganmu untuk terakhir kalinya.” Kata Sehun dengan mata yang kosong. Dan Cheonsa hanya diam tak berkutik.

 

“…. Sehun…”

“Hmm?”

“…Gomawo…”

Sehun hanya diam membisu.

“… saat itu aku takut. Jeongmal gomawo Sehun.. ”

Cheonsa bukan sedang mencoba mencairkan suasana. Tetapi mencoba memberi tahu sesuatu.

 

“Sehun.. lebih baik kau tidak berinteraksi lagi denganku..”

Sehun menolehkan kepalanya dengan tatapan kosong menuju wajah Cheonsa.

“Wae?”

“Kau tahu. Kau bisa mati bila dekat denganku… ”

Cheonsa berhenti sejenak.

“Hhhh.. kau tahu.. orang orang tadi adalah bawahan musuh dari orang tuaku. Mereka ingin balas dendam.”

 

“Karena itu…. lebih baik…kau j-”

“Hentikan.”

Suara Sehun menghentikan perkataan Cheonsa.

 

“Aku mencintaimu. Apa kau pikir aku bisa jauh darimu?”

Tatapan tajam Sehun membungkam Cheonsa.

“Apa kau pikir aku bercanda?”

Cheonsa hanya bisa diam membisu.

Sehun memalingkan wajahnya, dan mereka kembali terhanyut dalam pikiran masing – masing.

Mereka terhanyut oleh ramainya kota Seoul. Hari ini. Dan malam ini.

—- 30 MINUTES LATER-

Mereka terlalu larut dengan pikiran masing masing. Hingga tak terasa, mereka telah sampai didepan gerbang rumah Cheonsa. Sehun dengan enggan melepas tangan milik Cheonsa. Dengan tatapan yang masih kosong menatap tanah.

Cheonsa pergi memasuki rumahnya tanpa berkata apapun.

Sehun masih berdiri ditempatnya dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Ia ingin tinggal dan menatap Cheonsa lebih lama. Tapi apa daya, Cheonsa telah memasuki rumahnya. Dan dia tak memiliki hak apapun untuk menahan Cheonsa menemaninya lebih lama.

Drrt..Drrrt…

Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel milik Sehun. Masih dengan tatapan kosongnya,menatap malas dan kesal terhadap pesan pesan yang masuk dari nomor tak dikenal ke dalam ponselnya.

Sehun menatap pintu rumah Cheonsa sejenak, dan iapun melangkahkan kakinya meninggalkan kediaman keluarga Yoo itu.

Semilir angin malam menerpa wajah Sehun,Sehun menutup matanya sejenak menikmati angin itu dengan sebuah senyum simpul.

…………………………………………………………………………………………………………………

To : Oh Sehun

From : Yoo Cheonsa

Mungkin,aku juga mencintaimu.

Today,at 09.30 PM

.

.

.

.

TO BE CONTINUED~~~~

Maaf yah..Authornim yang abal ini payah.. :’3 udah nelat,absurd lagi… betewe,ini Chapter 3 yang part A, Author berharap readernim mau setia menunggu kelanjutannya dan membaca ff absurd ini. Sehingga author akan berusaha buat ngirimin chapter selanjutnya lebih cepat :’)))

NB : Buat yang bingung sama kiasan kiasan disini, pasti artinya bakalan terungkap di chapter chapter selanjutnya, mungkin aja terungkap di 3 chapter setelahnya, atau bahkan chapter terakhirnya. Tergantung imajinasi author dan keadaan kedepan .hehhehe… annyeong~!

4 thoughts on “Our Disease # 3A

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s