Heartless Monster #3 『Baekhyuncupcakes』

heartless monster 2

Heartless

 

 

Baekhyuncupcakes

 

 

Baekhyun x OC // Hurt 

Heartless Monster #1Heartless Monster #2

 

Summary:

“Once i leave, I’m not the same person you met the first time.

So at the end of the day, you don’t really even know me.

Because something inside me had changed 

and I realized

things would never be the same anymore”

.

.

.

.

.

.

=

 

**

 

Tampak seorang gadis dan lelaki berbaring di atas rerumputan yang sangat hijau. Pandangan keduanya tak lepas dari langit biru yang sangat indah. Tidak ada percakapan. Hanya ada keheningan menentramkan.

 

Setelah beberapa lama, suara lembut seseorang memecah keheningan di antara keduanya

 

“Baekhyun oppa, bukankah surga adalah tempat yang indah?” Baekhyun mengangguk setuju

 

“Aku ingin pergi ke surga,” Ara berucap serius dan tersenyum

 

“Tidak boleh,” Ara menoleh ke arah Baekhyun saat itu juga, Baekhyun bahkan belum mengalihkan pandangannya dari langit

 

“Wae?” Tanda tanya besar terucap dari mulut Ara

 

Lelaki di sebelahnya itu akhirnya menoleh, menampilkan senyum yang menurut Ara sangat menawan. Wajah mereka berdua hanya berjarak beberapa inchi. 

 

“Menurutmu mengapa Tuhan tidak juga menempatkanmu di surga?” Ara terlihat berpikir sebentar.

 

Gadis itu menghela nafas kasar, terlihat frustasi. “Aku tidak tahu,” Ara menjawab

 

“Karena kau di takdirkan untuk berada di sampingku, menemaniku sampai waktu yang belum ditentukan.” Ara ikut tersenyum mendengar lontaran Baekhyun yang terkesan manis

 

“Baiklah, aku akan berada di sampingmu asalkan oppa juga tidak pernah meninggalkanku,” anggukan Baekhyun membuat detak jantung Ara seperti ingin keluar dari tempatnya.

 

I’m with you, no matter what else you have in your head, I’m with you and i love you. 

 

And

 

Part of me will always be waiting for you

 

**

 

Seorang gadis yang membawa sebuket bunga tulip berwarna warni terlihat tengah berjalan di sisi – sisi pemakaman yang tentram. Dari pandangan Ara, tidak banyak orang yang berada di tempat berkabung itu, Ara dapat menghitung kehadiran mereka dengan sepuluh jari tangannya.

 

Gadis bermarga Lee tersebut mulai mengedarkan pandangannya menyusuri area pemakaman yang tak terurus itu hingga akhirnya dia menemukan apa yang dia cari.

 

Baru saja ia akan berjalan menuju pemakaman itu saat seseorang dengan punggung kekar terlihat sedang berlutut memeluk nisan yang ia tuju sedari tadi, Ara memicingkan matanya agar dapat melihat lebih jelas siapa sebenarnya pria tersebut.

 

Setelah beberapa saat, Ara menutup mulutnya yang sepertinya akan berteriak “Ba-Baekhyun?” Gumamnya pelan, sangat pelan

 

Genggamannya pada buket bunga tulip makin mengerat. Ia menggigit bibir bawahnya dengan keras.

 

Baekhyun berada disana. Memeluk nisan itu sembari terisak tanpa bersuara.

 

Hati Ara teriris perih saat menyaksikan semua hal yang berhubungan dengan Baekhyun.

 

Ia benar – benar merasa seperti sampah yang tidak berharga sekarang. Hal yang seharusnya ia lakukan adalah membuat orang yang ia sayangi bahagia, ia tidak sepatutnya memikirkan kebahagiaannya.

 

Tetapi apa yang sudah ia lakukan sejauh ini? Apakah Baekhyun sudah bahagia dengan apa yang Ara coba lakukan? Ia justru membuat Baekhyun membencinya. Hal yang Ara pernah lakukan ialah memancing maut. Ara tersenyum mengejek dirinya yang terlampau bodoh ini.

 

“A-Aku harus kuat,” Ara berbisik pada dirinya sendiri.

 

Baekhyun tampak mengusapkan matanya yang penuh dengan air mata dan berdiri lalu berlalu pergi.

 

Sebelum berlalu ia sempat menyingkirkan tanah yang terdapat di beberapa bagian pakaiannya.

 

Saat yakin jika Baekhyun benar – benar sudah sepenuhnya pergi. Dengan pelan namun pasti, Ara mulai melangkahkan kaki – kaki mungilnya untuk menapaki tanah pemakaman yang tidak diperhatikan itu.

 

Melewati batu – batu nisan yang menjadi pertanda tempat peristirahatan terakhir orang – orang yang telah melewati hidup.

 

Setelah beberapa saat berjalan, Ara akhirnya sampai di depan sebuah pemakaman dengan batu nisan yang sedikit lebih besar dari yang lain. Nisan yang Baekhyun baru saja kunjungi sekaligus tangisi. Satu – satunya batu dari sekian batu nisan yang terukir nama ‘Choi Hyera‘.

 

Persis seperti yang Baekhyun lakukan sebelumnya, Ara membungkuk, menyamakan tinggi badannya dengan nisan tersebut. Ia meletakkan bunga tulip yang ia bawa di atas tanah berwarna coklat pemakaman itu. Bunga lain juga berada di tempat yang sama, pemiliknya tak lain dan tak bukan adalah seorang Byun Baekhyun.

 

“Bagaimana kabarmu, Hyera unnie?” Ia bertanya meskipun ia tahu jika tidak mungkin orang yang ia tanyakan akan menjawab pertanyaannya

 

“Kau baik – baik saja, bukan?” Ara bersuara sembari tersenyum

 

“Apakah kau bahagia di dunia baru yang kau tempati sekarang?” Suara tawa Ara menggelegar kemudian

 

“Apa yang aku bicarakan, tentu saja kau bahagia berada disana, di surga.” Seperdetik kemudian, senyum getir Ara tampilkan. Membawa sebuah aura berbeda.

 

“Tetapi aku rasa kau akan lebih bahagia menjalani hidupmu di dunia yang sama sepertiku, seperti Baekhyun. Aku yang seharusnya pergi. Bukan unnie,”

 

“Baekhyun pernah berkata kepadaku jika aku tidak diperbolehkan untuk pergi ke surga karena aku harus selalu berada di sampingnya, menemani Baekhyun oppa di setiap langkah yang ia lewati. Tetapi semua itu tidak lagi berlaku saat ia telah menemukan perempuan yang ia cintai. Cinta sejatinya,” Ara menengadah, mencoba menahan air mata nya yang sebentar lagi akan jatuh

 

“Kau adalah cinta sejatinya. Kau tidak boleh pergi, unnie. Kau harus menemani Baekhyun oppa di setiap langkahnya, bukan aku,”

 

“Jika kau tidak menyelamatkan hidupku, mungkin sekarang Baekhyun masih dapat tertawa pada leluconmu, karena percayalah, tidak peduli seberapa keras aku mencoba, Baekhyun tidak lagi tertawa pada lelucon yang aku buat,” Ara tersenyum pahit

 

“Bodoh, jangankan tertawa, ia bahkan tidak lagi mendengar apa yang aku katakan kepadanya,”

 

“Bisakah kita bertukar posisi? Bertukar kehidupan? Jika syarat ingin melihat Baekhyun tertawa taruhannya adalah nyawaku dan mengembalikan hidupmu, aku tidak apa – apa, sungguh. Mungkin dari sejak awal aku adalah kesalahan pada kalian semua, terutama pada Baekhyun oppa,” tanpa sadar bulir – bulir air mata Ara sudah terjatuh dengan deras

 

“Maafkan aku, unnie. Hidupku memang adalah kesalahan, aku tidak pantas untuk hidup, satu – satunya yang aku inginkan sekarang adalah menjadi tidak terlihat bagi semua orang,” air mata Ara masih mengalir

 

“Aku ingin kuat, unnie, ingin sekali. Tetapi keadaan benar – benar menekan semua perasaan ku dengan luar biasa.” Ara terisak

 

“Tak bisakah kau membantuku? Kau adalah satu – satunya perempuan yang dapat mengubah pemikiran Baekhyun oppa. Dapatkah kau membantu untuk membuat kebenciannya terhadapku hilang? Aku lelah, aku ingin segera menyelesaikan semuanya. Aku juga butuh seseorang untuk mencurahkan semua beban yang selama ini aku tanggung,” bulir – bulir tangisan Ara terjatuh di tanah.

 

Ara menangis di tempat itu, butuh waktu beberapa saat agar ia dapat tenang. Setelah dapat menenangkan dirinya, Ara mengusap air mata nya dan kembali menampilkan ‘senyum palsu‘ nya yang kentara jelas

 

“Aku rasa aku harus pergi, apa salahnya menyiapkan diri untuk esok hari huh?” Ara kembali mengusap air matanya dan tertawa kecil

 

“Siapa yang tahu apa yang terjadi pada esok hari? Mungkin aku akan menghadapi caci makian Baekhyun, atau penindasan dari Yerin dan kedua temannya, atau bahkan hal positif yang tidak pernah terlintas di pikiranku,”

 

“Terima kasih sudah mendengar semua celotehan ingin menyerah ku,” Nisan putih itu Ara usap dengan lembut

 

“Sampai bertemu lagi, Hyera unnie. Sebagai ucapan terima kasihku padamu karena telah menyelamatkan nyawaku yang tidak berarti ini, aku akan menghadapi kekasihmu—Baekhyun tidak peduli seberapa besar masalah yang akan aku jumpai nanti. Ketahuilah bahwa aku menyayanginya dengan tulus.” Ara tersenyum hangat dan pergi dari tempat peristirahatan terakhir Hyera.

 

Di tempat yang sama tidak jauh dari posisi Ara berpijak, Ara tidak menyadari jika manik onyx seorang lelaki tengah mengawasi gerak – geriknya dari sejak awal ia berada di depan pemakaman Hyera. Menatapnya dengan pandangan yang sangat sulit diartikan.

 

“Aku menyayangimu sampai kapanpun, Lee Ara.” gumamannya hanya dapat disaksikan oleh angin yang bergulir

 

Sometimes, the person viewing you from afar, loving you in silence, is the one capable of loving you the greatest.

 

**

 

Sebelumnya, aku mau ngomong kalau aku bener – bener sibuk sekolah, selama 4 bulan belakangan aku ga ada waktu untuk santai sama sekali karena sebentar lagi aku akan ujian nasional. Mohon pengertiannya, aku akan manfaatkan waktu senggang juga liburanku di bulan Desember ini untuk menulis kelanjutan fanfiction-fanfiction ku yang masih berjalan sampai sekarang. Kelanjutan Idiotical – Monster akan segera di publish dalam kurun waktu dekat. Terima kasih untuk readers setiaku.

 

34 thoughts on “Heartless Monster #3 『Baekhyuncupcakes』

  1. Haiyahhhb… pnasaran bgt… knp baskhyun syg ara tp ttp jahat.. ada apa sih? Lanjutannya ntar gmn nih? Ms ara nya kudu mati thor??? 😭mdh2 an sgl aktipitas author lancarrr n lanjutin sgr nih fanfic… plisss….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s