Arti Pacaran

Eulseongulya

PG 15/T

AU,lil bit comedy

Standard disclaimer applied,no profit(s) taken,no plagiat,no copas,just enjoy. Moga-moga suka. Ini AU dari FF eulseongulya yang judulnya gaze. Udah pernah kupublish di WP pribadi aku,eulseongulya.wordpress.com
.
.
.
.
.

_____….______……________………___________…______

Sore itu Chanyeol agak sibuk,ia mengurusi proposal untuk acara osis besok. Ia benar-benar pusing,jadi ia meminta Sunny untuk membantunya. Namun dari tadi Sunny tak dapat berkonsentrasi,ia terlampau senang dapat berduaan dengan pria yang ia sukai. Sunny tahu,ia sudah tahu bila Chanyeol telah memiliki Seul beom,namun ia sama sekali tak ingin peduli.

.
.
.

Chanyeol tampak sangat lelah,entah sudah berapa kali ia menguap.

“Kau mau kugantikkan sebentar?. Beristirahatlah sebentar,yeolie. Kau jangan memaksakan diri seperti itu.” Tawar Sunny.

“Tidak perlu,kau bantu aku menyunting dan nge-print saja sudah terlampau cukup.” Tolak Chanyeol sopan.

“Baiklah jika begitu,” ujar sunny

“Hoaaamm… akhirnya tinggal penutup saja.” Ujar Chanyeol gembira sembari menguap lagi.

“Ah,aku benar-benar mengantuk,kurasa habis ini aku perlu mampir ke kedai kopi sebentar.” Curhat Chanyeol kepada Sunny.

.
.
.

CUUPP~~~ Sunny mengecup Chanyeol singkat,membuat mata penuh kantuk Chanyeol terbelalak lebar-lebar.

“Apa yang kau lakukan,Sunny-ssi?.” Selidik Chanyeol yang jawabanya sudah terlalu kentara.

“Menciumu,” jawab Sunny santai.

“Lihat,efektif usir kantuk,’kan? Kau tak perlu buang-buang uang untuk sekedar membeli kopi.” Ucap Sunny tenang. Tanpa mereka sadari diluar pintu,seorang wanita ber-dress selutut berwarna peach menjatuhkan beberapa snack-nya dan lari begitu saja meninggalkan kedua orang itu di dalam dan makanan ringan tadi tergeletak disana.

.
.
.

______Esoknya_______

“Chanyeol-ah,ayo pulang bersama!. Sekali ini saja,yaa… please…,” rengek seorang gadis yang menggelayut di lengan Chanyeol.

“Kau ini. Kenapa jadi manja gini sih? Biasanya juga pulang sendiri ‘kan?”

“Tapi oppa,tak bisakah sekali ini saja kita pulang bersama?. Kau selalu sibuk ini-itu sendiri,apa kau tidak berpikir bahwa aku ini selalu kesepian?.” Chanyeol menautkan alisnya.

“Kau kesepian? Ah mian Seul beom-ah,tapi aku ada rapat Osis hari ini sepulang sekolah.” Ucapnya sedikit bersalah

“Baiklah,tidak apa. Pergilah sebelum terlambat rapat. Bye chagi-ya,sampai jumpa besok.” Pamitnya.

Eo,annyeong.” Balas Chanyeol.

.
.
.

Seul beom menghela napasnya dalam-dalam,entah sudah berapa kali ia melakukan hal serupa. Hari ini sangat kacau,mood-nya terlalu buruk hari ini. Ia sebenarnya kesal sendiri memiliki namchin sesibuk Chanyeol,tapi apa daya dan kekuatan,takdir mempertemukan mereka.

.
.
.

Hari ini Seul beom dibully lagi,ia dikunci oleh seseorang saat ia dikamar mandi. Tak hanya itu,orang gila itu juga menyirami Seul beom dengan air pel. Untung saja Kwon hye mi membukakan pintu kamar mandi segera setelah Seul beom memekik minta tolong dan meminjami seragam kering di lokernya. Namun apa peduli Chanyeol?, asalkan ia terlihat baik-baik saja di depan Chanyeol,Chanyeol takkan pernah mau menanyakanya walau hanya sebatas kau-tidak-apa atau mungkin apa-kabarmu-hari-ini-chagi-ya.

.
.
.

Seul beom POV

Dia kenapa sih? Aku ajak nge-date gak pernah mau,katanya sibuk mulu. Kuajak pulang bersama pun alasanya bejibun. Ah… atau mungkin ia sibuk dengan yeoja yang menciumnya kemarin?. Ah… mana mungkin,tapi mengapa Chanyeol dan gadis itu… apakah ia mengkhianatiku? Apa dia hanya mempermainkanku selama ini?. Aku tak tahu dan tak mau tahu,aku yakin Chanyeol bukanlah tipe pria yang seperti itu.

.
.
.

Aku menyesap kopi yang sedari tadi tidak kuacuhkan. Pikiranku melayang ke Chanyeol,sehingga aku tak dapat menikmati dengan benar kopi manis yang-entahlah-apa-namanya. Tiba-tiba Luhan seonbae datang dan menyapaku.

“안녕박슬범씨,혼자왔어요?(hai nona Park seul beom,kau sendirian disini?)”

“네.맞아요,우리찬열이너무빠빠니까요(Iya.benar,karena Chanyeol terlalu sibuk)”

“Bukankah itu Chanyeol?,dan itu Sunny,’kan?” tunjuk Luhan seonbae.

“Mungkin.” Jawabku singkat.

“Kalian bertengkar?,” selidik Luhan.

“Tidak,sebesar apapun masalahnya tidak akan kuributkan.” Paparku dengan nada tenang,padahal sedikit kesal juga sih. Katanya sibuk,ehh… malah berduaan di kafe bareng cewek.

.
.
.

Aku gak tahu,love affair macam apa yang sedang kulakoni ini. Yah…aku tak nampak seperti kekasih Chanyeol bila kau lihat lebih saksama,tapi hanya semacam hoobae biasa. Aku memang tak mengerti apa arti pacaran sebenarnya,memangnya apaan sih itu?. Aku hanya ikut-ikutan teman saja dan menerima Chanyeol karena aku menyukainya.

.
.
.

Mungkin memang benar anak tahun pertama sekolah menengah keatas macam aku ini tak perlu yang namanya pacaran,serius belajar pun sudah lebih dari cukup. Namun entahlah,mengapa aku berakhir dengan berpacaran dengan Chanyeol seonbae.

.
.
.
Aku menatap datar kedua manusia yang tengah bercanda itu,lalu melirik kearah Luhan yang masih mengutak-atik rubiknya.

“Luhan seonbaenim, apakah luhan oppa pernah berpacaran?” Tanyaku polos

“Kau ini kolot sekali,pake seonbaenim-seonbaeniman segala. Lagian ini sudah diluar area sekolah,’kan?. Panggil saja aku Luhan atau Oppa seperti dirumah!.” Protesnya.

Pernah,sekali.” Lanjutnya.

“Pacaran itu apa sih sebenarnya?,” tanyaku lagi.

“Eum… mungkin seperti menghabiskan waktu bersama seorang yeoja/namja yang kita sayangi.”

“Berarti Sunny dan Chanyeol itu pacaran ya han?.” Tanyaku lagi,Luhan mengulas senyum dan mengelus rambutku.

“Aigo,kenapa kau menanyakan hal aneh seperti itu?. Jelas sekali bahwa kaulah pacar Chanyeol,seantero sekolah pun tahu itu.” Terang Luhan.

“Lalu Sunny dan Chanyeol?,”

“Itulah yang namanya selingkuh.”

“Kurasa tidak,Chanyeol tak selingkuh dariku,hanya saja…”

“Kau tidak selamanya bisa percaya begitu saja dengan seseorang,beomie. Bahkan seseorang yang kita percayai selama ini pun patut jua untuk dicurigai. Kau tidak tahu ya bila tak selamanya orang itu dapat dipercaya?.”

“Entahlah.” Jawabku malas.

“Camkan baik-baik perkataanku tadi.” Luhan akhirnya beranjak setelah puas mengelus dan mengacak-acak rambutku jadi berantakan.

Yaa oppa,tanggung jawab!. Lihat akibat ulahmu,rambutku jadi kusut seperti ini.

.
.
.

Mendengar suaraku,Chanyeol pun menoleh. Ia mendapatiku sedang mengerucutkan bibir dan melipat tangan di dada. Alih-alih menghampiriku,pria itu malah terlihat menyembunyikan dirinya. Kini aku merasa ia memata-mataiku. Yaa Park chanyeol… kau bodoh atau lupa? Mata kita kan bak punya ikatan gitu. Setiap kau melirikku,Kuakan tetap tahu.

.
.
.

AUTHOR POV

Luhan menghamipiri Seul beom lagi. Kini ia membawa Red velvet dan Americano ke meja-nya.

“Kau kembali lagi?. Sana pergi… aku ingin sendiri!.” Titah Seul beom.

“Hei,memang kau pemilik kafe ini?. Terserah dong aku mau duduk dimana saja.”

“Kau selalu seperti ini tiap hari?.”

“Eum,benar. Aku bosan di rumah,jadi aku suka singgah disini dan bermain dengan Sehun. Namun hari ini ia ada sedikit urusan sehingga tak bisa datang.” Terangnya

“Kalian setiap hari kesini?,” telisik Seul beom

“Eo,biasanya begitu.”

“Ooh…,berarti Oppa pacaran dengan Sehun?.”

“…”

1 detik,2 detik,3 detik…

“Ha…hahaha…,” tawa Luhan meledak seketika setelah berhasil mencerna apa yang Seul beom ucapkan.

“Baboya? Pacaran itu antara pria dengan yeoja,sayangku,cintaku manisku…,” saking gelinya,ia tak sadar mengucapkan kata “sayangku,cintaku,manisku” pada Seul beom. Sontak Chanyeol melirik Luhan tajam dengan death-glare-nya.

“Lha katanya pacaran itu menghabiskan waktu bersama namja/yeoja yang kita sayangi,lha Luhan oppa sayang Sehun kan?.” Elak Seul beom.

“Kau ini lucu sekali,sudah pacaran tapi artinya saja tidak tahu.” Ujar Luhan disertai decakkan dan gelengan kepala.

“Kau ini masih terlalu polos,beom-ah. Seharusnya kau tak berpacaran dulu,artinya aja belum mudeng kok sudah dilakuin gitu,ck ck ck.” Sambungnya.

Aisshh… masa bodoh. Oppa,aku mau dong Red velvet-nya.” Pinta Seul beom sambil membuka mulutnya.

“아이고,귀여워…(aduh,imutnya). Kau seharusnya mengurangi berat badanmu,beom-ah. Kurasa kau sudah mencapai angka 60-an,sampai pipimu se-chubby ini. Kau tahu,kau kelihatan imut sekaligus jelek dengan berat badanmu yang segitu.”

Yaa oppa,kau ini bukanya ngasih malah ngeritik berat badan aku.” Protes Seul beom dengan dengusan kesalnya.

“Kalau mau makan sendiri,jangan minta disuapin gitu. Keliatan modus tau!.”

“Modus apaan coba? Aku gak mudeng. Jangan nyesel ya kalo Red velvetnya abis kumakan.” Ucap Seul beom,lalu secepat kilat ia menyendok Red velvet yang menggiurkan di depanya.

“Ck,dasar rakus. Pelan-pelan saja,aku sudah kenyang melihat cara makanmu.” Kata Luhan sembari menorehkan krim putih Red velvet ke pipi Seul beom.

“Ah oppa,krimnya lengket tau!.” Hardik Seul beom. Luhan malah terkekeh,

“Sukurin,:p.” Sahut Luhan sambil menjulurkan Lidahnya.

.
.
.

Luhan POV

Ahh dasar anak ini,makan saja masih belepotan begitu tapi sudah mau coba-coba pacaran. Ia sangat menggemaskan,walaupun ia terkadang menyebalkan. Aku sangat menyayanginya sebagai adik kelas. Bukan karena alasan khusus atau apa,mungkin karena aku sudah lama hidup bersamanya. Ya,dia tinggal di sebelah rumahku. Kamar kami hanya bejarak beberapa jengkal saja terpisah oleh tembok. Ia sering kali menyapaku lewat jendels kamar,tak heran kami sungguh akrab.

.
.
.
Kau harus tahu,gadis ini sedikit kurang normal. Kamarnya selalu berantakkan,pakaian tidurnya selalu kusut,dan ia seperti mati saja saat tidur. Aku pernah membangunkanya,Segala macam cara kulakukan agar ia terbangun. Namun semua tak mempan. Mulai dari berteriak,mengguncang-guncangkan tubuhnya,sampai kucubit pun ia tak bangun. Pernah sekali kukecup dia saat tidur,ia sama sekali tak bereaksi. Ya begitu… ia masih dengan enaknya tidur dengan dengkuran khasnya.

.
.

Entahlah bagaimana keluarganya membangunkanya. Namun tiap pukul 06.30 ia sudah menyembul keluar jendela dan memekikkan kata ‘selamat pagi’ padaku. Lumayanlah,dengan begitu aku tak perlu repot-repot menyetel alarm tiap malamnya.

.
.
.

“Luhan hyung…!” Seru seseorang. Ah,pasti itu Sehun.

“Oh,Sehun. Rupanya kau datang juga ya.” Kataku.

“Entahlah,rasanya kurang lengkap kalau sehari saja tidak mampir kesini. Hei,bukanya ini pacar Chanyeol hyung?.” Jawab Sehun

“Ah,iya. Kami tak sengaja bertemu tadi.” Jelasku.

“Sengaja pun tidak apa kok hyung.” Balas Sehun dengan sedikit seringai jahil.

“Kau ini,jangan menyeringai seperti setan begitu. Lihat disana,ada Chanyeol.” Tunjukku,wajah Sehun pun mulai datar seperti biasa.

“Sepertinya asyik sekali ya makan berduaan begitu. Oh iya,apa yang kalian bicarakan tadi?. Sepertinya seru sekali,sampai menjulurkan lidah segala.” Selidik Sehun

“Ya,bukanlah pembicaraan yang terlalu penting.” Celetukku singkat.

“Hei gendut,kenapa makan saja?. Kau tak membantu Luhan hyung memberi penjelasan padaku?.”

“Tak ada untungnya aku meladeni pria cerewet macam kau.” Kata Seul beom santai,Sehun langsung menggembungkan pipinya,dan aku pun mulai tegelak.

“Dasar gendut,”

“Pria cerewet,”

“Gendut,”

“Cerewet,”

“Cewek gendut,”

“Banyak bicara,cerewet.”


Dan begitulah,acara silat lidah berlangsung. Sampai akhirnya mereka berhenti dan saling menyilangkan kedua tangan di dada sambil membuang muka.

“Hei cerewet,kau tahu tidak artinya pacar tuh apa?.” Akhirnya Seul beom memecah keheningan yang melanda kami bertiga.

“Kau bertanya kepada orang yang tepat,ndut. Aku ahli dalam bidang kaya begituan,bahkan lebih berpengalaman dibanding Luhan hyung. Pacarku banyak loh,disana-sini ada.”

“Siapa?,”

“Aku.”

“Yang nanya. Udah deh, Ttp(To the point) aja gimana sih?,cerewet amet lu.”

“Iya-iya. Pacar itu singkatan dari PAsangan CARteran alias sewaan,gak tahu tuh istilah dari mana tapi appa-ku bilang begitu. Jadi,bukan salah kaum playboy kalau mendua bahkan meniga. Soalnya pacar itu artinya pasangan sewaan,jadinya terserah dong mau nyewa berapa?
Orang aku pernah sewa mobil 10 aja yang punya malah seneng. Jadinya tak apa toh,kalau aku menyepuluh?”

“Jadi begitu?. Berarti Chanyeol… huwee~~~ eomma…,” tanpa pamit Seul beom kabur entah kemana.

“Hun,nih uangnya. Bayarin pesanan gue ya,gue pulang dulu nganter tuh bocah. Entar ngapa-ngapain dah.” Aku melemparkan berapa uang won dan langsung berlari secepat angin mengejar Seul beom yang sudah amat jauh.

.
.
.

Sehun POV

Aku tersenyum senang,lumayan nih dapet americano gratis. Aku pun menyeruput Americano yang sama sekali belum disentuh Luhan hyung. Aku melihat kearah Chanyeol hyung, uhuk… uhuk… uhuk… terbatuk setelah menyemburkan Americano yang tengah ku minum. Aku kaget bukan kepalang melihat Chanyeol hyung dengan tatapan mengancam seperti hendak menelanku bulat-bulat,menurutku itu menyeramkan. Segera saja aku membayar Bill Luhan hyung dan langsung tancap gas dari kafe.

__________END__________

DONT FORGET TO DROP A COMMENT FOR ME. Ini FF kubuat khusus untuk Ultahku besok 27 desember,itung-itung buat ngehadiahin diri sendiri.

 

Iklan

4 thoughts on “Arti Pacaran

  1. Kok gantung sih x’D lanjut dong. Kkk, suka banget komedinya, bahasanya pake mudeng segala lagi, haaa ngakak deh xD semangat ya authornim❤

  2. PACAR (pasangan sewaan) Haha.. Hmm.. Seul udah kelewat polos.a.. Sehun ama luhan d katain pacaran masa… Trus gua gmna?.. Hehe..
    Dan saengil chukkae buat author!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s