Bittersweet : The Circle

bittersweet

Author : Iefabings

Genre : Romance, Friendship, Drama, College Life, Alternate Universe

Rating : PG-13 (jadi yang di bawah 13 tahun sebaiknya baca sambil ditemani orang tua *ngaco*)

Length : Multi Chapter (currently chapter 1)

Cast :

EXO’s Kai as Kim Jongin

Red Velvet’s Seulgi as Kang Seulgi

EXO’s Sehun as Oh Sehun

Other Cast you can find on the story *alibi males ngetik*

Author note :

Halo salam kenal, saya admin baru yang terpilih dari seleksi kemarin ehe ehe ehe. Ini bukan ff pertama sih, tapi termasuk yang pertama juga setelah lama gak nulis ff. Jadi harap dimaklumi kalau masih agak kaku dan gak sebagus author yang lain. Selamat membaca^~^)/

***

“Saat pertama kali melihatnya, aku merasa ada jeda dalam ruang dan waktu. Seolah memberiku kesempatan untuk meneliti sosok tinggi dan kharismatik itu.”

…………….

“Wajahnya seolah sudah tercetak oleh gen-gen terbaik, begitu rupawan. Sikapnya pun tidak mencerminkan adanya keburukan.”

***

Seulgi hanya bisa menghela nafas pasrah saat Joohyun, saudara sepupunya, menariknya ke sana kemari hingga tiba di pojok bar tempat gerombolan kakak tingkatnya berkumpul. Kalau boleh jujur, dia jelas merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri. Walau pada dasarnya termasuk tipe gadis ‘berisik’, tapi dia jadi bungkam jika dihadapkan dengan lingkungan baru.

“Hai semua,” dengan riang Joohyun menyapa teman-temannya. “Aku membawa orang baru!” dia menarik Seulgi ke hadapan mereka semua seolah gadis bermata sipit itu adalah hasil buruannya. Serentak mereka semua ber”wow” bahkan ada yang bertepuk tangan. “Dia adik sepupuku. Setelah aku rayu beberapa kali akhirnya dia mau bergabung dengan club kita. Coba tebak, dia jurusan apa?”

“Sangat fashionable. Mungkin design atau manajemen bisnis.”

“Ah… aku yakin dia anak komunikasi. Benar kan?”

“Bukan… dia anak seni sama sepertiku. Benar kan, nona?” seorang pemuda dengan wajah perayu ulung mendekat pada Seulgi sambil mengulurkan tangannya. Seulgi yang masih terlampau ‘polos’ dengan kode seperti itu hanya membalas dengan senyum canggung dan melambaikan tangan. “Astaga, dia sangat imut,” komentar pemuda itu setelah melihat tingkah Seulgi.

“Berhenti merayu, Myungsoo-ah. Dia jadi takut padamu,” Joohyun memukul telapak tangan si pemuda yang masih terulur. “Kalian semua salah, dia ini calon dokter.”

“Daebak!” seru mereka bersamaan.

“Bagus sekali. Ini anggota yang kita tunggu-tunggu,” seorang gadis berpenampilan elegan dan sangat cantik (menurut Seulgi) mendekat, mengulurkan tangan. “Aku Yuri, tingkat 3 manajemen bisnis.” Seulgi memberanikan diri menjabat tangan gadis bernama Yuri itu dan tersenyum padanya. “Dan setelah mendekat, ternyata benar. Kau sangat imut.”

“Geureom,” Joohyun menepuk tangannya satu kali. “Jadi biarkan dia memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Ayo,” dia menyikut lengan Seulgi yang dari tadi hanya diam karena tidak berani bicara.

“Annyeonghaseyo,” Seulgi membungkuk formal pada mereka semua. Beberapa dari mereka hanya tertawa kecil. “Namaku Kang Seulgi, mahasiswi tingkat satu kedokteran—“

“Aigooo, aigoo!” belum rampung perkenalan dirinya, mereka semua sudah bertepuk tangan takjub padanya.

“Adik sepupumu benar-benar imut, Bae Joohyun!”

Joohyun hanya mengibaskan rambutnya dengan bangga.

“Sekarang aku perkenalkan mereka satu per satu padamu ya, Seulgi,” kata Joohyun, kemudian menyebutkan nama mereka satu per satu.

Dari ujung kanan, ada Byun Baekhyun, mahasiswa tingkat 3 jurusan seni. Menurut Seulgi dia kelihatan cukup cantik untuk ukuran seorang namja, dan pemakaian eye-liner itu menambah keelokan wajahnya. Lalu ada 2 orang yang juga dari jurusan bisnis seperti Yuri yaitu Kim Joonmyun dan Kim Myungsoo, pemuda yang sempat merayu Seulgi tadi. Ada seorang perempuan anggun berambut panjang bernama Victoria yang katanya sudah memasuki tingkat akhir komunikasi dan tinggal menunggu jadwal sidang untuk skripsinya. Kemudian ada Choi Siwon, Park Sunyoung, Kim Minseok yang berpipi chubby sepertinya, dan rupanya ada yang seumuran dengan dirinya, Jung Soojung. Menurut Seulgi, Soojung kelihatan kurang ramah jika dibandingkan dengan yang lainnya. Entah itu memang pembawaan dirinya atau hanya karena Seulgi belum kenal dekat.

“Sebenarnya ada satu lagi yang seumuran denganmu. Mana Jongin?” tanya Joohyun.

“Tadi dia bilang ke kamar mandi,” sahut Baekhyun sebelum meneguk minumannya.

“Sebentar lagi dia akan muncul,” ucapnya pada Seulgi, walau sebenarnya Seulgi tidak terlalu peduli. “Dan yang perlu kau ketahui, Choi Siwon ini semacam leader kita. Sekaligus sumber dana,” tambah Joohyun diiringi tawa.

“Ya, ya, aku cukup tersanjung,” Siwon ikut terkekeh walau kelihatan pasrah. “Apa dia tahu sebenarnya kita ini ‘apa’?”

“Menurutku biar leader saja yang menjelaskan,” jawab Joohyun sambil cengengesan.

“Baiklah, Seulgi-ah, boleh kan aku memanggilmu begitu agar lebih akrab?” tanya Siwon sambil tersenyum… tampan.

“Tentu saja, sunbae,” jawab Seulgi masih dengan wajah canggung. Sebagai orang baru, dia ingin menunjukkan kesan baik dan sopan di hadapan mereka.

“Pertama yang perlu ku tekankan di sini, tidak ada perilaku dan percakapan formal,” ujar Siwon. “The Circle adalah club yang paling elite di Seoul National University—bisa dikatakan demikian,” dia menambahkan tawa kecil saat mengucapkannya. “Kami bergerak di bidang sosial. Kegiatan yang kami lakukan selalu berhubungan dengan acara sosial seperti pengobatan gratis, acara amal, bahkan pernah menggalang dana untuk bencana alam. Kenapa namanya The Circle? Karena menurutku nama Social Care Community terlalu kaku dan ‘circle’ menunjukkan bahwa kita semua bergabung membentuk suatu lingkaran yang peduli pada orang-orang di sekitar kita—bahkan seluruh dunia yang bisa dikatakan tidak seberuntung kita. Oke, sebenarnya masalah nama sangat tidak penting. Kami tidak melakukan perekrutan biasa seperti club-club lainnya karena kami bukan club biasa. Hanya orang-orang tertentu yang bisa bergabung.” Sampai di sini Seulgi menelan ludah. Memang, kalau dia perhatikan mereka semua tidak ada yang terlihat ‘biasa’. Sejauh yang dia tahu, The Circle berisi mahasiswa dan mahasiswi kaya—atau minimal anak pejabat. “Aku sangat senang kau bergabung dengan kami. Kebetulan kami memang sangat menantikan ada mahasiswa kedokteran yang bergabung. Ada pertanyaan?”

Seulgi tidak melakukan apa-apa selain mengerjap, entah bingung entah takjub.

“Ku rasa dia butuh waktu untuk kenal akrab dengan kalian semua. Tenang saja, saat sudah merasa nyaman nanti dia akan banyak bicara,” kata Joohyun.

“Memang sekilas kami hanya terlihat seperti gerombolan mahasiswa yang suka hura-hura, karena lebih sering terlihat minum bersama,” kata Siwon sambil terkekeh. “Tapi saat di lapangan nanti, kita benar-benar total. Kau bisa lihat ini,” Siwon mengulurkan tablet pada Seulgi, menunjukkan foto-foto dokumentasi acara yang telah mereka lakukan. Dan benar, di sana Seulgi bisa melihat banyaknya event yang sudah mereka buat.

“Nah, ini Jongin sudah datang,” celetuk Baekhyun, membuat semua perhatian teralihkan. Termasuk perhatian Seulgi.

Dan sejenak Seulgi merasa ada jeda dalam ruang dan waktu. Seperti memberinya kesempatan untuk meneliti sosok tinggi dan kharismatik yang melangkah ke dekat mereka semua. Ya, pemuda ini tampan dan memiliki tatapan mata yang menawan. Jeda itu hanya berlangsung selama beberapa detik karena Seulgi segera menyadarkan dirinya. Dia nyaris terjerat dalam pesona pemuda itu. Sepertinya ada yang salah dengan dirinya saat ini. Kalau diperhatikan, semua namja di club The Circle berwajah rupawan. Pemuda bernama Jongin itu ya sama saja dengan yang lainnya.

“Kalian menungguku?” tanya Jongin saat mendudukkan diri di sebelah Soojung.

“Tidak juga,” Joohyun menggeleng. “Ku pikir kau sangat penasaran dengan orang baru yang ku bawa ini. Namanya Seulgi,” sambil menepuk-nepuk pundak Seulgi, Joohyun memperkenalkannya lagi. Seulgi hanya tersenyum sekilas sebagai sapaan.

“Oh, hai. Namaku Kim Jongin,” sapanya. Jongin cukup cool, tipikal pemuda keren yang disukai banyak wanita—menurut Seulgi. Tapi sekali lagi, Seulgi memantapkan dalam hati bahwa Jongin sama saja dengan pemuda lain di club ini. Tidak perlu dianggap spesial.

“Jadi bagaimana, Seulgi-ah? Kau ikut?” Siwon mulai bersikap layaknya pemimpin, menanyai Seulgi dengan tegas.

Awalnya Seulgi pikir saat Joohyun memaksanya bergabung dengan The Circle, dia akan dikelilingi oleh mahasiswa-mahasiswa kaya tukang bolos yang hanya tahu caranya bersenang-senang dan menghabiskan uang. Terlebih karena tempat perjanjiannya adalah di sebuah bar. Setelah mendengar penjelasan Siwon tadi, menurutnya ini adalah organisasi yang luar biasa.

“Aku ikut,” jawabnya dengan mantap.

“Sudah ku bilang kan dia tidak akan menolak,” timpal Joohyun.

“Baiklah, mari kita bersulang untuk perekrutan anggota baru!” Minseok mengangkat gelasnya lebih dahulu.

“A-aku tidak minum,” ucap Seulgi cepat-cepat.

“Aigoo, dia sangat imut,” puji Yuri lagi. “Ini, kami sudah menyiapkan jus stroberi khusus untukmu. Joohyun sudah memberitahukannya pada kami.”

Seulgi menampakkan senyuman khasnya, yang secara otomatis membuat matanya ikut tersenyum. “Terima kasih.”

“Jongin, kau kelihatan begitu terpesona pada Seulgi,” celetukan polos Joonmyoon membuat Seulgi menoleh dan nampak semburat merah di pipinya, entah kenapa.

“Ck, bukan seperti yang kau pikirkan,” Jongin hanya menimpali dengan wajah dinginnya. Dan Seulgi merasa sedikit kecewa.

“Cheers!”

Gelas-gelas mereka beradu, pertanda Seulgi telah resmi menjadi bagian dari The Circle.

***

“Jadi pacarku?”

Mata sipit Seulgi melebar tatkala kalimat mengejutkan itu terlontar dari bibir Sehun. “Tapi kita baru saling kenal seminggu yang lalu.”

Sehun tertawa pelan. “Bagaimana menjelaskannya ya? Ku rasa hatiku telah memilihmu. Sesederhana itu.”

Seulgi masih tidak bisa percaya dengan pernyataaan cinta dadakan ini. Bukan karena dia tidak suka Sehun. Sungguh, Sehun adalah salah satu bukti kekuasaan Tuhan. Wajahnya seolah sudah tercetak oleh gen-gen terbaik, begitu rupawan. Sikapnya pun tidak mencerminkan adanya keburukan. Jika Seulgi berkencan dengannya, sudah jelas populasi para gadis akan sangat sangat iri padanya. Akan tetapi dia merasa ini terlalu cepat. Mereka bertemu untuk pertama kali di sebuah seminar nasional seminggu yang lalu. Pertemuan pertama yang mengesankan, tak disangka Sehun langsung mengajaknya untuk barter kontak. Bahkan belum sampai di rumah, Seulgi dan Sehun sudah saling berkirim pesan. Ini berlanjut pada hari-hari berikutnya. Mereka hanya berbincang lewat pesan teks, chatroom, dan percakapan sederhana di sosial media. Hari ini adalah pertemuan kedua, dan Sehun mengajaknya berkencan? Menjadi pacarnya?

“Tapi aku merasa ini terlalu cepat, bisa saja besok kau berubah pikiran,” ucap Seulgi mencoba memberikan alasan yang aman.

“Kau merasa takut, kan?”

“Eh?”

“Aku paham, kau pasti takut aku hanya main-main. Apakah kau percaya cinta pada pandangan pertama?”

Seulgi menggeleng. “Aku bukan tipe orang yang seperti itu.”

“Ah…” Sehun memasang wajah frustasi. “Apa kau ingin meminta waktu berpikir seperti yeoja kebanyakan?”

“Waktu berpikir?” Seulgi tertawa renyah. “Aku tidak seperti yeoja kebanyakan, Sehun-ah. Aku hanya merasa kita belum saling memahami satu sama lain. Bisa saja suatu hari kamu menemukan sifat buruk dalam diriku lalu menyesali hubungan kita.”

“Aku akan lebih menyesal kalau tidak bisa memilikimu,” tatapan Sehun tertuju pada Seulgi, menunjukkan keseriusan.

“Jangan menatapku seperti itu.” Seulgi masih tertawa dan menghindari tatapan Sehun yang cukup membuatnya berdebar.

Sehun menyendok eskrim coklat, lalu menyuapkannya pada Seulgi. Tangan kirinya yang bebas ia gunakan untuk menopang dagu. Untuk beberapa saat mereka hanya terdiam dan Sehun terus memandangi Seulgi. Itu memberi waktu untuk pikiran Seulgi melakukan diskusi. Mungkin ini sedikit tak masuk akal. Selama seminggu mengenal Sehun, tidak bisa dipungkiri bahwa dia juga mulai menyukainya. Tidak ada ruginya juga berkencan dengan pemuda ini, bukan? Kali ini Seulgi balas menatap Sehun.

“Kenapa? Kau mulai berubah pikiran?” Sehun menaikturunkan alisnya.

“Sebenarnya aku sedikit pencemburu, Sehun-ah.”

“Itu bagus. Aku juga pencemburu,” sambung Sehun. “Tidak sedikit, malah.”

“Dan aku aktif di organisasi The Circle. Kau tahu, semacam pecinta kegiatan sosial.”

“Tidak masalah, aku mendukung semua kegiatanmu. Aku juga ikut club, tapi di bidang kesenian,” ia terkekeh, menampilkan deretan giginya.

“Karena kita berbeda universitas, mungkin akan jarang berkencan.”

“Aku akan mengatur waktu dan mengupayakan tetap bisa berduaan denganmu setidaknya setiap weekend.”

Senyum Seulgi merekah. Dia tidak pernah menduga Sehun begitu serius dengan keinginan berkencannya.

“Baiklah,” ucap Seulgi.

“Baik apa?”

“Ya… kita lakukan.”

“Lakukan apa?”

“Sehun-ah….”

Kali ini Sehun yang tertawa. Dia tahu maksud dari jawaban Seulgi, hanya ingin menggodanya sedikit. Menurutnya saat Seulgi salah tingkah dan pipinya memerah, gadis itu terlihat manis.

“Ayo katakan yang jelas,” dia menyuapkan eskrim lagi ke mulut Seulgi.

“Aku mau jadi pacarmu,” ucap Seulgi secepat mungkin dan berusaha untuk menghindari kontak mata dengan Sehun karena terlalu gugup.

“Bagaimana ini? Aku terlalu bahagia.”

“Kau berlebihan,” timpal Seulgi.

“Kang Seulgi….”

“Jangan katakan sesuatu seperti ‘aku mencintaimu’,” ucapan Seulgi membuat Sehun benar-benar mengurungkan niatannya untuk bicara. Dia memang ingin mengatakan kalimat itu. Seperti dalam drama-drama romantis. “Yang seperti itu bisa saja berubah jadi ‘kita tidak cocok lagi, sebaiknya berpisah’. Jadi dari pada kau menyesal nantinya, tidak perlu mengatakan apa-apa. Buat aku tahu perasaanmu padaku tanpa harus mengucapkannya.”

“Aigoo,” akhirnya Sehun hanya bisa tertawa. Kemudian dia mendekatkan wajahnya pada Seulgi. “Aku akan membuatmu seberuntung yeoja-yeoja dalam drama romantis.”

***TBC***

Author note (lagi) :

Karena masih chapter perdana jadi ya pendek. Ceritanya dominan dari sisi Seulgi dulu, selanjutnya akan lebih dijelaskan di sisi Jongin dan Sehun. Jika ada apa pun yang mengganjal misal penggunaan bahasa, ceritanya monoton, atau gak suka cast (tapi castnya enggak bisa diubah sih._.v) silakan isi kolom komentar ya saya menerima kritikan apa pun. Sampai jumpa di chapter berikutnya^~^)/

30 thoughts on “Bittersweet : The Circle

  1. Aakkk aku suka suka jalan ceritanya, terlebih ada yuri di sini. Berharap di sini yuri kencan dengan myungsoo atau siwon. Aku yurisitable yg ngidol seulgi juga (Girls side)

    Biasanya selalu baca ff yuri snsd, gak bs baca cast lain selain dia. Dan eeeh mau mencoba sisi seulgi, cocok ternyata, ditambah nemu ff ini.

    Salam kenal yah chingu, aku melli 93line hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s